Tiara

Tiara
Bagas sembuh


__ADS_3

Dua bulan berlalu..


Kini kehamilan Dewi sudah semakin ringan untuk Bagas. Alhamdulillah usia kandungan Dewi tiga bulan Bagas bebas dari ngidamnya.


Saat pertama kali menyadari hal itu Bagas merasa sangat senang dan puas - puasin memesan semua makanan yang dia inginkan.


Bagas mengajak Bintang dan Roy bertemu saat jadwal makan siang. Mereka bertemu di sebuah Restoran yang sudah Bagas tentukan karena dia memang sedang menginginkan menu makanan yang dihidangkan di restoran tersebut.


"Tumben kamu ngajak makan? Biasanya kamu selalu mengelak kalau di ajak makan?" tanya Roy.


"Aku lagi pengen makan masakan di Restoran ini" jawab Bagas cuek.


Bagas memanggil pelayan dan memesan beberapa makanan yang dia inginkan.


"Banyak amat pesanan kamu? yakin bisa kamu makan semuanya? Nanti ujung - ujungnya di buang juga di kamar mandi" sindir Bintang.


"Tenang aja, aku udah punya penangkalnya" balas Bagas.


Tak lama kemudian pesanan mereka datang dibawa oleh para pelayanan. Bagas mulai menikmati semua makanan yang dia pesan dengan sangat semangat.


"Bro.. tenang bro jangan kalap gitu makannya. Kami gak akan makan punya kamu. Udah seperti orang yang seminggu gak makan" ledek Roy.


"Aku laper banget dan udah lama banget rasanya gak bisa makan sepuasnya seperti ini" sambur Bagas.


Bintang dan Roy memperhatikan Bagas dengan tatapan khawatir. Mereka takut setelah selesai makan Bagas akan segera berlari mencari kamar mandi seperti yang sudah - sudah sebelumnya.


Tapi sudah satu jam berlalu hal itu tidak terjadi.


"Kamu beneran tidak apa - apa? Kok gak muntah?" tanya Bintang penasaran.


Bagas tersenyum menang.


"Aku sudah sembuh" jawab Bagas.


"Sembuh gimana? Emangnya Dewi udah gak hamil lagi?" tanya Roy bingung.


"Huss.. ngomongnya jahat banget do'ain istri aku kenapa - kenapa" potong Bagas.


"Sorry.. sorry.. bro. Keceplosan" balas Roy.


"Terus kalau kamu udah sembuh gini Dewi gimana? Pindah gak sakitnya ke dia?" tanya Bintang penasaran.

__ADS_1


"Nggak, Dewi baik - baik saja. Dia mah santai, asik makan membuat tubuhnya semakin berisi. Aku jadi panas dingin setiap melihat tubuhnya" jawab Bagas.


"Haaalaaaah dasar emang itu mau kamu" ledek Bintang.


"Hahaha habis aku puasa dua bulan. Pertama emang karena mabukku parah yang kedua aku takut menyakiti Dewi. Kata dokter karena usianya yang masih muda dokter melarang jangan terlalu sering berhubungan takut kandungannya kenapa - kenapa" ungkap Bagas.


"Hebat kamu bisa tahan" sindir Roy.


"Demi anakku akhirnya aku puasa bro selama dua bulan" balas Bagas bangga.


"Eh iya kemarin aku ketemu Morgan. Aku lihat sekarang dia sudah banyak berubah dan yang aku dengar sekarang dia sudah menikah dengan Rita mantan pacar kamu dulu" ungkap Roy.


"Morgan menikah dengan Rita?" tanya Bagas tak percaya.


"Iya" jawab Roy.


"Dari mana kamu dengar kabar itu?" tanya Bagas penasaran.


"Dari sekretarisnya Morgan" jawab Roy.


"Siska?" tanya Bintang terkejut.


"Ya nggak lah, aku cuma nebak aja tadi. Siapa tau masih Siska. Berarti dia sudah sembuh" jawab Bintang.


"Nggak, kata Morgan dua bulan yang lalu Siska juga pamit padanya dan meminta maaf atas semua perbuatannya. Siska emang beneran sakit dan pergi dari Jakarta" ungkap Roy.


"Ya semoga dia lekas sembuh" sambut Bintang.


"Aamiin... " jawab Roy.


Bintang melirik ke arah Bagas yang masih diam, seperti sedang memikirkan sesuatu. Membuat Bintang khawatir, jangan - jangan Bagas merasa mual.


"Kamu kenapa diam? Mual?" tanya Bintang penasaran.


"Nggak, aku cuma berpikir. Berarti pria yang sudah menghamili Rita adalah Morgan" jawab Bagas.


"Rita hamil? Kok kamu tau?" tanya Roy.


"Saat aku dan Dewi baru menikah dan balik ke Jakarta kami pergi berbelanja ke supermarket. Disana aku tak sengaja bertemu dengan Rita. Aku melihat perut Rita besar, dia sedang hamil tapi saat aku tanya mana suaminya dia tampak sedih dan segera pergi meninggalkan kami. Trus setelah resepsi pernikahan aku dan Dewi honeymoon ke Bali. Aku bertemu Morgan di sana. Morgan sempat menyelamatkan Dewi yang sedang di gangu oleh tiga pria mabuk di Bali" jawab Bagas.


"Pernah terjadi seperti itu Gas? Kamu kok gak pernah cerita?" desak Bintang.

__ADS_1


"Sorry Bin, aku dan Dewi sepakat untuk tidak menceritakan hal itu pada siapapun agar tidak ada yang khawatir karena hal itu. Aku sangat berterima kasih kepada Morgan karena dia sudah menyelamatkan Dewi. Kalau saja Morgan tidak datang tepat waktu, aku gak tau apa yang akan terjadi dengan Dewi" ungkap Bagas.


"Tapi kok tumben Morgan bantuin kamu? Bukannya selama ini kalian selalu bermusuhan dalam hal apapun?" tanya Roy penasaran.


"Aku rasa sejak itulah awal mulanya Morgan berubah Roy. Setelah kejadian penyelamatan Dewi kami kembali ke Hotel. Aku suruh Dewi istirahat di kamar dan aku bertemu Morgan dan berbincang - bincang hingga larut malam. Saat itu Morgan mengatakan kepadaku kalau dia sudah lelah hidup seperti itu dia merasa hampa. Melihat aku menikah entah mengapa dia merasa hatinya terketuk dan ingin berubah. Ya setelah itu aku memberikan semangat kepadanya" jawab Bagas.


Roy dan Bintang mendengarkan cerita Bagas.


"Aku sempat cerita ke Morgan kalau aku bertemu Rita dan aku bilang kalau Rita sedang hamil. Memang pada saat itu wajah Morgan terlihat sangat terkejut mendengar berita Rita hamil. Kini aku mengerti mengapa wajah Morgan seperti itu. Berarti benar Morgan adalah ayah dari anak yang di kandung Rita" sambung Bagas.


"Ya syukurlah kalau begitu kenyatannya. Berarti Morgan emang benar - benar sudah bertobat. Seperti kalian - kalian ini. Para mantan playboy. Untung aku dulu gak sama seperti kalian" ujar Bintang.


"Halaaah elu lebih parah punya satu mantan tapi lama banget kelarnya. Kalau Siska gak sakit aku rasa saat ini dia masih gangguin rumah tangga kamu" potong Bagas.


"Huuss.. udah ah.. Siska kan sudah berubah lagian dia juga sedang sakit. Gak usah cerita tentang keburukannya mending kota doain agar dia sembuh seperti semua. Siapa tau Allah memberikan keajaiban padanya, sehingga dia bisa bebas dari penyakitnya dan dia bisa bahagia menjalani kehidupannya kembali" ujar Roy.


"Aamiin.. " sambut Bagas dan Bintang.


"Yaaah kalau aku ingat - ingat apa yang kita jalani dulu dengan apa yang sekarang kita lakukan. Aku sangat bersyukur sekali bisa hidup seperti ini. Aku lebih bahagia dan hidup dengan tenang. Apakah kalian juga merasakan hal yang sama?" tanya Bintang.


"Iya Bin aku juga sama. Aku sangat bahagia sekarang" jawab Roy.


"Sama, aku juga" sambut Bagas.


Tak lama kemudian ponsel Bagas berbunyi. Bagas melirik ke arah ponselnya.


"Eh panjang umur, baru aja disebut namanya udah langsung telepon. Apa telinganya sebesar gajah ya. Bisa dengar kalau kita sedang ceritain dia" ujar Bagas.


"Udah angkat.. siapa tau berita penting" perintah Bintang.


Bagas segera menerima telepon Morgan.


"Hallo bro.... " sapa Bagas memulai pembicaraan.


"Apa? Innalillahi.... " ucap Bagas.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2