Bunga Air Mata

Bunga Air Mata
SEASON 4 CHAPTER 28


__ADS_3

Kebahagiaan tidak melihat siapa diri mu sebenarnya, dari mana asal mu, dan bagaimana keluarga mu, tetapi ia hanya datang kepada mereka yang percaya pada segala ketentuan-Nya.


Tentunya kebahagiaan itu juga bisa datang sendiri pada mereka yang percaya. Karena segala sesuatunya mempunyai waktu sendiri.


Jika semua hal bisa terjadi, seperti dalam surah Yasih ayat delapan puluh dua kun fa yajuun "Jadilah! Maka jadilah sesuatu itu."


Ketika Allah sudah berkehendak sesulit apa pun itu dapat terwujud. Tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah menentukan.


Karena itulah, jangan menyerah pada keadaan dan jangan dikalahkan oleh rasa sakit.


Karena ketika ujian datang itu sebagai bentuk penguatan diri agar lebih sabar lagi dalam menghadapi segala cobaan. Allah juga ingin melihat siapa di antara hamba-Nya yang sabar atas cobaan yang diberikan.


Di balik itu semua skenario Allah sudah pasti yang terbaik. Rencana-Nya, guratan takdir-Nya, untuk kebaikan hamba itu sendiri, jika dia mampu menghadapi segala musibah dengan bersabar serta berserah.


Masa lalu memang tidak bisa dilepaskan begitu saja, kejadian demi kejadian mengerikan di kala itu jadikan sebagai pelajaran agar hidup bisa menjadi lebih baik.


Kehidupan memang tidak selamanya berada di satu sisi saja. Kadang kala ia akan berpindah tempat sebagaimana masa telah menentukan.


Roda kehidupan itu berputar, kadang di atas, dan kadang pula di bawah. Ketika Allah mengangkat derajat atau memberikan kenikmatan terlampau banyak, maka syukuri dan jangan sampai memiliki pikiran lebih unggul dari yang lain, serta melihat mereka lebih rendah.


Karena bisa saja Allah mengambil semua itu hanya dalam hitungan detik saja.


Romansa kisah cinta dua anak adam begitu luar biasa. Allah penulis kehidupan terhebat telah memberikan rangkaian episode demi episode mendebarkan.


Ayana dan Zidan, dua insan yang sempat dilanda goncangan hebat pada akhirnya dipersatukan lagi dalam ikatan suci pernikahan.


Bahkan mereka diberi keturunan kembar, putra-putri sekaligus. Maka nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dusta kan?


Ayana serta Zidan selalu bersyukur atas jalan hidup yang telah Allah beri. Keduanya dengan penuh perjuangan melewati itu semua, meskipun sempat terperosok pada jurang terjal, tetapi mereka mampu mengatasinya.


Terutama Ayana. Ia sangat bersyukur sekali untuk kesempatan kedua yang Allah berikan. Entah bagaimana jadinya jika ia sampai kehilangan nyawa saat itu juga. Mungkin tidak akan pernah merasakan kebahagiaan serta kenikmatan bersama keluarga kecil dan terus merasa tersiksa.


Untuk menebus kesalahan masa lalu, setiap hari Ayana selalu berusaha menjadi lebih baik. Ia terus menerus bertaubat dan mengakui kesalahannya untuk tidak melakukan tindakan bodoh itu lagi.


Cerita satu orang dengan yang lain pasti berbeda, tetapi ada kalanya hal serupa menimpa mereka.

__ADS_1


Seperti yang dirasakan oleh Jasmine dan Danieal. Mereka bisa dipersatukan pada keadaan yang tidak diharapkan.


Jasmine yang lahir dari keluarga terpandang, nyatanya tidak menyuguhkan kebahagiaan. Keluarganya berubah seratus delapan puluh derajat kala sang paman membantai habis semua orang di mansion Mahesa.


Dendam yang teramat kuat telah menutup mata hati Alexa, jika dirinya tidak bisa melihat sang kakak bahagia dan melimpahkan semua rasa sakit pada keturunannya.


Ia membuat Jasmine mengalami trauma hebat serta depresi parah. Hingga membuat wanita itu tidak bisa percaya pada siapa pun dan terus terkurung.


Hingga pada akhirnya, setelah tahun berganti tahun Allah menunjukkan kebenaran. Ia menghadirkan sosok baik hati bak malaikat dalam diri Ayana.


Wanita itu perantara bagi Jasmine untuk mendapatkan kebahagiaan, sampai ia bertemu dengan Danieal.


Mereka pada akhirnya saling jatuh cinta dan bersama dalam ikatan suci pernikahan yang jauh dari bayangan Jasmine. Ia berpikir jika dirinya akan selamanya berada dalam kurungan.


Namun, nyatanya Allah mempunyai rencana lain di balik suatu kejadian yang hendak menimpa. Jasmine bersyukur bisa dipertemukan dengan orang-orang hebat.


Sampai pada masanya, sekarang ia tengah berjuang untuk melahirkan sang buah hati. Dengan dukungan serta dorongan Danieal di sisinya, Jasmine bersikeras guna memberikan yang terbaik.


Ia berusaha melahirkan malaikat kecil mereka ke dunia dengan selamat tanpa ada hambatan apa pun.


Sekali lagi Jasmine berusaha mengeluarkan jabang bayi yang tinggal sedikit lagi. Bintang yang kembali menangani keluarga pemilik rumah sakit itu pun mengerahkan segala upayanya.


"Bagus, sedikit lagi bayinya akan keluar," kata Bintang melihat dengan jelas bayi mungil pasangan Jasmine dan Danieal hendak keluar.


Kembali, calon ibu baru itu pun meng-eden agar bayinya bisa keluar detik ini juga. Hingga tidak lama berselang suara tangis bayi bergema di ruangan.


Jasmine terengah-engah dengan keringat membanjiri pelipis. Danieal berkali-kali memberikan kecupan di dahi tegasnya dan memberikan kata-kata menenangkan.


"Kamu berhasil, Sayang. Kamu sudah berhasil melahirkan anak kita. Kamu wanita hebat, ibu terbaik, terima kasih." Puji Danieal kembali memberikan ciuman mendalam di dahi Jasmine.


Di luar ruangan, Ayana, Zidan, Lina, serta Adnan pun ikut bernapas lega mendengar suara tangisan dari dalam. Kedua pasangan itu saling merangkul satu sama lain, terharu dengan perjuangan Jasmine hingga ke titik sekarang.


...***...


Jasmine sudah dipindahkan ke ruang rawat ibu dan anak. Ia duduk di atas brankar memandangi satu persatu orang berdatangan.

__ADS_1


Perhatiannya pun langsung fokus pada sang adik ipar. Manik sayu nya seketika melebar dengan kedua tangan terentang.


Melihat hal tersebut Ayana langsung bergegas menghampiri dan memeluk Jasmine dengan erat.


"Ayana... aku berhasil melahirkan anak kami," ucapnya lirih.


Ayana mengangguk singkat seraya memberikan elusan pelan di punggung berisi nya.


"Em, Alhamdulillah. Kamu sudah berjuang dengan keras, Jasmine. Selamat, sekarang kamu menjadi seorang ibu," jawab sang pelukis, bangga.


"Iya, Alhamdulillah. Terima kasih, berkat dukungan mu, aku berada di titik sekarang," aku Jasmine kembali.


Ayana melepaskan pelukannya dan menangkup wajah pucat sang kakak ipar.


"Maa syaa Allah, lihatlah wanita yang kutemukan di depan galeri... sekarang sudah menjadi seorang ibu dan wanita luar biasa."


Kedua manik Ayana berkaca-kaca melihat dengan jelas jejak perjuangan Jasmine. Wanita yang tidak pernah ia kenal sebelumnya kini menjadi saudara, bahkan lebih dari sekedar keluarga.


"Maa syaa Allah, semuanya berkat Allah. Terima kasih sudah menjadi perantara kebahagiaanku yang telah Allah titipkan," bisik Jasmine lagi.


Keharuan kian menyeruak dalam dada kedua wanita itu. Mereka kembali saling berpelukan menghadirkan atmosfer begitu menenangkan.


Anggota keluarga, serta sanak saudara yang hadir menyaksikan momen kebersamaan keduanya. Mereka ikut merasakan bagaimana perjuangan Ayana serta Jasmine untuk sampai ke masa sekarang.


Tidak mudah, tidak gampang, jalan yang harus mereka tempuh. Banyak kerikil yang menumpahkan darah di anak tangga yang harus keduanya tapaki.


Satu persatu rintangan menghadang, pada akhirnya bisa diatasi dengan luar biasa berat. Banyak air mata telah berjatuhan sebagai pengiring kisah kehidupan.


Tidak lama setelah itu Danieal datang sembari menggendong bayi perempuan mereka. Jasmine tidak kuasa menahan tangis melihat betapa cantik nan imut putri pertamanya.


"Azani dia," titahnya pada sang suami.


Danieal mengangguk singkat dan sedetik kemudian lantunan azan bergema di ruangan. Semua orang nampak khusyuk mendengarkan dan hanyut terbawa perasaan.


Zidan langsung merangkul pinggang istrinya hangat membuat Ayana menoleh padanya. Pandangan mereka pun saling bertubrukan menyelami keindahan bola mata masing-masing.

__ADS_1


Lengkungan bulan sabit terpendar dan kembali menyaksikan episode mendebarkan sang kakak. Mereka ikut senang dan bahagia atas berkah yang tengah dirasakan pasangan Danieal serta Jasmine di balik penyakit dideritanya.


__ADS_2