TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 3 Part 15. Kick Out the Enemy


__ADS_3

"Benarkah? Aku bisa meneleponnya." Aku berteriak senang ketika Kak Cheng memberitahu bahwa Philip bersedia menemuiku.


"Iya, tadi aku bicara padanya dan dia mengatakan itu padaku."


"Thanks Koko, aku akan meneleponmu malam oke. Kau ada yang mau di bicarakan lagi." Aku senang dia benar-benar membantuku bicara dengan Philip seperti janjinya.


"Sebenarnya ada Keluarga Chow, mengirim Maggie Chow untuk melobiku, aku tak tahu apa yang akan dia rencanakan, tapi jika dia mengatakan sesuatu padamu jangan langsung percaya. Mereka pasti akan melakukan sesuatu untuk memastikan mereka menang." Ohh Maggie Chow, aku hanya pernah bicara dengannya beberapa kali kurasa, tapi kenapa dia malah mengatur pertemuan ke Kak Cheng bukan ke Ayahnya?


"Iya, baiklah. Tapi kenapa dia memilih melobimu bukan Ayahmu? Kalian kenal sebelumnya?"


"Iya kami kenal."


"Boleh kutahu kenal seperti apa maksudmu? Jika kau tak keberatan aku tahu?"


"Kami memang pernah punya hubungan di masa lalu. Tapi sudah lama sebelum kami berdua menikah. Sudah sangat lama kami tidak bertemu."


"Ohh begitu. Jadi nampaknya dia mengejarmu lagi sekarang?" Aku bertanya terang-terangan, dengan menceritakan ini mungkin dia ingin aku tidak cemburu jika Maggie mengatakan sesuatu padaku.


"Kemungkinan besar seperti itu. Karena beberapa kali dia pernah mengajak ngobrol. Tenang saja, aku hanya akan menemuinya satu kali dan menyuruhnya pergi."


"Iya terima kasih sudah memberitahuku. Nanti kutelepon lagi oke." Dia memberitahuku itu bagus, kurasa di titik ini aku tidak punya kendali apapun soal ini, dengan dia memberitahuku dia sudah menjaga aku tidak salah paham.


Dia sudah sangat baik apalagi yang harus kukatakan.


Dia akan menemuinya satu kali dan menyuruhnya pergi? Maggie Chow tak akan menyerah sesederhana itu kurasa.


"Nona, ada Ayahmu ingin menemuimu." Seorang pelayan mengetuk pintuku sekarang. Mama sedang pergi, aku sekarang menemuinya. Aku masih belum menelepon Paman.


"Papa? Ada apa?" Dia datang sendiri sekarang.


"Cherrie, kau benar-benar ingin terlibat ini?"

__ADS_1


"Kau yang melibatkanku dulu Papa, kau bahkan ingin menikahkanku ke Nathan Chow, kau sudah melibatkan kami."


"Bagaimana jika kau tak terlibat dan Papa memberimu 3% dari bagian Papa langsung atas namamu dalam enam bulan kedepan." Ternyata dia kesini untuk membuat kesepakatan denganku.


"Ini bukan soal uang bagiku, ini soal mereka menghina Mama. Dan kau menjadikan mereka nampaknya tak bersalah, malah semangkin menjadi dan sombong. Meminta maafpun mereka tak mau. Sudahlah Papa, aku sudah terlanjur kecewa padamu."


"Lebih baik kau ambil tawaran Papa, kau pikir kau bisa memenangkan ini. Itu hal yang mustahil." Aku tersenyum, kenyataannya sekarang aku 100% yakin aku bisa memenangkannya.


"Kenapa kau tersenyum begitu? Kau punya orang yang akan memasukkan uang dalam jumlah besar, seberani apa dia mengelontorkan uang. Kapitalisasi Shing Wang tidak bisa di tanggung satu orang. Kau perlu menyusul minimal 15%, kau pikir itu mudah, di atas kertas kau sudah kalah telak."


"Hmm....Aku punya keluarga Cheng mendukungku." Dia tidak akan tahu sebelum harinya dia tahu. Papa tertawa ketika aku mengatakan soal keluarga Cheng.


"Keluarga Cheng tak punya keberanian menaruh uang begitu banyak disini. Jika diperlukan keluarga Chow akan mengamankan posisi mereka dengan menambah investasi. Terima saja penawaran Papa dan kembalilah ke Shanghai."


"Seperti biasa Papa meremehkan aku."


"Papa hanya menawarkan yang terbaik untukmu, tak ada anak Papa yang lain yang Papa tawarkan pengalihan saham sekarang, jika tiba saatnya kau juga akan memimpin perusahaan."


"Cherrie, Papa disini mencoba memberimu kesepakatan menguntungkan bukan untuk mengajakmu bertengkar."


"Tidak, aku akan memantaskan diriku sendiri. Dan aku yakin aku bisa..."


"Siapa yang memback-up mu sebenarnya sehingga kau punya keyakinan setinggi itu?"


"Papa akan tahu nanti."


"Ini ada hubungannya dengan Derrick Tan?" Dia menebak dengan benar.


"Derrick Tan di Jakarta? Kenapa ada hubungannya dengannya? Aku ke Jakarta hanya untuk ke SMI. Mama yang berhubungan dengannya, bukan aku."


"Benarkah? Sebenarnya bagaimana kau bisa berkenalan dengannya?"

__ADS_1


"Ohh aku berkenalan dengan banyak orang Papa. Aku melakukan banyak hal dengan baik." Papa diam, untung saja pikirannya tidak sampai aku mempunyai hubungan dengan Philip Leung.


"Kau punya batas yang harus kau tahu kau tak boleh kau lewati." Kurasa dia bicara aku tak boleh meminta bantuan dengan boss Ko Derrick, Philip Leung. Sayang sekali karena dia pun sudah melewati batasnya. Sekarang tak ada batasnya lagi. Tapi aku tak akan mengatakan itu didepannya sekarang.


"Kau sudah selesai Papa, kurasa tak ada yang akan kita bicarakan lagi. Aku akan kembali ke jabatanku bulan depan. Bajingan keluarga Chow itu mau masuk ke Shing Heng, aku akan mengajarinya dengan baik. Kudengar cita-citanya ingin menjadi CEO Shing Heng, dan anak wanita itu yang akan menjadi istrinya. Menyedihkan sekali, rupanya kita sudah turun kelas, jika tukang pesta itu memimpin Shing Heng, kurasa cucumu akan gigit jari semua."


"Makanya aku ingin kau menjauh dari semua ini dan menerima tawaranku, kembalilah ke kantor tapi jangan terlibat! Kau tak bisa mendengarkan Ayah!? Kau pikir aku akan membiarkan keluarga Chow memegang kendali utama."


"Sudah terlambat Papa, Papa sudah membuat banyak kerusakan. Aku tetap pada jalanku disini." Papa menghela napas panjang.


"Tawaran terakhir, dalam lima tahun kau akan jadi wakil CEO, plus 3% tambahan kepemilikan saham sekarang!" Dia mulai berbicara keras sekarang.


"Kalau begitu batalkan kau menceraikan Mama! Batalkan kau membawa wanita itu dalam kehidupan kami! Bisakah kau lakukan itu? Tidak bisa bukan? Pembicaraan kita selesai Papa. Aku mau pergi."


Dia tak bisa menjawabku lagi bukan. Kapan dia sadar semua kekacauan ini berasal dari dia.


Dia yang membuat semuanya berantakan. Dia yang membuat drama, tapi tak terima di salahkan dan ingin Mama menerima bahwa dia akan memasukkan anak tak resminya ke surat warisan. Dia pikir kami bisa menerima kebohongan sebesar itu.


Aku pergi ke kamarku meninggalkannya di ruang tamu keluarga. Tak ingin berbicara dengannya lagi sekarang. Aku menelepon Paman.


"Paman kita mendapatkan Philip Leung, sebaiknya kita bicara dulu berdua sebelum kita bicara denganmya."


"Benarkah? Dia setuju?"


"Iya dia setuju."


"Kalau begitu kita memang harus bicara. Datanglah. Nathan Chow sudah muncul disini hari ini. Ayahnya mengizinkannya ikut dalam rapat-rapat direksi sebagai pengamat bahkan dia punya ruangannya sendiri. Aku disini muak melihat mukanya, sudah ingin menaruh obat pencahar ke minumannya supaya dia diare."


"Itu ide bagus Paman. Nanti kita lakukan."


bersambung besok....

__ADS_1


__ADS_2