Bunga Air Mata

Bunga Air Mata
SEASON 4 CHAPTER 31


__ADS_3

Bunga air mata menemani setiap langkah seorang wanita ke manapun dirinya pergi. Bunga yang dilambangkan sebagai kebahagiaan nyatanya mengundang air mata tak berkesudahan.


Layaknya mawar, meskipun kelopaknya terlihat cantik dan menebarkan aroma harum, tetapi di balik tangkainya terdapat duri yang bisa memberikan luka serta mengeluarkan darah.


Begitu banyak kejadian yang telah Ayana Ghazella hadapi sepanjang hidup.


Mulai dari dibohongi oleh suami, didatangkan madu dari teman sekelasnya sendiri, sampai kebenaran mengenai orang tuanya terungkap. Semua itu berpusat hanya pada Zidan Ashraf semata.


Ayana tidak menduga, telah jatuh cinta pada cucu dari orang yang sudah membunuh kedua orang tuanya. Sampai Zidan sendiri begitu menyakitinya tanpa berperasaan.


Ia yang jatuh cinta pada pandangan pertama tidak memikirkan banyak hal dan langsung menerima pinangannya begitu saja. Tanpa tahu jika di balik itu semua mengandung empedu teramat pahit.


Manisnya hanya diawal saja dan hal itu juga hanyalah dusta belaka.


Bagikan menabur perasan lemon di luka menganga, perih nan pedih sangat menusuk ke dalam sanubari, mengalirkan air mata darah. Luka di hatinya teramat dalam dan terjal. Butuh waktu tidak sebentar untuk menjahitnya kembali. Karena sejauh apa pun melupakan tetap saja kenangan masa itu akan tetap datang.


Kisah Ayana akan terus tercetus pada setiap hati yang mengenalnya dengan baik.


Ayana Ghazella kini sudah berhasil menjadi pelukis terkenal berkat karya-karyanya begitu luar biasa. Mengusung aliran naturalisme menjadikan sosoknya semakin berdengung di mana-mana terutama bagi mereka penikmat seni.


Banyak orang yang senang dengan lukisan Ayana. Bahkan berkat kehebatannya ia hampir celaka oleh tangan tak berperasaan.


Presdir Han yang dulu sangat terobsesi menyadarkan Ayana mengenai perjuangan Zidan. Ia yang sempat dilanda emosi untuk berpisah dari sang suami memberikan kesempatan kedua.


Masalah demi masalah tidak terlepas dari sosok Ayana. Meskipun ia sudah berganti nama sebagai Ghazella Arsyad dan menambahkan tahi lalat di bawah dagu dan mata, tetap saja Zidan mengenalinya.


Sampai pada akhirnya mereka kembali bersama dan membina biduk rumah tangga mulai dari awal lagi.


Kebersamaan mereka nyatanya tidak semulus itu. Kebenaran pun terungkap seiring berjalannya waktu. Ia sangat terkejut saat mengetahui perihal siapa yang membunuh ayah dan ibu.


Seiring berjalannya waktu, Ayana kembali dipertemukan dengan orang-orang baik. Mereka orang tua dan saudara angkatnya yang berhasil menarik ia saat tenggelam pada lautan luka.


Ia juga bertemu lagi dengan Jasmine yang memiliki cerita hidup begitu luar biasa. Dari mereka Ayana bisa memahami dan menyadari arti sebuah kesabaran.


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :


yaaa ayyuhallaziina aamanusta'iinuu bish-shobri wash-sholaah, innalloha ma'ash-shoobiriin


"Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar." (Q.S. Al-Baqarah: 153)

__ADS_1


Selama ini Ayana bertaubat berubah dari segala hal yang dilakukannya. Ia tidak pernah meninggalkan salat serta bersabar atas ujian menimpa. Karena dari semua itu kini ia bisa merasakan kebaikan-Nya.


...***...


Lika-liku perjuangan yang Ayana hadapi hingga detik sekarang memberikan kebahagiaan jauh dari bayangan.


Allah memberikan buah hati kembar sebagai pengganti calon bayinya yang dulu keguguran. Kebahagiaan kian bertambah lengkap, ia juga mempunyai anak sambung yang sangat mandiri dan baik hati.


Roda kehidupannya terus berputar, selepas kejadian demi kejadian menyakitkan itu pergi kini masa memberikan balasannya.


Allah menghadirkan kebahagiaan selepas hilangnya kesakitan, bagaimanapun juga tidak ada kata selamanya di dunia ini.


Karena “Sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau belaka." (Q.S. Muhammad: 36)


Jadi, selagi Allah memberikan kesempatan untuk bernapas di dunia manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya. Jika ada kesalahan yang pernah diperbuat teruslah bertaubat.


Karena Allah menyukai orang yang mengakui kesalahannya dan terus memperbaiki diri. Kasih sayang Allah itu luas dan rahmat-Nya sungguh sangat besar.


Begitu banyak nikmat yang telah Allah kasih bagi setiap hamba. Namun, terkadang hamba itu sendiri menampik akan hal tersebut dan terus merasa saja serba kekurangan. Namun, nyatanya Allah memberikan sesuai dengan segala kebutuhan setiap hamba.


Tidak mungkin Allah memberikan sesuatu untuk membuat hamba-Nya menderita. Ujian itu datang sebab, Dia ingin memberikan kebaikan.


"Ya Allah terima kasih atas segala kenikmatan yang telah Kau berikan. Sekarang hamba benar-benar merasakan keberkahan di balik ujian yang selalu Kau berikan."


"Bunga air mata yang Kau hadirkan nyatanya menghadirkan tunas baru dengan menebarkan kebahagiaan."


"Maa syaa Allah, nikmah Tuhan mana lagi yang hamba dusta kan? Ya Allah ujian-ujian yang Kau berikan telah mengajarkan hamba untuk tetap bersabar dalam menghadapinya. Karena balasan dari itu semua sungguh luar biasa," celoteh Ayana tepat di depan lukisan terbarunya.


Kanvas berukuran lebih besar darinya itu terbentang menyuguhkan karya yang baru saja selesai dikerjakan. Ayana mengembangkan senyum bangga dan mengucap syukur atas segala kelimpahan karunia dari Allah.


Abaya putihnya terciprat cat minyak menyuguhkan gradasi warna yang begitu signifikan. Hal tersebut memperlihatkan perjuangannya menorehkan kesenangan lewat karya barunya sekarang.


"Alhamdulillah, terima kasih ya Allah," gumam Ayana lagi terharu.


"Aku namai lukisan ini-"


"Sayang."


Panggilan di belakang punggung menghentikan sejenak celotehan itu. Ayana berbalik melihat sang suami tengah menggendong kedua buah hati mereka.

__ADS_1


Di sana tidak hanya ada Zidan saja, tetapi semua orang yang pernah terlibat dengan Ayana ikut mengembangkan senyum lebar padanya.


"Maa sya Allah, kalian? Kalian semua datang?" ucap Ayana senang bukan main.


Ia begitu antusias dan seketika berlari ke arah pasangan hidup. Ia memeluk Zidan erat sembari memberikan kecupan di pipi masing-masing Ghazali dan Ghaitsa.


Setelah itu Ayana berpaling pada orang tua, mertua, Bening, Danieal, Jasmine yang menggendong buah hatinya, Hana, Gibran Seruni, Kirana, Ihsan, serta Raima menyambut mereka sepenuh hati.


Senyumnya begitu lebar menyapa anggota keluarga satu persatu. Ayana terlampau bahagia hingga menitikkan air mata.


"Kenapa kamu menangis, Sayang?" tanya Zidan menangkup wajah Ayana selepas menitipkan Ghazali serta Ghaitsa ke Lina dan Celia.


"Aku hanya terharu, Mas. Saat ini aku bahagia sekali... sangat-sangat bahagia. Aku bisa bersama suami, anak, orang tua, mertua, dan kerabat dekat. Maa syaa Allah, aku bahagia sekali," ungkap Ayana senang.


"Maa syaa Allah, Ayana!"


Bening berteriak heboh, mendekati Ayana sambil merentangkan kedua tangan dan disusul oleh Seruni, Hana, Jasmine yang sudah menitipkan buah hatinya pada sang suami, dan Kirana.


Mereka saling berpelukkan bersama dengan air mata mengalir tak tertahankan. Para wanita itu merasakan perasaan satu sama lain dengan kebahagiaan kian merangkul erat.


Kejadian menyedihkan kemarin bagaikan terjadi kemarin sore. Namun, nyatanya sudah bertahun-tahun berlalu.


Mereka yang awalnya saling bermusuhan, tidak saling mengenal satu sama lain, kini menjadi keluarga dekat. Rencana Allah tidak ada yang tahu dan itu sebaik-baiknya rencana.


Karena hanya dengan mengandalkan Allah kehidupan bisa berjalan dengan terjamin.


"Tidak henti-hentinya hamba mengucapkan terima kasih ya Allah. Karena berkat kebaikan-Mu hamba merasakan kebahagiaan tak ternilai ini. Maa syaa Allah, maa syaa Allah, entah harus berapa banyak hamba berterima kasih pada-Mu ya Rabb. Balasan dari ujian-Mu sangat luar biasa, Alhamdulillah," monolog Ayana memandangi satu persatu anggota keluarganya.


"Sayang, kalau boleh tahu apa yang kamu lukis ini?" tanya Zidan setelah para wanita itu saling mengungkapkan keharuan.


Ayana menoleh ke arah lukisan barunya, melihat satu tangkai bunga besar berwarna putih bersih dengan putik berwarna kuning terang, dan gradasi pastel di sekitarnya.


"Namanya adalah... bunga air mata."


Bunga air mata akan menjadi teman setia bagi Ayana yang sampai detik ini masih menata hidup. Karena bunga air mata tidak bisa terlepas dari hidup seseorang yang terus diuji oleh sang pemilik kehidupan.


Di balik air mata masih ada harapan bunga dengan aroma menenangkan sebagai pelepas kepelikkan. Maka jangan menyerah pada suatu keadaan, sebab semua itu hanyalah sementara saja.


..._THE END_...

__ADS_1


Maa syaa Allah, tabarakallah, jazakallah khairan. Pertama-tama aku ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada Allah SWT yang sudah memberikan kelancaran ide sampai bisa menyelesaikan cerita ini. Juga, terima kasih banyak kepada teman-teman yang sudah setia membaca sampai selesai. Maa syaa Allah, Alhamdulillah tidak henti-hentinya aku mengucapkan syukur. Terima kasih banyak kepada teman-teman semua yang sudah memberikan suara dan lain sebagainya di cerita ini. Sekali lagi terima kasih banyak semoga kebaikan kalian dibalas oleh Allah SWT. Aamiin. Semoga bisa bersilaturahmi di ceritaku yang lainnya 🤗🤗💖😍


__ADS_2