Pesona Cinta Amartha

Pesona Cinta Amartha
Tidak Ada Jalan Keluar!


__ADS_3

"Ternyata, kamu sudah bangun, Honey? bagaimana? kau suka tempat ini?" ucap sosok pria itu semakin mendekat ke arah wanita yang menatapnya nyalang


"Apa maumu, hah!" seru Amartha saat melihat pria itu semakin mendekat dengan sebuah kotak ditangannya.


"Dirimu!" bisik pria itu tepat ditelinga kanan Amartha yang memandangnya tak suka.


"Aku mau pulang!" sentak Amartha pada pria itu.


"Tidak bisa! karena kamusedang bersamaku, dan sayangnya kamu tidak akan bisa pergi dari sini, aku akan membawamu pergi sejauh mungkin dari suamimu itu," pria itu menarik satu sudut bibirnya. Airmata lolos begitu saja membasahi pipi wanita itu


"Ssst, jangan menangis," ucap Pria itu sambil menarung telunjuknya di depan bibir.


"Aku mohon, lepaskan aku ... aku ingin bertemu dengan suamiku, tolong ashraf!" Amartha memohon dengan disertai cucuran air matanya, mungkin dengan cara itu pria itu mau melepaskannya.


"Wow! kamu sudah tau namaku, ya? ah! pasti suamimu yang sudah memberitahumu, ah ya sudahlah, jadi aku tak perlu berpura-pura lagi menjadi Aaraf," Ashraf menaruh kotak diatas ranjang.


"Aku sudah bersuami Ashraf, aku mau pulang," Amartha yang akan berlari menuju pintu, tangan Ashraf dengan segera mencekal lengan Amartha.


"Hahahahahaha, aku sudah tau, Honey! kita bisa menyelesaikan itu secepatnya, aku yakin suamimu akan marah ketika melihat istrinya kabur dengan pria lain, dan mungkin dia akan meragukan anak yang ada di dalam perutmu itu," Ashraf menunjuk perut Amartha yang masih rata.


"Aku tidak akan percaya dengan semua omong kosongmu, lepas! aku mau pulang!" Amartha berusaha melepaskan tangan Ashraf, namun kekuatannya tak sebanding dengan pria itu.


"Apa? pulang? hahahah lucu sekali kamu, Honey..." ucap Ashraf yang malah tertawa menanggapi perkataan Amartha.


"Lepaskanlah aku, Ashraf ... aku mohon, lepaskan aku, aku tidak mencintaimu sedikitpun," kata Amartha yang tak tau harus berbuat apa.


"Tidak masalah jika kamu tidak mencintaiku, cukup aku yang mencintaimu, kamu hanya perlu tinggal disisiku dan tidak perlu melakukan apa-apa karena aku yang akan melakukan semuanya untukmu," ujar Ashraf dengan santainya.


"Lepas, lepaskan aku, aku mohon..." lirih Amartha yang sudah sangat lemas.

__ADS_1


"Oke, kalau itu maumu, kamu ingin kabur, bukan? kemarilah, aku akan tunjukkan sesuatu," Ashraf segera memberi isyarat pada orang suruhannya untuk membuka pintu kaca yang terdapat balkon. Pria itu menarik paksa Amartha keluar dari ruangan itu menuju balkon.


"Awh!" Amartha memekik saat tangannya ditarik oleh Ashraf.


"Lihat, sekarang silakan lari, silakan cari jalan pulang! karena kita berada di tengah laut lepas, atau kamu ingin terjun dan menjadi makanan ikan-ikan itu?" ucap Ashraf membuat Amartha sangat ketakutan.


"Ayo sekarang lari lah, tak ada seorang pun yang akan menolongmu, hahaha," ucap Ashraf tertawa puas.


"Mas Satya! Massss!" teriak Amartha berharap suaminya datang untuk menyelamatkannya


"Teriaklah, minta tolong pada suamimu itu, tapi sayangnya teriakanmu akan menjadi sesuatu yang sia-sia, Honey. Dan hanya akan membuat tenggorokanmu terasa sakit, karena dia tidak akan menemukanmu, hahahaha" ucap Ashraf yang membuat Amartha menangis, takut jika memang suaminya tak bisa menyelamatkannya


"Masss, Mas Satya, tolong akuu ... aku disini, Mas! tolong..." Amartha menangis berharap suaminya segera muncul.


"Ssssst, aku bilang jangan menangis! aku tidak akan memperlakukanmu dengan kasar, aku tidak akan menyakitimu, percayalah ... aku malah akan membuatmu sangat bahagia, kamu tidak akan menyesal," bisik Ashraf membuat Amartha kembali berteriak minta tolong.


"Lepaskan aku, Ashraf ... ku mohon..."Amartha berbalik dan memohon pada Ashraf, wanita itu mengatupkan kedua telapak tangannya meminta belas kasihan Ashraf.


"Dengarkan aku kau baik-baik, aku tidak akan menyakitimu! tenanglah, kamu bersama orang yang tepat!" ucap pria itu yang akan membelai wajah Amartha itu, namun wanita itu segera menepis tangan itu dan memalingkan wajahnya.


"Kamu tau? kamu semakin menarik, sikapmu ini malah membuat aku semakin penasaran," ucap Ashraf tersenyum mengangkat dagu Amartha sedangkan wanita itu kembali menepis tangan pria itu dan menatapnya tidak suka.


"Ayo masuk, angin diluar dingin tidak baik untuk ibu hamil, aku tidak ingin kamu sakit," kata Aaraf yang menarik Amartha untuk masuk ke dalam. Tenaga Ashraf yang lebih besar darinya, membuat Amartha tak bisa melawan.


Pria itu memberi kode pada orang suruhannya supaya pintu kaca dikunci kembali.


"Kenapa kau melakukan semua ini? apa salahku?" Amartha menatapnya dengan derai air mata yang membasahi pipinya.


"Ehm salahmu adalah membuatku jatuh cinta, membuatku ingin memilikimu seutuhnya," sahut Ashraf yang semakin membuat Amartha muak.

__ADS_1


"Pakailah ini, ganti pakaianmu, kita akan makan malam romantis di kapal ini, kamu tentu suka kan dengan hal-hal romantis seperti ini?" lanjut Ashraf sambil mendudukkan Amartha di ranjang, disamping kotak yang diberikannya.


"Aku sengaja memilih gaun ini, tidak terlalu ketat dengan bahan yang sangat nyaman untuk calon anak tiriku yang masih ada di dalam perutmu itu, sepertinya aku mulai menyayanginya," ucap Ashraf.


"Hapus air matamu karena aku paling benci ketika perempuan menangis, aku tidak suka." kata Ashraf serius, membuat Amartha takut dengan apa yang dilakukan pria itu.


"Cepat lakukan dan jangan membantah!" seru pria itu saat melihat Amartha tak juga bergeming.


"Akan ada seseorang yang membantumu bersiap-siap, aku akan menunggu diluar," lanjut Ashraf.


Pria bertubuh tegap itu pergi meninggalkan Amartha yang terduduk di ranjangnya, dia meraih gaun berwarna pastel itu, kemudian meremasnya. Pintu kembali dikunci begitu Ashraf keluar dari kamar yang super mewah itu. Amartha menangis memeluk dirinya, dia mengusap perutnya lembut. Dia mencoba menenangkan dirinya, agar ia bisa berpikir untuk kabur dari tempat ini.


"Tenang, Sayang ... ayah pasti datang untuk menyelamatkan kita. Ayah pasti akan datang untukmu," ucap Amartha yang berbicara sambil mengelus perutnya.


Sementara Kenan yang mendengar Amartha diculik, lantas menghubungi seseorang untuk menghubungi Satya, namun sial pria itu tak dapat dihubungi.


Kenan sangat khawatir dengan keadaan Amartha, dia terus menunggu informasi mengenai keberadaan mantan istrinya itu, setelah seseorang memberi tahu bahwa Satya tengah mencari istrinya.


"Bagaimana, sudah ada perkembangan? bodoh! kalian benar-benar tidak becus! arrghhhh. Cepat lakukan apapun untuk menemukan Amartha! cepaatt!" teriak Kenan pada seseorang ditelepon. Dia begitu frustasi saat mendapat kabar bahwa ada seseorang yang membawa paksa Amartha dari rumah sakit.


Sementara Satya masih terus mencari tau dimana istrinya berada, dia terus memperhatikan GPS yang menunjukkan mereka semakin dekat dengan titik yang mereka tuju.


"Bagaimana?" tanya Satya pada Firlan.


"Sepertinya Nyonya ada di kapal itu, Tuan..." menunjuk sebuah kapal mewah yang sangat mencolok.


"Bagaimanapun caranya kita menyusup kesana!" perintah Satya yang diangguki oleh Firlan.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2