Tiara

Tiara
Kamu sangat polos, lugu dan lucu


__ADS_3

"Eh lihat tuh si Dewi pacaran sama Om - Om. Apa Dewi dapat sugar daddy ya... " ucap salah seorang remaja.


Bagas melirik mereka dengan wajah kesal.


"Maaas.. jangan. Biarin aja" cegah Dewi.


"Udah tenang kamu. Lihat Mas akan beri mereka pelajaran" ujar Bagas.


Bagas yang mendengar mereka menggunjingi Dewi segera menghampiri mereka.


"Kalian kenal dengan Dewi?" tanya Bagas.


"Iya Om" jawab mereka.


Gila.. apa wajahku ketuaan ya, kok mereka manggil aku Om. Wajahku keren gini kok. Seketika Bagas melirik kaca yang ada di depan toko.


"Kalian tadi bilang apa tentang Dewi?" tekan Bagas.


"Om ini sugar daddynya Dewi ya?" tanya mereka.


"Dewi? Dewi gak asik, lihat gayanya kampungan. Pakai Jilbab, pakai tas ransel gitu kayak anak sekolahan. Ogah saya jadi sugar daddynya Dewi. Kalau jadi sugar daddynya kalian saya mau" ucap Bagas sambil mengedipkan matanya nakal ke arah para remaja itu.


Sontak mereka tersipu malu dan tak kuasa menolak pesona wajah tampannya Bagas.


"Mau Om" jawab mereka.


"Kalau gitu minta nomor ponsel kalian?" pinta Bagas.


"Boleh. Ini Om 081xxxxx" jawab mereka sambil memberikan nomor ponsel mereka satu persatu.


"Kalau begitu mari kita foto selfie" ajak Bagas.


Bagas mengambil posisi untuk berfoto selfie dengan mereka semua. Dia mengambil beberapa foto dan menyimpannya di ponselnya.


"Nah sekarang nomor ponsel kalian sudah saya simpan, percakapan kita juga sudah saya rekam kemudian aku menyimpan foto selfie kita sebagai barang bukti. Kalau sampai aku dengar di kampus kalian membully atau menggosipkan Dewi yang tidak - tidak kalian harus bersiap - siap akan saya laporkan kepada pemilik yayasan kampus atau kepada rektor di Universitas kalian kuliah. Kalian mengerti?" ancam Bagas dengan wajah tegas dan dinginnya.


Seketika hawa di sekitar para mahasiswi itu terasa dingin dan mencekam.


"Ba.. baik Pak" jawab mereka kompak.


"Sekarang lebih baik kalian pulang dan belajar yang baik jangan mencari om - om dengan berkeliaran di Mall seperti ini. Kalian belum cukup umur lebih baik kalian di rumah dan belajar. Ingat pesan saja" tegas Bagas.


"I.. iya Pak" jawab mereka bersamaan


"Sudah sana pulang" usir Bagas.


Para mahasiswi itu langsung pergi menjauhi Bagas dan Dewi.

__ADS_1


"Mas Bagaaaaas keren banget tadi" puji Dewi takjub.


Dewi tidak menyangka Bagas akan menjebak mereka dengan cara seperti itu.


"Bagaaaaas gitu loh. Mereka itu masih bau kencur udah coba - coba mau berbuat jahat. Sengaja tebar pesona berharap ada sugar daddy yang mau menampung mereka. Mau jadi ayam kampus apa" ujar Bagas.


"Hahaha... aku puas sekali Mas, salah satu dari mereka itu emang ratu gosipnya kampus Mas. Aku yakin setelah melihat wajahnya tadi yang sangat ketakutan. Dia tidak akan berbuat macam - macam padaku di kampus" ungkap Dewi.


"Kalau mereka berbuat sesuatu kepada kamu, lapor padaku ya. Biar aku laporin sama Mas Bhrata Wijaya" ucap Bagas.


"Lho Mas kenal sama Pak Bhrata, dia kan rektor di kampusku?" tanya Dewi bingung.


"Kenal lah dia kan sepupunya Mas" ungkap Bagas.


"Waaah pantas saja Mas berani banget ngancam mereka" balas Dewi.


"Aku berani bukan karena Mas Bhrata tanpa dia juga aku berani untuk membela kamu. Kalau ada orang yang akan menyakiti kamu walau Bapak kamu sekalipun akan Mas lawan" tegas Bagas.


"Makasih ya Mas" jawab Dewi.


"Nah sekarang kita ke counter HP yuk" ajak Bintang.


"Ngapain?" tanya Dewi penasaran.


"Beli HP kamu" jawab Bagas cuek.


"Siapa bilang kamu punya HP, coba kamu cek di tas kamu" perintah Bagas.


Dewi segera memeriksa isi tasnya, benar saja dia tidak menemukan ponselnya di dalam tas.


"Lho Mas HP ku mana, kok gak ada?" tanya Dewi bingung.


"HP kamu tadi sudah aku buang ke tong sampah. Sekarang aku ganti yang baru ya" bujuk Bagas.


"Mas Bagas, HP aku emang HP murahan tapi masih bagus. Kenapa di buang sih kan sayang. Itu namanya mubazir Mas" protes Dewi.


Bagas hanya tersenyum sambil menarik lengan baju Dewi ke arah counter ponsel.


Dia sangat semakin mencintai gadis pujaan hatinya. Karena selain cantik, baik hati dan tidak matre. Gadis ini juga hidup dengan sederhana. Wanita lain pasti sekarang sudah lompat - lompat kesenangan tau akan dibelikan HP baru, tapi Dewi berbeda. Dia malah ngedumel panjang karena Bagas sudah membuang ponselnya.


Padahal Bagas tidak beneran membuang HP Dewi, tadi dia sengaja menyembunyikannya. Nanti kalau dia sudah membelikan Dewi HP baru baru dia akan kembalikan HP lama Dewi.


Terserah Dewi mau jual HP lamanya atau mau dikasih pada siapapun yang penting Dewi sudah menerima HP pemberiannya.


"Mas coba lihat HP yang ini" pinta Bagas pada pelayan toko.


"Mas beli yang seperti HP ku yang lama aja" pinta Dewi.

__ADS_1


"Ngapain beli yang sama. Itu namanya gak ada kemajuan. Beli ya yang lebih bagus dari situ donk" jawab Bagas.


"Tapi HP ku yang lama itu masih bagus Mas" protes Dewi.


"Tapi sekarang sudah ada yang jauh lebih bagus Dewiiiiii..... Sudah kamu tenang aja, dan diam duduk di sini. Biar aku yang pilihin" tegas Bagas.


Dewi duduk diam di kursi sedangkan Bagas sibuk memilih ponsel yang paling bagus dan terbaru untuk Dewi. Setelah selesai memilih dan membayar HP itu Bagas mencoba mengoperasikan HP baru Dewi.


Pertama - tama dia membuka fitur camera. Dan mengambil foto Dewi yang lagi duduk mayun di atas kursi.


Cekrek...


"Ih Mas Bagas pasti ambil foto aku diam - diam kan?" protes Dewi.


"Nah yang ini gak diam - diam kok. Ayo senyuuuum" perintah Bagas.


Dasar Dewi lugu, dengan polosnya dia mengambil posisi tersenyum manis sambil menaikkan tangannya dan membentuk jaringan dengan bentuk V.


Cekreeeek....


"Naah gitu donk, cakep banget ini" puji Bagas.


"Mana.. mana... " Dewi langsung lompat dari kursinya dan mendekati Bagas.


Bagas memperlihatkan hasil jepretannya.


"Iya Mas, keren ya kameranya" puji Dewi.


"Yang keren itu kamu. Dari kamera mana aja kalau memang objeknya keren ya pasti hasilnya keren juga" puji Bagas.


"Ah Mas Bagas bisa aja" Dewi memukul bahu Bagas tanpa sengaja.


"Awww... sakit Wi" ucap Bagas pura - pura.


"Sorry.. sorry.. Mas. Gak sengaja" sambut Dewi.


"Sekarang sebagai hadiah aku sudah beliin kamu HP baru, yuk kita foto selfie berdua. Kamu gak boleh nolak ya. Biar kamu selalu ingat kalau Mas yang beliin kamu ponsel ini" ujar Bagas.


"Oke deeeh kalau begitu" jawab Dewi.


Mereka langsung berdiri berdekatan dan mengambil foto selfie berdua.


Cekreeeek......


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2