
Siklus kehidupan akan tetap berjalan sebagaimana waktu berputar. Kesenangan, kesedihan, luka, senang, perih, gembira, akan terus berganti.
Tidak ada yang menetap pada satu titik, entah kapan, entah masa yang mana, dua kejadian saling berputar itu terulang.
Hidup harus tetap berjalan selagi Allah memberikan napas. Jalani, syukuri, serta yakni apa pun yang terjadi itu murni datang dari Allah.
Allah sang penulis hebat mampu memberikan cerita berbeda-beda pada setiap hamba yang menjadi peran utama di dalamnya.
Kadang kala harus berdarah-darah dulu untuk bisa mencapai ke puncak. Karena tidak ada perjuangan yang mengkhianati hasil selagi berupaya, berikhtiar, serta diiringi doa kepada Allah semata.
Allah begitu sempurna dalam menciptakan segala sesuatunya. Kebahagiaan berupa kejutan tak terduga pun kadang kala datang di waktu yang tidak pernah disangka-sangka.
Bagaikan kejutan yang meredakan kesakitan. Begitulah rencana Allah berjalan. Allah Maha Pengasih Maha Penyayang pada setiap hamba-Nya.
Itulah yang saat ini Ayana rasakan. Ia begitu lega mendapatkan balasan dari segala kepelikkan.
Ia sangat bersyukur mendapatkan anugerah dari perihnya luka.
Melakoni sebagai seorang istri yang pernah disia-siakan serta mendapatkan madu sahabatnya sendiri telah menjalani asam, manis kehidupan seorang Ayana.
Di usia yang memasuki kepala tiga itu pun ia mendapatkan tamparan begitu kuat saat mengetahui bagaimana orang tuanya meninggal.
Ayah dan ibu dibunuh secara berencana oleh orang terdekat sang suami.
Ia tidak pernah mengira jika orang yang juga memperlakukannya tidak baik adalah dalang di balik peristiwa mengenaskan diterima orang tuanya.
Bahkan ia juga sempat mengalami trauma serta depresi atas kehilangan sang buah hati oleh suaminya sendiri.
Dikhianati akan cinta dan ketulusan hatinya, juga mendapatkan peristiwa tak terduga menjadikan diri rapuh.
Ia sempat terjebak dalam lubang kesalahan untuk menghilangkan nyawanya sendiri.
Namun, Allah masih menyayanginya dan memberikan kesempatan kedua dan menghadirkan Daniel sebagai pelengkap.
Melalui dokter bijaksana itu Ayana juga mendapatkan keluarga baru yang tulus menyayanginya.
Meskipun di usianya yang sudah dewasa, keluarga Arsyad tetap memperlakukannya seperti anak kandung sendiri.
Hikmah serta berkah yang telah Allah berikan padanya selepas kejadian mengerikan itu benar-benar tidak bisa digantikan oleh apa pun.
Sekarang ia sudah merangkap menjadi seorang pelukis. Karya-karyanya semakin dikenal banyak orang dan mendapatkan penghargaan dari mana-mana.
Di balik kejadian demi kejadian mendebarkan merundung diri terdapat kebahagiaan tak berujung.
Ia bisa mendapatkan cinta sesungguhnya dari sang suami serta dirinya tidak kehilangan kasih sayang dari orang tua dan seorang kakak.
Hidup seorang Ayana terasa semakin lengkap. Namun, selama pernikahannya dengan Zidan kembali terajut kehadiran sang buah hati belum jua datang.
__ADS_1
Berkat adanya Raima kekosongan mereka sedikit tertutupi.
...***...
Satu bulan berlalu sejak Kirana memutuskan untuk kembali ke Negara I, ia menitipkan Raima dalam pengasuhan Ayana dan Zidan.
Pasangan menikah itu senang setidaknya anak angkat mereka tidak diambil oleh ayah kandungnya.
Melalui berbagai prosedur serta sidang yang cukup ketat Ayana dan Zidan berhak mengasuh Raima. Karena mengingat Ihsan tidak pernah hadir sejak sang buah hati lahir.
Semuanya sudah berakhir dengan baik. Mereka juga sepakat untuk membesarkan Raima bersama-sama.
Ihsan juga senang setidaknya Raima berada dalam pengasuhan yang tepat.
"Bagaimana ini? Apa penampilanku okay?" tanya Ayana memperhatikan diri sendiri.
Zidan yang tengah menggendong Raima mengangguk mengiyakan.
"Perfect... kamu sangat cantik, Sayang." Puji sang suami mengusap puncak kepalanya.
"Kamu cantik sekali. Uhh~ adikku yang manis." Danieal berjalan mendekat lalu mencubit kedua pipinya gemas.
Ayana melenguh sakit berusaha melepaskan tangan sang kakak dari pipinya.
"Sudah-sudah lihat wajah adikmu jadi merah seperti ini," ucap Celia menepuk pelan lengan putra pertamanya.
Danieal pun langsung melepaskan cubitan tadi dan tertawa melihat karyanya.
"Em, tidak apa-apa, kamu masih sangat cantik," puji sang ibu.
Ayana mengangguk senang seraya saling bertatapan beberapa saat.
Sampai tiba sang ayah angkat yang juga ikut hadir di belakang panggung.
"Putri Ayah memang selalu cantik," lanjutnya mengelus puncak kepala Ayana.
Pelukis itu kembali mengangguk dan tersenyum lebar.
"Mbak harus percaya diri, dan buktikan pada semuanya jika Mbak adalah pelukis luar biasa," kata adik iparnya, Gibran.
"Kamu sungguh luar biasa, Ayana. Penghargaan ini pantas kamu dapatkan," kata ibu mertuanya, Lina.
"Ayah minta maaf mewakili semua keluarga, terutama nenekmu. Kamu berhak bahagia dan mendapatkan kebahagiaan," lanjut ayah mertuanya, Arshan.
Ayana mengangguk haru memandangi satu persatu anggota keluarga yang mendampinginya dalam acara penghargaan terbesar di negaranya.
Acara itu juga mengikutsertakan beberapa negara besar guna memberikan penghargaan kepada para seniman berbakat.
__ADS_1
Semua keluarga utama Ayana hadir dalam balutan jas serta gaun mewah menunjang penampilan mereka.
Ayana tidak kuasa menahan air mata dan menangis begitu saja.
Zidan yang berada di sampingnya langsung menghapus pelan bulir liquid bening yang berjatuhan.
"Kamu hebat, Sayang. Aku bangga bisa memilikimu lagi," ungkap Zidan membuat Ayana melebarkan senyuman.
Tidak lama berselang nama Ayana Ghazella, atau sekarang berganti Ayana Ghazella Arsyad Ashraf dan disingkat Ghazella pun bergema.
Ayana menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan. Ia berjalan penuh percaya diri menuju panggung yang menjadi pusat utama berada.
"Inilah kisah yang harus aku tempuh. Semua gejolak kehidupan yang mendatangkan luka, Allah telah memberikan penggantiannya dengan kebahagiaan sepenuh jiwa. Tidak ada yang luput dari sebuah kesalahan. Karena waktu jugalah yang akan mendatangkan balasan. Ayah... Mamah, apa kalian melihatku di atas sana? Semua ini tidak luput dari dukungan kalian," benak Ayana sepanjang kakinya melangkah.
Tidak lama kemudian, Ayana menerima piagam yang terbuat dari kristal yang begitu mencolok perhatian.
Ia berdiri di podium menampilkan aura begitu kuat serta memandangi setiap mata yang mengarah padanya.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat malam semuanya. Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Allah subhanahu wa ta'ala, yang sudah memberikan segala bentuk kenikmatan ini. Saya juga-"
Ayana terus mengucapkan terima kasih kepada suami, kedua orang tua serta kakak angkatnya, dua mertua, juga adik ipar yang sudah mendukungnya selama ini.
Setiap kata yang terlontar begitu banyak kenangan terjadi. Bagaikan film yang kembali ditayangkan bayangan demi bayangan itu nyata tertangkap pandangan.
Ayana tidak kuasa menahan haru atas segala pencapaian yang telah dirinya lewati selama ini.
Ia bersyukur Allah memberikan bahu yang begitu kuat guna menopang segala bentuk kebenaran terjadi.
Ia sangat terharu mendapatkan berkah luar biasa akan penghargaannya kali ini yang datang dari lukisan bernama Jeritan Malam.
Sebuah lukisan yang terinspirasi dari kejadian kedua orang tuanya.
Melalui karyanya yang itu Ayana bisa kembali di kenal ke beberapa negara besar di luar sana.
Ia pun memandangi satu persatu anggota keluarganya lagi.
"Terima kasih untuk kalian semua yang sudah setia mendampingi saya selama ini. Terima kasih banyak," ucapnya lagi.
Setelah itu ia selesai memberikan rasa terima kasihnya dan seketika suara tepuk tangan bergema.
Siluet cahaya lampu yang menyinari semua orang membuat Ayana sadar, jika kebahagiaan yang begitu besar ia dapatkan sekarang tidak terlepas dari rasa sakit serta ujian terlebih dahulu.
"Terima kasih ya Allah, janji-Mu sungguh luar biasa," benaknya mengucap syukur.
Karena bunga air mata akan senantiasa hadir memberikan kebahagiaan terlepas dari kelopaknya yang telah berguguran.
..._SEASON 2 SELESAI_...
__ADS_1
...Berlanjut ke SEASON 3, terima kasih banyak kepada teman-teman semua yang sudah mengikuti cerita ini sampai sini. MasyaAllah, jazakallah khairan 🙏🏻😊🙏🏻😆🥰...
...maaf jika kesannya terlalu banyak konflik. Karena aku senang membuat cerita "sedikit" berat, angst, dan penuh tantangan 😆😆😅...