
"Brother Shim ternyata Brother juga ada disini." Aku maju menyapanya duluan. Sekarang aku berharap dia bisa memperkenalkanku. Walaupun kemungkinan besar aku menyangka yang lebih tua itu Derrick, yang umur 30 tahun itu jelas bukan kakaknya.
"Oliver, senang kau bisa datang ke sini." Tapi dia tak bergerak mengenalkanku. Terpaksa aku kesamping, ke Kakak yang lebih tua. Aturannya tetap yang tua dulu kurasa. Aku tujuh tahun di Hongkong pasti belajar sesuatu soal mereka melihat umur yang lebih tua.
"Terima kasih memberi saya kesempatan berada disini Sir Derrick." Laki-laki yang lebih tua itu tertawa.
"Young Man, Brother Derrick itu yang disampingku , aku Joseph Man, salah satu teman Sandra juga. Senang bertemu denganmu."
Dan sekarang laki-laki muda ini, bagaimana usia semuda ini bisa dipanggil Kakak?
...** Koko Derrick kalo lagi muka jutek 😤😤😤🤣...
Dia menatapku dengan pandangan datar. Pria yang didepanku ini aku tak yakin umurnya lebih tua dari Sandra, dia kelihatannya lebih muda, tak diherankan kenapa Sandra menyukainya, pengawas dan CEO beberapa perusahaan Hong Lung di Asia Tenggara. Posisi yang disegani dalam organisasi, dengan wajah yang mungkin jauh lebih muda dari umurnya.
"Saya tak menyangka seseorang yang dipanggil Kakak oleh Sandra masih sangat muda. Brother Derrick senang bisa bertemu dengan Brother."
"Saya 47 berapa usiamu mengatakan saya muda?" Dia menyalamiku tak berdiri dari duduknya. Dia jelas tak menyukaiku. Aku salah bicara sekarang, apa mereka membawa senjata. Bisa-bisa geng ini menodongkan senjata padaku, aku memang tak akan terbunuh tapi Derrick sudah ingin memukulku kurasa.
"Saya 44, maaf, maksud saya Anda terlihat begitu muda."
"Duduklah." Dia menunjukkan kursi didepannya padaku. Pantas saja dia ada di tengah, kali ini aku mengacau karena salah menyangka plus dia akan menganggapku tak serius karena sama sekali tak mengenalnya.
"Sebelumnya saya membawa hadiah untuk Brother Derrick, terima kasih sudah diberi kesempatan untuk bertemu dengan Brother." Aku sudah memikirkan kalimat ini, mendiskusikannya dengan Nguyen dia bilang kalimat seperti ini baik.
"Hmm, terima kasih." Semoga hadiah itu menyelamatkanku dari kekacauan yang sudah kubuat.
"Semua orang mengatakan Brothers Derrick lebih muda dari usianya." Brother Shim membantuku mencairkan suasana, sementara Derrick sama sekali masih tanpa senyum untukku.
"Brother Shim, Brother Man, maaf saya tidak tahu ada Anda berdua, lain kali saya akan membawakan hadiah pertemuan kepada Anda berdua."
"Tak usah disebut, kita semua teman dan keluarga."
"Aku belum menganggapnya keluarga, Joseph, dia melarang Sandra meminta bantuan padaku."
"Benarkah? Ohh kau yakin bisa mengatasi Kent?" Brother Shim langsung bertanya.
"Saya mungkin melapor ke Philip, mengatasinya langsung jelas saya kalah skill bertarung. Tapi jika bossnya sendiri turun tangan mungkin akan membantu, tapi saya disini ingin membantu Brother Derrick, saya salah sudah melarang Sandra, itu karena keegoisan saya. Saya minta maaf kepada Brother semuanya."
Dia menatapku dengan tangan terlipat di dadanya. Jangan bicara kalau kau tidak ditanya, aku mengingatkan diriku sendiri, agar aku tak bicara duluan, jika tidak dia akan mencoret namaku dan 0% kemungkinan aku diterima.
"Kau US citizen bukan? Sudah berapa lama di HK?" Derrick mulai bertanya. Aku merasa seperti menghadapi wawancara lamaran kerja.
"Sudah 7 tahun. Sudah berkantor tetap disini, sebelumnya saya bekerja di Dallas, Dallas tempat kelahiran saya juga." Aku menjawab apa yang ditanya, tak berani mengambil inisiatif memimpin pembicaraan.
"Kau divorce?" Pertanyaan berikutnya adalah personal. Tapi ya memang dia harus tahu.
"Iya, sudah sekitar sembilan tahun, kami divorce karena istri yang juga sekantor dengan saya berselingkuh dengan teman kerja saya."
"Kau pikir kesalahan di perceraian itu satu sisi? Jadi karena istrimu berselingkuh kau menyalahkan dia?" Dia melanjutkan memojokkanku tanpa ampun.
__ADS_1
"Mungkin saya juga terlalu sibuk dengan pekerjaan. Tidak, tapi bagi saya komitmen adalah komitmen. Jika saya terlalu sibuk, saya akan kompensasi waktu. Saya memutuskan bukan karena sepenuhnya menyalahkan dia, tapi karena saya tidak bisa menerima dia dan teman saya menusuk saya di belakang." Derrick diam mendengar jawabanku.
"Tidak punya anak?"
"Tidak, kami berdua sebelumnya memang sepakat untuk childfree."
"Childfree, kau tidak suka anak-anak." Brother Shim yang bertanya. "Apa pertanyaan kami terlalu pribadi untukmu, anggap saja ini perkenalan, jika kau keberatan menjawabnya tidak usah dijawab."
"Saya tidak keberatan menjawabnya. Dulu baik istri saya dan saya berfokus pada karier kami di AECOM, beberapa proyek memerlukan stay di tempat lain kadang selama berbulan-bulan, kami mengambil keputusan bersama kami tidak ingin anak dan lebih fokus dengan kehidupan kami berdua."
"Ahhh begitu." Brother Shim yang nampak banyak senyum ini nampaknya paling mudah diajak bicara.
"Kudengar reputasimu memgagumkan." Derrick adalah orang yang suka menyudutkan jika dia tidak menyukaimu rupanya.
"Iya beberapa saat saya tidak percaya pada hubungan lagi. Memilih berteman dengan banyak wanita."
"Dan Sandra?"
"Saya tidak berani datang ke depan Brother Derrick, Brother Shim dan Brother Joseph jika saya menganggap Sandra teman sementara."
"Kenapa Sandra akhirnya?"
"Karena dari sekian banyak wanita saya menyukainya secara personal, saya tidak merasa ditargetkan olehnya, dia membenci saya awalnya, kesalahan saya sendiri, sampai akhirnya kami bertemu lagi dan saya berpikir saya ingin kami punya hubungan lebih baik, saya ingin mengusahakan hubungan lebih baik dengannya saat meminta dia ke Hongkong sebagai pengawal pribadi saya, tapi saya akui cara saya salah, ..."
Derrick menatapku.
"Kau tahu Sandra yatim piatu."
"Iya, saya tahu."
"Iya dia cerita soal itu."
"Kau tak masalah dengan latar belakang Sandra?" Sekarang Brother Shim yang bertanya padaku.
"Tidak saya tidak mempermasalahkan itu."
"Bagaimana dengan keluargamu? Kau orang sukses, apa mungkin keluargamu menuntut standar tertentu. Sorry aku akan terus terang, jika keluargamu tak menerima lebih baik kau urungkan saja niatmu mendekati Sandra. Jika bagimu keluarga tidak penting, kau harus tahu kami menganggap keluarga penting."
"Untuk perilaku saya yang tidak bisa diterima sebelumnya saya minta maaf, itu kesalahan saya. Tapi untuk masalah pilihan hidup saya di umur dimana saya sudah bisa memutuskan sendiri Brother Derrick, keluarga saya tidak pernah ikut campur soal pilihan pribadi. Kami American harus angkat kaki dari rumah saat umur kami 18."
"Hmm aku angkat kaki dari rumah saat 15, ..." Joseph Man menyambar perkataanku.
"Aku 16, ... tapi kembali lagi saat 38, aku perlu 22 tahun bertobat." Shim menceritakan bagiannya. Semua orang tertawa. Semua orang punya perjuangan dan cerita masing-masing.
"Yahh kau tahu Oliver, semua dari kita punya cerita masing-masing. Tapi keluarga, sahabat bagi kami adalah tempat berlindung satu sama lain. Dan Sandra adalah adik perempuan kami, saat dia begitu trauma dan kami tak tahu rasanya ada hutang besar kami padanya..." Joseph yang berkata sekarang.
"Kami tak tahu bagaimana kalian ke depannya itu terserah kalian. Tapi jika dia mengatakan kau mempermainkannya, well... ada harga yang harus kau bayar." Brother Shim dan Joseph yang mengatakan sesuatu kepadaku akhirnya, tampaknya mereka tak menentang hubunganku dengan Sandra.
Sementara Derrick masih mempertimbangkan pikirannya.
"Aku akan bertemu Boss Philip besok di makan siang. Ikutlah, kau juga diintidasi oleh Kent sialan itu. Sebenarnya masalah ini tak mungkin membuatnya turun dari posisi apapun, tapi jika berdasarkan peraturan kami, anggota inti tidak boleh menyakiti satu sama lain. Yang dimaksud anggota inti, adalah kami yang sudah mengangkat sumpah satu sama lain sebagai saudara. Saat itu kupikir Sandra aman di HK, aku meninggalkannya dengan para Saudara-saudaraku, kami semua sudah mengangkat sumpah. Maka ini harus diselesaikan dengan aturan yang berlaku. Jika dia mencoba lagi menyentuh Sandra, urusan selanjutnya akan berbeda."
__ADS_1
"Saya mengerti, besok saya akan datang bersama Brother Derrick."
"Tadinya kami semua pikir Sandra masih bekerja di Hongkong, masih dibawah Kent, dia selalu menyapa kami setiap New Year via chat, kami tak tahu dia sudah pindah ke Singapore, plus pindah pekerjaan." Brother Shim menjelaskan. "Lima tahun yang lalu Yan Han dan Kimmy juga masih di Hong Kong padahal. Tapi kami tak tahu dia punya masalah dengan Kent sialan itu. Sampai akhirnya sekarang baru terbongkar." Joseph yang sekarang meriview ingatan mereka.
"Aku juga tak menyangka Brother, ... sekarang aku merasa bersalah tak melihatnya dulu. Dan bangsat Kent itu menugaskanku di Macau." Joseph menambahkan.
"Sandra melakukan kesalahan tak berani cerita. Kent sialan itu sudah menyiksanya sedemikian rupa, mencuci otaknya. Dia harus membayar ini. Dia akan membayarnya. Aku menitipkan Sandra secara pribadi padanya, tak kusangka dia akan memperlakukannya seperti itu." Derrick terlihat geram.
Bertepatan dengan itu makanan datang. Pelayan menyajikan makanan di meja bulat itu, beberapa macam jenis daging, mungkin 7-8 macam, tapi mereka tidak makan nasì, karena ada semacam miso yang aku tak tahu namanya yang dihitung sebagai karbohidrat.
"Ayo makanlah, ... semua yang kami katakan sudah kami katakan padamu. Aku menghargai kau berani datang kesini. Tapi soal kau dan Sandra, itu urusan kalian berdua. Sandra yang akan memutuskannya sendiri. Tapi aku tak akan menghalangi kau..." Derrick akhirnya bicara. Dia tak menghalangi, artinya aku mendapat lampu hijau sekarang. Mungkin Sandra juga bisa melupakan kesalahanku yang lalu
"Kami ini dulu satu group di Kowloon, ada 7 orang, sebelum aku ditugaskan ke Singapore. Mereka kebanyakan sudah keluar dari Hong Kong, hanya Joseph yang masih di Hong Lung Makau, dan Shim yang tinggal di Hongkong, yang lain masih berada di Hong Lung tapi tak di Hongkong lagi." Sekarang Derrick mengajak kami makan sambil mengobrol.
Sesi makan malam ini dimulai, tadinya kukira mereka akan duduk sambil minum lalu menginterogasiku, ternyata tidak seperti itu. Pembicaraan lebih mengalir kemudian, mungkin tak semua tentangku yang diceritakan Sandra jelek.
Aku tak akan bertemu dengannya empat hari dari sekarang. Sebelumnya aku bisa melihatnya tiap hari, sekarang aku kehilangan dia. Dua minggu ini kuhabiskan dengan buruk.
Aku pamit ke belakang untuk menyelesaikan Bill duluan tadi. Kata Nguyen aku harus punya inisiatif tanpa disuruh.
"Pelayan, tolong bill-nya." Brother Derrick yang mengambil tagihan ternyata. Dia yang punya posisi tertinggi disini.
"Ah, saya sudah membayarnya. Anggap saya rasa terima kasih saya sudah diterima dan diundang ke sini bersama Brother semua."
"Ohh..." Derrick melihatku.
"Wah, calon Sandra ini memang tahu sopan santun. Bagus-bagus. Kau nampaknya bisa diandalkan..." Brother Shim menepuk bahuku.
"Brother Shim, saya belum berkunjung ke restoran Brother, nanti saya akan kesana."
"Tentu ajak Sandra dia juga belum kesana, nanti aku akan memberitahunya alamat lengkapnya."
"Tentu Brother Shim."
Akhirnya pertemuan itu selesai. Brother Shim dan Brother Joseph kembali duluan.
"Brother Derrick besok saya jemput Brother kesini?"
"Iya, jam 11.30, kau kesini."
"Baik."
"Soal Sandra, berhati-hatilah jika kau memaksanya terlalu jauh. Dia punya trauma dengan Kent, sekali kau membuatnya tak nyaman, dia tak akan segan memilih pergi seperti kemarin. Aku tak tahu kalian akan berhasil atau tidak, kalian berdua yang akan menjalaninya."
"Saya mengerti, dia percaya pada Brother. Saya berharap Brother Derrick bisa memberikan pandangan padanya, saya akan berusaha memperbaiki sikap saya sendiri."
"Aku akan katakan padanya. Tapi kau ingat dia mengadu tentangmu, kau akan bertanggung jawab sendiri. Jadi perlakukan dia dengan baik jika kau perduli tentangnya." Dia menepuk bahuku.
"I will..." Dia mengangguk dengan perkataan singkatku.
"Datanglah jam 11.30 besok."
__ADS_1
"Saya kembali kalau begitu."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=