Tiara

Tiara
Operasi penyelamatan Tiara 1


__ADS_3

Bintang sampai di rumah sakit. Dia segera mengangkat Renita keluar dari mobil dibantu dengan supir pribadinya. Sedangkan Tegar keluar untuk mencari pertolongan.


"Tolong Doook.. tolong susteeeer" panggil Tegar.


"Ada apa Dek?" tanya seorang perawat kepada Tegar.


"Tolong Mama saya" ujar Tegar.


"Dimana Mama kamu?" tanya Perawat itu lagi.


"Itu yang di gendong Papa" Tegar menunjuk ke arah Bintang yang sedang setengah berlari membawa Tiara ke arah UGD.


Perawat segera mendorong tempat tidur untuk pasien ke arah Bintang untuk menjemput pasien Rumah Sakit.


"Tolong suster " teriak Bintang.


"Silahkan letakkan istri Bapak pelan - pelan Pak" perintah perawat itu.


Bintang mengikuti intruksi dari perawat. Dia meletakkan Tiara ke atas tempat tidur dengan perlahan. Mereka segera mendorong tempat tidur pasien ke dalam UGD.


"Kenapa istri Bapak begini?" tanya Dokter yang menyambut kedatangan Tiara.


"Istri saya jatuh dari tangga Dok" jawab Bintang.


"Baik Pak, silahkan tunggu di luar agar kami bisa memeriksa keadaan istri Bapak" perintah Dokter.


"Baik Dok, tolong istri saya. Lakukan yang terbaik" pinta Bintang.


"Iya Pak, kami akan berusaha menyelamatkan istri dan bayi yang ada di dalam kandungan istri Bapak" Jawab Dokter.


Mereka segera mendorong Tiara ke dalam ruang pemeriksaan sementara Bintang bersama Tegar dan supir menunggu di depan ruang tunggu.


Mereka duduk dengan nafas tersenggal - senggal. Bintang tampak sangat khawatir dengan keadaan Tiara. Bajunya sudah habis terkena darah Tiara.


"Den, izinkan Mamang pulang sebentar ke rumah untuk menjemput pakaian Den Bintang. Baju Den Bintang kotor terkena darahnya Non Tiara" ujar Mang Kardi yang kini sudah bertugas bersama Bintang.


"Baik Mang, tolong bilang sama Bibik bawakan juga tas kelengkapan Tiara dan bayi untuk melahirkan. Sudah disiapkan di kamar saya" sambut Bintang.


"Iya Den, nanti Mamang pinta sama Bibik di rumah. Sekalian Mamang akan bawa bajunya Tegar" balas Mang Kardi.


"Terimakasih Mang, hati - hati di jalan" ujar Bintang.


Kini hanya tinggal Bintang dan Tegar duduk di ruang tunggu. Tegar tak berhenti menangis setibanya di Rumah Sakit.


"Pa, Mamaaaa.... apakah Mama dan adek baik - baik saja?" tanya Tegar.


Bintang segera memeluk Tegar dan mencoba menenangkannya. Dia tau kalau saat ini anaknya sangat takut melihat Mamanya dalam keadaan seperti itu.


"Mama dan adek akan baik - baik saja sayang. Kamu tenang ya dan berdoa agar Mama dan Adek segera sembuh" jawab Bintang.


"Hiks.. hiks.. semua salah aku Pa. Mama ke atas karena ingin membangunkanku. Padahal Papa sudah melarang Mama untuk naik ke lantai dua tapi karena aku tidak mau bangun akhirnya Mama naik ke kamarku. Mama jadi jatuh saat turun ke bawah" Ungkap Tegar menyalahkan dirinya atas kecelakaan yang dialami Mamanya.


"Ini bukan salah kamu sayang, Mama pasti kecelakaan dan tidak sengaja terpeleset" sambut Bintang menenangkan.


Tak lama kemudian Pak Bambang dan Bu Sekar sampai di ruang tunggu.

__ADS_1


"Bintang.. Tegaaar" panggil mereka bersamaan.


"Omaaaa... Opa... " Tegar kembali menangis.


"Sayaaaang kamu jangan nangis ya, Mama kamu pasti baik - baik saja" ujar Sekar menenangkan Tegar.


"Mama jatuh karena aku Omaaaa" ungkap Tegar masih menyalahkan dirinya sendiri.


"Bintang... " panggil Sekar. Dia menatap Bintang mencoba meminta penjelasan.


"Aku sudah melarang Tiara untuk naik ke kamar Tegar Ma. Tapi karena dia mau membangunkan Tegar untuk sekolah akhirnya Tiara naik juga ke lantai dua dan saat hendak turun Tiara jatuh. Gak tau dia jatuh dari mana saat aku tiba di tempat kejadian Tiara sudah tergeletak di lantai dalam keadaan pingsan" jelas Bintang.


"Ya Allah... sekarang bagaimana keadaan Tiara?" tanya Pak Bambang.


"Tiara sedang diperiksa Dokter Pa" jawab Bintang lemas. Dia juga sangat terkejut dan khawatir dengan keadaan Tiara.


"Mengapa baju kamu penuh darah?" tanya Sekar.


"Tiara mengalami pendarahan Ma, tadi aku menggendongnya makanya bajuku terkena darah" jawab Bintang.


"Tiaraaa.. Ya Allah tolong selamatkan menantu dan cucuku" doa Sekar.


Tak lama Dokter keluar dari ruang UGD dan mendekati Bintang.


"Suaminya Ibu Tiara" panggil Dokter.


"Ya Dokter" Bintang langsung berdiri dan menghampiri Dokter yang memeriksa Tiara tadi.


"Pasien harus segera kami operasi Pak, karena detak jantung bayi yang ada di dalam kandungan semakin lemah kemudian Ibunya pendarahan berat. Kita harus segera menyelamatkan mereka" lapor Dokter.


"Kalau kesempatan hanya ada satu siapa yang harus kita selamatkan Pak?" tanya Dokter.


Deeeer... Bagai petir menyambar di siang hari.


Bintang benar - benar berat untuk mengambil keputusan.


"Bintang... " tegur Pak Bambang.


"Tolong selamatkan istri saya Dok" jawab Bintang segera.


"Ta.. tapi kalau bisa saya mohon Dok, tolong selamatkan keduanya" Kini mata Bintang terlihat berkaca - kaca.


Dokter menepuk bahu Bintang untuk menenangkan Bintang.


"Kami akan melakukan yang terbaik semampu kami Pak" jawab Dokter itu.


"Terimakasih Dokter" balas Bintang.


"Silahkan Bapak ke ruangan administrasi untuk mengurus berkas - berkas yang diperlukan untuk melakukan operasi" perintah Dokter.


"Baik Dok" jawab Bintang penuh hormat.


Dokter kembali balik arah menuju ruang UGD dan segera akan mempersiapkan ruangan dan kelengkapan untuk mengoperasi Tiara.


Bintang berjalan menuju ruang administrasi dan menandatangani surat persetujuan untuk tindakan operasi yang harus diisi oleh keluarga pasien.

__ADS_1


Tiara segera di bawa menuju ruang operasi. Tegar yang melihat Mamanya hendak di bawa segera berlari mencoba menghampiri Tiara.


"Mamaaa... Mama harus kuat. Mama dan adek harus selamaat" teriak Tegar.


Sekar mencoba menarik Tegar dan menahannya.


"Mamaaaa... aku sayang Mama... maafkan aku" teriak Tegar lagi.


"Sayaaang... kamu harus tenang. Teruslah berdoa agar Mama dan adik kamu selamat" ujar Pak Bambang.


"Semua salah aku Opa. Kalau saja tadi pagi aku segera bangun ketika di bangunin Bibik pasti Mama tidak akan naik ke atas, Mama tidak akan jatuh" Tegar menangis terisak.


"Sudah sayang kamu harus tenang. Lebih baik kita berdoa. Yuk kita menunggu di depan ruangan operasi" ajak Sekar.


"Iya Oma" sambut Tegar.


Bu Sekar, Pak Bambang dan Tegar berjalan menuju kamar operasi. Mereka duduk tepat di depan ruangan operasi tersebut. Menunggu operasi Tiara yang segera dilaksanakan.


Bintang juga baru saja selesai mengurus persetujuan operasi untuk Tiara. Dia segera menghampiri Papa, Mama dan anaknya yang sudah lebih dahulu duduk di depan ruang operasi.


Bintang mengabari para sahabatnya dan juga sahabat Tiara.


Bintang


Mohon bantuan doa nya, saat ini Tiara sedang dioperasi karena tadi jatuh dari tangga. Tolong doakan agar Tiara dan anak yang ada di kandungan selamat 🙏🙏


Dian


Kok bisa Bin Tiara jatuh? oh ya Tuhaaan.


Bagas


Di Rumah Sakit mana Bin?


Bintang


RS. Ibu dan Anak


Roy


Kami langsung menuju ke sama


Bagas


Aku juga segera menyusul.


Begitu juga dengan Ridho yang saat di kabari Bintang sedang menuju ke kantornya. Dia membatalkan niatnya ke kantor memutar arah dan sekarang sedang menuju ke Rumah Sakit tempat Tiara di operasi.


Ya Tuhaaan.. Tolong selamatkan Tiara dan anaknya. Doa mereka semua.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2