
"Lumayan, tak mual lagi walau masih agak lemas. Aku yakin bisa ikut."
Meeting berjalan sampai jam makan malam, diselingi snack sehingga aku bisa sedikit istirahat. Aku bisa mengikutinya. Tuan Derrick dan Kenichi nampaknya lega aku punya kekuatanku lagi.
Kami makan malam bersama dengan orang pemerintah kemudian, besok ada meeting dengan penjabat lebih tinggi lagi dalam hal ini menteri dari kementrian yang membiayai sebagian proyek ini.
"Nona Shiori tidak ikut tadi siang?"
"Ahh aku keracunan makanan ...." Aku jelaskan sambil meminta maaf karena aku benar-benar tak bisa ikut.
"Ohh kami yang meminta maaf, harusnya kami mempertimbangkan restoran lokal di hari pertama, ini kesalahan kami membuat Anda sakit Nona."
"Tidak, aku sudah minum obat, yang lain tak sakit, aku harus kenalan dengan bakteri di sini supaya lain kali tak sakit lagi." Semua orang tertawa, aku lega bisa ikut setidaknya sampai malam.
"Nona Shiori sebaiknya kau istirahat, para laki-laki ini kuat mengobrol sambil minum disini, kau sedang tak fit, kau harus istirahat. Kami tak ingin menahanmu di sini. Kami benar-benar merasa bersalah padamu." Salah seorang pria dari kementrian berkata padaku.
"Benarkah? Aku boleh pergi. Aku memang sedikit masih lemas."
"Tentu Nona besok sarapan jam 8.30 sekalian meeting, Bapak menteri akan bergabung, kami lebih perlu Anda besok. Setelah ini hanya akan jadi obrolan tak bermutu para laki-laki." Aku tertawa lebar.
"Baiklah, kalau begitu saya pamit istirahat. Selamat malam semuanya."
Semua orang mengucapkan selamat malam padaku. Aku mampir ke salah satu restoran untuk meminta mereka mengantarkan bubur hangat dan roti toast tawar untukku, aku hanya berani makan sedikit tadi, padahal makanan nampaknya enak.
Aku kembali ke kamar.
Di sebuah belokan loromg di lobby utama aku melihat Yuna. Aku langsung berniat menghindarinya.
"Kau, tunggu dulu!" Dia berlari meraih tanganku dengan cepat. Aku terpaksa berhenti.
"Nona Shiori, kuharap kau tak mencampuri urusan pribadiku. Kalau sampai kau mengadukan apa yang kau lihat hari ini, aku akan membuat masalah padamu. Ayahku bisa mencelakaimu sehingga kau menyesal!"
__ADS_1
"Saya tak berniat mencampuri urusan Anda! Lepas!" Aku menepis tangannya.
"Kau sebaiknya memegang kata-katamu! Karena aku juga memegang kata-kataku! Jika kau berani mengadu, kau akan rasakan akibatnya. Ingat itu."
Perempuan gila ini mengancamku sambil menunjukku. Pergi dengan cepat ke arah lift menuju kamarnya. Aku mengikutinya dengan mataku dan menghela napas panjang.
"Kenapa dia mengancammu? Apa yang kau lihat?"
"Fuc*k!" Aku mengumpat kaget ketika dari balik belokan tiba-tiba muncul Ryohei-san. Aku melihatnya seperti melihat hantu.
"Ryohei-san, saya... saya harus pergi. Saya tidak melihat apapun." Aku langsung berbalik dengan ketakutan, kenapa aku harus melihat kelakuan wanita gila itu.
"Shiori-san!" Dia menangkap tanganku secepat aku pergi.
"Ryohei-san, tolong lepaskan saya. Saya tidak mau terlibat apapun di sini. Saya tidak melihat apapun."
"Tidak mungkin! Saya heran kenapa dia mengejar Anda dan kemudian mendengarkan dari samping dari tadi, Yuna bahkan membentak Anda, apa yang Anda lihat yang tidak boleh diadukan pada saya!? Jelaskan pada saya? Saya tidak akan melibatkan Anda setelah ini, saya tidak akan melepas ini sampai Anda mengatakan ada apa." Pegangannya mengeras, dia bertekad tahu apa yang kulihat. Pergelangan tanganku sampai sakit ketika mencoba menariknya.
"Maafkan saya. Tapi apapun yang dia katakan saya harus tahu kebenarannya."
"Saya tidak... "
"Shiori-san?! Saya mendengar semuanya! Sekarang jelaskan apa yang Anda lihat! Kenapa harus berbohong?"
"Ada apa ini?" Derrick-san ternyata ingin ke kamarnya juga. Aku berpindah ke belakang Derrick-san. Dia melihat kami bicara dengan tegang.
"Tuan Derrick, saya benar-benar minta maaf. Saya melihat kekasih saya mengancamnya agar tidak mengatakan apa yang lihat kepada saya, saya harus tahu kenapa Yuna harus mengancam Shiori-san seperti itu."
Tuan Derrick melihatku, yang sudah tak tahu bagaimana aku harus bicara. Jika aku mengatakannya apa aku membuat masalah, jika tidak nampaknya lebih ada masalah lagi sekarang. Dia memergoki kami.
"Saya tidak akan kemanapun sampai saya mendapat penjelasan."
__ADS_1
"Ini kunci kamar saya, boleh Rhohei-san menunggu disana, saya akan datang dengan penjelasannya, beri waktu saya bicara sendiri dengan Nona Shiori. Kita naik sekarang, orang-orang melihat kita..."
Harusnya Tuan Derrick lebih tahu mempertimbangkan bagaimana aku harus bersikap. Dia membawaku ke kamar, sementara Ryohei-san ke kamar Derrick-san yang ada di lantai yang sama.
"Shiori-san, kau bisa bicara sekarang. Kenapa Yuna mengancammu. Apa yang kau lihat." Dia duduk di depanku bicara dengan nada rendah.
"Saya melihat Yuna, keluar dari kamarnya dengan Tuan Ryohei sambil memeluk mesra pria lain, dia mengatakan Ryohei baru pulang jam 2, mereka masih punya banyak waktu, pria itu orang Jepang, lebih muda, dia ...ehm...nampaknya mereka Aku tak tahu, itu asumsi, hanya itu yang kulihat dan kudengar." Tuan Derrick mengerutkan alisnya dan tertawa kecil kemudian. Dia mengaruk kepala.
"Jam berapa kau melihatnya?"
"Aku keluar kamar jam 12 pas."
"Lalu kau mengatakan apa padanya saat kau melihat itu?"
"Kubilang aku tak melihat kalian ...lalu langsung pergi. Tadi dia menghampiriku dan mengancamku dan terlihat oleh Ryohei-san, apa yang harus saya katakan, saya tidak bisa memutuskan tadi? Apa saya harus mengakuinya, apa tidak akan membawa masalah bagi kita? Nampaknya tidak mengakuinya pun membawa masalah?"
"Ryohei-san di pihak kita. Kau harus mengakuinya. Begini saja. Akan kuurus semuanya, tenang saja, Ryohei-san tidak akan menyalahkanmu. Kau harus istirahat untuk pertemuan besok. Anggap saja masalah ini sudah selesai dan besok tidak akan ada lagi yang membahasnya."
"Kau yakin Derrick-san? Tidak perlu aku yang mengatakannya. Aku tidak membuat masalah?"
"Tidak, percayalah padaku. Kau hanya harus istirahat yang baik dan mengikuti pertemuan besok. Kami lebih memerlukanmu di sana. Oke. Anggap saja masalah sudah beres." Tuan Derrick bicara begitu meyakinkan sehingga aku merasa seperti bicara dengan Ayahku.
"Baiklah."
"Istirahatlah, aku akan membereskannya. Oke. Kau terlihat lelah. Jangan memikirkannya."
Tuan Derrick pergi. Dia nampaknya bisa mengurusnya dengan senyap tanpa menimbulkan masalah bagi kami.
❤❤❤ Bersambung besok
Bagi vote, like, hadiah dan komennya jangan lupa
__ADS_1
Makasih semuanya.