Tiara

Tiara
Persiapan Pernikahan Part. 2


__ADS_3

Setelah selesai semua urusan persiapan pernikahan Bintang dan Tiara pergi ke sekolah Tegar untuk menjemput Tegar.


Tegar yang melihat Papa dan Mamanya datang bersamaan merasa sangat senang. Dia melompat kegirangan karena baru kali ini Papa dan Mamanya datang bersama - sama untuk menjemputnya dari sekolah.


Setelah itu mereka makan siang bersama di sebuah restoran.


"Mas, kamu tidak mengabari keluarga kamu tentang pernikahan kita ini?" tanya Tiara khawatir.


"Rencananya aku akan datang ke rumah orang tuaku. Aku akan mengundang mereka. Seperti pesan Ibu kamu kemarin Ra. Terserah mereka mau datang atau tidak yang penting aku sudah memberitahukan kabar gembira ini kepada mereka. Kalau memang mereka menyayangiku mereka pasti datang" ungkap Bintang.


Tiara menarik nafas panjang.


"Aku ingin pernikahan kita direstui oleh kedua orang tua kita Mas. Agar lebih berkah. Dan kita juga lebih lega memulai awal pernikahan kita ini dengan doa restu mereka" ujar Tiara.


"Aku juga maunya seperti itu Ra tapi tolong kamu juga mengerti dan jangan terlalu berharap. Aku sudah tiga belas tahun tidak bertemu dengan mereka jadi rasanya akan sangat sulit bertemu dengan mereka lagi" sambung Bintang.


"Mas mereka itu orang tua kamu. Darah mereka yang mengalir di tubuh kamu. Waktu berlalu sudah sangat lama Mas, umur mereka juga kan sudah tua. Aku yakin kerasnya hati mereka tidak seperti dulu lagi. Apalagi kamu anak mereka satu - satunya. Tumpukan harapan mereka, pasti mereka akan memikirkannya Mas. Aku yakin Mama kamu juga pasti sangat merindukan kamu Mas. Karena aku juga seorang Ibu, bisa merasakan apa yang Mama kamu rasakan" ucap Tiara mencoba meluluhkan hati Bintang.


"Iya Ra, aku akan berusaha bertemu mereka" balas Bintang.


"Papa.. papa kapan pulang ke Jakarta?" tanya Tegar.


"Nanti sore Papa pulang ya sayang. Hari jumat Papa balik lagi ke Bandung" jawab Bintang penuh kasih sayang.


"Oke Papa" balas Tega.


Makan siang selesai, mereka kembali ke komplek rumah Tiara.


Tegar sudah masuk ke dalam kamarnya, berganti baju dan tidur siang.


Bintang dan Tiara masih duduk di ruang TV.


"Ra.. " panggil Bintang.


"Ya Mas" jawab Tiara.


"Kamu gak mau kita honeymoon gitu setelah nikah?" tanya Bintang.


"Gak sempat Mas. Kan aku mau bantuin Mas Roy dan Mbak Dian cari penggantiku di Cafe, trus mau pindah ke Jakarta lagi. Kan harus urus pindah sekolahnya Tegar Mas" jawab Tiara.


"Tapi kita kan pengantin baru Ra. Dulu Tegar ada kan karena kita sama - sama mabuk dan kita belum saling kenal apalagi cinta" ucap Bintang.


"Ih Mas ini... udah tua juga, ada Tegar lagi" tolak Tiara. Padahal aslinya dia malu sekali membahas tentang honeymoon.


"Masih muda donk Ra, aku baru tiga puluh tahun dan kamu baru dua puluh tujuh tahun. Kita masih muda" protes Bintang.


"Tapi kan ada Tegar Mas, kamu mau ninggalin dia?" tanya Tiara.

__ADS_1


"Kita titipin ke Ridho aja gimana?" Bintang memberi ide.


"Ih gak mau aaah.. Tari kan lagi hamil nanti ngerepotin" balas Tiara.


Bintang menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Nanti - nanti aja Mas, honeymoonnya di tunda dulu. Lihat kondisinya saja" sambung Tiara.


"Udah basi donk, bukan pengantin baru lagi namanya" jawab Bintang.


Tiara hanya diam, dia gak tau mau berkata apa lagi.


"Ra... " panggil Bintang lagi.


"Hmmmm..." jawab Tiara.


"Gini aja deh, gimana kalau setelah nikah kita langsung nginap di Hotel satu malam aja. Tegar biar sama Ibu dan adik - adik kamu di rumah. Gimana?" bujuk Bintang.


Tiara masih diam dan tidak menjawab.


"Mau ya Ra.. ya.. ya.. mau ya... " bujuk Bintang lagi.


Tiara kasihan melihat wajah calon suaminya itu. Bagaimanapun juga setelah nikah Tiara akan menjadi seorang istri. Itu artinya setiap perkataan suaminya harus dia turuti. Apalagi dalam hal melayani suami di malam pertama mereka menikah, rasanya sangat berdosa jika Tiara harus menolaknya.


"Iya deh terserah Mas saja" Tiara akhirnya mengalah dan setuju.


"Nah gitu donk. Senyumnya mana? Kok jawabnya terpaksa gitu?" tanya Bintang.


"Kalau kamu malu seperti itu wajah kamu semakin memerah Ra, tapi jadi cantik. Karena merahnya alami bukan dari make up" puji Bintang.


"Iiih Maaaaas.... " Tiara akhirnya memukul lengan Bintang karena gak tahan menahan malu.


"Udah sore Ra, Mas balik ke Jakarta ya. Lusa undangan sudah selesai. Tolong kamu jemput dan kirim langsung ke Jakarta ya biar bisa langsung aku sebar untuk teman - teman dan para client dekat yang akan aku undang" ucap Bintang.


"Iya Mas" jawab Tiara.


"Kalau ada kendala di sini kabari aku cepat biar aku bisa segera terbang ke sini" pesan Bintang.


"Iya Maaaaas... kok tambah cerewet ya padahal sebelumnya aku perhatikan Mas gak banyak ceritanya" balas Tiara.


"Karena aku memang serius ingin menikah dengan kamu dan aku ingin semuanya berjalan dengan lancar sesuai keinginan kita" sambung Bintang.


"Iya Papa Tegar.... " jawab Tiara sambil tersenyum.


"Nanti kalau nikah di ganti ya sebutannya" goda Bintang.


"Ganti apa Mas?" tanya Tiara penasaran.

__ADS_1


"Ganti jadi sayaaang" balas Bintang.


"Iya.. iya.. sayaaaaaang" jawab Tiara pelan.


"Apa Ra, ulang donk" Bintang terkejut, dia sama sekali tidak menyangka Tiara akan menjawab seperti itu.


"Nanti ya setelah nikah" balas Tiara malu - malu.


"Duuh lama banget sih hari sabtu. Ni sekarang masih hari senin. Selasa, rabu, kamis, jumat.. Ya Tuhan lima hari lagi" Bintang menghitung memakai jari tangannya.


"Menghitung hari ya Mas?" Sindir Tiara.


"Iya Ra, udah gak sabar mau belah duren. Eh udah ya.. belah nya udah dulu. Kalau gitu makan duren lagi maksudnya" goda Bintang.


"Maaaaas... yang dulu gak usah di ingat - ingat ah. Itu dosa kita, harusnya kita selalu istighfar mengingatnya bukan jadi bahan candaan" ujar Tiara mengingatkan.


"Iya Ra, maaf.. maaf.. " balas Bintang.


Bintang berdiri dan berjalan menuju kamar Tegar.


"Aku pamit sama Tegar dulu ya, mudah - mudahan dia sudah bangun" ucap Bintang.


"Iya Mas" jawab Tiara.


Tak lama Bintang keluar sambil menggendong Tegar yang masih dalam keadaan ngantuk. Kepalanya bersandar di bahu kekar Bintang.


"Lho sayang kok manja - manjaan? Papanya kan mau pulang. Turun donk" bujuk Tiara.


"Aku masih ngantuk Ma" jawab Tegar.


"Tapi Papanya mau balik sayang nanti Papa kemalaman sampai Jakarta" sambung Tiara.


Tegar turun dari gendongan Bintang.


"Papa pulang ya sayang, jagain mama kamu sampai hari jumat. Nanti Papa datang lagi hari Jumat. Kalau Mama kamu nakal langsung hubungi Papa" ucap Bintang kepada Tegar.


"Siap Bos" jawab Tegar.


"Anak pintar" Bintang membelai lembut puncak kepala Tegar.


"Hati - hati ya Mas" ucap Tiara.


"Sampai ketemu lagi hari jumat... sayaaaang" kata terakhir Bintang bisikkan di dekat telinga Tiara sambil mengedipkan sebelah matanya nakal.


"Maaaaas..... "


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2