
"Apa - apaan ini?" teriak Sekar.
Tiara langsung menjatuhkan gaun tersebut di lantai. Dia sungguh terkejut melihat bentuk gaun yang sudah dipesan mertuanya.
Gaunnya benar - benar sudah tidak mempunyai bentuk. Semuanya sudah robek tak beraturan.
"Ma.... " panggil Tiara.
Sekar langsung meraih ponselnya dan segera menghubungi sang designer.
"Halo" ucap Sekar garang.
"Ya Jeng Sekar, gaunnya sudah sampai? Gimana apakah kalian puas dengan gaun rancangan saya?" tanya Sang Designer.
"Justru saya mau mengajukan komplain kepada kamu. Saya sangat kecewa dengan rancangan kamu kali ini. Saya tidak mengerti apakah kamu memang sengaja ya melakukan ini kepada menantu saya. Kamu dengar ya, apa yang kamu lakukan pada menantu saya itu sama artinya kamu menghina saya juga. Saya gak terima" amuk Sekar.
"Ma.. maksud anda apa Jeng?" tanya Designer tidak mengerti.
"Untuk apa kamu mengirimkan gaun yang rusak kepada kami? Gaun ini sedikitpun tidak ada bentuknya dan semuanya sudah robek - robek" jawab Sekar.
"A.. anda serius Jeng? Saya yang membungkus gaun itu sendiri. Jadi bisa saya pastikan kalau gaun itu tidak ada cacat sedikitpun" ujar designer itu masih tidak percaya.
"Oh maksud kamu, kami yang merusak gaun ini sendiri? Kamu pikir kami gak punya kerjaan apa? Dengar ya di luar sana masih banyak Butik yang lebih bagus dan hebat dari Butik kamu. Aku sangat kecewa dan cukuplah ini terakhir aku memesan pakaian di Butik kamu. Tidak ada kata lainnya. Aku akan bilang pada semua rekan dan para sahabatku untuk tidak menjahit kan gaun mereka lagi di Butik kamu" ancam Sekar.
"Ma.. maaf Jeng, saya masih tidak mengerti. Bukan begitu maksud saya. Gaun itu tadi memang benar - benar bagus tidak ada cacat sedikitpun. Saya sendiri tadi yang memasukkannya ke dalam kotak. Bagaimana bisa seperti yang Jeng katakan? Saya tidak mengerti" tanya designer.
"Tunggu sebentar" Sekar menutup teleponnya.
"Tiara coba kamu pegang kain itu dan angkat yang tinggi" perintah Sekar.
Tiara mengikuti perintah mertuanya, setelah itu Sekar langsung memotret gaun yang sudah robek itu.
Cekrek...
Setelah selesai di foto Sekar langsung mengirimkan gambarnya kepada sang designer. Alangkah terkejutnya designer tersebut dan langsung menghubungi Sekar kembali.
"Sudah lihat kan fotonya?" tanya Sekar emosi.
__ADS_1
"Ya ampun Jeng, bagaimana bisa gaun itu bisa jadi seperti itu. Aku sudah memastikan semuanya baik sebelum gaunnya aku masukkan ke dalam kotak" ungkap wanita itu.
"Aku tidak tau apa dan siapa yang ada di dalam ruangan kamu tadi. Yang jelas kamu pasti ingat siapa saja orang yang kamu temui hari ini dia Butik?" tanya Sekar.
Seketika designer terdiam mengingat sosok Siska. Wanita itu segera berjalan menuju monitor CCTV yang ada di dalam ruangan nya? Dia membongkar semua hasil rekaman CCTV di ruangannya dan menyaksikan semua dengan sangat tak percaya.
"Ya ampuuun Siska" teriak designer.
"Siska? Apa hubungannya dengan Siska?" tanya Sekar semakin marah.
"Maaf jeng, tadi saat saya memasukkan gaun Tiara ke kotak, aku pamit ke toilet sebentar jadi gaun itu aku tinggalkan bersama Siska. Ketepatan Siska datang lagi untuk memesan gaun di Butik saya" ungkap Designer.
"Terus maksud kamu, kamu gak salah gitu? Walaupun Siska yang berbuat seperti itu tapi kamu tetap salah. Karena membiarkan wanita ular itu dekat dan memegang gaun menantu saya. Saya tidak terima dengan apa yang saya alami saat ini. Menantu saya benar - benar sangat di rugikan. Selain kami sudah membayar full gaun tersebut, menantu saya tidak bisa memakainya untuk acara nanti malam. Padahal acara ini sangat penting dalam kehamilannya. Heran melihat kamu bisa - bisanya masih saja mau bertemu dengan wanita ular seperti Siska" umpat Sekar penuh amarah.
"Maaf Jeng, saya akan mengembalikan dua kali lipat ongkos gaun tersebut sekaligus saya akan memberikan bonus dan menjahitkan gaun khusus untuk Tiara" bujuk designer.
"Tidak udah, sudah tidak perlu. Kami butuh gaunnya hari ini bukan lain waktu. Saya sudah kapok bekerjasama dengan kamu. Masih banyak Butik lain yang lebih bagus dari kamu di luar sana. Males lihat designer yang suka memelihara ular" oceh Sekar panjang sekali.
Designer mengepalkan tangannya, dia sangat geram dengan sikap Siska yang sembarangan kepada para pelanggannya. Apalagi Bu Bambang adalah langganan VIP di butiknya.
"Terserah apa yang kamu lakukan pada Siska, yang jelas saya tidak mau lagi berurusan dengan kamu dan butik kamu, titik" Sekar memutuskan teleponnya dengan sangat kesal.
Tiara menatap wajah mertuanya dengan sangat penasaran.
"Ada apa Ma?" tanya Tiara.
"Mama sudah hubungi designer itu, dia bilang dia sendiri yang membungkus gaun kamu dan meletakkannya ke dalam kotak. Tapi kemudian dia pergi ke toilet dan meninggalkan gaun itu di ruangannya dimana ada Siska di dalamnya" ungkap Sekar.
"Jadi maksud Mama Siska yang melakukan ini pada gaunku? Dia yang merobek dan membuat gaunku jadi rusak seperti ini?" tanya Tiara.
"Iya, Mama kesal sekali pada designer itu. Dia sudah lengah meninggalkan pesanannya pada wanita ular itu. Kamu harus lebih berhati - hati Ra. Wanita itu punya segala macam rencana untuk membuat kamu menderita dan tersakiti.
" Iya Ma, aku akan lebih berhati - hati" jawab Tiara.
"Ya sudah biar Bibik saja yang membereskan semua ini. Nanti kita kirim lagi gaun ini ke Butik itu biar dia tau apa yang terjadi dengan gaun ini. Dan mulai detik ini Mama tidak akan memesan gaun di Butik itu" tegas Sekar kesal.
Tiara hanya bisa diam melihat mertuanya emosi. Dia sebenarnya juga sangat emosi tapi kalau mereka berdua emosi tentu sangat tidak baik. Apalagi saat ini Tiara sedang jamil, dia takut bisa berbahaya kepada kandungannya.
__ADS_1
"Ra kamu punya baju lain gak untuk acara malam ini?" tanya Sekar.
"Ada Ma, aku masih punya kok gaun lain" jawab Tiara.
"Bagus kalau begitu masalah gaun sudah selesai tidak ada masalah lagi. Sekarang kamu istirahat aja di kamar biar Mama yang urus semuanya" perintah Sekar.
"Gak apa - apa Ma, aku bisa kok bantu sedikit - sedikit" ujar Tiara.
"Tidak.. tidak.. kamu istirahat saja di kamar" potong Sekar.
Akhirnya Tiara mengalah dan berjalan ke kamarnya untuk beristirahat sedangkan Sekar sibuk mengurus dekorasi rumah Bintang dan mengurus katering untuk makan malam nanti malam setelah selesai shalat maghrib.
Waktu bergulir tak terasa sudah siang, Bintang sudah pulang ke rumahnya. Dia mengapa Mamanya yang sedang sibuk di ruang keluarga.
"Ma.. Tiara mana?" tanya Bintang.
"Ada di kamar tadi Mama suruh istirahat di kamar" jawab Sekar.
"Ooo... aku ke kamar lihat dia dulu ya Ma" ujar Bintang.
"Okey" balas Sekar.
Saat berbalik Bintang tak sengaja melihat sebuah bungkusan yang tertulis nama sebuah Butik yang Bintang kenal karena dulu dia sering mengantar Siska memesan gaun di Butik itu.
Bintang menghampiri bungkusan itu dan membuka isinya.
Ini pasti gaunnya Tiara yang akan dia pakai malam ini. Aku mau lihat dulu gaunnya, pasti cantik untuk istriku yang paling cantik. Puji Bintang dalam hati.
Tiba - tiba saat Bintang membuka dan mengeluarkan gaun itu dari dalam kotaknya, Bintang sangat terkejut melihat tampilan gaun itu yang sudah robek.
"Ma.. siapa yang sudah membuat gaun ini jadi seperti ini? Ini gaun yang akan di pakai Tiara malam ini kan?"....
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1