TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 3 part 2. Nathan Chow 1


__ADS_3

Penawaran dari perusahaan Nathan Chow dan Anthony Cheng datang bersamaan. Well, harga Kak Cheng ini lebih masuk akal, mereka memperbolehkan 6 orang akhirnya tapi mereka hanya memperbolehkan dua jam. Nampaknya entah bagaimana kata-kata repeat order itu berhasil sedikit menurunkan harga.


Kak Shishi membacanya tangannya langsung berlari diatas layar HP.


"Dibagi 6. Ya, lumayan terjangkau, kukira cukup dua jam." Shishi mengangguk dengan gembira.


"Kak Shishi, itu katanya setelah pemesanan ketiga kau mungkin dapat diskon."


"Ahh benarkah, baiklah, pasti banyak yang tertarik, akan kusebarkan beritanya ke group We Chat. Diskonnya untuk keuntungan perusahaan..." Dia tertawa sekarang.


"Kau ini terlalu pintar jadi perantara." Lu Qin meringis mendengarnya.


"Tentu saja, kita dibantu adik Cherrie, tidak ada dia bagaimana kita menjalankan bisnis ini. Keuntungan harus dia dapatkan juga."


China daratan memakai We Chat sebagai penghubung. Kak Shishi punya beberapa Group We Chat dengan member ribuan yang berbagi info bagaimana mereka menyewa tas dan pakaian designer, berfoto di kamar hotel mewah seperti Bvlgari dengan 40 orang patungan, afternoon high tea di hotel, menyewa mobil sport untuk pergi ke sebuah acara bahkan sampe berbagi stocking Gucci. Fake it until you make it, itu motto mereka.




Dari sanalah bisnis yang dikelolanya berkembang pesat, jarinya yang lentik menari dengan lincah di layar ponselnya. Dalam sekejab informasi itu sudah tersebar ke ribuan orang.


"Kakak, aku memakai nama LUXE untuk ini, aku takut kita tak diizinkan, anggaplah mereka model LUXE." Aku memanggilnya Kakak, wanita cantik berambut panjang single berumur 37 tahun ini sangat menyukai bisnisnya sekarang. Dia talkative, komunikatif, jaringannya di dunia hiburan luas, dia bahkan bisa membuatmu bisa bergabung dengan acara-acara celebrity.


"Ohhh baik-baik. Aku mengerti."


"Emerald Aviation ini, punya anak yang namanya Anthony Cheng, kau tahu nomor teleponnya? Kau menghubungi dia?" Kak Shishi tahu ternyata dengan Anthony.


"Aku tak bisa membaginya Kak, ini hanya di lingkaran terbatas, jika dia tahu dia tak akan suka, aku meminta penawaran dengannya langsung."

__ADS_1


"Hmm oke katakan padanya, jika dia butuh gadis cantik untuk meramaikan acara yang dia buat aku punya banyak."


"Kurasa dia tak perlu gadis-gadis Kak Shishi..." Aku meringis mendengar Kak Shi berusaha memasukkan anak didiknya ke acara-acara jet set.


Sebuah telepon datang padaku ke kantorku dari reception di bawah.


"Miss, ada seseorang yang mengaku Ayahmu Mr. Wong Lee Man ingin bertemu." Ini pertama kalinya dia kesini setelah akhirnya enam bulan ini dia tahu kantorku.


"Ohh, Ayahku? Baiklah antar dia naik saja." Baru beberapa hari yang lalu Mama mengatakan bahwa Papa akan mencoba berbaikan denganku sekarang itu langsung terjadi.


"Ayahmu? Baru kali ini dia datang? Bukankah kalian sedang bermusuhan?" Lu Qin dan Kak Shishi tahu aku kesini melarikan diri dari masalah keluargaku tentu saja.


"Dia minta maaf. Kau tahu dia minta maaf pasti ada tujuannya."


"Apa tujuannya?"


"Nanti aku cerita. Kalian pergilah dulu." Mereka pergi setelah aku memperkenalkan mereka sebagai kolega bisnisku.


"Kau punya tempat yang bagus. Nampaknya semua berjalan lancar disini?"


"Tentu saja, aku bisa memilih apa yang ingin kulakukan dan apa yang harus kujalankan. Kau ingin melihat annual reportnya?" Aku mengusahakan yang terbaik saat di Jakarta, tapi dia menyalahkan habis-habisan keputusanku, tapi akhirnya dia menyerah dan mengambil langkah yang sama setelah mengusirku dari jabatan operasional. Dia pikir aku tak bisa melihat bagaimana keadaan saat itu.


Ku ambil annual reports bundelku, dan menaruhnya di depannya. Mungkin dia akan membagi perusahaan ke anak gundiknya, ada tiga anak laki-laki dan satu perempuan yang kutahu, tapi Mama tak akan membiarkan gundiknya itu menang di pengadilan, dan bagaimanapun aku berada di pihak Mama.


"Annual report?" Dia mengambil bundel laporanku. Dan melihat angka-angka yang terpapar di laporan laba rugi dan neracaku. Aku yakin dengan jumlah modal yang kutanamkan itu sudah sangat bagus.


"Ini sangat bagus. Papa tak menyangka kau sudah punya neraca sebagus ini. Sudah berkembang puluhan kali dari modal awal dalam hanya 6 tahun, kau bahkan punya anak perusahaan, sangat bagus. Ini bagus, kau punya kolega bisnis yang hebat..." Nampaknya itu pujian tulus, dia mengatakannya sambil meneliti angka-angka di laporan itu. Meletakkannya ke meja kemudian.


"Kau tak kembali ke HK?"

__ADS_1


"Tidak, tahun baru saja." Dia diam melihatku menjawabnya


"Makan siang bersama Ayah?" Dia belum mau mengatakan apa tujuannya kesini. Hanya mengajakku bicara. Baiklah, terserah dia. Cepat atau lambat dia akan membuka tujuannya kesini.


Aku hanya mengikutinya saja. Dia bercerita tentang kondisi kantor Jakarta sekarang. Tapi tak menyinggung perselisihannya dengan Mama.


"Jika kau mau kembali ke sana Papa akan memberikan kuasa penuh padamu. Atau posisi di kantor pusat Hongkong?" Sekarang dia mencoba memberikanku posisi yang sebelumnya dia cabut dariku.


"Tidak, aku lebih senang di Shanghai. Papa tak kekurangan profesional di sana."


"Bisnis disini perlu assistensimu? Bukankah ada kolegamu yang menjalankannya?"


"Kami mau membuka gallery ke dua di Beijing tahun ini. Kolegaku mungkin akan fokus di Beijing sementara aku mengawasi Shanghai."


"Ohh... Baiklah." Dia diam setelah aku menanggapi dingin rencananya.


"Papa besok punya undangan kolega perusahaan kau ada acara? Bisa menemani Papa sebentar..." Akhirnya apa yang dikatakan Mama terjadi, walaupun dia tak mengatakannya terang-terangan. Aku sudah tahu rencana apa yang ada dibalik ini.


"Istri celebrity Papa tak menemani Papa? Mungkin mereka bisa menghibur bernyanyi di pesta itu." Sekarang aku menyindirnya. Mama tak akan begitu berangnya soal wanita, dia hanya menutup mata jika itu skandal biasa, jika itu wanita biasa yang hanya dibayar. Tapi soal dia punya anak sampai menuntut warisan di media dan membuat malu keluarga, itu adalah persoalan sangat berbeda. Kita lihat apa yang bisa istri celebritynya itu bantu sekarang.


"Tidak, lebih baik kau yang ikut. Kau lebih kompeten untuk itu...." Aku meringis mendengar perkataannya.


"Aku lebih kompeten." Masih kuingat dia menunjukku sambil mengatakanku tak becus setahun yang lalu. "Aku harus ke Paris beberapa hari lagi, ada undangan fashion show banyak item yang harus kusiapkan dengan Kak Shishi dan Li Qin besok, aku tak ikut saja Papa." Sekarang giliran aku yang menolaknya.


"Baiklah, Papa bayar waktumu tiga jam, besok Papa jemput ke Ritz Carlton acaranya, jam 6.30 kau sudah harus stand by, RMB 300,000 (Rmb \=reminbi\=yuan), lumayan bukan untuk operasional ke Paris." Aku langsung tertawa, dia suka sekali menyelesaikan semuanya dengan uang. Bahkan ke anaknya.


"Ohhh Papa baik hati sekali,... Baiklah tiga jam untuk 300,000. Aku masih punya banyak pekerjaan, Papa kesini cuma memastikan aku ikut besok bukan." Aku meringis lebar.


"Ya, baiklah." Aku langsung melenggang pergi dari restoran itu.

__ADS_1


Aku harus melakukannya sering-sering, karena bahkan si gila ini membiarkan gundik-gundiknya itu memeras Mama. Aku tak akan memberinya hati karena membiarkan Mama menjadi pemberitaan di media.


\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2