
Kami sampai ke Hanoi jam 1, Nguyen sudah melambai kepada kami.
"Nguyen, senang melihatmu lagi."
"Nona Sandra, aku senang ada kau disini. Tuan Oliver, senang bisa membantumu lagi." Dia menyapa kami berdua lebih dahulu, baru kemudian Oliver mengenalkannya ke tim lainnya.
Kami istirahat makan siang sebelum melanjutkan perjalanan tiga jam lagi. Dua mobil operasional sudah disiapkan untuk membawa kami kemudian.
"Nguyen, di tempat kita itu, ada faselitas kesehatan 24 jam, aku mengecek ada dua rumah sakit harusnya di lingkar 10-15km." Aku bertanya ini karena takut ada komplikasi luka.
"Ohh ada, nanti kurekomendasikan padamu yang kupercaya, kau sakit Nona?"
"Tidak buat persiapan saja jika ada yang terjadi disini. Kuharap tak ada yang terjadi tentu saja." Tapi semoga dia tak apa tentu saja, jika ada retak balutanmya di area rusuknya akan membuatmu susah bekerja dan berkonsentrasi.
Perjalanan panjang itu akhirnya berakhir, aku melihat Oliver, nampaknya dia baik-baik saja sepanjang perjalanan, jam lima sore akhirnya kami tiba di rumah yang menjadi rumah tempat tinggal kami. Rumah besar ini mempunyai 7 kamar, sangat nyaman ditempati bersama-sama. Ada dua housekeepers yang tahu bahasa Inggris sederhana. Plus Nguyen juga tinggal disini membantu kami.
Semua orang beristirahat dan mandi, karena aku wanita sendiri, aku mendapat kamarku sendiri, sementara Derrick, kepala proyek, dan wakil juga sendiri sementara yang lain termasuk Nguyen berbagi kamar yang tersisa.
Aku mengetuk pintu kamar Derrick sekarang.
__ADS_1
"Sandra, kenapa kau kesini."
"Apa kau baik-baik saja? Kau sudah memeriksa lukanya. Apa perlu kau ke dokter. Biar kulihat." Oliver jadi tersenyum melihatku. Secepatnya kilat dia menarik tanganku masuk ke dalam kamar
"Sweetheart, sebaiknya kau memeriksa sendiri, aku tak tahu cara memeriksanya." Sudah kuduga dia akan mulai lagi, aku hanya akan memeriksanya setelah itu keluar.
"Buka bajumu." Aku mengatakannya dengan nada datar.
"Kau tak sabar sekalì sweetheart" Dia masih mengodaku, dan tak segan-segan membuka bajunya di depanku. Aku melihat bekas pukulannya baiklah hanya memerah, tak ada tanda kulitnya ada pendarahan dalam yang gelap.
"Kau baik-baik saja,..." Aku mengoleskan balsam padanya.
"Sudah ku bilang aku baik-baik saja." Sekarang tangannya menjangkau pinggangku. Dia membuatku menghela napas. Aku harus menahannya dengan lengan dalamku agat kamu tak terlalu dekat, tapi tubuhku yang tak setinggi dia membuatku terlalu terintimidasi.
"Sweetheart, boleh aku tahu, apa aku tak menarik bagimu?" Sekarang dia penasaran kenapa mantra pesonanya tak bekerja padaku. Aku tersenyum padanya.
"Di komunitasku banyak orang yang lebih kekar dimsum, kau jangan tersinggung. Aku sudah biasa melihat urat dan otot, yang lebih besar darimu... banyak... Jadi sekarang lepaskan aku, please." Aku tersenyum padanya dengan kemenangan sempurna.
"Ahh begitu, luar biasa, .... ternyata persyaratanmu memang tinggi, berarti bagian atas bagimu biasa saja, kita bisa bergerak ke speksifiķasi yang dibawah, jangan malu mengatakannya, Asia dan Kaukasian menurut survey kelasnya berbeda. Bagaimana menurutmu." Si mes*um XXXL ini sangat membanggakan asetnya. Tak akan kubiarkan dia menang kali ini.
__ADS_1
"Kau pernah mendengar size doesn't matter dimsum. Aku tak punya komentar soal itu, tapi juga tak berniat membuktikan apapun soal kriteria yang kau tanyakan."
"Kau memang punya banyak jawaban licik di kepalamu itu sweetheart. Aku jadi semangkin menyukaimu,..."
"Terima kasih dimsum, aku juga mulai berpikir kita species yang sama. Sekarang lepaskan tanganmu, kau baik-baik saja tidak perlu dokter seperti yang kau katakan." Dia tersenyum kecil padaku.
"Terima kasih sudah mengkhawatirkanku." Aku lemah jika dia bicara serius begini, jika dia bicara mesum malah aku sama sekali tak tertarik padanya.
"Lepaskan aku sekarang."
"Sebentar lagi, ..." Dia berdiri sangat dekat, dengan pinggang terkunci aku harus menarik diriku ke belakang untuk melihatnya dan agar tidak terlalu dekat padanya.
"Oliver- lepas..." Aku hampir tak bisa bernapas karena berdiri terlalu dekat padanya. Dia mengelus punggungku aku merinding sekarang.
"Baiklah,...." Ketika dia melepasku ada rasa kehilangan yang menggoda. Ini memabukkan, aku harus keluar dari sini, jika aku yang tergoda duluan, clausul tiga puluh hari itu akan sia-sia.
"Aku pergi."
Lebih lama aku disini keselamatanku tak terjamin. Pintu tertutup di belakangku. Aku merasa lepas dari mulut buaya.
__ADS_1
Kenapa aku merasa 30 hari ini akan sangat berat.
Bonus gaji empat gaji, tunjukkan kekuatanmu padaku. Species XXXL itu tak boleh menang atas bonus empat bulan gaji. TIDAK BOLEH!