
"Kita pakai vendor catering terbaik buat nyiapin semua ini, aku jamin makanannya enak, kamu mau apa biar aku ambilin," ucap Firlan seraya menunjuk beberapa stand makanan yang sangat menggiurkan, ada menara maccarons yang sebenarnya membuat Vira ngiler, tapi tahan dia nggak boleh keliatan nggragas. Meskipun dalam hati udah pengen icap-icip apadaya dia cuma bisa duduk dan liatin dari jauh.
"Ehm, mau menu kiwi panna cotta? gellato? atau baklava?" ucap Firlan menyebutkan semua makanan yang membuat Vira menelan salivanya susah payah, denger nama gellato aja udah mupeng banget.
"Nggak usah," tolak Vira yang kemudian melihat Firlan.
"Aku cuma pengen move on," lanjutnya lirih.
"Sorry? kamu ngomong apa tadi?" Firlan menatap Vira bingung.
"Aku bilang kamu butuh ke dokter kayaknya, mungkin kebanyakan kerjaan otak kanan sama otak kiri nggak sinkron, dan rada budek kayanya, ya?" jawab Vira nyalang membuat Firlan mengelus dadanya, kenapa cewek yang biasanya manggil dia 'abang' eh malah pake 'kamu' sekarang, membuatnya sedikit tidak suka mendengarnya.
"Dulu aja galaknya ngalahin cabe setan, ah ... jangan-jangan kamu punya kepribadian ganda, ya?" ucap Vira sambil melipat tangannya di depan dada.
"Sembarangan, nih Beo kalo ngomong!" Firlan yang berusaha terlihat baik, malah dicurigai berkepribadian ganda yang membuatnya kesal bukan main, tapi dia harus tetap sabar menghadapi Vira yang entah kenapa berubah sikapnya.
"Vira bukan Beo," ucap Vira dengan melihat ke arah Firlan.
"Iya, iya Vira..."
"Kamu tunggu disini, jangan kemana-mana aku ambil gellato dulu disana," Firlan merapikan jasnya, lalu segera beranjak dan berjalan menuju stand makanan, sementara wanita itu menghela nafas panjang melihat punggung pria yang disukainya kian menjauh.
"Tuh orang kesambet setan mana, sih? biasanya juga jutek naudzubillah, mau move on jadi susah, duh gustiii..." ucapnya seraya membuang nafas kasar.
"Ehem, kok tau nama aku? jangan-jangan kamu cenayang, ya?" ucap seorang pria yang beberapa saat tadi mengajaknya berkenalan.
"Hah?" Vira mendadak loading, mungkin ketularan Amartha, atau karma gara-gara suka ngatain Amartha lola.
"Gusti," ucapnya seraya menjabat tangan Vira, wanita itu hanya menatap pria didepannya cengo, rahang tegas dan uh hidung mancung membuat Vira tidak bisa mengingkari bahwa pria yang sekarang duduk dihadapannya masuk ke dalam list pria-pria tampan.
"Aku duduk disini ya?" ucap Gusti yang memang sudah duduk duluan sebelum minta ijin, Vira hanya tersenyum kikuk, kalau Firlan tak bisa digapai mungkin abang atau mas yang didepannya ini bisa jadi obat biar bisa cepet move on.
__ADS_1
"Yang tadi beneran cowok kamu?" tanya Gusti, namun hanya dijawab senyuman dari Vira.
"Oh ya, kamu belum nyebutin nama kamu, anyway..." ucap pria itu yang menatap wanita cantik dengan rambut sebahu.
"Aku Vira..." ucap Vira yang tersenyum tipis.
Firlan yang melihat Vira duduk dengan seorang pria pun menjadi gerah. Ia langsung mempercepat langkahnya, tatapannya tak lepas dari dua orang yang nampak sedang membicarakan sesuatu.
"Baru juga ditinggal sebentar, ada aja yang deketin!" gerutu Firlan.
"Sorry Be, lama ya nunggu aku? ehm, kita makan disana, ya?" ucap Firlan yang membuat kedua orang itu menatap padanya.
"Ikut aku!" bisik Firlan pada wanita yang
"Nggak usah pake melotot kayak gitu, ayok cepet!" Firlan berbisik lagi membuat Vira mau tak mau mengikuti pria itu.
"Gusti, maaf aku kesana dulu, ya?" ucap Vira yang sudah ditarik Firlan menjauh dari pria yang masih menatap kepergian Vira dan Firlan.
"Oke," sahut pria itu singkat yang tak mungkin didengar oleh Vira.
"Ish, apa-apaan, sih! ganggu aja orang mau nyari jodoh!" gumam Vira sembari mendudukkan dirinya, sedangkan Firlan menaruh satu cup gellato dihadapan wanita itu.
"Diem, dan makan ini..." ucap Firlan.
"Ish, nyebelin!" Vira yang melihat gellato dengan tiga rasa rasa vanilla cokies, charcoal, dan salted caramel, membuatnya beneran ngiler dan langsung saja menyambarnya.
"Kenapa sih? pake acara ngaku-ngaku pacar segala? seneng banget bikin orang kesel!" ucap Vira sambil menyendokkan satu sendok kecil gellato ke dalam mulutnya.
"Ya ... karena aku nggak suka ada liat pria lain yang deketin kamu," ucap Firlan yang membuat Vira langsung tersedak.
"Makanya kalo makan jangan sambil ngomong!" celetuk Firlan yang membuat Vira makin jengkol, eh jengkel.
__ADS_1
"Sarap nih orang!" sarkas Vira.
"Lagian ehm, itu juga karena..." Firlan bingung dengan perasaannya saat ini, disatu sisi dia kesal dengan Vira, tapi disisi lain dia tidak suka kalau ada yang mencoba mendekati wanita itu.
"Ngomong apa, sih? nggak jelas!" kata Vira ketus, namun Firlan tak menggubrisnya malah memanggil pelayan yang memakai seragam catering untuk menbawakan beberapa makanan seperti baklava, salad dan moctail. Firlan tidak mau kecolongan lagi.
Setelah semua tersaji didepan mereka berdua yang beberapa saat tadi terdiam dan sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Ehm, minum dulu baru ngomel lagi," ucap Firlan memecah keheningan diantara mereka sementara musik jazz mengiringi dua orang yang sedang adu tatap.
Vira yang haus pun mengangkat gelas bening namun wanita itu tidak langsung menyesapnya, namun mendekatkan ke hidungnya, mencoba menerka minuman apa yang ada ditangannya.
"Nggak ada alkoholnya, itu cuma moctail! kecuali kamu emang mabok soda..." ucap Firlan yang membuat dia ingin menyumpal mulut pria dihadapannya.
Vira kemudian menyesap minuman dengan dua layer biru dan kuning itu, mencicipinya sedikit demi sedikit.
"Aku mau pulang..." ucap Vira setelah menyesap minumannya dan meletakkan gelas diatas meja.
"Duduk dulu, lagian aku belum juga ngomong..." Firlan mencekal tangan Vira yang ingin beranjak dari duduknya.
"Ngomong tuh sama sendok, karena aku udah nggak minat ngomong sama situ!" kata Vira, yang membuat Firlan ngelus dada.
"Kamu kenapa jadi garang kayak gini, sih? emang aku punya salah sama kamu?" ucap Firlan.
"Nggak ada," kata Vira singkat.
"Kamu masih marah gara-gara bentrokan bibir waktu itu?" ucap Firlan mengingat kejadian yang merupakan ketidaksengajaan antara dirinya dan Vira di dalam mobil.
"Ish, itu mulut remnya udah blong apa gimana sih? udah malem, aku mau pulang ... permisi," ucap Vira yang langsung berdiri dan melepaskan cekalan tangan Firlan.
"Kamu pulang sama aku," kata Firlan yang langsung berdiri, dan menggandeng tangan Vira keluar dari ballroom.
__ADS_1
Vira memegang dadanya yang mendadak jedag-jedug, sementara wajahnya terasa panas, bagaimanapun pria yang menggandengnya saat ini adalah pria yang sudah menempati sebagian pikiran dan hatinya, karena yang sebagian lagi otewe ngilang, mungkin ketiup angin.
...----------------...