
Keesokan harinya Bintang kembali ke Jakarta pagi - pagi sekali setelah shalat subuh. Tiara membawakan bekal nasi goreng spesial penuh cinta untuk suaminya.
Bintang memakan bekalnya saat dia berhenti di rest area. Bintang segera melakukan video call dengan Tiara.
"Assalamu'alaikum Mas" sapa Tiara
"Wa'alaikumsalam" jawab Bintang.
"Mas dimana ini, kok bisa video call?" tanya Tiara.
"Mas lagi di rest area makan bekan yang kamu bawakan untuk Mas. Mas laper banget dan tergoda dengan nasi goreng buatan istri tercinta" ungkap Bintang.
Tiara tersenyum lembut kepada suaminya itu.
"Gimana rasanya?" tanya Tiara.
"Ueeenak banget Yank, kamu pakai bumbu apa sih kok bisa seenak ini?" tanya Bintang penasaran.
"Bumbu cinta dan kasih sayang digoreng pakai doa. Ya Allah jagalah suamiku saat dia berada jauh dariku dan berilah kesehatan serta keberkahan rezekinya agar dia bisa memberikan nafkah yang halal untuk keluarganya" jawab Tiara.
"Aaamiiin... Indah banget doanya yank.. Mas jadi terharu. Pengen balik lagi ke Bandung" goda Bintang.
"Tuh kaaaaan" balas Tiara.
"Bekal makannya udah yank, bekal untuk nanti malam yang belum. Aku kedinginan bobok sendirian" Bintang senyum menggoda.
"Kan udah tadi malam Mas" balas Tiara malu.
"Tadi malam kurang bebas, ada Tegar" sambut Bintang.
"Hahaa.. begitulah resikonya kalau sudah punya anak" jawab Tiara.
"Lama banget yank minggu depan" ujar Bintang.
"Sabar Maaas" balas Tiara.
"Kamis aku datang ya, Jumat kan kita mau perpisahan di sekolah Tegar. Trus sabtu kita balik ke Jakarta ya" ungkap Bintang.
"Iya Mas, terserah Mas saja. Aku mah ikut" jawab Tiara.
"Eh berarti cuma tiga malam ya tidurnya sendiri. Malam jumat udah sampai Bandung. Bisa langsung malam Jumatan yank" goda Bintang.
"Iiih Mas ini, itu aja yang di fikirin balas Tiara.
"Namanya pengantin baru langsung LDR. Belum puas udah pisah" sambung Bintang cemberut
"Ya udah lanjut lagi Mas jalannya nanti telat sampai kantor. Hati - hati di jalan ya" ucap Tiara.
"Iya sayang, Mas tutup teleponnya ya. I Love you" ungkap Bintang.
"Love you too Mas" balas Tiara.
__ADS_1
Ponsel pun di tutup. Bintang kemudian melanjutkan perjalanannya ke Jakarta melalui jalan Tol.
Tanpa terasa tidak ada cobaan yang berat selama tiga hari ini selain rasa rindu yang sangat kepada istri dan anaknya yang Bintang rasakan.
Dengan semangat empat lima sekitar jam dua siang Bintang bergerak ke Bandung. Dan sore harinya dia sudah sampai di rumahnya.
Kedatangannya disambut hangat oleh keluarga barunya. Terlebih Tegar yang sangat senang dengan kedatangan Papanya.
"Pa, besok jadikan perpisahan di sekolahku?" tanya Tegar saat mereka sedang duduk santai di depan TV setelah selesai makan malam.
"Jadi donk sayang. Kamu cepat tidur ya biar besok cepat bangunnya. Kita kan mau pergi ke sekolah sama - sama. Mama dan Papa akan ikut temani kamu kesekolah selain kita perpisahan dengan teman - teman kamu" jawab Bintang.
"Kalau begitu aku tidur duluan ke kamar ya Pa" sambung Tegar.
"Iya, jangan lupa baca doa sebelum tidur ya" Bintang mengingatkan.
"Oke Pa" balas Tegar.
Tegar berlari ke kamar, tak lama Tiara datang menemui suaminya.
"Ibu jam berapa pulang dari Cafe?" tanya Bintang.
"Jam sembilan malam Mas. Aku bilang sama Ibu jangan terlalu malam pulang dari Cafe kecuali hari minggu" jawab Tiara.
"Mobil kamu di tinggal di sini aja ya. Untuk kendaraan Ibu dan adik - adik. Nanti Dewi belajar mengemudi. Dia udah punya KTP kan?" tanya Bintang.
"Udah Mas" jawab Tiara.
"Iya Mas" sambut Tiara.
"Nanti sampai Jakarta kita cari mobil yang kamu suka. Untuk kamu pakai menjemput Tegar, belanja dan jalan - jalan di waktu senggang" Bintang membelai rambut panjang Tiara yang tergerai.
"Seperti mobilku yang lama saja udah cukup Mas" jawab Tiara.
"Ganti donk, masak mobil begitu terus. Gak bosan?" tanya Bintang penasaran.
Biasanya wanita paling suka kemewahan. Mobil, tas, baju, perhiasan dan lain - lain. Tapi istriku ini lebih memilih hidup sederhana.
Disitulah daya tarikmu sayang.. Kamu memang beda seperti wanita lainnya yang aku temui. Apalagi Siska, jauh beda. Aku sangat beruntung menemukan kamu. Batin Bintang.
"Terserah Mas aja deh, aku gak ngerti mengenai mobil. Yang penting nyaman dan mudah di gunakan aja" jawab Tiara.
"Oke sayang" Bintang mencium puncak kepala istrinya.
****
Pagi harinya Bintang dan Tiara pergi ke sekolah Tegar untuk mendampingi Tegar mengadakan perpisahan sedang teman - teman sekolahnya.
Mereka sampai di sekolah Tegar dan di sambut hangat oleh guru - guru Tegar. Tegar cukup dikenal oleh pada guru karena selain dia pinta, Tegar adalah anak yang lucu dan menggemaskan. Membuat siapa saja yang melihatnya pasti ingin mencubit atau berbincang dengan Tegar.
"Kapan pindah ke Jakartanta Bu?" tanya Guru Tegar.
__ADS_1
"InsyaAllah besok pagi bu" jawab Tiara.
"Tegar selamat ya di tempat yang baru, semoga Tegar betah dan mempunyai banyak teman di sana" doa Guru Tegar.
"Aamiin... makasih Ibu Guru" jawab Tegar.
Setelah selesai berpamit dengan para guru - guru dan teman-temannya Tegar pulang bersama Bintang dan Tiara kembali ke rumah.
Sesuai rencana mereka keesokan harinya Bintang sudah membawa Tiara dan Tegar balik ke Jakarta.
Bintang berpesan kepada Tiara untuk tidak membawa semua barang - barangnya. Tiara hanya membawa barang - barang yang penting saja selebihnya nanti akan mereka beli di Jakarta.
Tiara hanya membawa dua koper besar yang berisikan pakaian dia dan Tegar.
"Sudah siap semuanya?" tanya Bintang.
"Sudah Mas, kopernya sudah di masukkan Ali ke bagasi Mobil" jawab Tiara.
"Ya sudah, yuk Tegar kita pamitan sama Eyang, Tante dan Ok kamu" ajak Bintang.
"Oke Papa" jawab Tegar.
Bintang, Tiara dah Tegar keluar kamar untuk berpamintan dengan Ibu dan adik - adik Tiara.
"Kami pamit dulu ya Bu. InsyaAllah kami akan sering main ke sini lagi" ucap Bintang.
"Iya, kalian hati - hati ya. Bintang Ibu titip Tiara dan Tegar ya. Tolong kamu jaga mereka ya" pesan Siti
"Iya Bu, akan aku jaga dengan segenap jiwaku" ikrar Bintang.
Siti tersenyum melepas kepergian anak dan cucunya.
"Ibu kami pergi ya, Ibu dan adik - adik baik - baik di sini ya. Kalau ada apa - apa kabari aku dan Mas Bintang" ucap Tiara.
"Iya Nak.. kalian juga baik - baik di sana ya. Jadi istri shalehah yang bisa mengurus keluarganya dengan baik" peluk Siti.
Tiara menyambut pelukan Siti dan memeluknya erat.
"Dewi, Ali kalian baik - baik di sini ya. Jaga Ibu dan rajin belajar" pesan Tiara.
"Iya Kaaaaak" balas Ali dan Dewi.
Setelah saling peluk dan pamitan, Bintang, Tiara dan Tegar masuk ke dalam mobil. Mereka saling melambaikan tangan.
"Daaaah eyaaaang, Tante Dewi dan Om Aliiii.... Tegar pergi ya" teriak Tegar.
Kehidupan baru pun di mulai, menjalani rumah tangga bersama pria yang di cintai dan sangat mencintai kita adalah sebuah anugerah. Selayaknya kita harus menjaga dan memeliharanya. Karena dalam rumah tangga cobaan bisa datang dari mana dan kapan saja. Saling menguatkan dan saling percaya mudah - mudahan semua akan bisa terlewati.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG