
Pagi - pagi setelah shalat subuh Tiara menelpon Ibunya untuk mengabari kalau dia dan Bintang ingin menemui Ibunya.
"Assalamu'alaikum Bu" ucap Tiara memulai pembicaraan.
"Wa'alaikumsalam nduk. Kamu kok teleponnya pagi - pagi, ada apa?" tanya Siti khawatir.
"Aku cuma mau bilang sama Ibu, kalau pagi ini aku, Tegar dan Mas Bintang akan ke Jakarta mau bertemu Ibu. Kami mau meminta restu Ibu" ungkap Tiara.
"Kamu sudah memutuskan pilihan kamu nak?" tanya Siti.
"Sudah Bu, aku memilih Mas Bintang" tegas Tiara.
"Kamu sudah yakin?" tanya Siti lagi memastikan kalau keputusan anaknya itu tidak akan berubah lagi.
"Yakin Bu, aku sudah mengatakan semuanya sama Mas Roy dengan jujur. Alhamdulillah Mas Roy mau terima dan dia mau mengerti Bu" jawab Tiara.
"Alhamdulillah, Ibu setuju saja dengan semua keputusan kamu. Asalkan kamu bahagia nak" balas Siti.
"Iya Bu, InsyaAllah ini pilihan terakhirku dan semoga Allah meridhainya. Tak lupa juga kami akan meminta restu Ibu yang utama" Tiara menelpon sambil menyiapkan barang - barang yang akan dia bawa ke Jakarta.
"Sudah Ibu katakan, Ibu merestui kalian" ungkap Siti kembali.
"Tapi kan kami harus ketemu Ibu langsung Bu. Mas Bintang ingin ngomong langsung sama Ibu. Makanya kami minta waktu Ibu hari ini. Apa Ibu bisa? Kami tidak bisa menginap di Jakarta karena besok Tegar akan sekolah. Sore atau malam kami akan balik ke Bandung" Tiara menjelaskan.
"Baiklah, Ibu akan ijin sama Bapak kamu undangan ke tempat teman kerja. Dimana kita ketemunya dan jam berapa nak?" tanya Siti.
"Kalau tempatnya nanti aku kabari lagi ya Bu, yang jelas Mas Bintang mau ngajak makan siang bareng. Kalau bisa Ibu ajak saja Dewi dan Ali. Tegar juga udah kangen sama mereka" pinta Tiara.
"InsyaAllah Ibu akan ajak mereka. Ya sudah, kalian hati - hati ya di jalan. Sampai jumpa siang nanti di Jakarta" balas Siti.
"Udah ya Bu, Assalamu'alaikum" pamit Tiara.
"Wa'alaikumsalam" balas Siti dan mengakhiri telepon.
Tiara kemudian menelpon Bintang.
"Halo Mas, sudah bangun?" tanya Tiara.
"Sudah baru selesai shalat subuh" jawab Bintang.
"Tegar sudah bangun?" tanya Tiara.
"Belum, sebentar lagi Mas bangunkan. Kamu sudah hubungi Ibu?" tanya Bintang.
__ADS_1
"Sudah Mas, baru saja. InsyaAllah Ibu akan datang bersama Dewi dan Ali. Tapi aku belum bilang tempatnya Mas karena Mas belum bilang ke aku dimana tempat kita akan bertemu" lapor Tiara.
"Nanti aja di jalan di kabari Ra, masih ada waktu. Nanti kita jemput aja Ibu dan adik - adik di tempat yang kemarin" balas Bintang.
"Iya, Mas mau sarapan apa? Nasi goreng?" tanya Tiara.
"Gak usah Ra biar cepat kamu gak usah masak - masak. Kita sarapan di jalan saja. Sebentar lagi aku bangunkan Tegar mandi dan kami akan jemput kamu. Kamu langsung bersiap ya" perintah Bintang.
"Baik Mas. Ya sudah aku tutup dulu ya Mas. Assalamu'alaikum" tutup Tiara.
"Wa'alaikumsalam calon istriku" balas Bintang.
Telepon berakhir dengan sangat manis. Kata - kata terakhir Bintang bisa membuat hati Tiara menghangat.
Tiara segera mengemas barangnya setelah itu mandi dan bersiap - siapa karena sebentar lagi Bintang dan Tegar akan datang untuk menemputnya.
Jam setengah enam pagi Bintang sudah sampai di depan rumah Tiara. Tiara segera mengunci rumahnya kemudian masuk ke dalam mobil.
"Ma kata Papa kita mau ketemu Eyang ya? Aku bisa ketemu Tante Dewi dan Om Ali kan?" tanya Tegar.
"Iya sayang.. sekarang kamu duduk yang tenang ya karena kita akan pergi" jawab Tiara.
"Yeaaaaay asiiiik... aku ketemu lagi sama Eyang, Tante Dewi dan Om Ali" teriak Tegar.
Sabar Bintang... seminggu lagi kalian akan menikah dan wanita yang ada di sampingmu ini akan segera kamu miliki selamanya begitu juga putra kalian. Kalian akan bisa tinggal bersama.
Bintang segera melajukan mobilnya dan sebelum meninggalkan kota Bandung terlebih dahulu mereka mampir untuk sarapan pagi.
Bintang menghentikan mobilnya di depan toko yang menjual sarapan pagi bubur nasi. Mereka singgah untuk mengisi perut sebelum berangkat ke Jakarta.
Setengah jam kemudian mereka melanjutkan perjalanan ke Jakarta.
"Ra, setelah menikah nanti kalian balik tinggal di Jakarta ya" ucap Bintang memulai pembicaraan.
"Aku tidak masalah Mas karena kamu akan menjadi imammu sudah selayaknya aku ikut kemanapun kamu pergi dan mematuhi semua ucapan kamu" jawab Tiara.
Bintang tersenyum mendengar jawaban Tiara.
"Tapi Mas sepertinya butuh waktu sedikit ya. Kan Cafe tidak bisa aku tinggal secepat itu. Aku akan meminta Mas Roy dan Mbak Dian untuk mencari penggantiku. Setelah mendapatkannya baru aku ikut kamu" sambung Tiara.
"Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencari pengganti kamu?" tanya Bintang lagi.
"Paling lama satu bulan. Mas gak keberatan kan?" tanya Tiara.
__ADS_1
"Nggak, yang penting kita sudah menikah dan menjadi keluarga. Nanti setiap weekend aku akan ke Bandung. Sekalian selama itu juga kamu pelan - pelan beresin barang - barang untuk di bawa ke Jakarta. Tapi kamu gak usah repot bawa semua barang kamu. Yang penting - penting saja. Semua barang - barang yang kamu butuhkan ada di apartemen aku. Kita tinggal di apartemen dulu ya sementara? Nanti pelan - pelan kita cari rumah yang sesuai dengan keinginan kita bersama. Gimana?" tanya Bintang kepada Tiara.
"Iya Mas, aku ikut apapun yang kamu katakan" Tiara tersenyum membalas perkataan Bintang.
"Eh iya, cepat kamu kabari Ibu. Jam sebelas kita jemput di tempat kemarin" perintah Bintang.
"Eh iya jadi lupa. Sebentar Mas aku kirim pesan ke Ibu dulu ya" Tiara langsung meraih ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Ibunya.
Tiara
Bu jam sebelas kita ketemu di tempat yang kemarin ya, Ibu kami jemput saja.
Ibu
Iya Ra
"Sudah?" tanya Bintang.
"Sudah Mas" Tiara menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas kemudian dia melirik ke belakang.
"Tidur lagi ternyata, pantas sepi gak ada suaranya" ucap Tiara melihat Tegar sudah tertidur di kursi belakang.
"Tadi malam kan lama tidurnya trus tadi pagi juga bangunnya cepat. Kasihan Ra, biarin aja" sambut Bintang.
"Anak kamu itu memang seperti itu Mas, mobil baru jalan dia udah molor. Makanya kalau mau ngajak dia jalan - jalan aku sering janjian dulu sama dia. Jangan tidur saat jalan - jalan" ungkap Tiara.
"Akhirnya kita bisa bersatu dan akan menjadi keluarga yang bahagia ya" ujar Bintang.
"Aamiin... " sambut Tiara.
Jam sebelas mereka sudah sampai di tempat yang di janjikan. Disana sudah menunggu Siti, Dewi dan Ali.
Bintang menghidupkan klakson untuk memberi tanda kepada mereka. Dengan tergesa-gesa Siti dan anak - anaknya masuk ke dalam mobil takut ada yang melihat.
Begitu mereka naik dan berada di dalam mobil tiba-tiba...
"Bu, itu Bapak kan?"......
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1