
"Maaf Anda siapa ya, sudah ada janji?" tanya satpam itu.
"Saya Bintang bilang saja Bintang datang" tegas Bintang.
Satpam segera menelepon ke dalam rumah dan berbicara kepada kepala pelayan yang ada di dalam rumah. Selain beliau kepala pelayan, dia juga pelayanan yang paling lama bekerja di rumah ini.
"Halo.. " ucap kepala pelayan.
"Maaf Bu ada tamu yang mencari Tuan dan Nyonya" jawab Satpam.
"Siapa?" tanya Kepala pelayan.
"Katanya namanya Bintang" ujar Satpam.
"Apa, maksud kamu Den Bintang? Cepat buka pintu dan suruh dia segera masuk" perintah Kepala Pelayan.
Sang Satpam merasa terkejut mengapa kepala pelayan terlihat sangat ketakutan seperti itu. Siapa pria yang ada di hadapannya ini sampai kepala pelayan langsung menyuruhnya membuka pintu dan mempersilahkan pria ini masuk.
Tapi ah.. sudahlah... itu bukan urusanku. Yang penting ini perintah dari Ibu Kepala Pelayan di sini. Karena di rumah ini semua dia yang mengurus dan mengaturnya. Batin Si Satpam.
"Silahkan masuk Pak, anda sudah di tunggu di dalam" ujar Satpam.
"Terimakasih" balas Bintang.
Bintang segera melanjutkan mobilnya masuk kedalam halaman rumah orang tuanya.
Sementara di dalam rumah.
"Nyonya.. Nyonya... " panggil kepala pelayan.
"Ada apa Sum. Mengapa kamu berlari - lari seperti orang yang baru melihat setan saja" jawab Nyonya Prakasa.
"Itu Nyah.. ada Den Bintang di luar" ucap kepala pelayan yang bernama Suminah.
"Bintang? Maksud kamu Bintang putra saya?" tanya Mama Bintang terkejut.
"Iya Nya, Den Bintang" sambut Sumi.
"Dimana dia?" tanya Mama Bintang kepada Sumi.
"Masih di luar, tadi satpam nelepon Nyah" jawab Sumi.
"Ayo Sum, kita ke depan. Cepat buka pintu" perintah Mama Bintang.
Sumi segera turun dari lantai dua dan berjalan menuju pintu depan.
__ADS_1
"Ada apa Ma? Mengapa kamu sama Sumi berbisik - bisik?" tanya Prakasa curiga.
"Biasalah Pa, Sumi menanyakan tentang urusan wanita. Dia kan malu kalau Papa dengar" jawab Mama Bintang berbohong pada suaminya.
Maaf ya Mas, kamu kan baru saja pulang dari Rumah Sakit dan baru operasi pasang cincin di jantung. Aku tau kamu masih marah sama putra kita dan aku takut kalau kami bertemu dia jantung kamu akan kumat dan tambah parah. Lebih baik hal ini aku sembunyikan dulu. Batin Mama Bintang.
"Sebentar ya Pa, aku keluar dulu mau ketemu Sumi" ucap Mama Bintang.
Sumi sudah membuka pintu rumah dan mendapati Bintang berdiri di teras rumah.
"Den Bintang... " panggil Sumi dengan mata berkaca - kaca.
"Bik Sumiiii... " Bintang memeluk Sumi erat.
Di rumah ini Sumi lah orang yang paling dekat dengan Bintang yang selalu mengurus Bintang dengn penuh kasih sayang. Bahkan Bintang lebih dekat dengan Sumi ketimbang Mamanya. Sumi adalah Ibu Bintang di rumah ini.
Sumi yang dengan penuh kasih sayang menemani dia saat dia sakit, bermain dan belajar. Sumi juga yang mengajarkan banyak hal kepadanya termasuk belajar shalat dan mengaji.
"Den.. kemana aja selama ini? Bibik kangen" Sumi meneteskan air mata.
"Aku juga kangen Bibik" balas Bintang.
"Mama, Papa ada Bik?" tanya Bintang.
"Ada di atas, sebentar lagi Mama kamu akan turun. Aden udah gagah sekarang ya. Sudah tiga belas tahun kita gak ketemu. Gak kerasa aden sudah jadi seperti ini" Sumi mengelus bahu Bintang lembut.
"Namanya sudah tua Den" Sumi tertawa mendengar candaan Bintang.
"Bintang... " panggil Mama Bintang dari dalam rumah.
Bintang terdiam kaku sambil menatap wajah Sumi. Sumi memberi isyarat agar Bintang mau berdekatan dengan Mamanya.
Mama Bintang langsung menyambut Bintang dan memeluknya.
"Kamu pulang sayaaaang? Akhirnya kamu pulang.... " Mama Bintang meneteskan air mata, rasa rindu dan rasa bersalahnya yang sangat besar kepada anaknya selama ini sangat membebaninya tapi suami dan anaknya mempunyai sifat keras yang sama.
Sudah berulang kali Mama Bintang meminta suaminya untuk mencari Bintang dulu dan membujuk suaminya agar mau mengajak Bintang pulang. Tapi suaminya menolak.
Bahkan setelah Bintang berhasil menjadi seorang pengusaha muda, Mamanya berulang kali ingin menemuinya dan berencana akan mengajak dan membujuk Bintang pulang ke rumah tapi suaminya marah.
Bagi suaminya Bintang lah yang salah karena sudah berani pergi dari rumah padahal mereka tau penyebab Bintang pergi karena kecewa dengan mereka. Mereka sering membuat Bintang kesepian di rumah dan haus kasih sayang.
Harusnya mereka senang karena pemberontakan Bintang tidak membuat Bintang menjadi sosok anak yang bandal dan bergaul dengan bebas. Bintang malah berubah menjadi laki-laki pekerja keras dan mandiri.
Hidup sendiri, membiayai kuliah sendiri dan mendirikan perusahaan sendiri sampai dia sukses sampai sekarang ini.
__ADS_1
Mama Bintang juga sering mencegah suaminya untuk mengganggu usaha Bintang atau membuat jebakan terhadap perusahaan Bintang tapi suaminya selalu berdalih agar Bintang bisa menjadi pengusaha sukses dengan melewati berbagai rintangan.
Kalau Bintang berhasil melalui setiap rintangan yang dia buat itu akan membuat perusahaan Bintang semakin kuat. Benar kata suaminya, saat ini Bintang telah sukses menjadi pengusaha muda yang sukses.
"Maaf Ma, aku ke sini bukan untuk pulang tapi... aku mau memberikan undangan ini kepada Mama" Bintang menyerahkan undangan pernikahannya yang dari tadi dia pegang.
Mamanya terdiam dan menerima undangan itu, kemudian dia membukanya.
"Kamu akan menikah hari Sabtu nak? Di Bandung" tanya Mama Bintang dengan wajah terkejut.
"Iya Ma, aku akan menikah di Bandung hari Sabtu. Aku harap Mama dan Papa bisa datang" jawab Bintang.
"Maaf sayang Mama tidak bisa" balas Mamanya.
Hati Bintang seperti teriris. Percuma dia datang ke rumah ini kalau kata - kata inilah yang harus dia dengar. Benar dugaannya semula, semuanya pasti sia - sia.
Tapi Tiara yang membuat permintaan sehingga dia mengurung egonya dan pergi ke rumah orang tuanya.
Bintang menatap wajah Mamanya dengan rasa kecewa.
"Maaf sayang, kami tidak bisa datang ke sana karena Papa kamu baru saja pulang dari rumah sakit tadi sore. Papa baru kena serangan jantung dan hari sabtu yang lalu Papa kamu menjalani operasi jantung untuk pemasangan cincin di jantungnya. Dokter berpesan kalau Papa kamu tidak boleh terlalu capek dan emosinya harus stabil. Maaf ya nak, Mama dan Papa tidak bisa hadir di hari bahagia kamu. Tapi restu dan doa kami selalu ada untuk kamu nak" ungkap Mama Bintang.
"Sekarang bagaimana keadaan Papa?" tanya Bintang.
"Alhamdulillah baik, Papa kamu sedang pemulihan pasca operasi. Harus jaga kondisi dan emosinya" jawab Mama Bintang.
Bintang terdiam.
"Kamu mau ketemu Papa?" tanya Mamanya.
"Gak usah dulu Ma, kata Mama kita harus jaga emosi Papa agar stabil. Nanti kalau lihat aku bisa - bisa jantung Papa kumat lagi" jawab Bintang.
"Setelah kamu nikah janji ya bawa istrimu ke rumah ini. Mama kau kenal sama menantu Mama" pinta Mama Bintang.
Bintang tersenyum dingin.
"Yang penting aku sudah datang kemari dan sudah mengabari ke Mama dan Papa kalau aku akan menikah. Kalau begitu aku pulang ya Ma" ucap Bintang pamit.
"Sekali lagi maafkan Mama ya sayang, kami gak bisa datang. Janji sama Mama ya kamu datang lagi lain waktu" bujuk Mamanya.
"InsyaAllah Ma" jawab Bintang.
Bintang mencium tangan Mamanya dan Bik Sumi kemudian kembali ke Mobilnya dan keluar dari rumah orang tuanya.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG