Tiara

Tiara
Persiapan tujuh bulanan


__ADS_3

Hari yang di nanti Tiara dan Sekar telah tiba. Karena sejak awal Sekar lah yang menyemangati Tiara untuk melaksanakan kegiatan itu dengan alasan dulu waktu Tegar hal tersebut tidak di lakukan.


Pagi - pagi sekali Sekar dan Bambang, suaminya sudah sampai di rumah Bintang. Karena acara pengajiannya nanti malam Bintang dan Pak Bambang hari ini tetap ke kantor.


Setelah mengantarkan istrinya ke rumah anaknya, Pak Bambang melanjutkan perjalanan menuju ke kantor. Begitu juga dengan Bintang. Setelah sarapan pagi bersama dengan Papa dan Mamanya dia pamit kepada istri dan kedua orang tuanya untuk berangkat ke kantor.


Seperti biasanya sebelum ke kantor Bintang akan terlebih dahulu mengantarkan Tegar ke sekolahnya.


"Yank Mas ke kantor ya.. Ingat kamu jangan terlalu capek. Ma tolong perhatikan istriku. Jangan biarkan dia terlalu banyak bekerja atau mengangkat satu barang pun. Aku semakin ngeri melihat dia berjalan dengan perut seperti itu dan membawa barang berat. Aku tidak tau apa yang akan aku lakukan jika terjadi hal buruk padanya" ungkap Bintang kepada Mamanya.


"Iya Bin, Mama mengerti. Mama akan jaga Tiara kok. Kamu tenang saja bekerja di kantor tapi ingat jangan terlalu sore pulangnya. Setelah shalat isya kita akan langsung mengadakan pengajian" jawab Sekar.


"Iya Ma, akan aku usahakan pulang cepat. Apa saja rencana acara malam ini?" tanya Bintang.


"Setelah shalat maghrib anak - anak panti akan sampai di rumah. Kita akan makan malam bersama setelah itu shalat Isya berjamaah baru dilanjutkan pengajian dan minta doa untuk keselamatan kita semua. Kelancaran lahirannya nanti serta keberkahan rezeki dan minta perlindungan Allah kepada semua keluarga kita" jawab Sekar.


"Baik Ma. Kalau begitu aku berangkat ya. Tegar salim sama Opa dan Oma juga Mama kamu sayang" perintah Bintang.


Tegar mencium tangan Mamanya setelah itu Opa dan Oma nya.


"Aku duluan ya Pa" ujar Bintang.


"Iya, Papa juga akan berangkat setelah kamu" sambut Pak Bambang.


Bintang dan Tegar naik ke dalam mobil kemudian berlalu dari hadapan Tiara, Sekar dan Pak Bambang. Setelah itu gantian Pak Bambang yang pamit berangkat ke kantor.


"Papa pergi ya Ma" Pak Bambang mencium kening istrinya. Walau mereka sudah tua tapi kemesraan mereka tidak pernah pudar.


Tiara juga mencium tangan mertuanya itu dengan hormat. Setelah itu Pak Bambang pergi meninggalkan rumah Bintang.


Tiara dan Sekar kembali masuk ke dalam rumah.


"Siti jam berapa berangkat dari Bandung Ra?" tanya Sekar.


"Habis Jumat Ma, setelah Ali pulang sekolah. Kalau Dewi katanya sebelum jumat kuliahnya sudah kelar" jawab Tiara.


"Jadi mereka berangkat bareng dengan Mas Jay?" tanya Sekar.


"Jadi Ma, nanti Bapak akan jemput Ibu ke rumah" balas Tiara.

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu. Eh kamu gak undang teman - teman kamu?" tanya Sekar mengingatkan.


"Sudah Ma, aku sudah telepon Ridho dan Tari, Mbak Dian, Mas Roy dan Mas Bagas" jawab Tiara.


"Bagus deh, Mama juga sudah undang beberapa kerabat dekat. Setelah maghrib mereka akan datang" sambut Sekar.


"Gaun aku gimana Ma?" Kinan balik bertanya.


"Oh iya Mama sampai lupa. Sebentar Mama ingatkan ya biar nanti Mang Kardi yang jemput ke Butik langganan Mama" jawab Sekar.


Sekar meraih ponselnya dan segera menghubungi Butik langganannya.


"Jeng ini Bu Bambang" sapa Sekar.


"Eh iya Jeng, mau jemput gaunnya kan?" tanya Designer.


"Iya benar. Sudah siap kan?" tanya Sekar.


"Sudah.. sudah.. jam berapa mau di jemput?" tanya designer lagi.


"Kalau sudah siap, sekarang langsung di jemput sama supir saya ya" ujar Sekar.


"Baik, aku tunggu ya" sambut sang designer.


"Gaun siapa ini Tante? Mewah sekali?" tanya seorang wanita.


"Gaun menantunya Bu Bambang" jawab Designer.


"Maksud Tante gaun istrinya Bintang?" tanya wanita yang tak lain adalah Siska.


"Eh iya, mantan pacar kamu. Kamu rugi banget lho Sis dulu gak jadi sama Bintang. Ternyata dia anaknya pengusaha kaya Pak Bambang Prakasa" ujar designer.


"Dulu aku gak tau kalau dia adalah anaknya Pak Bambang Prakasa. Dan dulu Bintang belum sesukses sekarang ini Tante" jawab Siska menyesal.


"Makanya kamu kalau lihat cowok itu jangan hanya dari hartanya doank tapi lihat dulu gimana keluarganya, sifat dan sikapnya. Menurut Tante Bintang itu pekerja keras dan bertanggung jawab. Tante lihat dia juga cari istri gak sembarangan. Wanita itu tampaknya adalah wanita baik - baik dan sangat sederhana" ungkap Designer.


"Cih.. wanita itu munafik Tante. Dia sengaja ngejebak Bintang saat Bintang mabuk sehingga dia hamil anaknya Bintang biar di nikahin sama Bintang. Mertuanya aja tuh yang gak tau akal bulus istrinya Bintang. Lihat saja nanti begitu kedoknya terbongkar aku akan masuk dan menjadi pasangan Bintang yang selanjutnya, kami akan bahagia dan tidak akan berpisah lagi" ungkap Siska.


"Oh ya.. jadi selain calon bayi yang ada di dalam kandungan wanita itu mereka punya anak lagi?" tanya sang designer tak percaya.

__ADS_1


"Ada anaknya berumur empat tahun. Sekitar lima tahun, hampir enam tahun yang lalu. Saat Bintang lagi banyak masalah dia minum di sebuah diskotik dan di situlah dia bertemu dengan wanita ular itu. Dia menjebak Bintang dan membawa Bintang pulang ke apartemennya. Dia merayu Bintang sampai akhirnya hamil anak Bintang" ungkap Siksa.


"Aku tidak menyangka wanita itu bisa melakukan semua itu. Aku kira dia wanita yang polos ternyata dia penipu" sambut Designer.


"Mana ada wanita polos mainannya di diskotik" sambung Siska.


"Iya benar - benar kamu. Ya sudah aku kebelakang sebentar ya Sis" ujar Designer.


Sang Designer berjalan kebelakang menuju toilet meninggalkan Siska sendiri di ruangannya. Siska tergerak untuk melihat gaun yang ada di dalam kotak.


Dia membuka dan melihat bentuk gaunnya. Gaun untuk wanita hamil dengan hiasan mutiara yang mewah berwarna pink. Sungguh sangat cantik sekali. Membuat Siska iri melihat gaun tersebut.


"Seandainya Bintang menikah denganku sudah pasti gaun indah ini akan menjadi milikmu" ujar Siska.


Dia segera memasukkan kembali gaun itu ke dalam kotak sebelum designer keluar dari kamar mandi. Siska kemudian menutup kotak itu dengan rapat dan rapi kemudian meletakkannya di tempat semula sehingga tidak terlihat kalau kotak itu sudah dibuka sebelumnya.


Tak lama designer keluar dari kamar mandi.


"Tante aku pulang dulu ya, jangan lupa gaun aku buatkan yang cantik" ujar Siska.


"Oke Siska aku akan buatkan sesuai keinginan kamu. Kamu tenang saja" jawab designer.


"Sampai ketemu lagi Tante, byeee.... " balas Siska. Siska keluar dari Butik dengan perasaan senang.


Satu jam kemudian Mang Kardi supir keluarga Pak Bambang datang untuk menjemput gaun yang akan di pakai Tiara nanti malam. Setelah itu dia langsung membawanya kembali ke rumah Bintang.


Sesampainya di rumah..


"Ra, Mang Kardi udah datang tuh. Yuk cepetan di coba gaunnya" teriak Sekar.


"Iya Ma akan aku coba" jawab Tiara keluar dari dapur.


Sekar memberikan bungkusan yang dibawa Mang Kardi tadi dan memberikannya kepada menantunya, Tiara. Tiara langsung membawanya ke kamarnya dan langsung ingin mencoba gaun tersebut.


Tiara ke kamar diikuti oleh mertuanya. Mereka segera membuka kotak gaun dan mengeluarkan gaun tersebut dari kotaknya. Tapi saat mereka melihat gaun tersebut alangkah terkejutnya mereka melihat gaun tersebut berantakan dan tidak berbentuk. Gaunnya sudah hancur robek dan sepertinya itu dilakukan dengan sengaja.


"Apa - apaan ini?...


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2