Tiara

Tiara
Terbukanya rahasia Dian


__ADS_3

Seminggu berlalu, Dian dan Roy sibuk mempersiapkan acara lamaran resmi dengan pertemuan keluarga mereka berdua.


Tetapi Roy meminta para sahabatnya juga ikut dalam acara tersebut. Dian juga meminta bantuan Tiara untuk menemaninya mencari segala sesuatu yang di butuhkan untuk acara lamaran.


Jadilah Tiara sering bepergian dengan Dian menjelang hari lamarannya. Seperti siang ini mereka sedang berbelanja di salah satu kawasan Mall terbesar di Jakarta.


Tiara dan Dian berjalan di sebuah Butik terbesar di Mall tersebut. Mereka memesan gaun untuk di pakai saat lamaran sabtu ini.


Saat mereka sedang memilih gaun yang akan mereka pakai saat acara tiba - tiba tanpa sengaja Dian bertabrakan dengan seorang perempuan cantik.


"Dian" panggil wanita itu.


"Kamu" Dian sangat terkejut melihat siapa wanita yang mereka temui. Tiara juga terlihat terkejut melihat wanita itu tapi dia segara berpura-pura tidak mengenalnya.


"Iya aku, kenapa gak nyangka kita ketemu di sini?" tanya Perempuan itu.


"Hah biasa aja" jawab Dian cuek.


Wanita itu melirik ke jari manis Dian.


"Udah bisa move on dari sahabat kamu yang baru nikah itu?" sindir wanita itu.


"Jaga bicara kamu" ancam Dian.


"Kenapa, kamu takut teman kamu ini mendengar? Hahaha... kasihan. Bertahun - tahun menahan perasaan, mencintai dalam diam tapi akhirnya pria itu menikah dengan wanita lain" ucap wanita itu.


Deg... Jantung Tiara seperti berhenti berdetak. Apa maksud wanita ini. Siapa yang di cintai Mbak Dian dalam diam? Apakah maksudnya Mas Bintang? Mbak Dian menyukai Mas Bintang sejak dulu? Ya Tuhan.... Ucap Tiara dalam hati.


"Lebih kasihan kamu menyia-nyiakan cinta seorang pria yang tulus akhirnya menyesalkan?" sindir Dian.


"Setidaknya aku pernah menjalin hubungan dengannya. Dari pada kamu hanya memendam perasaan" ejek wanita itu.


"Aku punya harga diri, menurutku lebih baik dicintai dari pada mencintai. Cinta juga tidak harus bersatu. Kalau memang punya perasaan tulus harusnya kita senang donk orang yang kita cintai sudah bahagia. Bukan seperti situ, punya niat menggagalkan rencana pernikahan seseorang" Dian kembali menyindir.

__ADS_1


Apa? Wanita ini pernah berniat menggagalkan pernikahanku dengan Mas Bintang? Tiara benar - benar mendapatkan kejutan yang selama ini tidak dia ketahui.


"Itu namanya usaha untuk mengejar dan mewujudkan cinta. Bukan seperti kamu yang memilih menyerah dan memendam perasaan dari pada mengungkapkannya" balas wanita itu.


"Susah memang ngomong sama orang bego. Ngapain mengemis cinta pada orang yang jelas - jelas tidak mencintai kita. Allah akan menggantikannya dengan seseorang yang lebih baik lagi dari pada jadi orang ketiga. Dan Alhamdulillah sekarang aku menemukan pria yang sudah mencintaiku dengan tulus sejak dulu. Sedangkan kamu apa? Hah.... hanya bertahan hidup dari satu pria ke pria lain. Mengenaskan sekali nasib kamu hahaha" ejek Dian kesal.


"Kurang ajar kamu. Awas ya kamu lihat saja. Aku akan balas dendam pada kalian semua. Dan sampaikan pada sahabat kamu itu aku akan datang lagi dalam kehidupannya" ancam wanita itu.


"Aku akan sampaikan padanya agar dia segera mengusir kamu jauh dari kehidupannya. Pelakor pergi saja sana kelauuuur. Hus.. hus.... " usir Dian.


Dengan wajah kesal wanita itu pergi meninggalkan Dian dan Tiara yang masih berbelanja di Butik itu.


Dian merasa lega, tapi dia jadi tidak enak dengan Tiara. Apakah Tiara tau siapa wanita itu. Dian melirik ke arah Tiara.


"Kamu kenal siapa wanita itu?" tanya Dian.


"Kenal Mbak" jawab Tiara.


"Siska kan? Mantan pacarnya Mas Bintang" jawab Tiara.


Deg... mengapa Tiara mengenalnya? Apakah Tiara sudah pernah melihat Siska? tanya Dian dalam hati.


"Kok kamu tau?" tanya Dian tidak percaya.


"Aku pernah melihatnya jalan sama Mas Bintang dulu Mbak waktu aku wisuda. Saat itu Ridho ingin menemui Mas Bintang dan ingin menyampaikan bahwa aku sedang hamil anaknya. Tapi aku gak jadi karena tiba - tiba perutku sakit. Akhirnya kamu pulang" ungkap Tiara.


"Oooh gitu ceritanya" sambut Dian.


"Mm.. Mbak Dian, aku boleh tanya gak? Maaf mungkin hal yang lebih bersifat pribadi?" tanya Tiara.


Mati aku... Pasti Tiara ingin menanyakan apa yang tadi di ucapkan Siska padaku.


"Boleh, aku akan berusaha menjawabnya" Dian sudah siap untuk berkata jujur. Toh sekarang juga Bintang dan Tiara sudah menikah dan dia juga sudah tidak mencintai Bintang lagi. Bahkan sebentar lagi dia akan menikah dengan Roy, Pria yang ternyata sudah mencintainya sejak dulu.

__ADS_1


"Anu.. mmm.. perkataan wanita tadi. Apakah maksud wanita itu Mas Bintang? Mbak Dian dulu sempat... " Tiara tampak takut dan ragu - ragu ingin bertanya pada Dian.


"Kamu gak perlu sungkan Ra, kita kan sama - sama sudah dewasa. Tebakan kamu benar Ra, aku dulu sempat menyukai Bintang. Sejak kami kuliah aku sudah menyukainya. Tapi dia tidak pernah melihat aku. Dia berpacaran dengan Siska, aku memilih memendam perasaanku dan menjadi sahabatnya. Sampai dia putus dengan Siska. Aku pernah berkeinginan untuk mengatakannya lagi. Karena menurutku itu adalah kesempatan kedua bagiku tapi saat itu aku tau kamu sedang hamil anaknya Bintang. Aku tidak mau jadi orang jahat dengan merebut Bintang tanpa dia tau kalau ada wanita yang sedang mengandung anaknya. Hanya saja saat itu kamu tidak mau aku menyampaikan kebenaran pada Bintang. Kamu lebih memilih merahasiakannya dan membesarkan Tegar sendirian. Perasaanku sudah lama aku hapus. Memang sudah takdir kami hanya sebagai seorang sahabat, tidak lebih" ungkap Dian.


"Maaf Mbak" sambut Tiara.


"Kenapa kamu minta maaf pada Mbak?" tanya Dian.


"Aku baru mengetahui kebenarannya sekarang. Kalau aku tau... " ucap Tiara.


"Kenapa kalau kamu mengetahuinya lebih dulu? Kamu mau mundur?" tanya Dian.


Tiara menganggukkan kepalanya.


"Ra, kamu lupa dengan jodoh. Walau kamu beribu - ribu kali mundur kalau memang Bintang itu jodoh kamu, kalian pasti akan bertemu Ra. Lebih baik sekarang, Bintang tidak mengetahui perasaanku padanya jadi hubungan kami masih bagus. Kami masih bisa bersahabat. Aku gak tau jadinya kalau seandainya dulu dia mengetahui perasaanku padanya trus karena dia tidak enak padaku akhirnya dia menjalin hubungan denganku tanpa cinta dan jodohnya adalah kamu. Pasti hubungan persahabatan kami akan rusak Ra. Allah beri jalan yang terbaik untuk kita semua. Bintang mendapatkan jodoh wanita yang sebaik kamu sedangkan aku, Allah gantikan hatiku dan beralih kepada Roy yang ternyata sudah menyukaiku sejak dulu" Ungkap Dian.


"Iya Mbak. Maaf kalau aku berfikiran terlalu jauh" sambung Tiara.


"Tidak ada yang perlu dimaafkan, kamu tidak salah. Semua hanya perjalanan hidup kita Ra. Jodoh itu bagaikan magnet akan saling tarik menarik agar mendekat. Yakinlah memang ini jalan terbaik untuk kita" tegas Tiara.


"Terimakasih Mbak" jawab Tiara.


Tiba-tiba Roy sudah datang dari belakang dan menyamperin Dian dan Tiara. Setelah urusan mereka selesai di Butik itu, mereka segera keluar dari tempat tersebut.


Tak jauh dari mereka wanita tadi yang sempat bertengkar mulut dengan Dian. Yang tak lain adalah Siska melihat kedekatan Dian dengan Roy.


"Oooh ternyata kamu menikah dengan Roy. Kalian fikir semua akan berakhir dengan bahagia. Lihat saja, kalian tidak akan bisa hidup dengan tenang. Tunggu pembalasan dariku" ucap Siska.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2