TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 4. Part 4. Okaa -san


__ADS_3

"Shiori, bagaimana pertemuan semalam." Pagi hari Okaa-san(Ibu) sudah bertanya padaku. Aku dengan bersemangat mengambil omelet, ikan dan sup miso yang dia buatkan untukku. Tinggal bersama Ibu berarti sarapan pagi yang sehat dan enak.


"Hmm tidak bisa diharapkan Mama." Aku terbiasa memanggil Okaa-san Mama dari kecil.


"Dia kabur bahkan sebelum makan malam selesai. Padahal aku hanya mengenalkan diriku apa adanya."


Mama yang sabar itu melihatku dengan pandangan sedih. Aku merangkulnya.


"Mama, tak apa. Jangan sedih. Nanti mungkin aku akan menemukannya, lagipula aku senang di sini, pekerjaanku baik-baik saja."


"Mungkin Richard masih menunggumu Shiori."


"Mama ini sudah lebih dari tujuh tahun. Kenapa dia menungguku. Dia sudah punya hidup sendiri." Dulu saat aku memutuskan meninggalkan NY, aku punya kekasih. Kupikir mungkin kami tak berjodoh, karena aku harus kembali ke Tokyo. Jadi sudah lama aku berusaha melupakannya.



"Apa kau pasti? Kau sudah pernah meneleponnya?"


"Mama sudahlah, itu sudah jauh di belakang. Tak ada gunanya memikirkan itu lagi. Lagipula keluarga bukan jaminan untuk hidup bahagia. Aku sudah memutuskan di sini. Tak usah dengar apa kata orang lain."

__ADS_1


Kami sudah melalui ini. Bukan masalah bagiku untuk melajang jika tidak bertemu orang yang tepat, aku tidak menganggap pernikahan adalah segalanya.


"Aku pergi Mama. Terima kasih sarapannya."


Papa pergi jogging tiap pagi. Dia orang yang disiplin untuk yang satu ini, jadi tiap pagi aku hanya pamit kepada Mama.


"Baiklah. Pulanglah jika urusanmu sudah selesai, jangan pulang terlalu malam." Mama tidak suka aku pulang larut, walaupun itu kebiasaan terpuji pekerja di sini.


Untungnya boss yang memimpin kami sekarang juga punya pendapat sama, tak ada gunanya pekerja yang depresi dan kelelahan datang ke kantor. Selesaikan pekerjaanmu dengan cepat, benar, dan pastikan kau sudah menyelesaikan tanggung jawabmu, istirahat dan bergabunglah dengan keluargamu, besok kembalilah dengan pikiran jernih. Karyawan kantor perusahaan lain di gedung kami kadang iri dengan kebebasan jam pulang yang kami miliki.


Seperti dulu tempatku, mereka memaksa pegawainya mengambil cuti 15 hari setiap tahun. Mereka memastikan karyawannya cukup liburan setelah bekerja keras. Tuan Akada, direktur utama kami, pernah bekerja di Goldman's Sach sepertiku jadi dia menerapkan gaya managerial yang sama pada kami.


"Tuan Derrick sudah siap untuk meeting Shiori-san." Ayaka memberitahuku untuk ke ruang meeting.


Tuan Derrick Tan, dia punya jabatan jauh lebih tinggi dari siapapun disini, menurut Tuan Akada Direktur Utamaku, dia adalah salah satu dari delapan orang kepercayaan Tuan Philip. Director regional, istilah teknisnya. Kupikir itu tanggung jawab yang sangat besar.


Dan dia sama sepertiku, setengah Jepang, Ayahnya orang Jepang. Tapi dia berkelana ke seluruh dunia. Tapi yang lebih aneh adalah dia terlihat berumur 30an walaupun usia sebenarnya hampir 50. Aku sedikit kaget dengan siapa yang kuhadapi, jelas dia punya gen awet muda.


"Tuan Tan, saya Shiori Tanaka, senang bertemu Anda."

__ADS_1


"Shiori-san, Tuan Akada bilang Anda yang menangani pengajuan investasinya."


"Iya proposal awal mereka sudah kami terima beberapa hari lalu, kita akan briefing hasil awalnya sebentar."


Pertemuan itu membicarakan rasio keuangan, kelayakan proyek, investment return, stabilitas politik dan keamanan dan aspek-aspek lain kemudian. Ini adalah pengajuan besar pendanaan pembangunan jaringan pelabuhan di Vietnam. Banyak hal yang harus kami pertimbangkan.


"Kita akan bertemu mereka, saya tak bisa memberikan rekomendasi dari hanya beberapa pertemuan sepertinya." Pembicaraan panjang itu masih jauh dari kesimpulan, kami baru membicarakan resiko yang mungkin terjadi.


"Iya saya mengerti, kita memang perlu berhati-hati. Sampai pertemuan dengan pihak pemerintah nanti kita akan lihat sampai dimana komitmen mereka, saya di sini untuk membantu Shiori-san, bukan klien kita."


"Saya sangat berterima kasih atas pendampingannya Tuan Tan. Anda lebih menguasai aspek sosial politik dan keamanannya, saya belum pernah sama sekali bersinggungan dengan wilayah Asia Tenggara."


"Tentu, saya sudah lama berkeliaran di sana, itu sebabnya saya ada disini."


"Berkeliaran ..." Aku menertawakan pilihan katanya.


"Kurasa Shiori-san juga berkeliaran di negara lain. Dialegmu cukup asing. Kau cukup vokal untuk orang Jepang."


"Ayahku diplomat, aku berkeliaran di Eropa dan US, baru di umur hampir 30 aku kembali ke Jepang lagi."

__ADS_1


"Ahh itu menjawab semuanya."


__ADS_2