Pesona Cinta Amartha

Pesona Cinta Amartha
Jaring Ikan


__ADS_3

"Maaf, Non ... Non mau dibersihkan sekarang make upnya?" tanya seorang wanita setelah pintu dibuka dengan sempurna


"Oh, iya ... sekarang aja," ucap Amartha yang membuat Satya kesal, selalu saja ada halangan ketika dia akan cap cip cup belalang kuncup.


"Nanti aja sih, Yank..." ucap Satya


"Soalny, ribet Mas ... mending sekarang aja, udah nggak betah juga," ucap Amartha disertai senyuman yang membuat Satya menyerah.


"Ya udah, aku keluar," kata Satya seraya melenggang keluar dari kamar tersebut.


Amartha pun menghapus riasannya dan menanggalkan segala aksesoris yang melekat pada dirinya. Membuat tubuhnya serasa ringan setelah semua itu terlepas dari tubuhnya.


"Saya permisi, Non..." ucap wanita itu setelah tugasnya selesai.


"Terima kasih, ya Mbak..." kata Amartha seraya menutup pintu kamarnya.


"Hufffh ... kayaknya aku mandi dulu sebelum Mas Satya masuk kesini," gumam Amartha lalu segera menyambar handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.


Amartha tak mau berlama-lama didalam sana, setelah selesai ia segera melilitkan handuk untuk membungkus tubuhnya yang kini terasa segar.


Wanita itu membuka pintu perlahan, ia melongokkan kepalanya melihat situasi, ternyata Satya masih berada di luar, dengan mengendap-endap ia mengambil piyama yang ada didalam lemarinya, tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka, jantung wanita itu rasanya mau copot.


"Yank...?" seru Satya saat sudah masuk ke dalam ruangan itu dan kembali menutup dan menguncinya.


"I-iya Mas ... aku di-disini," ucap Amartha terbata-bata, pintu lemari yang terbuka menutupi tubuh Amartha yang masih menggunakan handuk.


"Sayang? kamu lagi ngapain?" tanya Satya yang kemudian merebahkan tubuhnya di ranjang, ia hanya melihat pintu lemari yang menghalangi pandangannya.


"A-aku la-lagi ambil baju," sahut Amartha yang mengatur nafasnya.


"Kenapa masih berdiri disitu?" tanya Satya yang kemudian memejamkan matanya, dia merasakan tubuhnya sangat lelah.


"La-lagi milih bajunya,"


"Mau aku bantu ambilin?" ucap Satya dengan mata terpejam.

__ADS_1


"Ng, Nggak usah Mas..." tolak Amartha, piyama sudah berada dalam genggamannya, namun ia ragu ajan memakainya disitu dibalik pintu lemari ataukah lari ke kamar mandi?


Namun, suara pria itu tak terdengar lagi, Amartha memutuskan untuk mengintip, ternyata pria itu tertidur di ranjangnya. Wanita itu bernafas lega, melihat suaminya tengah tertidur pulas. Hal itu dimanfaatkan Amartha untuk kembali masuk ke dalam kamar mandi dan memakai pakaiannya disana.


Perlahan ia mendekati dimana suaminya itu berbaring, dia duduk disamping pria itu, memandang setiap inci wajah tampan itu. Namun, tak sengaja air menetes dari rambut Amartha yang basah, dan mengenai wajah Satya, membuat pria itu akhirnya terbangun.


"Kamu udah selesai, Yank?" Satya mengusap tetesan air yang membasahi wajahnya.


"Udah, Mas ... kamu mandi gih, handuknya udah di dalem," ucap Amartha yang salah tingkah takut ketauan lagi mengagumi wajah pria didepannya itu.


Satya pun akhirnya masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, sementara wanita yang mengenakan piyama satin berwarna biru tua itu membereskan barang-barang yang ada di kamarnya, kemudian ia terpaku pada sebuah kotak berwarna coklat yang diberikan Sandra sebelum pulang. Lalu ia meraih kotak yang diikat dengan sebuah pita berwarna merah.


"Mami ngasih apaan, ya?" gumam Amartha seraya melepaskan ikatan pita dan membuka kotak itu.


Setelah kotak itu terbuka, dia menjereng kain berwarna hitam dan merah, dan beberapa kain tipis yang juga transparan, Amartha segera memasukkan kembali kain-kain yang lebih mirip jaring ikan itu, seketika membuat Amartha sangat malu melihat seonggok pakaian haram dan tak beradab yang ada di dalam kotak. Ia pernah melihat barang itu di tempat yang menjual pakaian dalam wanita yang sering ia sambangi dengan Vira. Segera wanita itu menyembunyikan kotak itu di tempat yang tersembunyi, takut-takut kalau Satya melihat dan membukanya.


"Kamu lagi ngapain, Yank?" ucap Satya yang mengerutkan keningnya melihat Amartha berjongkok di depan ranjang.


"Nggak, tadi ada sesuatu yang jatuh ke kolong," sahut Amartha yang langsung berdiri dan membalikkan badannya, dia tidak mau Satya melihat kotak itu.


"Eh, ng ... nggak usah, nggak penting juga kok, Mas..." jawab Amartha tersenyum canggung, pada pria yang hanya memakai handuk yang dililitkan dipinggangnya.


"M-mas kok, k-kamu keluar cuma pake anduk, bukannya di dalem udah aku siapin baju ganti?" kata Amartha gugup sembari menunjuk kamar mandi.


"Aku mau ganti disini aja," ucap Satya sambil menunjukkan pakaian yang menyampir di tangan kirinya dan meletakannya diatas ranjang.


"Jangan disini, di dalem aja sana," Amartha mengambil baju yang ada di ranjang dan memberikannya pada Satya.


"Ya emang kenapa?" Satya kembali menaruh baju itu diatas ranjang.


"Y-ya karena ada aku,"


"Ya terus kenapa kalau ada kamu?" Satya kembali membuat Amartha frustasi dengan pertanyaan pria itu.


"Ya ... karena aku belum siap liat," lirih Amartha yang sulit sekali menyuruh suaminya untuk balik ke kamar mandi.

__ADS_1


"Liat apa?" Satya malah tidak mengerti apa yang dimaksud istrinya.


"Ya liat ... ih udah ah, sana ganti baju di kamar mandi," Amartha mencoba mendorong tubuh Satya, namun tenaganya tak cukup kuat, bahkan untuk menggeser sedikit saja.


"Nggak mau, aku maunya ganti disini," kata Satya yang tak mau kalah.


Sebuah dering telepon menginterupsi perdebatan pengantin baru itu, Satya meraih ponselnya yang tergeletak diatas ranjang, ternyata ada sebuah panggilan vidio dari Sandra.


"Halo, Mam?" sapa Satya setelah panggilan vidio terhubung


"Eh, Mami ganggu ya? Sat baru juga kelar acara maen tubruk aja," ucap Sandra yang melihat Satya belum sempat memakai bajunya, membuat wanita paruh baya itu salah paham, ia mengira telah terjadi sesuatu kegiatan perkembangbiakan antara anak dan menantunya.


"Mami ngomong apa sih, Mam?" Satya tak mengerti arah pembicaraan Sandra.


"Amartha mana Sat?"


"Sebentar ... Yank ... nih Mami mau ngomong," Sarya menyerahkan ponselnya pada Amartha, lalu ia mengambil baju lain di kopernya dan memakainya didepan istrinya, membuat Amartha gagal fokus antara mau melihat kamera atau melihat ke arah lain.


"Iya Mam, kenapa Mam?" tanya Amartha.


"Udah buka kotak yang mami kasih?" Sandra tak banyak basa-basi.


"U-udah..." sahut Amartha gugup, ia mencoba fokus melihat wajah mertuanya di layar ponsel.


"Nanti kamu pakai jangan lupa, ya?" ucap Sandra.


"Satya mana?" Sandra bertanya keberadaan putranya.


"Lagi ganti baju, Mam..." jawab Amartha tak berani melihat kedepan.


"Ya udah, bentar lagi Mami nyampe rumah, nih ... bye, Sayang..." Sandra lalu mematikan panggilan vidio itu.


"Mami ngasih apa emang?" tanya Satya setelah selesai memakai kemeja dan jeansnya.


"Jaring ikan!"

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2