
Sabtu pagi Roy sudah cek out dari Hotel dengan alasan tiba-tiba saja dia ada meeting mendadak dan harus kembali ke Singapura.
Membuat Bintang bertanya-tanya apakah memang benar seperti itu adanya atau ada sesuatu dengan Roy dan Tiara. Kemarin waktu mereka berangkat dari Jakarta menuju Bandung Roy terlihat sangat bersemangat.
Apakah ini ada hubungannya dengan jawaban Tiara. Bukankah saat inilah limit waktu yang diberikan Roy kepada Tiara untuk memilih antara dirinya dan Roy.
Bintang tidak berani terlalu percaya diri karena sejak awal dia merasa akan kalah bersaing dengan Roy. Roy sangat pintar merayu hati seorang wanita. Maklum Roy mempunyai jam terbang lebih banyak dari pada Bintang dalam hal mendekati wanita.
Pagi ini Bintang mempunyai janji dengan Tegar untuk berenang. Jam sepuluh Bintang sudah sampai di rumah Tegar untuk menjemput Tegar.
"Assalamu'alaikum... " ucap Bintang ketika masuk ke dalam rumah.
"Wa'alaikumsalam Mas, masuuuk. Tegar udah siap di kamarnya Mas. Dari tadi dia udah nungguin Mas. Udah gak sabar mau berenang dari minggu lalu" sambut Tiara.
"Iya Ra. Kamu gak ikut?" tanya Bintang.
"Nggak Mas, ini kan malam minggu. Pasti Cafe lebih ramai dari pada hari biasanya" jawab Tiara.
"Ya sudah, kalah begitu kami pergi dulu ya. Kamu pesan GO-CAR aja Ra biar nanti malam aku jemput kamu sama Tegar ke Cafe" ucap Bintang.
"Ngrepotin Mas, mending aku bawa mobil aja deh" tolak Tiara lembut.
"Gak repot. Udah lama juga kan kita gak jalan bertiga" ucap Bintang.
"Baiklah kalau begitu" balas Tiara.
"Papa sudah datang? Sudah lama?" tanya Tegar yang baru saja keluar dari kamarnya sambil membawa tas ransel yang berisikan perlengkapan berenangnya.
"Belum sayang, Papa baru sampai kok di sini. Kamu sudah siap? Kita berangkat?" tanya Bintang kepada putranya.
"Sudah siap Pa dari tadi" jawab Tegar.
"Nih Mama siapkan bekal untuk kalian. Dihabisin makannya ya sayang" ucap Tiara sambil memberikan wadah bekal untuk Tegar dan Bintang.
"Oke Ma" jawab Tegar.
"Makasih ya Ra, kamu sampai memperhatikan aku. Aku memang suka laper kalau sudah berenang" goda Bintang.
"Pede banget kamu Mas, aku buatin untuk Tegar kok. Dia suka laper habis berenang" elak Tiara.
"Sama banget kan sama Papanya" Bintang tersenyum dan kembali menggoda.
Tiara membalasnya dengan wajah cemberut membuat Bintang semakin gemas memandang wajah Tiara.
"Kunci rumah aku letakin di tempat biasa ya Mas siapa tau kalian mau istirahat dulu sebelum jemput aku ke Cafe" ujar Tiara.
"Beres nyonya... " ledek Bintang.
"Mama kami pergi dulu, bye... bye.. Mama" Tiara mencium kedua pipi Tegar dengan gemas
"Papa mau juga donk Gar, dicium Mama seperti itu" Lagi-lagi Bintang kembali menggoda Tiara.
"Maaas mau aku lempar sendal" balas Tiara kesal.
"Ampun.. galak juga rupanya Mama kamu Gar" sambut Bintang.
__ADS_1
"Papa belum tau aja. Mama kalau nyubit sakit banget Pa" adu Tegar.
"Sudah.. sudah.. pergi sana. Keburu siang, nanti harinya panas. Kulit kalian nanti bisa hitam terbakar" suruh Tiara.
"Gak apa MA, kata Papa biar macho" jawab Tegar.
"Macho gimana Gar? Kamu kan masih anak - anak" Balas Tiara.
Nih Papanya pasti yang ngajari. Awas kamu ya Mas. Tiara mendelik ke arah Bintang membuat Bintang tersenyum menang karena berhasil membuat Tiara kesal dan membuat Bintang semakin gemas melihatnya.
"Kami pergi ya Ra, sampai jumpa di Cafe nanti malam" ujar Bintang.
Bintang dan Tegar pergi meninggalkan Tiara di rumah. Mereka kembali ke Hotel tempat Bintang menginap untuk berenang sepuasnya.
******
Malam harinya Bintang dan Tegar sudah sampai di Cafe jam delapan malam. Bintang dan Tegar memakai baju yang sama yaitu baju kemeja kotak - kotak berwarna biru dan celana katun berwarna hitam.
Disempurnakan dengan sepatu kets berwarna senada dengan baju mereka. Tiara sangat yakin baju itu pasti baru di beli Bintang atau baru dibawa Bintang dari Jakarta.
Mungkin salah satu oleh - oleh Bintang untuk Tegar dari perjalannya ke luar kota.
"Mamaaaaa" panggil Tegar.
"Ganteng sekali kamu sayaaaang" balas Tiara dan tersenyum mencium putranya.
"Iya donk, aku kan pakai baju dan sepatu baru dibawa Papa dari Jakarta" jawab Tegar.
"Kamu suka?" tanya Tiara.
"Suka Ma, suka banget" jawab Tegar.
"Iya sayang... " balas Tiara.
"Kalian sudah makan Mas?" tanya Tiara.
"Sudah, tadi sepulang dari berenang Tegar kelaparan kami beli pizza dan KF* kesukaan Tegar. Kami sudah sangat kenyang menghabiskan dua jenis makanan itu" jawab Bintang.
"Kalau begitu kalian ke ruanganku saja, aku masih sibuk ni lagi banyak tamu" perintah Tiara.
"Oke, kami tunggu di sana ya" balas Bintang.
Tiara menjawab dengan senyuman. Dia memperhatikan Bintang dan Tegar berjalan menuju ruang kerjanya dan menunggunya selesai bekerja di sana.
Apakah seperti ini ya nanti kalau aku punya suami. Pulang dari Cafe di jemput anak dan suami. Tiara jadi malu membayangkannya.
Bintang dan Tegar bermain mobil - mobilan yang baru dibawa Bintang dari Jakarta. Tiba-tiba ponselnya bergetar tanda pesan masuk.
Bintang membuka dan membacanya. Ternyata pesan itu dari Roy.
Roy
Goodluck Bro 💪💪
Apa maksud dari pesan Roy ini, apakah ini satu pertanda kalau Tiara memilih aku? Batin Bintang.
__ADS_1
Bintang membalas pesan Roy.
Bintang
Thanks Bro 🙏🙏
Karena ini adalah malam minggu, Cafe lama tutupnya. Tamu Cafe kenanga sangat banyak kalau akhir pekan dan malam libur seperti ini.
Jam sepuluh malam Tiara baru selesai membereskan Cafe bersama para karyawannya.
Tegar yang mungkin kelelahan karena seharian berenang akhirnya tertidur di sofa ruang kerja Tiara.
Tiara masuk ke dalam ruang kerjanya, dia melihat Tegar sudah tertidur berbantalkan paha Bintang. Sedangkan Bintang masih asik memainkan ponselnya.
"Maaf ya Mas, kalian kelamaan menunggu sampai Tegar sudah ketiduran" ucap Tiara merasa bersalah.
"Gak apa Ra. Kamu sudah selesai?" tanya Bintang.
"Sudah Mas, kita pulang yuk" ajak Tiara.
"Ya sudah, kami bereskan barang - barang kami, biar aku gendong Tegar ke mobil" perintah Bintang.
"Iya Mas" Tiara segera mengambil tas dan barang - barangnya dan menyusul Bintang yang sudah lebih dulu ke mobil sambil menggendong Tegar.
Mereka sampai di rumah Tiara sekitar lima belas menit berikutnya. Saat masuk ke dalam rumah Bintang meminta sesuatu kepada Tiara.
"Ra aku lapar, kamu bisa gak buatin aku sesuatu untuk dimakan?" pinta Bintang.
"Mm... aku masakin spaghetti mau?" tawar Tiara.
"Apa aja asalkan kamu yang buat, aku pasti mau" jawab Bintang.
Blessss... Pipi Tiara seketika memerah.
"Sebentar ya Mas, aku masakin dulu" ucap Tiara.
"Iya, aku bawa Tegar ke kamar dulu ya. Kasihan dia pasti ngantuk banget tadi siang habis berenang" sambut Bintang.
Tiara langsung menuju dapur dan menyiapkan spaghetti untuk Bintang. Setengah jam kemudian makanan sudah selesai di masak dan Tiara memanggil Bintang yang masih di kamar Tegar
"Mas makanannya sudah aku letakin di meja makan ya, aku ganti baju dulu sebentar" Ucap Tiara, kepalanya terlihat muncul dari balik pintu.
"Iya Ra, makasih ya" jawab Bintang.
Bintang segera keluar dari kamar dan Tiara pun masuk ke dalam kamar, bersih - bersih dan berganti pakaian.
Ketika Tiara keluar dari kamarnya alangkah terkejutnya dia lampu ruangan tengah mati.
"Mas Bintang... " panggil Tiara.
Alangkah terkejutnya Tiara tiba-tiba lampu kecil hidup kelap - kelip dan bertuliskan 'Will you marry me? '....
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG
Dosa gak kalau minta kembang sekebon plus kopi seteko, piala dan kursi pijat 🤣🤣🤣