
Satu bulan berlalu. Tiara dan Tegar sudah mulai terbiasa dan betah tinggal di rumah baru dan suasana baru. Tiara menjalani rutinitas sebagai seorang ibu rumah tangga.
Pagi - pagi dia sudah memasak untuk keluarga kecilnya. Membuat sarapan untuk mereka dan mengurus anak dan suaminya.
Setiap pagi Bintang yang mengantar Tegar berangkat ke sekolah, baru setelah itu Bintang melanjutkan perjalanan ke kantornya.
Tiara melanjutkan membersihkan rumah dan memasak. Mendekati waktu Tegar pulang sekolah baru Tiara pergi menjemputnya. Setelah itu mereka biasanya akan pergi berbelanja atau mencari beberapa keperluan.
Sudah satu bulan rutinitas seperti itu mereka jalankan semenjak pindah ke Jakarta.
Pagi tadi setelah Bintang dan Tegar berangkat ke sekolah dan ke kantor. Tiara mendapat pesan dari suami istri yang dulu pernah Tegar tolong. Mereka mengajak Tiara dan Tegar bertemu siang ini sambil makan di sebuah restoran.
Tiara tidak menjawab tawaran mereka langsung. Dia harus meminta izin suaminya terlebih dahulu. Tiara mencoba menghubungi Tegar untuk meminta izin nanti siang.
"Assalamu'alaikum sayang" sapa Bintang.
"Wa'alaikumsalam Mas" jawab Tiara.
"Tumben telepon aku masih pagi - pagi begini. Udah kangen ya?" goda Bintang.
"Hahaha Mas ini bisa aja. Aku mau minta izin sama Mas" ujar Tiara.
"Minta izin apa?" tanya Bintang penasaran.
"Barusan aku dapat undangan dari sepasang suami-istri yang dulu pernah di tolong Tegar. Mereka ingin mengajak kami makan siang di luar siang ini Mas, boleh?" tanya Tiara.
"Mm... boleh tapi jangan kelamaan ya pulangnya dan tetap hati - hati" jawab Bintang.
"Terimakasih Mas, aku gak masak ya hari ini" sambut Tiara.
"Iya sayang. Nanti malam kan kita bisa pesan makanan online atau kita makan di luar. Sudah lama juga kan kita gak makan di luar" balas Bintang.
"Oke Mas, kalau begitu udah dulu ya. Aku mau siap - siap jemput Tegar. Mas yang semangat ya kerjanya" sambung Tiara.
"Iya sayang.. kamu juga hati - hati ya di jalan dan jaga anak kita. Love you" ujar Bintang.
"Love you too Mas" balas Tiara.
Setelah mendapat izin dari suaminya Tiara segera bersiap - siap. Setengah jam kemudian Tiara sudah berada di dalam mobilnya untuk menjemput Tegar.
Tiara sampai di sekolah Tegar tepat saat Tegar sudah pulang sekolah. Dengan ceria Tegar berlari menyambut kedatangan Mamanya ke sekolahnya.
Setelah berpamitan dengan guru di sekolah Tegar mereka melanjutkan perjalanan ke tempat lokasi Restoran yang sudah di tentukan oleh pasangan suami istri yang mengundang mereka makan.
"Mama kita mau kemana? Kok arahnya berbeda dengan arah pulang?" tanya Tegar penasaran.
"Kita mau ketemu sama Opa dan Oma sayang" jawab Tiara.
__ADS_1
Tegar tampak sedang berfikir.
"Opa dan Oma yang aku tolong dulu?" tanya Tegar tidak percaya.
"Iya sayang, tadi mereka menghubungi Mama dan mereka ingin bertemu dengan kamu" balas Tiara.
Tegar tersenyum menanggapi jawaban Tiara.
"Apa mereka orang baik Ma?" Seperti biasa Tegar pasti mempunyai banyak pertanyaan.
"Kita lihat saja nanti sayang. Mama tidak bisa menjawabnya sekarang karena hanya bertemu satu kali itupun cuma sebentar. Nanti kalau kita sudah bertemu mereka baru kita bisa menilainya" jawab Tiara bijak.
Tegar melihat ke arah jalan raya.
"Nanti di sana harus baik budi ya, jangan lasak. Ingat pesan Mama?" ujar Tiara.
"Iya, aku akan jadi anak yang manis kan?" jawab Tegar.
"Anak pintar" Tiara mengacak lembut rambut Tegar.
Tak lama kemudian sampailah mereka di lokasi yang dituju. Tiara melihat handphonenya ternyata ada pesan dari istri pria tua yang pernah di selamatnya Tegar. Dia memberikan info bahwa mereka sudah sampai di dalam Restoran dan sudah berada di dalam ruangan khusus.
Saat mereka sampai di pintu restoran, pelayan sudah menyambut mereka dan menanyakan nama Tiara.
"Tiara" jawab Tiara.
Tiara berjalan sambil menggandeng tangan Tegar masuk ke ruang VIP.
"Assalamu'alaikum" sapa Tiara begitu masuk ke ruang VIP yang khusus di pesan untuk mereka.
"Wa'alaikumsalam. Sini nak duduk" jawab Istri pria tua itu.
Tiara dan Tegar duduk di kursi tepat di depan pasangan suami istri itu.
"Sepertinya kita belum berkenalan dengan benar ya. Ini suami saya, Bambang dan saya Ira" ujar istri pria yang bernama Bambang.
"Saya Tiara dan ini putra saya Tegar" Tiara menjabat tangan kedua orang tua yang ada di hadapannya dengan hormat. Begitu juga Tegar.
"Tegar ini Opa ada bawain mainan untuk kamu" Bambang memberikan mainan yang tadi mereka beli khusus untuk Tegar.
"Makasih Opa. Waaah superhero" teriak Tegar sangat senang.
Sepasang suami istri itu sangat senang melihat Tegar berteriak gembira.
"Tegar baru pulang sekolah ya?" tanya Pak Bambang
"Iya Opa, aku baru aja pindah sekolah di sekolahku ini" jawab Tegar bijak.
__ADS_1
"Oh ya, selama ini rupanya Tegar sekolah dimana?" tanya Ira istrinya Pak Bambang.
"Sebelumnya kami tinggal di Bandung Bu, baru sebulan ikut suami pindah ke Jakarta" jawab Tiara.
"Ooo... suaminya tau kan kalau kalian kamu undang ke sini?" tanya Ira.
"Tau Bu, tadi sebelum ke sini saya sudah izin dulu sama Papanya Tegar" balas Tiara.
"Papanya kerja dimana?" tanya Bambang.
"Papanya Tegar buka usaha kecil - kecilan Pak, masih merintis dan tahap pengembangan" jawab Tiara merendah.
"Ya gak apa - apa pelan - pelan nanti kan semakin berkembang dan maju" sambut Bambang.
Tak lama datang seorang pelayan. Mereka langsung memesan makanan yang mereka inginkan untuk hidangan makan siang.
"Pantas saja kami gak nemu kalian, rupanya tinggal di Bandung selama ini. Padahal sudah lama lho saya cari - cari? Saya tanya ke pihak Restoran tempat kita bertemu terakhir tapi mereka tidak tau nama Tegar dan alamat kalian" ujar Ira.
"Iya, kami hanya sesekali saja jalan - jalan ke Jakarta. Waktu itu saya dan suami baru pulang dari ancol bawa Tegar bermain sama Tante dan Omnya" ungkap Tiara.
Ira memandangi Tegar yang sedang asik bermain superhero.
Kamu mirip sekali dengan putraku nak. Dulu saat dia kecil persis seperti kamu saat ini. Wajahnya, sorot matanya dan pintarnya. Akh... maafkan Mama nak. Mama tidak bisa menjadi orang tua yang baik sampai kamu harus kecewa dan pergi dari rumah.
Seandainya kamu ada di sini, apakah istri kamu sudah hamil saat ini? Betapa senangnya Mama jika mendengar Mama akan menjadi seorang nenek. Batin Ira.
Tak lama ponsel Tiara berdering. Tiara segera mengangkat telepon dari suaminya.
"Assalamu'alaikum Mas" ucap Tiara membuka pembicaraan.
"Wa'alaikumsalam, kalian sudah sampai di tujuan?" tanya Bintang.
"Sudah Mas, sudah ada sekitar sepuluh menit" jawab Tiara.
"Kalian baik - baik saja kan?" tanya Bintang.
"Baik" jawab Tiara.
"Tegar mana?" tanya Bintang.
"Nih lagi main, tadi dibawain oleh - oleh sama Pak Bambang"....
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1