Bunga Air Mata

Bunga Air Mata
SEASON 4 CHAPTER 29


__ADS_3

Lengkap sudah, pasangan suami istri yang dihadiri oleh buah hati menjadi keluarga utuh. Definisi keluarga cemara berhak disandingkan kepada mereka.


Kehidupan yang sudah lama Jasmine dambakan kini menghinggapinya.


Ada keluarga besar yang begitu menerimanya dengan baik, serta suami menyayanginya dengan tulus, menjadi kebahagiaan tersendiri.


Dua hari selepas melahirkan, Jasmine kembali ke mansion orang tua sang suami. Ia kembali harus dihadapkan dengan keluarga besar Arsyad yang menyambut senang anggota baru di keluarga mereka. Sanak saudara pun ikut memeriahkan dengan memberikan kado untuk bayi kecil mereka.


Selepas keramaian yang tercipta, kini hanya ada waktu sendiri bagi keluarga kecil itu.


"Eliza Magnolia Arsyad, nama yang sangat indah. Kenapa kamu ingin menamainya Eliza?" tanya Danieal duduk di samping sang istri yang tengah menyusui buah hatinya.


Jasmine menerawang jauh ke atas langit-langit dan melengkungkan bulan sabit sempurna.


"Karena aku ingin menghidupkan kembali almarhumah adikmu pada anak kita. Maksudnya, aku tidak ingin beliau hanya dikenang pernah hidup, tetapi... Eliza akan tetap hidup di hati kita," jelas Jasmine menoleh pada sang suami.


Seketika Danieal terbelalak dengan jantung berdegup kencang. Keinginannya dalam diam kini terwujud sudah, ia tidak menyangka jika pasangan hidup bisa memikirkan hal yang sama.


"Bagaimana kamu tahu? Aku... sempat berpikir jika suatu saat aku menikah nanti... aku ingin memberi nama anak perempuanku dengan nama Eliza. Nama itu mengandung arti unik dan berharga."


"Iya... adik kecilku sangat untuk dan sangat berharga, meskipun dia sudah lama meninggal akibat depresi, tetapi selama hidup Eliza tidak pernah neko-neko dan selalu patuh pada orang tua. Aku-"


Jasmine menggenggam tangan suaminya kuat melihat air mata merembes di balik kelopaknya. Danieal selalu terharu jika membahas sang adik.


"Menangis lah, jangan dipendam. Aku tahu Mas pasti sangat merindukan almarhumah, tetapi sekarang Eliza sudah tenang di alam sana," ungkapnya membuat Danieal mengangguk singkat.


Air mata pun jatuh tak tertahankan, sudah bertahun-tahun Eliza meninggal menyisakan kerinduan di hati kakak, orang tua, keluarga, serta orang-orang terdekat. Namun, di balik itu semua mereka bersyukur sekarang anggota keluarga terkecil mereka tidak merasakan kesakitan lagi.


"Em, kamu benar dan... aku bersyukur Allah menghadirkan Ayana sebagai pengganti Eliza. Meskipun aku sadar Eliza tidak bisa digantikan oleh siapa pun, tetapi setidaknya keberadaan Ayana mampu meringankan kerinduan kami terhadap dia," tutur Danieal.


Jasmine mengangguk-anggukan kepala berhijabnya, mengerti. Ia senang dan sepakat dengan ucapan suaminya mengenai Ayana.


"Ayana mampu memberikan kebahagiaan pada semua orang dan itu datangnya dari Allah. Jika Allah tidak meridhoi maka kita tidak akan bertemu dengan Ayana," jelas Jasmine lagi.


Kini giliran Danieal yang mengangguk singkat.


"Iya kamu benar, Sayang. Allah sangat baik memberikan kebahagiaan lewat hamba-Nya yang satu ini, meskipun Ayana juga tidak terlepas dari ujiannya sendiri."


Danieal kembali teringat saat-saat bersama Ayana. Adik sambungnya itu tidak seceria sekarang, di hari pertama mereka bertemu, sang pelukis mengalami kondisi menyedihkan.


Ayana mengamuk dan tidak percaya pada siapa pun. Ia terus menangisi kehidupannya yang begitu berantakan.

__ADS_1


Seiring berjalannya waktu Ayana bisa menceritakan perihal kejadian demi kejadian yang menimpanya. Danieal terkesiap, tidak menyangka jika kondisinya begitu parah daripada sang adik.


Jika Eliza meninggal disebabkan oleh depresi, tetapi Ayana hendak menghabisi nyawanya sendiri. Karena tidak kuat dengan beban yang ditanggungnya, datang secara bertubi-tubi.


Danieal bahkan tidak sanggup saat melihat Ayana tergeletak bersimbah darah. Banyak cairan kental berwarna merah keluar dari luka sayatan di pergelangan tangan sebelah kirinya.


Pada saat itu Danieal sadar jika depresi yang Ayana alami benar-benar parah. Setelah Ayana mengalami perawatan intensif ia berjanji pada diri sendiri untuk menyelamatkannya.


Sampai pada akhirnya Danieal memperkenalkan Ayana kepada orang tua. Celia serta Adnan pun sepakat mengangkatnya sebagai anak.


Kehidupan Ayana sejak saat itu berangsur-angsur membaik. Ia menerima perawatan serta kasih sayang dari orang-orang baik hati.


Di kala itulah Ayana berpikir untuk menjadi orang baik dan ingin menebar kebaikan pada sesama.


"Ayana... dia memang wanita luar biasa," ungkap Jasmine lagi mengakui pesona sang adik ipar.


Ucapannya pun mengejutkan Danieal yang tengah melamun memikirkan adik sambungnya.


"Iya kamu benar, Sayang. Ayana memang luar biasa," balas Danieal lagi.


Mereka pun kembali menikmati momen mendebarkan bersama sang buah hati. Eliza Magnolia Arsyad hadir di tengah-tengah keluarga kecilnya yang kata dokter sulit untuk mendapatkannya.


Namun, ketika Allah sudah bertitah maka apa pun langsung terjadi. Maka, jangan pernah berputus asa pada suatu kondisi di mana penilaian manusia sulit untuk dilakukan.


...***...


Menjadi orang tua memang tidak mudah untuk dilakukan, terlebih bagi orang tua baru seperti Ayana dan Zidan.


Mereka harus bekerja sama secara ekstra guna membesarkan ketiga anaknya. Raima yang sudah beranjak besar bisa menjaga kedua adiknya dengan baik.


Ayana senang, putri angkatnya sudah bisa diandalkan.


Bahkan ia maupun sang suami tidak membeda-bedakan mereka. Ketiga anaknya hidup dengan rukun selayaknya saudara kandung.


"Sayang, bisa ambilkan pampers untuk kedua adikmu, Nak?" pinta Ayana yang tengah mengurusi Ghazali serta Ghaitsa di ruang bermain.


Raima yang berada di luar pun menyahut "okay" sebagai jawaban dan membawa apa yang diperintahkan sang ibu.


Tidak lama berselang ia datang ke ruangan itu dan memberikan dua pampers pada ibunya.


"Terima kasih, Sayang," kata Ayana mengusap pipinya lembut.

__ADS_1


Raima senang, bukan main dan duduk begitu saja di samping ibu sambungnya. Ia menyaksikan Ayana tengah memakaikan baju pada kedua adik kecil yang baru saja selesai mandi sore.


"Mah, boleh tidak aku... tidak usah pergi ke rumah mamah Kirana?" pintanya seraya meletakkan pipi berisi nya di lengan kiri Ayana.


Sang pelukis itu pun melirik sekilas. "Em... kenapa, Sayang? Bukankah setiap hari sabtu sampai ahad kamu akan bersama mamah Kirana?"


"Aku lebih suka di sini bersama Mamah dan adik-adik kecil," jelasnya.


Ayana tergelak, tidak bisa berbuat apa-apa ketika putri pertamanya meminta sesuatu.


"Kalau begitu kita diskusikan dulu dengan ayah, yah?"


Raima sontak mengangguk mengiyakan dan membantu Ayana memakaikan piyama kecil pada Ghazali. Setelah itu mereka sama-sama bermain di sana dengan gelak tawa berdengung.


Tidak lama kemudian, pintu ruangan dibuka lebar oleh seseorang.


"Assalamu'alaikum. Wah, kesayangan-kesayangan Ayah sedang apa?"


Zidan masuk sembari menenteng banyak sekali paper bag di kedua tangan.


"Wa'alaikumsalam," balas Ayana serta Raima.


"Ayah." Gadis kecil itu beranjak dari duduk dan memeluk kaki jenjang sang ayah sambung.


"Owh... pelan-pelan, Sayang. Lihat Ayah bawa apa?" Zidan memperlihatkan barang belanjaannya pada mereka.


"Mas memanjakan mereka lagi," kata Ayana sembari melipat tangan di depan dada.


Zidan terkekeh pelan dan memberikan barang-barang tadi pada Raima lalu mendekati sang istri.


Ia menjatuhkan ciuman di kedua pipi pujaan hatinya sesaat Raima disibukkan dengan barang-barang.


"Tidak apa-apa, Sayang. Sekali-kali, aku ingin memberikan yang terbaik untuk mereka," jelasnya.


Ayana hanya mendengus sembari melihat ketiga anaknya mengacak-acak belanjaan itu bersama.


"Jangan merajuk aku juga memberikan sesuatu spesial untukmu." Zidan menjulurkan kotak berbentuk hati ke hadapan istrinya.


Ayana terkesiap sekilas dan tersenyum senang.


Zidan semakin mendekatkan diri hendak melakukan penyatuan. Namun, keinginannya harus dihentikan oleh teriakan serta celotehan ketiga anaknya.

__ADS_1


Pasangan suami istri tersebut menoleh pada anak-anak mereka dan setelah itu tertawa bersama.


Keluarga harmonis yang Ayana serta Zidan bangun bersama pun kini benar-benar terwujud dengan sangat baik.


__ADS_2