
"Alhamdulillah..... sesuai dengan yang di inginkan... Selamat ya Pak, Bu dan si Kakaaaak" ucap Dokter.
"Maksud dokter anak saya yang kedua ini perempuan?" tanya Bintang tak percaya.
"Iya, sesuai keinginan si Kakak kan?" Dokter tersenyum kepada Tegar.
"Pa.. adikku princess?" tanya Tegar.
"Alhamdulillah" ujar Tiara.
"Alhamdulillah, iya sayang" jawab Bintang.
"Makasih dokter, yeaaay adek aku princess" teriak Tegar.
"Makasihnya sama Allah sayang karena DIA lah yang berhak atas semuanya" jawab Dokter.
"Papa, Mama, Bapak, Ibu pasti senang cucunya sudah lengkap. Pas sepasang" ujar Bintang.
"Nanti kita kabari ya Mas" sambut Tiara.
Dokter menentukan vitamin untuk Tiara minum dalam kehamilannya ini. Dia sangat senang sekali diberikan titipan anak perempuan. Mudah - mudahan bayinya sehat dan jadi anak solehah. Doa Tiara.
Setelah selesai cek kandungan Bintang mengajak Tiara dan Tegar makan malam di luar. Bintang memilih Restoran yang sesuai dengan keinginan Tiara.
Tiara ingin makan soto betawi, Bintang membawa mereka masuk ke Restoran yang menyajikan makanan itu dan langsung memesannya.
"Mas air liur ku rasanya sudah menetes" ucap Tiara.
"Sabar sayang sebentar lagi makanan akan datang" jawab Bintang.
Bintang tak henti - hentinya mengelus lembut perut Tiara. Terkadang dia menunduk dan mensejajarkan wajahnya dengan perut Tiara dan mengecup lembut perut istrinya.
"Mas malu ah rame orang" cegah Tiara.
"Biarin, wong aku cium perut istriku yang sedang hamil dan aku lah yang membuat istrimu membuncit seperti ini" goda Bintang.
"Iiih Mas Bintang omongannya itu, ada Tegar lho" bisik Tiara.
Bintang tersenyum lebar melihat wajah istrinya seperti takut Tegar mendengar ucapannya. Mereka terlihat sangat bahagia. Bercanda dan bercengkarama sambil menunggu hidangan datang.
Tak jauh dari meja Bintang dan istri juga anaknya terlihat seorang wanita yang menatap mereka dengan pandangan marah. Dia adalah Siska.
Dia merasa kepanasan menyaksikan Bintang begitu mesra bersama istrinya. Sangat terlihat Bintang sangat bahagia dan mencintai istrinya itu. Siska terbakar api cemburu karena perhatian Bintang seperti itu, dulu pernah dia dapatkan. Walau semua karena kesalahannya sehingga Bintang pergi dan berubah seratus persen tapi Siska merindukan perhatian dan cinta yang besar seperti yang selalu Bintang tunjukkan kepada Siska dulu.
Lihatlah Mas Bintang kamu akan menjadi milikku lagi. Wanita itu tidak pantas untuk kamu. Akulah yang pantas kamu cintai. Aku akan memberikan apa yang wanita itu berikan kepada kamu bahkan aku bisa lebih. Lihatlah wajah dan tubuhku lebih cantik dan bagus dari wanita itu.
Kamu dulu selalu memujaku jangan pernah berhenti dan teruslah seperti itu Mas. Karena kali ini aku tidak akan meninggalkan kamu lagi. Aku benar - benar mencintai kamu. Batin Siska.
Siska melangkah pergi meninggalkan Restoran tempat dia makan. Hatinya sakit terbakar api cemburu melihat Bintang bermesraan dengan wanita lain walau wanita itu adalah istri Bintang sendiri. Tapi Siska tidak bisa menerimanya.
__ADS_1
Siska selalu beranggapan kalau Bintang akan terus mencintainya sampai kapanpun. Siska yakin Bintang akan kembali padanya bagaimana pun caranya Siska tidak peduli.
Tiara memperhatikan meja tempat Siska tadi makan.
"Ada apa yank kok ngeliatinnya sampai begitu amat?" tanya Bintang penasaran.
"Aku seperti melihat Siska tadi Mas" jawab Tiara.
Mata Bintang melihat seluruh penjuru Restoran mencari keberadaan Siska tapi dia tidak menemukannya.
"Tidak ada kok yank, kamu yakin itu dia?" tanya Bintang memastikan.
"Yakin" jawab Tiara.
"Kamu kan baru ketemu Siska satu kali" ujar Bintang.
"Kamu salah Mas, aku sudah melihatnya dua kali. Pertama saat aku hamil Tegar aku melihatnya makan di sebuat Restoran bersama kamu dan yang kedua saat kejadian dikantor kamu eh salah ternyata aku sudah melihatnya empat kali ya aku sampai lupa" ungkap Tiara.
"Empat kali?" Bintang terkejut mendengar pengakuan Tiara.
"Pertemuan ke dua pas aku menemani Mbak Dian mempersiapkan pernikahannya dengan Mas Roy. Yang ketiga di kantor kamu dan yang ke empat beberapa hari kemarin saat aku jalan sama Mama" ralat Tiara.
"Kamu bertemu dia beberapa hari yang lalu? Sama Mama juga?" tanya Bintang tak percaya.
"Iya di pasar buah Mall XXX" jawab Tiara.
"Dia tidak berbuat kasar pada kamu kan?" tanya Bintang.
"Oh ya Tuhan, itu bahaya sekali sayang, kamu kok gak cerita sama Mas?" tanya Bintang.
"Aku lupa baru ingatnya sekarang" jawab Tiara.
"Dia bilang apa aja ke kamu?" tanya Bintang penasaran.
"Katanya dia akan merebut kamu kembali karena kamu selalu dan akan selamanya tetap mencintainya" ungkap Tiara.
"Cih jangan mimpi dia" umpat Bintang.
"Halaaah di mulut bilang gitu tapi di hati" goda Tiara.
"Aku serius yank, dan aku gak bohong. Aku sudah tidak punya perasaan apapun padanya. Dia adalah masa laluku. Aku tidak akan kembali ke masa itu. Hanya kamu yang ada di hatiku saat ini dan selamanya. Aku tidak akan melepaskan kamu walau cobaan yang menerpa sangat besar" tegas Bintang.
"Aku harus percaya atau tidak ya" goda Tiara lagi.
"Yank jangan gitu donk ngomongnya" wajah Bintang terlihat merasa bersalah.
"Iya.. iya Mas aku percaya. Kamu hanya milikku seorang kan? Awas kalau berpaling ya, aku potong tutut kamu" ancam Tiara.
"Ih kejamnya yank jangan donk nanti adeknya Tegar cuma satu" balas Bintang.
__ADS_1
Sontak mata Tiara melotot.
"Jadi kamu mau punya anak berapa Mas?" tanya Tiara terkejut.
"Selusin" jawab Bintang nakal.
"Selusin? Satu lusin Mas?" tanya Tiara tak percaya.
Bintang tersenyum dan mengangguk.
"Banyak banget Mas" protes Tiara.
"Hahaha... aku kasih discount deh lima puluh persen" jawab Bintang.
"Enam?" tanya Tiara lagi.
"He.. eh.. " jawab Bintang sambil tersenyum. Dia sangat bahagia menyaksikan wajah panik Tiara seperti ini.
"Kurang donk Mas" pinta Tiara memelas.
"Ya sudah aku discount lima puluh persen lagi" sambung Bintang.
"Tiga?" tanya Tiara.
"Iya, kenapa masih keberatan. Mana bisa di discount lagi yank. Masak anaknya jadi 1,5 sih" protes Bintang.
"Oke tiga. Aku mau kalau punya anak tiga. Aku juga tiga bersaudara" jawab Tiara.
"Oke deal... tapi gak termasuk kalau ke bobolan ya" goda Bintang.
"Ah Mas Bintaaaaang" protes Tiara.
"Hahaha... iya sayang tiga anak saja aku mau kok. Yang penting kamulah Ibu dari anak - anakku. Aku gak mau wanita lain lagi dalam hidupku" tegas Bintang.
"uuuuh... so sweet" goda Tiara.
"Aku mencintai kamu sayang sampai selamanya" ulang Bintang.
"Aku juga Mas selamanya hanya kamu seorang" balas Tiara.
Bintang mengecup lembut kening Tiara.
"Jadi sudah deal kalau adek aku dua?" tanya Tegar.
Sontak Bintang dan Tiara menatap ke arah Tegar, sesaat tadi mereka lupa kalau ada Tegar di samping mereka.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG