Pesona Cinta Amartha

Pesona Cinta Amartha
Fakta yang menyakitkan


__ADS_3

"Kita udah sampe, turun, yuk?" ucap Satya memecah keheningan.


Amartha yang menyadari mobil telah berhenti pun segera menghapus air matanya.


"Kita mau ketemu siapa, Mas?" tanya Amartha yang menoleh pada Satya , meminta sebuah penjelasan. Karena ada banyak pertanyaan dibenaknya saat ini yang belum terjawab.


"Seseorang..." jawab Satya singkat.


Satya keluar dari mobil dan berjalan memutar untuk membukakan pintu mobil untuk Amartha. Namun, gadis itu malah melamun.


"Amartha..." Satya membuyarkan lamunan Amartha. Pria itu mengulurkan tangannya untuk membantu Amartha keluar dari mobil, telapak tangan kanan Satya otomatis melindungi bagian kepala Amartha saat gadis itu keluar dari mobil.


Satya terus menggenggam tangan Amartha, melangkahkan kakinya yang terkesan terburu-buru.


FLASH BACK


Kevin yang merupakan sahabat Kenan tak sengaja melihat Kenan berada di salah satu pusat perbelanjaan. Kevin yang teringat kalau Refan sedang mencari Kenan pun akhirnya langsung merogoh ponselnya untuk menelepon Refan, yang merupakan anggota dari genk mereka.


"Fan? gue nggak sengaja nih ketemu Kenan, dia lagi masuk ke atm," ucap Kevin sambil membuntuti Kenan dari jauh.


"Tolong lo samperin dia, bilang gue mau ngomong! gue udah cari dia kemana-mana," kata Refan dengan nada serius.


"oke, nanti gue telfon lagi," kata Kevin yang mematikan sambungan telepon.


Setelah mengantongi kembali ponselnya, Kevin yang merupakan sahabat dari Refan dan Kenan pun akhirnya menghampiri Kenan yang sedang keluar dari atm.


"******! pake mati segala lagi!" gumam Kenan yang sedang memegang ponselnya yang kini sudah mati karena kehabisan daya.


"Hey, Ken!" sapa Kevin dengan menepuk bahu Kenan dari belakang.


"Kevin?!" kata Kenan yang kaget tak percaya bahwa yang dihadapannya adalah sahabatnya.


"Lo ada waktu sebentar nggak? ada yang mau gue omongin!" tanya Kevin.


"Sorry, lain kali aja ya? gue lagi buru-buru banget, istri gue lagi nungguin di hotel," Kenan menolak ajakan Kevin dan mengantongi ponselnya ke dalam saku.


"Istri? lo udah nikah? bukannya Sinta lagi sakit ya? makanya pernikahan kalian di undur?" tanya Kevin seraya mengerutkan keningnya.


"Gue bukan nikah sama Sinta, tapi sama Amartha," jelas pria itu.


"Kagak ngerti dah gue," Kevin menggelengkan kepalanya sambil melihat sahabatnya dengan heran . Pasalnya setahu Kevin, Kenan sudah berhenti mengejar Amartha sewaktu gadis itu masih duduk di bangku SMA.


"Oh ya, Refan nyariin lo, dia pengen ngomong bentar katanya," lanjut Kevin.

__ADS_1


"Mau ngapain?" tanya Kenan dengan malas. Kevin hanya mengedikkan bahunya tanda tak mengerti.


Semenjak perjodohan itu, Kenan belum pernah bicara dengan Refan, karena Refan yang terlalu sibuk membantu bisnis ayahnya juga tidak mengurusi perjodohan antara sahabatnya dan adiknya.


"Ck! ya udah, cepet!" kata Kenan tiba-tiba.


"Ettt dah, sabar dulu napa!" kata Kevin mendengus kesal. Kevin dengan segera menghubungi nomor Refan.


"Halo, Fan? nih orangnya ada di depan gue," ucap Kevin sambil melirik Kenan yang tiba-tiba melotot padanya.


"Tolong kasihin ke dia, Vin..." kata Refan.


"Nih," Kevin lantas menyodorkan ponselnya pada Kenan. Kenan segera menyambar ponsel itu, dia tidak mau membuang waktu.


"Halo," sapa Kenan singkat.


"Ken, lo bisa dateng ke rumah sakit? bokap lo di rawat disini, dia sedang kritis! dan..." ucap Refan yang membuat Kenan membelalakkan matanya. Walaupun Damar menentang keras pernikahannya, tapi yang namanya hubungan ayah dan anak tidak mungkin bisa di hapuskan. Ada desir khawatir yang tak bisa dipungkiri dari hati Kenan.


"Dan adik gue Sinta, dia depresi dan berkali-kali dia melukai dirinya sendiri, Ken ... gue nggak tega liat dia kayak gitu, dia adik gue satu-satunya, Ken ... please lo dateng kesini, mungkin kalo lo dateng, keadaan Sinta bisa membaik," lanjut Refan. Kenan masih saja diam tak memberi jawaban atas permintaan Refan.


"Paling nggak datanglah sebentar, Ken ... gue mohon..." ucap Refan yang meminta Kenan untuk datang menjenguk adiknya.


"Iya..." sahut Kenan seingkat.


Kenan mengakhiri sambungan telepon itu dan menyerahkan kembali ponsel milik Kevin.


"Dia minta gue ke rumah sakit, tapi gimana Amartha?" ucap Kenan seraya menghela nafasnya.


"Amartha biar gue yang urus, Ken ... mending lo pergi sekarang! lo kasih tau aja nomer hpnya istri lo sama alamat hotel tempat kalian nginap," sahut Kevin memberi solusi.


"Tapi..." Kenan ragu dengan saran yang di berikan Kevin. Sedangkan Amartha juga tidak mengenal Kevin. Tapi disisi lain, dia juga khawatir dengan kondisi ayahnya.


"Percaya sama gue!" Kevin meyakinkan Kenan yang nampaknya sedang ragu.


Dengan berbagai pertimbangan akhirnya, Kenan segera meluncur ke kota J. Dia akan segera kembali setelah memastikan keadaan ayahnya di rumah sakit. Sedangkan ponselnya kehabisan daya, membuat pria itu tak bisa menghubungi istrinya.


Ketika Kevin baru duduk di belakang kemudinya ponselnya berdering. Tertera nama 'Hany bunny'.


"Kamu lagi dimana?! buruan kesini, udah bete tau nungguin kamu dari tadi!" rengek Hany kekasih Kevin.


"Iya Hany, aku sekarang kesitu," sahut Kevin.


"Cepet!" teriak gadis yang berstatus pacar Kevin itu.

__ADS_1


"Iyaaaaaaaaaa," jawab Kevin seraya mengusap dadanya mendapat teriakan dari sang pacar.


Setelah mendapat titah dari pacar tercinta yang manjanya nggak ketulungan, Kevin lupa janjinya untuk menemui Amartha untuk sekedar mengabari Kenan sedang ada urusan penting.


FLASH BACK OFF


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Satya menghentikan langkahnya di depan sebuah kamar executive, dia memutar tubuh Amartha agar berhadapan dengan dirinya. Satya memegang kedua bahu Amartha dan menatap gadis itu dengan sendu.


"Apapun yang terjadi, apapun keputusan yang kamu ambil, aku akan selalu mendukungmu, aku akan selalu disampingmu, aku yakin kamu gadis yang kuat!" ucap Satya, yang kemudian mengarahkan kembali menghadap pintu sebuah ruangan.


"Masuklah," ucap Satya seraya membuka pintu untuk Amartha, yang membuat Amartha mengernyit keheranan.


Satya menatap sendu saat Amartha melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang rawat tersebut, pria itu mengikuti Amartha masuk ke dalam.


"Aku akan menikahinya, hanya sampai dia sembuh dan Amartha tidak boleh mengetahui ini semua! " ucap Kenan dengan lantang.


Bagaikan disambar petir, orang yang kemarin baru saja menjadi suaminya, kini mengatakan bahwa ia akan menjadi suami untuk wanita lain. Wanita yang dulu Amartha kenal sebagai sahabat.


Amartha menghentikan langkahnya. Dia berdiri mematung seakan tak percaya dengan apa yang ditangkap oleh indera pendengarannya saat ini. Dia hanya terpaku memandang sosok pria yang berdiri membelakanginya.


Amartha hampir saja limbung kalau saja Satya tak menyanggah tubuhnya.


"Kamu siapa?" tanya Kamila yang sedang duduk di samping ranjang pasien tempat anaknya terbaring lemah.


"Maaf, saya salah-" ucap Amartha yang membuat semua mata beralih menatapnya. Refan yang mengenali wajah Amartha pun kaget melihat gadis itu ada di ruangan tempat adiknya di rawat.


"Amartha?" Kenan membelalakkan matanya tak percaya saat melihat istrinya ada di depan matanya.


"Maaf..." ucap Amartha dengan wajah yang sulit untuk di deskripsikan.


"Tunggu, Amartha!" Kenan segera berlari meraih lengan Amartha saat gadis itu berbalik.


Berliana, ibu dari Kenan pun menatap heran pada anaknya yang kini tengah mencekal tangan seorang gadis. Dia tidak tahu bahwa gadis itu merupakan istri dari Kenan.


"Lepaskan dia!" sentak Satya saat tangan Kenan menyentuh Amartha.


"Tunggu, Ta ... ini nggak seperti yang kamu pikirkan!" Kenan mencoba menjelaskan pada istrinya.


Amartha yang mendengar ucapan Kenan lantas menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Kenan dengan tajam.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2