
"Apa yang terjadi nak, mengapa ini sampai terjadi? Bagaimana keadaan kamu dan keluarga kamu?" tanya Siti pada Tiara.
"Alhamdulillah semuanya baik Bu, hanya Papanya Mas Bintang terluka karena terkena tusukan pisau Bapak" jawab Tiara.
"Ya Allah... Mas Tarjo.. mengapa kamu sejahat itu pada anakku dan keluarganya" ucap Siti sambil menangis.
Siti kini menatap ke arah tempat tidur dimana Papa Bintang terbaring.
"Pak maafkan suami saya atas semua perbuatannya. Kali ini dia memang benar - benar kelewatan dan dia pantas mendapatkan hukuman atas perbuatannya" Siti mencium tangan Pak Bambang karena sangat malu atas perbuatan suaminya.
"Bu jangan seperti ini" cegah Bintang. Dia merasa tidak enak kalau mertuanya sampai berbuat seperti itu untuk meminta maaf pada Papanya.
"Sa.. ya.. sudah memaafkannya... " jawab Pak Bambang terbata - bata.
"Jangan panggil saya Bapak, kita kan berbesaaaan" ucap Pak Bambang.
"Ma.. maaf" ucap Siti gugup.
Siti menatap ke arah Bu Bambang.
"Siti...... " ucap Bu Bambang.
"Sekaaaar... kamu Sekar kan??" balas Siti terkejut.
"Lho Ibu dan Mama saling kenal?" tanya Bintang bingung.
"Ya Allah Siti.... sudah lama banget kita gak ketemu" Bu Bambang langsung memeluk Siti dan menangis dengan penuh haru.
"Sekaaaar ternyata benar kamu. Kamu sudah bahagia sekarang kaaaan?" tanya Siti sambil membalas pelukan Bu Bambang.
Semua menyaksikan pertemuan antara Siti dan Sekar dengan tatapan penasaran dan penuh tanya.
"Ma.... " panggil Pak Bambang.
"Mas ini Siti, kamu ingat? Siti sahabat aku dulu yang sudah membantu kita lari dan menikah" ucap Bu Bambang kepada suaminya.
"Siti... Siti sahabat kamu di kampung?" tanya Pak Bambang tak percaya.
"Iya Pak" jawab Siti.
"Jangan panggil Pak Sit, panggil aja Mas. Ya Allah Siiit ternyata kita besanan. Aku gak menyangka ternyata Tiara adalah putri kamu" ucap Sekar dan kembali memeluk Siti.
"Aku juga tidak percaya bertemu kamu lagi. Akhirnya kamu bahagia Sekar. Tidak sia - sia aku membantu kamu melarikan diri dari kampung. Kamu memang benar - benar mengejar kebahagiaan kamu" balas Siti.
"Ma.. ada yang bisa menjelaskan padaku apa arti dari semua ini?" tanya Bintang bingung.
__ADS_1
Siti dan Sekar sama - sama menyeka air mata mereka dan mulai menjelaskan semuanya.
"Siti adalah sahabat Mama di kampung. Dulu Mama pacaran dengan Papa kamu tapi kedua orang tua Mama tidak merestui karena Papa dari Kota. Menurut mereka Papa tidak benar - benar mencintai Mama dan hanya ingin mempermainkan Mama disamping itu Mama juga sudah di jodohkan oleh orang tua Mama dengan anak dari orang terkaya di kampung kami. Akhirnya dengan bantuan Siti, Mama dan Papa bisa keluar dari kampung dan kami pun menikah" ungkap Bu Bambang.
"Jadi Ibu sudah membantu Mamaku sehingga Papa dan Mama bisa menikah?" tanya Bintang tak percaya.
"Iya Siti adalah pahlawan rumah tangga kami. Enam tahun kemudian aku balik ke kampung tapi kata orang tuaku kamu sudah pergi dari kampung setelah suami kamu meninggalkan kamu" ungkap Bu Bambang.
"Iya, aku pergi dari kampung karena Mas Herman suami pertamaku pergi meninggalkan aku dan Tiara berdua. Aku malu dengan tatapan orang kampung dan sekaligus aku ingin membangun kehidupanku yang baru bersama putriku" jawab Siti.
"Syukurlah akhirnya kita bertemu lagi, walau dengan cara seperti ini" balas Bu Bambang.
"Maaf Siti kalau aku harus menuntut suami kamu dan memasukkannya ke penjara" ujar Pak Bambang.
"Tidak apa - apa Mas, dia pantas mendapatkan balasan atas perbuatannya" jawab Siti.
"Silahkan duduk.. pasti kalian capek kan dari tadi berdiri terus" perintah Bu Bambang pada semua yang ada di ruangan rawat inap Pak Bambang.
"Salim Bukde dan Pakde nak" perintah Siti kepada dua anaknya.
Dewi dan Ali mencium tangan Bu Bambang dan Pak Bambang bergantian.
"Ini anak - anak kamu semua Sit?" tanya Bu Bambang.
"Iya Kar, anak aku dari Mas Tarjo. Kalau Tiara anakku sama suami pertamaku" jawab Siti.
Bagas juga ikutan mencium tangan Bu Bambang dan Pak Bambang.
"Ini juga putra kamu Sit?" tanya Pak Bambang.
"Iya Pak" jawab Bagas tanpa sadar.
"Bukan Pa, dia sahabatku" potong Bintang.
Bintang mendelikkan matanya ke arah Bagas.
"Eh maaf Om, maksud saya saya adalah sahabat Bintang" jawab Bagas kemudian.
"Kok bisa barengan datangnya?" tanya Bu Bambang.
"Ketepatan Nak Bagas ada kerjaan di Bandung selama seminggu. Saat aku mendengar kabar bahwa Tegar di culik dan kemungkinan penculiknya adalah Mas Tarjo aku sangat bingung. Untung saja Nak Bagas singgah ke Cafe hendak makan siang jadi langsung dia yang bawa kami ke sini" ungkap Siti.
"Ehm... ngambil kesempatan" bisik Bintang saat Bagas sudah berada di dekatnya.
"Harusnya kamu berterima kasih padaku bro. Kalau gak ada aku gimana coba mertua kamu bisa datang ke sini" ucap Bagas.
__ADS_1
"Iya deh, kali ini aku akan berterima kasih kepada kamu. Tapi awas ya kalau kamu mengambil kesempatan untuk mendekati Dewi" ancam Bintang.
"Ya sekalian lah, sambil mendayung dua tiga pulau disebrangi" balas Bagas sambil berbisik.
"Tegaaaar.. Tegar belum salim eyang" ucap Siti pada cucunya.
Tegar langsung memeluk Siti
"Eyaaaang" panggil Tegar.
"Kamu tidak apa - apa sayang?" tanya Situ sambil memperhatikan semua badan Tegar.
"Aku baik - baik saja eyang" jawab Tegas.
"Syukurlah kamu tidak apa - apa" balas Siti kemudian mengangkat Tegar dan mendudukkannya dalam pangkuannya.
"Bin... bawa Tiara pulang. Dia pasti sangat lelah dan tegang sekali hari ini. Papa takut terjadi sesuatu dengan kandungannya" perintah Pak Bambang.
Bintang memandang wajah Tiara yang memang terlihat sangat kelelahan. Dia juga pasti sangat tegang sekali hari ini karena mendengar Tegar di culik dan menyaksikan mertuanya terluka karena Bapak Tirinya.
"Iya Bintang, Mama lihat Tiara juga sudah ngantuk" sambut Bu Bambang.
"Iya Pa, Ma. Aku akan bawa Tiara dan yang lainnya pulang ke rumahku. Besok aku akan datang lagi. Mama mau pulang juga?" tanya Bintang pada Mamanya.
"Mama di rumah sakit aja temani Papa. Mama juga sudah minta tolong Bik Sumi tadi untuk membawa beberapa pakaian dan barang - barang Mama selama menjaga Papa kamu di Rumah Sakit" jawab Bu Bambang.
"Pulanglah nak dan istirahat" ucap Pak Bambang lagi.
"Iya Pa, kalau begitu kami pulang dulu ya Pa, Ma. Besok pagi aku langsung datang kemari" Bintang mencium tangan kedua orang tuanya untuk berpamitan.
Diikuti oleh Tiara, Siti dan yang lainnya.
"Kar aku ke rumah Tiara dulu ya. Besok aku akan datang lagi ke Rumah Sakit. Besok aku bawain makanan kesukaan Mas Bambang ya. Dulu kan kalau Mas Bambang datang kita sering masak bareng" ujar Siti.
"Iya Sit, makasih banyak ya Sit" jawab Bu Bambang.
"Hati - hati ya semuanyaa.. Tegar kamu istirahat ya sayang" ucap Pak Bambang masih lemas.
"Iya Opa, dah Opaaa aku pulang dulu" balas Tegar.
Mereka semua akhirnya pulang ke rumah untuk beristirahat setelah melewati hari yang sangat menegangkan hari ini.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG