Tiara

Tiara
Suasana tegang


__ADS_3

Setelah pulang dari Rumah Sakit Tiara melanjutkan perjalanan ke sekolah Tegar untuk menjemput Tegar pulang dari sekolah.


"Mama.... " Tegar berlari ke arah Tiara dan langsung memeluk Mamanya.


"Sudah lama pulangnya?" tanya Tiara sambil tersenyum.


"Baru aja Ma" jawab Tegar.


"Kalau begitu yuk kita pulang" ajak Tiara.


"Ma.. aku laper. Kita makan dulu yuk" rengek Tegar.


"Kaciannya anak Mama udah laper berat rupanya" Tiara mencubit pipi gembul Tegar.


"Ya sudah kalau begitu kita cari makan dulu ya" sambung Tiara.


"Malam di KF* ya Ma" pinta Tegar.


"Okey kalau itu permintaannya anak Mama yang ganteng ini" balas Tiara.


Mereka kembali ke dalam mobil yang dikemudikan oleh supir. Setelah itu mobil melaju menuju ke arah pulang.


"Mang nanti singgah sebentar ya di KF* , Tegar pengen makan di situ, dia udah lapar berat" pintar Tiara pada Mang Kardi.


"Baik Non" jawab Mang Kardi.


Mobil melaju ke arah rumah Bintang tapi sebelumnya mereka singgah di KF* karena permintaan Tegar.


"Mamang gak ikut turun?" Tiara memberikan penawaran


"Nggak Non, Mamang makan di rumah aja" jawab Mang Kardi.


"Kalau begitu kami turun dulu ya Mang" ujar Tiara.


"Iya Non, hati - hati" balas Mang Kardi.


Tiara dan Tegar turun dari mobil dan masuk ke dalam Restoran. Tegar langsung berlari ke tempat permainan anak - anak sedangkan Tiara langsung memesan makanan dan minuman untuk mereka.


Setelah semua pesanan siap, Tiara membawanya ke meja yang sengaja dia pilih tak jauh dari tempat bermain anak.


"Tegar makan dulu yuk" ajak Tiara.


"Iya Ma" teriak Tegar.


Tegar langsung keluar dari arena bermain tersebut dan menghampiri Tiara.


"Cuci tangan dulu sayang, bisa kan?" perintah Tiara.


"Bisa Ma. Tunggu sebentar ya" jawab Tegar.


Tegar kembali berlari ke arah kamar mandi, saat dia hendak mencuci tangannya tak sengaja Tegar menabrak seorang wanita dewasa.


Bruk.. aduuh...

__ADS_1


"Kamu tidak apa - apa anak kecil?" tanya wanita itu.


"Tidak apa - apa. Maaf ya Tante aku tidak memperhatikan jalan di depan sehingga tak sengaja aku menabrak Tante" ucap Tegar dengan sopan.


"Tidak apa - apa tapi kamu harus lebih berhati - hati" nasehat wanita itu.


Tegar segera melanjutkan niatnya untuk mencuci tangannya. Wanita itu terus menatap ke arah wajah Tegar.


"Anak itu kok mirip Bintang ya" Ujar wanita itu.


Setelah selesai cuci tangan Tegar berlari menuju meja Mamanya dan duduk di depan Tiara.


"Sudah cuci tangannya?" tanya Tiara lembut.


Tegar menganggukkan kepalanya.


"Sekarang Kakak Tegar baca doa dulu ya sebelum makan" perintah Tiara.


"Iya Mama... Bismillahirrahmanirrahim... " ucap Tegar.


Mereka berdua kemudian mulai makan makanan yang tadi dipesan Tiara. Setelah selesai makan Tiara dan Tegar kembali mencuci tangannya lalu mereka keluar Restoran dan berjalan menuju mobil.


Eh itu anak yang tadi tabrakan dengan aku di toilet. Benar - benar mirip sekali wajahnya dengan Bintang. Ternyata dia kesini bareng Mamanya. Lho.. lho... Mamanya... Bukankah itu istri Bintang? Jadi anak laki - laki itu memang anaknya Bintang? Dan anak mereka sudah besar sekali? Benar juga.. aku lupa Bintang dan wanita itu kan kecelakaan saat aku ketahuan selingkuh.


Enak sekali wanita itu, sekarang bisa hidup dengan tenang dan nyaman bersama Bintang. Kemana - mana diantar naik mobil mewah dah hidup serba kecukupan. Tidak perlu lagi khawatir memikirkan masa depan dan hari tua. Tapi lihat saja kamu sekarang sudah cacat sebagai wanita. Aku akan membuat kamu menderita. Kalau Bintang tidak bisa aku dapatkan, kamu juga tidak akan bisa hidup tenang dengan Bintang. Ujar wanita itu dalam hati. Wanita itu tak lain adalah Siska.


Siska segera berjalan keluar dari Restoran dan hendak menghampiri Tiara tapi sangat disayangkan saat dia sudah berada diluar ternyata mobil Tiara sudah bergerak meninggalkan Restoran.


Sial... kamu lepas kali ini. Tapi lain kali aku tidak akan tinggal diam. Lihatlah pembalasanku, kamu telah membuat Bintang melupakanku. Aku tidak terima, selama ini di dalam hati Bintang hanya ada aku. Dia tidak pernah bisa berpaling dariku. Ancam Siska dalam hati sambil menatap mobil Tiara yang telah jauh berjalan.


Kegelisahan hatinya sebelum ke dokter ternyata membuatnya lelah dan tadi malam Tiara tidak bisa tidur dengan nyenyak. Kini setelah mendengar penjelasan dokter perasaan Tiara semakin lega dan dia ingin tidur beristirahat.


Sore harinya Sekar sudah tiba di rumah Bintang, begitu juga dengan Pak Wijaya dan Siti. Jarak mereka tiba di rumah Bintang berdekatan, sepertinya mereka memang sudah janjian sebelumnya.


Tiara yang baru saja selesai mandi dan memandikan Zia sangat terkejut dengan kesayangan para orang tua itu.


"Lho Mama, Ibu dan Bapak datang? Kok gak kasih kabar dulu?" tanya Tiara terkejut melihat kedua orang tuanya dan juga mertuanya datang bersamaan.


"Bintang meminta kami datang katanya dia mau pergi dengan kamu nanti malam" jawab Sekar.


"Mas Bintang bilang gitu? Kok dia gak ada cerita kepadaku?" tanya Tiara bingung.


"Waduh kamu Kar, mungkin Bintang mau buat kejutan. Aduh.. gara - gara kita terbongkar jadinya" potong Pak Wijaya.


"Iya ya Mas, maklumlah bibirku gak punya rem" sambut Sekar.


Tiara hanya bisa tersenyum, ternyata suaminya mau buat kejutan untuknya malam ini.


Kira - kira Mas Bintang mau ngajak aku kemana ya? Tapi kalau hanya makan malam saja mengapa harus nyuruh Bapak dan Ibu juga jauh - jauh datang dari Bandung. Batin Tiara.


Tak lama kemudian Bintang juga sampai di rumahnya. Bintang langsung mencium tangan Bapak, Ibu Tiara juga Mamanya.


"Kapan datang Pak, Bu?" tanya Bintang.

__ADS_1


"Baru saja" jawab Pak Wijaya.


"Mama?" tanya Bintang lagi.


"Mama juga bareng datangnya sama mereka" jawab Sekar.


"Papa gimana?" tanya Bintang.


"Papa katanya nanti nyusul setelah pulang dari kantor" balas Sekar.


"Kalau begitu aku ke kamar dulu ya Ma mau mandi dan ganti pakaian. Mama, Bapak dan Ibu santai aja dulu" ujar Bintang.


"Mama.. Bapak.. dan Ibu istirahat dulu ya di kamar. Aku mau nyiapin pakaian Mas Bintang dulu" sambut Tiara


"Iya Ra, tenang aja. Kamu urus aja dulu suami kamu" jawab Siti.


"Sini Zia sama Mama. Mama mau gendong, udah kangen sama Zia" ungkap Sekar.


Tiara menyerahkan putrinya kepada mertuanya setelah itu dia menyusul suaminya ke kamar. Sesampainya di kamar Tiara melihat Bintang sedang melepas pakaiannya.


Tiara langsung mengambil baju ganti untuk Bintang dan meletakkannya di atas tempat tidur.


"Mas kok gak bilang kalau Bapak dan Ibu juga Mama Mas suruh datang ke sini?" tanya Tiara penasaran.


"Emang mereka bilang begitu?" Bintang balik bertanya.


"Iya" Tiara menganggukkan kepalanya.


"Yaaah Mama... pasti Mama nih yang bocor. Padahal aku kan mau buat kejutan sama kamu" sambut Bintang.


"Kejutan apa sih?" Tiara sangat penasaran.


"Aku mau ngajak kamu pergi nanti malam" jawab Bintang.


"Ngajak pergi sebentar saja harus suruh Bapak dan Ibu ke sini. Mama juga, padahal Zia sama Bibik aja kan bisa" protes Tiara.


"Siapa bilang kita perginya sebentar?" tanya Bintang.


"Jadi, mau pergi berapa lama?" tanya Tiara semakin penasaran.


"Ada deeeh" goda Bintang.


"Ih kok gitu jawabnya? Kita mau pergi kemana Mas?" tanya Tiara kesal.


"Ada deeeeh.. rahasia..." Bintang langsung meraih handuk dan segera masuk ke kamar mandi.


"Maaaaaas.... " teriak Tiara.


Bintang hanya diam di dalam kamar mandi sambil memegang dadanya. Dia mencoba menetralkan ketegangan yang dia rasakan.


Ya Allah bantu aku agar bisa meyakinkan Tiara.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2