Tiara

Tiara
Berbuka dengan yang manis


__ADS_3

Lima hari sudah berlalu sejak perpisahan pertama Bintang dengan istri dan anaknya sejak mereka menikah. Selesai shalat Jumat Bintang bergegas berangkat menuju Bandung untuk bertemu dengan keluarganya.


Hampir satu minggu dia memendam rindu pada istri dan anaknya. Dan hari ini mereka akan bertemu kembali. Tak lupa Bintang membawa semua berkas kelengkapan pindah sekolah Dewi dan Ali.


Sekitar pukul tiga sore Bintang sudah sampai di rumah dinas Tiara yang kini sudah menjadi miliknya. Roy sudah memberikan hak rumah dan Cafe untuk Bintang ditukar dengan Cafe Bintang yang ada di Jakarta yang di kelola Dian.


"Papaaaaaaa... aku kangen" teriak Tegar ketika Bintang baru saja turun dari mobilnya.


"Papa juga kangen sama kamu" sambut Bintang.


Tiara menyusul Tegar dari belakang dan mencium tangan suaminya. Bintang membalasnya dengan mengecup kening istrinya mesra.


"Yuk masuk Mas. Aku udah masak makanan spesial untuk kamu hari ini" ucap Tiara.


"Oh ya?" tanya Bintang terpana.


"iiih.. segitunya nanyanya" canda Tiara.


Bintang menggendong putranya kemudian merangkul istrinya dan mereka berjalan masuk ke dalam rumah.


Ternyata begini rasanya kembali ke rumah. Lima hari ini dia sangat merindukan suasana seperti ini.


"Ibu dan Dewi mana?" tanya Bintang yang hanya melihat Ali sedang menonton TV.


"Mereka di Cafe, sebelum dia sekolah dia meminta untuk ikut ke Cafe sama Ibu. Mau bantu - bantu katanya biar terbiasa" jawab Tiara.


"Baguslah kalau mereka jadi lebih semangat" ujar Bintang.


Ali berdiri dan mencium tangan Kakak Iparnya.


"Oh iya Al, kamu ambil di dasbor mobil Mas ada berkas sekolah kamu dan Dewi" Bintang memberikan kunci mobilnya kepada Ali agar Ali bisa mengambil berkas pindah sekolahnya.


"Iya Mas" Ali menerima kunci mobil Bintang dan melangkah ke garasi mobil.


"Waktu Mas ke sekolah Dewi dan Ali, guru mereka bertanya kemana Dewi dan Ali akan pindah sekolah. Karena katanya Bapak Tiri kamu datang ke sekolah untuk mencari mereka" ungkap Bintang.


"Oh ya, trus Mas jawab apa?" tanya Tiara penasaran.


"Ya Mas ceritain aja kejadian sebenarnya dan guru mereka mau kok kerjasama dengan kita untuk merasahasiakan alamat kita di sini" jawab Bintang.

__ADS_1


"Syukurlah, entah apa sekarang yang sedang di fikirkan Bapak. Apakah dia kehilangan atau malah murka?" ujar Tiara.


"Sudahlah ngapain juga mikirin dia. Biarkan saja dia menyesali semua perbuatannya. Dan itu tidak akan ada artinya karena semua orang sudah pergi meninggalkannya. Kalau sudah tiada baru dia akan terasa dan penyesalan selalu datang terlambat" sambung Bintang.


"Iya juga kalau dia menyesal Mas, lah kalau dia dendam dan marah gimana?" tanya Tiara.


"Ya kita harus berhati-hati, jangan sampai dia berbuat hal buruk pada kita lagi. Kalau itu sampai terjadi aku tidak akan segan - segan untuk memenjarakannya" jawab Bintang.


"Iya Mas, kalau sampai itu terjadi aku rasa Ibu juga setuju kita melakukan hal itu. Bapak sudah sangat kelewat batas. Kesabaran kan ada batasnya, kita hanya manusia biasa" balas Tiara.


"Gimana sekolah kamu sayang? Udah siap - siap belum minggu depan pindah sekolah ke Jakarta?" tanya Bintang pada putranya.


"Sudah Pa, aku sudah bilang pada semua teman - temanku dan kata Mama nanti aku akan mengadakan perpisahan bareng guru dan teman-temanku" jawab Tegar.


"Benar begitu Ma?" Bintang mengedipkan sebelah matanya pada Tiara.


"Iya Pa, kan Tegar mau pindah sekolah, sebagai kenang - kenangan aku udah bilang sama gurunya Tegar untuk mengadakan perpisahan di sekolahnya Tegar hari Kamis depan" jawab Tiara.


"Papa juga sudah menemukan sekolah yang bagus untuk kamu. Letaknya gak jauh kok dari apartemen kita. Nanti setiap pagi berangkat sama Papa sambil Papa berangkat kerja trus nanti pulangnya baru di jemput Mama kamu. Gimana?" tanya Bintang pada Tegar.


"Wah asiiiik... Makasih Papa... " jawab Tegar senang.


Ali datang menyerahkan kunci mobil Bintang dan memeriksa semua berkas sekolahnya.


"Gak ada Mas, makasih ya" jawab Ali.


"Sudah dapat sekolah yang bagus di dekat sini?" tanya Bintang.


"Sudah, aku dan Kak Dewi sudah sepakat untuk masuk ke sekolah itu. Kemarin Kak Tiara udah membawa kami berkeliling ke sekolah itu" balas Ali.


"Syukurlah kalau semuanya sudah berjalan baik kamu tinggal sekolah yang bener. InsyaAllah Mas siap membantu kamu kemanapun kamu sekolah asalkan kamu serius dan berprestasi" ujar Bintang memberi semangat pada adik iparnya itu.


Sudah lama dia merindukan seorang adik, karena dia anak tunggal di keluarganya. Mempunyai adik seperti Dewi dan Ali membuat hidupnya terasa semakin lengkap dan sempurna.


"Al bawa Tegar mandi gih, udah sore" perintah Tiara.


"Baik Kak, yuk Gar kita mandi" ajak Ali.


Tegar ikut bersama Ali ke kamarnya untuk mandi.

__ADS_1


Besok aku akan cari tukang untuk renovasi rumah ini. Sepertinya kira harus buat rumah ini bertingkat di belakang. Nanti di atas akan kita tambah dua kamar untuk kamar Ali dan Dewi. Jadi kalau kita menginap di Bandung Tegar bisa tidur sama Ali atau Dewi di atas. Ibu dan kita tidur di bawah" ucap Bintang.


"Lho ini kan rumahnya Mas Roy Mas, apa dia setuju rumahnya kita renovasi tanpa izinnya?" tanya Tiara bingung.


"Rumah ini sudah menjadi milik kamu sayang dan Cafenya juga" jawab Bintang sambil mencium pipi kenyal istrinya.


"Lho kok bisa begitu Mas?" tanya Tiara tidak mengerti.


"Bisa donk, apa sih yang gak bisa buat Bintang" goda Bintang.


"Ih Mas, jangan becanda ah. Aku serius lho" balas Tiara.


"Jadi ceritanya Roy minta tukeran Cafe. Cafe yang di Jakarta buat dia sedangkan Cafe dan rumah ini untuk kita" ucap Bintang.


"Mas ini tukeran Cafe seperti beli kacang saja" sambut Tiara.


"Roy yang minta begitu. Dia lagi mengejar cintanya" jawab Bintang.


"Apa hubungannya Cinta dengan Cafe?" Tiara bingung dengan perkataan Bintang.


"Ada donk, cintanya Roy ada di Cafe Kenanga Jakarta" ungkap Bintang sambil tersenyum manis.


"Maksudnya?" Tiara semakin bingung.


"Roy mau mengejar cinta Dian. Tapi sepertinya masih belum di terima Dian. Dia masih belum mau menjawab perasaan Roy" jawab Bintang.


"Semoga mereka berjodoh ya Mas. Mereka berdua orang-orang yang baik. Aku yakin orang baik pasti akan mendapatkan pasangan yang baik juga" sambut Tiara.


"Seperti aku ketemu kamu kan?" goda Bintang.


"Pede banget situ baik?" balas Tiara.


"Ya Pede donk, kalau gak mana mungkin kamu cinta mati sama aku" gombal Bintang sambil tersenyum mesum.


Tiara hanya memanyunkan wajahnya karena jawaban Bintang barusan.


"Ih gemesnya lihat istriku, udah lima hari nih puasa. Ke kamar yuk.. aku mau berbuka dengan yang manis... " goda Bintang.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2