
Hi pembaca yang cantik-cantik dan baik hati ^_^
Nampaknya ada beberapa pembaca yang baru kenalan dengan mak otor, salam kenal ya.
Buat informasi, cerita ini ada hubungan dengan novel sebelumnya Three Crown Princes season 1, sama Law Firm Series Season 4, cerita mak itu universe (satu-sama lain saling berhubungan) ada beberapa tokoh akan muncul di tempat yang lain hehe...sihlakan baca ya ^_^
Jangan lupa follow.
\================
Sudah lewat tiga Minggu, sebentar lagi sebulan sudah Mama pergi, aku menyibukkan diri sebisaku. Apartment sekarang jadi hanya tempat tidur, membuat diriku lelah, kadang aku sengaja ke bagian studio produksi mencari sesuatu yang bisa dilihat jika aku sudah selesai atau sekedar bercanda dengan anak produksi yang kerjanya kadang bisa sampai larut. Pulang dalam dan tertidur karena kelelahan, supaya aku tidak merasakan kekosongan rumah ini.
Papa dan Tante Yun Lan sering menelepon, terutama Tante Yun. Dia sangat baik, bisa merangkulku begitu hangat, aku merasa ini yang Mama harapkan. Keluarga Papa yang menerimaku walau dia tidak diterima, aku berusaha tidak membuatnya sedih di surga sana dengan menangisinya lagi. Itu yang kulakukan hari demi hari ini.
“Ta, dimana?” Aku sering ditanya Ko Derrick, aku tahu dia dititipin pesan Papa untuk melihatku.
“Kantor ko.”
“Ini jam 9!”
“Iya bentar lagi pulang.”
“Kamu asal di telepon jam 9 selalu ada di kerjaan, gak cape? Weekendpun di site produksi? Sesibuk itu.”
__ADS_1
“Iya, kan Tata terkenal Ko, banyak yang nyari, otomatis banyak kerjaan...” Aku tidak seterkenal itu tentu saja. Aku hanya mengalihkan pertanyaan Koko yang baik hati ini, tidak mau merepotkannya. Dia menghela napas di ujung sana, dia mungkin juga tahu apa yang kulakukan sekarang. Tapi aku sendiri yang harus melewatinya.
“Besok, jam 6. Koko jemput, ayo makan.”
“Gak...” Aku baru mau mengatakan aku ada gawe, tapi langsung dipotong.
“Gak ada alasan. Besok gak usah bawa mobil kamu, jam 6.” Dan dalam sekejab dia memutuskan teleponnya. Giliran aku yang menghela napas.
Koko yang menjalankan kewajibannya jadi Koko yang baik. Aku kadang memang harus bersyukur punya Koko ketemu gede seperti ini.
“Nita, dari Andrew. Line 7, katanya nyari lu bicarain iklan TV.” Sebuah siang yang lain hari ini yang kujalani.
“Siapa Andrew? Apa kita punya proposal iklan ke orang yang namanya Andrew, kenapa gue gak inget ya?”
“Siang, Anita disini.”
“Siang Anita, saya Andrew mungkin kamu tidak ingat saya, tapi kita pernah ketemu di pemakaman Mama kamu beberapa minggu lalu. Saya kenal Papa kamu.”
“Oh begitu.” Rupanya ini karena hubungan dari Papa.
“Oh, maaf, saya memang tidak ingat. Banyak sekali tamu.”
“Gak pa-pa, saya punya iklan untuk di garap, bisa mungkin Anita datang ke kantor kami untuk pertemuan awal.”
__ADS_1
“Oh boleh, tentu saja boleh.”
“Saya kirim alamat saya. Boleh minta nomor WA.” Ku sebutkan nomor ponselku. Tak lama dia mengirim alamat kantornya. Seorang pria. Tapi hanya foto bagian belakangnya, muncul di daftar kontakku.
“Baik. Kapan bisa ketemu?”
“Ehm, itu biasanya bapak yang tentukan.Produknya apa ya pak.” Dia menjelaskan produk yang dia ingin iklankan padaku dengan singkat.
“Besok siang? Setelah jam makan siang, jam 2.”
“Baik. Besok siang...” Telepon itu berakhir kemudian. Ternyata ada gunanya juga Papa mengenalkanku, aku jadi banyak mendapat manfaat sampingan seperti sekarang.
Singkat cerita siang keesokan harinya tim kami sudah berada di kantor klien baru kami itu. Seorang pria muda, agak gemuk tersenyum padaku. Kurasa mungkin umurnya juga sebaya denganku menyapaku.
“Saya Andrew, senang bertemu lagi dengan Anita.” Dia memanggilku dengan nama. Agak aneh, baiklah anggap saja dia merasa mungkin sebaya denganku.
“Pak Andrew, senang bertemu dengan Bapak.”
“Jangan panggil Bapak, Andrew saja.” Aku diantar oleh stafnya bertemu dengannya secara pribadi. Well, ramah sekali. Biasanya level-level management atas begini sombong, dan pasang gengsi kaya Ko Derrick. Gak pernah dalam cerita pertemuan aku ketemu dan disambut ramah begini. Apa karena aku anak Arnold Lam? Ini orang sepertinya anak pemilik perusahaan, semua orang hormat padanya. Tim-nya yang menjelaskan spesifikasi dukungan advertising yang mereka butuhkan, kami mendengarkan dan akan segera mengajukan proposal iklan kepada mereka.
“Pak Andrew, jika tim kami sudah selesai menyusun proposal awal kami akan mengajukannya ke Bapak.”
“Baik, kami akan menunggu, tidak usah terburu-buru. Ini annual advertising, kami masih punya spare 3-4 bulanan.”
__ADS_1
“Begitu, tetap saja harus dikerjakan sesuai dengan schedule Pak Andrew. Semoga nanti Pak Andrew puas dengan hasilnya.”