
Setelah selesai makan Bagas dan Dewi segera masuk ke dalam bioskop dan memilih film yang ingin mereka tonton. Bagas sudah memesan tiket nonton mereka dan setelah itu mereka membeli cemilan untuk makanan di dalam bioskop nanti saat menonton.
Waktu pemutaran film yang ingin mereka tonton sudah tiba, Bagas dan Dewi masuk ke dalam bioskop. Karena mereka datang tepat waktu lampu bioskop masih terang sehingga dengan mudahnya mereka bisa menemukan tempat duduk mereka.
Bagas dan Dewi duduk dengan santai dan nyaman. Tak lama kemudian film di putar. Lampu bioskop saat ini sudah gelap. Karena sudah malam penonton juga tak banyak. Apalagi Bagas memang sengaja memilih tempat yang jauh dari penonton lain.
"Wi" bisik Bagas.
"Ya Mas" jawab Dewi.
"Pacaran yuk" ajak Bagas.
"Mas ini di bioskop" balas Dewi.
"Iya aku tau. Sengaja biar kita ngerasain sensasi yang lain" ujar Bagas.
"Mas ini ada - ada aja" tolak Dewi malu.
"Ayok donk" bujuk Bagas.
"Maaaas ... Mas lupa ya. Aku ini pakai jilbab lho. Memang benar kita sudah menikah tapi orang lain kan gak tau kita ini sudah menikah atau nggak. Buktinya Siska aja tadi sampai gak percaya. Aku gak mau Mas nilai jilbab tercoreng karena prilaku kita. Walau kita memang sudah sah secara agama tapi aku tidak mau membuat dosa orang yang melihat kita. Kita juga berdosa lho karena sudah membuat orang berprasangka buruk pada kita" ujar Dewi.
Bagas terdiam, dia merasa malu sendiri dengan perbuatannya barusan.
Hari ini sudah dua kali aku mendengar istriku berbicara dengan sangat dewasa. Bahkan aku jadi malu dengannya. Aku yang jauh lebih dewasa saja malah mengajaknya untuk berbuat yang tidak baik. Batin Bagas.
"Maaf yank, aku salah" ucap Bagas tulus.
"Gak apa - apa Mas, sudah selayaknya kita saling mengingatkan. Kan nasehat Ibu dan Bapak, menikah itu bukan hanya satu orang yang menjalaninya. Tapi sebaliknya. Menikah bukan untuk mencari yang cocok tetapi malah untuk saling mencocokkan" balas Dewi.
"Kamu sudah semakin dewasa ya. Baru tiga hari kita menikah" ujar Bagas.
"Justru itu yang mau aku bilang sama Mas. Mas kok malah jadi anak - anak selama tiga hari kita menikah hihihi" sindir Dewi.
"Awas kamu ya yank... " Bagas menggelitiki pinggang istrinya.
"Maaas jang.. aaan.. nanti ribut kita di usir" ucap Dewi menahan rasa geli.
"Oke.. Oke.. yank. Nanti kita lanjut pacaran di rumah ya" sambut Bagas.
__ADS_1
Bagas menggenggam tangan Dewi dengan mesra kemudian mereka melanjutkan kegiatan mereka menonton. Dua jam berlalu akhirnya film berakhir. Bagas dan Dewi keluar dari bioskop.
Mereka jalan sambil berpegangan tangan menuju mobil kemudian lanjut pulang ke rumah. Sesampainya di rumah Dewi langsung menyiapkan pakaian tidur suaminya begitu juga dengan dia.
"Yank jangan pakai yank itu donk. Pakai yank tadi kita beli" pinta Bagas.
"Mas baju - baju tadi kan masih kotor. Aku cuco dulu ya besok. Setelah itu baru aku pakai. Malam ini biarin aku pakai baju aku yang lama ya sekalian mau ngucapin perpisahan sama baju aku dulu" jawab Dewi.
Bagas menarik nafas panjang.
"Iya deh, senyaman kamu aja. Tapi janji ya mulai besok kamu pakai baju yang aku belikan tadi" ucap Bagas.
"Iya Mas, aku janji" balas Dewi.
Dewi langsung berjalan ke kamar mandi dan membersihkan dirinya kemudian dia segera mengganti bajunya dengan baju tidur karakter. Kali ini gambar frozen berwarna biru muda.
Saat Dewi keluar dari kamar mandi Bagas langsung membuang nafasnya kesal.
Ya Tuhaaaan... aku berasa tidur sama anak SD. Mengapa aku merasa Elsa sedang mengetawaiku ya, melihat dia menang dan aku yang kalah tidak bisa mencegah istriku memakai baju itu. Lihat saja Elsa, nanti aku akan melepaskan baju itu dari tubuh sexy istriku. Dan aku akan pastikan malam ini kamu harus tidur di lantai. Umpat Bagas kesal melihat baju tidur Dewi.
Bagas segera masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya lalu mengganti pakaiannya. Saat dia keluar dari kamar mandi Bagas melihat Dewi sudah tidur dengan nyenyaknya. Bagas langsung mendesah kesal.
Walaupun begitu Bagas tidak tega membangunkan istrinya yang sedang lelap tertidur. Di kecupnya kening Dewi dengan mesra dan Bagas berbaring di samping Dewi.
Tapi perhatian Bagas tak lepas dari baju Dewi yang merusak matanya. Dia melihat gambar Elsa sedang mentertawakannya. Akhirnya dengan pelan - pelan Bagas membuka satu persatu kancing baju Dewi dan melepaskan baju tidur itu dari tubuh Dewi.
Bulu kuduk Dewi berdiri karena udara dingin yang menghampiri tubuhnya. Bagas menarik selimut untuk menutupi tubuh Dewi dan dia memeluk tubuh Dewi dalam pelukannya.
Setelah itu baru Bagas bisa tidur dengan nyenyak. Dan bermimpi indah malam itu, mimpi belah duren.
Pagi harinya Dewi terbangun ketika sayup - sayup mendengar suara desaha* Bagas. Dewi memperhatikan wajah suaminya. Sepertinya suami tercintanya itu sedang mimpi enak.
"Maaas" panggil Dewi pelan.
Bagas merasa suara panggilan Dewi itu begitu indah. Seperti suara desaha* indah. Tangan Bagas mulai meraba kesana kemari membuat Dewi jadi semakin risih.
"Mas... " tanpa sadar Dewi memukul tangan Bagas untuk menghentikannya.
Bagas langsunh tersadar dan terkejut.
__ADS_1
"Mas ngapain sih? Mas lagi mimpi ya?" tangan Dewi curiga.
Bagas tersenyum malu.
"Eeeeh... iya yank. Maklum udah lama banget puasanya. Udah hampir satu tahun, si Jun udah gak tahan yank" jawab Bagas dengan malu - malu.
"Maaas sekarang udah subuh. Aku juga kan lagi gak shalat. Jadi mohon maaf ya Mas belum bisa berbuka dulu. Sabar Mas, orang sabar di sayang Allah" hibur Dewi.
Bagas langsunh berwajah sendu.
"Shalat gih tapi mandi dulu untuk mendinginkan kepala Mas yang sedang panas. Lagian tadi mimpinya serem pasti ada yang lolos kan?" sindir Dewi.
"Kok kamu tau?" tanya Bagas curiga.
Istriku ini beneran lugu atau pura - pura lugu ya. Batin Bagas.
"Maaas... aku kan sekolah. Apa coba manfaat belajar mandi wajib? Di situ kan di ceritakan apa saja yang membuat kita wajib mandi wajib. Salah satunya karena mimpi basah. Mas barusan mimpi apa coba?" tanya Dewi.
"Eh ternyata istriku pintar ya" puji Bagas.
"Udah cocok jadi seorang Ibu?" tanya Dewi.
"Cocok banget, kamu pinter apalagi kamu udah kuliah. Yang rajin belajarnya biar segera lulus. Jadi anak - anak kita nanti pasti pintar karena Mamanya juga pintar. Tapi sebelumnya kita praktek buat anak dulu ya. Percuma aja kamu belajar dan cepat tamat kuliah kalau anaknya belum ada. Nanti saat kamu udah lulus siapa coba yang mau di ajarin. Anak tetangga? Gak mau ah, enak aja anak tetangga di titipin ke kamu. Entar cepetan ya aku buka puasanya" goda Bagas.
"Itu memang maunya Mas Bagas kan? Gak usah banyak alasan suruh - suruh aku rajin belajar biar cepat tamat. Ujung - ujungnya tujuan Mas Bagas emang mau buka puasa. Udah cepetan sana mandi, biar langsunh shalat subuh. Nanti keburu habis waktu subuh. Aku mau bangun siapin sarapan pagi untu kita" oceh Dewi panjang.
"O.. oke sayang. Apapun yang kamu katakan yang penting aku tetap cinta kamu" tegas Bagas.
Bagas segera bangun dan melangkah menuju kamar mandi tapi dia langsung terkejut mendengar suara Dewi berteriak.
"Aaaw... siapa yang membuka semua bajuku?" teriak Dewi.
Bagas langsung berlari ke kamar mandi takut istrinya mengamuk.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1