Tiara

Tiara
Part 1


__ADS_3

" Tia,.. Nanti kalau kamu sudah besar, kamu mau jadi apa..??" Tanya seorang laki laki yang berumur sekitar Tiga puluh tahunan kepada seorang anak perempuan berusia enam tahun yang rambutnya dikepang dua.


" Nanti kalau sudah besar, Tia mau menjadi seorang Dokter yang hebat,.. agar nanti kalau ayah dan bunda sakit, Tia bisa mengobati dan menjaga ayah dan bunda.." ucap anak perempuan itu dengan polos. sembari memainkan boneka beruang kecil yang berada di tangannya.


" Oh,.. jadi anak Bunda mau menjadi seorang dokter yang hebat kalau sudah besar nanti.


kalau begitu, mulai dari sekarang, Tia harus makan yang banyak dan rajin belajar ya, Supaya Tia cepat besar dan impian Tia bisa kita wujudkan sama-sama." ucap seorang perempuan cantik yang kira kira berusia tiga puluh tahunan juga sembari mengusap kepala anak perempuan itu dengan lembut.


" Iya, benar itu kata bunda. mulai sekarang, Tia harus makan yang banyak dan belajar yang rajin ya, agar kelak Tia bisa menjadi seorang dokter yang hebat seperti yang Tia mau,.." ucap laki laki itu kembali sembari mengangkat anak perempuan itu dan menaruhnya di atas pundaknya. lalu berjalan yang di ikuti oleh wanita yang di panggil Bunda oleh anak perempuan tadi.


****


"Ayah,..."


Didalam sebuah Gudang yang berada di dalam rumah yang besar, terdapat seorang gadis yang berusia Dua puluh satu tahun yang sedang tertidur dengan posisi meringkuk. Dan tiba tiba saja gadis itu terbangun sembari menyerukan panggilan Ayah nya dengan kuat. seperti baru saja terbangun dari mimpi, ia menatap bingung ke sekeliling dan mendapati bahwa ia masih terkurung didalam gudang yang sama seperti tempat ia diseret ibunya tadi pagi.


" Ayah,.. mengapa kau hanya muncul didalam mimpiku sewaktu kecil saja, mengapa kau tidak muncul saat ini dan membantuku keluar dari sini." ucap gadis itu sembari meneteskan air mata dan memegangi kepalanya yang tiba tiba berdenyut.


" Ayah, aku merindukanmu. aku sangat merindukan dekapan hangat dan senyuman mu. apa kau tau ayah,.. Bunda kini sudah tidak sama lagi seperti yang dulu. Bunda sudah berubah menjadi sosok yang tidak ku kenali, setelah ayah pergi meninggalkan kami" ucap perempuan itu kembali lirih sembari memegangi kepalanya yang masih berdenyut.


Perempuan itu terus berbicara, seolah sosok ayah yang dia maksud itu sedang berada di hadapannya. namun nyatanya, ia hanya berbicara pada diri nya sendiri sembari meneteskan air mata.


Perempuan itu bernama Tiara Putri Alviano.

__ADS_1


orang orang disekitarnya biasa memanggilnya dengan panggilan Tia.


Tia adalah sosok gadis yang sangat cantik. kulitnya putih bersih, hidungnya mancung rambutnya berwarna coklat dan lurus sepunggung. warna matanya biru langit turunan dari bundanya yang merupakan bule Amerika. Tingginya sekitar 165 cm dan memiliki berat badan 50 kg.


Namun gadis cantik itu harus mengalami hidup yang sangat menyedihkan setelah ayahnya meninggal dunia sekitar tiga tahun yang lalu, karna kecelakaan mobil hingga mengakibatkan sosok nya pergi untuk menghadap sang kuasa terlebih dahulu, dan meninggalkannya bersama dengan bundanya yang sebelumnya sangat menyayanginya.


Dan beberapa Minggu berselang setelah ayahnya meninggal, bundanya itu berubah menjadi sosok yang tidak dikenalinya. Layaknya sosok ibu tiri yang berada didalam dongeng Cinderella, begitulah perlakuan dari bundanya yang harus Tiara terima setelah kepergian ayah nya.


Bunda yang dulunya merupakan sosok yang sangat perhatian kepadanya, kini berubah menjadi sosok yang setiap hari menyakitinya.


Bunda yang dulunya selalu lemah lembut, kini berubah menjadi sosok yang selalu marah marah kepadanya tanpa alasan yang jelas.


Dan bunda yang dulunya selalu merangkulnya dan menyemangatinya ketika Dia dalam kesulitan, kini berubah menjadi sosok yang paling ditakuti olehnya.


Entah apa penyebab dari bundanya itu berubah. namun kini, yang Tiara tau, Bundanya itu tidak sama lagi.


Dan kini, Tiara tengah dikurung didalam gudang yang berada di samping dapur, hanya karna Tiara lupa untuk mencucikan sebuah piring yang berada di wastafel. dan pada saat itu, bunda nya ke dapur dan mendapati bahwa masih ada piring di wastafel, bunda nya itu menjadi marah hingga menyeret Tiara yang saat itu sedang menjemur pakaian, dan memasukkannya ke dalam sebuah ruangan yang merupakan gudang dan mengunci nya dari luar.


Tiara kembali mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. dan terhenti tepat di pintu yang berada tidak jauh darinya. Ia berusaha bangkit berdiri. sembari memegangi barang barang yang berada di dekatnya, ia bangkit berdiri walaupun kepalanya semakin sakit saat ia memaksakan untuk berdiri dan berjalan ke arah pintu itu.


" Bunda hiks,.. Buka pintunya. Tia mohon bunda,.. kepala Tia sakit." ucap Tiara begitu ia telah sampai di depan pintu itu.


" Bunda Tia salah,.. Tia minta ampun bunda. Tia tidak akan mengulanginya lagi. jadi Tia mohon bunda, Bukakan pintunya untuk Tia." ucap nya lagi lirih sembari memegang gagang pintu sebagai penopangnya. karna kepalanya rasanya semakin sakit.

__ADS_1


" Bunda Buka,.. Tia mohon."


" Non,.. Non Tia, ini mbok non,.. apa non baik baik saja,.. apa kepala non Tia kambuh lagi di dalam,.." ucap mbok Jum dari luar pintu. tampak kekhawatiran yang jelas tercetak di wajah itu.


" Mbok,.. Mbok, kepala Tia sakit mbok. Tolong bantu Tia untuk bilang ke bunda supaya membukakan pintunya. kepala Tia sudah sangat sakit sekali mbok,.."


" Non,.. bukannya mbok nggak mau non,.. mbok sedari tadi sudah memohon ke nyonya supaya nyonya mau untuk membukakan pintunya,.. tapi nyonya menolak dan malah menyuruh mbok untuk pergi." ucap mbok Jum kembali sembari menempel kan telinganya di pintu.


" Tapi Mbok,.. Tia sudah hampir seharian disini. dan Tia udah nggak tahan lagi mbok.. kepala Tia juga rasanya seperti ditusuk tusuk dengan jarum yang banyak,.." ucap Tiara lagi sembari melepaskan gagang pintu itu dan beralih memegangi kepalanya yang semakin sakit.


" Yang sabar ya non,.. Kalau begitu mbok pergi dulu ya sebentar, untuk menemui nyonya siapa tau kali ini, nyonya mau memberikan kuncinya kepada mbok." ucap mbok Jum sembari melangkahkan kaki meninggalkan Tiara yang masih berada di dalam gudang.


" iya mbok, yang cepat ya,.. " ucap Tiara lagi sembari meneteskan air mata.


.


.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG,..


** see you in the next chapter 🙏😇


__ADS_2