Tiara

Tiara
Nasib apes berlanjut


__ADS_3

Bagas dan Dewi tak bisa berlama - lama di Hotel. Hari ini mereka akan kembali ke Jakarta bersama kedua orang tua Bagas. Bagas sudah cuti seminggu dari kantor karena menjaga Dewi dari ancaman Morgan. Dia harus kembali ke Jakarta dan mempersiapkan resepsi pernikahan mereka tiga minggu lagi.


Jam sepuluh pagi Bagas dan Dewi sudah check out dari Hotel dan kembali menuju rumah Pak Wijaya. Satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai di perkebunan teh milik Pak Wijaya. Kedatangan mereka disambut hangat oleh para keluarga.


"Assalamu'alaikum.. " ucap Bagas saat masuk ke dalam rumah.


"Wa'alaikumsalam" jawab semuanya.


"Eh pengantin baru sudah dataaaang" sambut Sekarang enerjik.


Wajah Dewi memerah karena malu mengingat bungkusan yang diberikan Sekar padanya kemarin sore sebelum ke Hotel.


"Gimana honeymoonnya? Pasti lancar kan?" tanya Mama Bagas.


"Alhamdulillah lancar Ma, berkat doa semuanya" jawab Bagas santai sedangkan Dewi tak bisa berkata - kata lagi karena malu.


"Sudah makan?" tanya Siti.


"Sudah Bu tadi di hotel" jawab Dewi.


"Makan siang ya belum yank" sambut Bagas kepada Dewi.


"Ya belum donk Gas, belum juga tiba waktunya makan siang. Sebentar lagi ya. Kenapa udah lapar ya karena tadi malam terlalu lelah?" goda Sekar.


"Ah Tante tau aja jiwa anak muda" balas Bagas.


"Tante kan pernah muda juga Gas" sambut Sekar.


Bagas mengedipkan sebelah matanya kepada Sekar membuat Sekar tersenyum bahagia melihat kebahagiaan Bagas dan Dewi.


"Aku ke atas dulu ya mau susunin barang - barang" ucap Dewi pamit.


"Perlu bantuan?" Bagas menawarkan diri.


"Gak usah Mas, cuma pakaian - pakaian saja kok" jawab Dewi.


Dewi segera naik ke lantai dua dimana kamarnya berada sedangkan Bagas mencari keberadaan dua sahabatnya itu yang sedang duduk di teras belakang sambil memperhatikan Tegar dan Ali sedang bermain di kolam ikan.


Bagas duduk tepat di samping Bintang.


"Lho udah datang rupanya pengantin baru" sambut Bintang.


Roy memperhatikan wajah kesal Bagas.


"Pengantin baru kenapa wajahnya kesal begitu? Gimana hadiah dari kami? Mantap kan kamarnya?" tanya Roy penasaran.


"Mantap tapi aku boleh gak minta kado lagi sama kalian untuk minggu depan?" pinta Bagas.


"Kamu mau honeymoon tiap minggu Gas? Enak aja" tolak Roy.

__ADS_1


"Masalahnya bukan itu Roy. Tadi malam cuma tidur doank. Honeymoonnya belum" jawab Bagas dengan suara yang pelan. Takut Tegar dan Ali dengar.


"Lho kenapa? Kamu belum terlalu tua kan Gas sampai tidak sanggup menunaikan tugas kamu sebagai seorang suami? Pak Wijaya aja masih oke" sindir Roy.


"Enak aja, aku masih kuat bro.. Masalahnya landasaan lagi banjir bandang alias palang merah Indonesia" jawab Bagas kesal.


"Huahaaahaha.. rasain kamu" umpat Bintang begitu mendengar nada kesal dari suara Bagas.


"Hahahaha.... aku gak bisa ngebayangin Si Jun nya Bagas mewek. Udah puasa berbulan - bulan giliran sah malah dikasih cobaan seminggu lagi hahaha" tawa Roy pecah.


"Sssst.. ada anak dibawah umur" ucap Bagas menyuruh Bintang dan Roy untuk diam sambil melirik ke arah Tegar dan Ali.


"Hahaha... aduh aku jadi sakit perut" ucap Roy.


"Kalian emang sahabat jahannam.. senang banget lihat teman kalian merana" ujar Bagas semakin kesal melihat tingkah kedua sahabatnya itu.


"Gas.. Gas.. salah kamu sendiri. Ngapain coba buka kartu sendiri. Kalau soal kado aku yakin lebih dari yang kami beri kamu mampu melaksanakannya. Sebenarnya kan intinya bukan masalah kado tapi kami emang mau curhat sama kami" ucap Bintang.


"Bener.. bener.. hahaha... hebat Dewi baru sehari menikah dengan kamu udah bisa buat kamu menangis daraaah hahaha... aduh.. gak kuat aku. Sakit banget perutku" sambut Roy sambil memegang perutnya karena terlalu kencang ketawanya.


"Cih.. menyesal aku bicara sama kalian" jawab Bagas.


Bagas berdiri dan hendak meninggalkan Bintang dan Roy.


"Mau kemana kamu?" tanya Bintang.


"Mau ikut bergabung sama Ali dan Tegar" jawab Bagas yang mulai berjalan menuju kolam ikan.


"Sialan kalian" umpat Bagas semakin kesal.


"Hahahaha.... " sambut Bintang dan Roy.


Bagas mulai masuk ke dalam kolam ikan bareng Tegar dan Ali untuk menangkap ikan.


Lumayan hitung - hitung berendam untuk menentramkan si Jun yang akhir - akhir ini bandel di atur. Apalagi kalau udah berdua sama Dewi di kamar langsung deh berdiri tegap.


"Om Bagas sini.. ke sini... Sebelah sini lebih banyak ikannya" teriak Tegar sangat gembira.


"Iya tunggu sebentar" jawab Bagas.


"Hati - hati Gas. Serem aku membayangkan si Jun di gigit ikan. Entar di kira umpan Gas hahaha" goda Roy lagi.


"Awas kamu ya" ancam Bagas kepada Roy.


"Hahaha... " Roy bukannya takut tapi malah semakin kencang ketawanya.


Akhirnya Bagas ikut bergabung dengan Tegar dan Ali bermain di kolam dan menangkap ikan yang akan di bakar Bu Siti.


Satu jam bermain di kolam sudah membuat Bagas bisa melupakan kegundahan hatinya karena nasib malangnya di malam pertama.

__ADS_1


"Lho Mas kok malah masuk kolam?" tanya Dewi yang baru turun dari lantai dua.


Dewi yang sedang berjalan sambil menggendong Zia segera menghampiri Bagas.


"Wi jangan deketin Zia sama Bagas. Aku gak mau anakku tergoda sama playboy " larang Bintang sambil menggoda.


"Waaah parah lu bro... aku kan udah tobat. Lagian anak lu kan masih bayi" protes Bagas.


"Habis lu sukanya memang sama anak di bawah umur" balas Bintang.


"Hahaha betul.. betul... " sambut Roy.


"Awas kalian berdua ya" Bagas segera keluar dari kolam dan menarik Bintang dan Roy.


Bintang dan Roy yang tak punya persiapan terkejut dan kalau dengan tenaga Bagas yang memang sedang kesal. Alhasil Bintang dan Roy ikutan masuk ke kolam ikan.


Jebuuuuur... Membuat suara gaduh. Alhasil Pak Wijaya, Pak Bambang dan Pak Raksajaya segera berjalan ke arah belakang untuk melihat apa yang sedang terjadi.


"Hahaha... Papa lucu" teriak Ali.


Dewi dan Ali juga ikut tertawa melihat tingkah tiga orang sahabat itu.


"Ya ampuun.. kalian bertiga ini ngalah - ngalahin Tegar yang masih anak - anak" teriak Sekar dari arah dapur. Sekar berjalan mendekati mereka bertiga.


"Masa kecil suram Tante" balas Bagas.


"Ini gara - gara ada yang masih panas Ma karena tadi malam gatot.


Sekar semakin mendekati mereka.


"Lho Dewi gak pakai baju yang Tante berikan untuk dia tadi malam?" tanya Sekar.


"Pakai Tante" jawab Bagas kesal. Karena pakaian itu juga yang sukses membuat Bagas sulit tidur tadi malam.


"Jadi kenapa bisa gagal? Dewi tidur kelelahan habis pesta?" tanya Sekar bingung.


"Landasannya banjir Ma, Palang Merah Indonesia datang" jawab Bintang menggoda Bagas.


"Oalaaah Gaaaaas... Gaaaas.. nasibmu lah leeee.. apes banget" ujar Sekar.


"Hahahaha...... " sambut Bintang dan Roy tertawa. Siang ini mereka puas banget ngeledekin Bagas sampai Bagas mati kutu tak bisa melawan lagi.


Pak Bambang hanya bisa menggeleng - gelengkan kepalanya melihat tingkah Istrinya dan tiga anak muda yang ada di kolam ikan itu.


Walau dia tidak tau apa pembicaraan mereka tapi Pak Bambang bisa pastikan itu pasti pembahasan gila, apalagi kalau istrinya sudah ikutan pasti sudah gak bener tuh yang di bahas.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2