Tiara

Tiara
Part 4


__ADS_3

Hal pertama yang Tiara temukan ketika ia membuka matanya setelah sebelumnya matanya di tutup oleh ayahnya ialah, ramainya orang yang berkerumun tepat di depannya.


Ia menoleh kekanan dan kekiri kebingungan


" Dimana lagi ini...


Ayah, kau dimana.." panggilnya kuat tapi ia tak menemukan dan mendapatkan jawaban apapun.


Ia memanggil sekali lagi, tapi yang menyahut dan menghampirinya malah dua orang perempuan yang berdiri tak jauh dari tempatnya berdiri.


" Hei nak ada apa,.. apa yang sedang kamu cari, dan di mana orang tuamu.." salah seorang perempuan yang tampak berusia sekitar tiga puluhan bertanya sambil setengah berjongkok dihadapan Tiara. begitu ia sampai menghampiri Tiara.


Sementara itu Tiara yang mendengar ucapan perempuan itu menjadi bingung. cara memanggil dan cara perempuan itu berdiri membuatnya bingung,.. " mengapa ibu ini malah memanggilku dengan kata nak, dan kenapa juga ia berdiri dengan setengah jongkok seperti itu." batin nya kebingungan.


" apa aku terlihat seperti anak kecil sekarang,.." batin nya lagi. lalu, Sambil kebingungan, tiara mulai mengangkat dan melihat kedua tangannya lalu menatap pakaian yang ia kenakan." eh, kenapa tangan ku mengecil, dan kenapa juga pakaian ku bisa jadi seperti seragamku waktu SD dulu." batinnya semakin kebingungan sembari menatapi tubuh bagian bawahnya sendiri.


Tiara lalu mengangkat pandangannya kembali lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling. " bukannya tempat ini merupakan pasar yang tidak jauh dari sekolah SD ku dulu." batinnya lagi.


melihat kalau anak yang ditanya malah diam dan tampak kebingungan, perempuan lain yang tadi menghampiri mulai menyahut.

__ADS_1


" Hei, apa kamu tidak melihat kalau warna rambut dan warna matanya berbeda dari kita,.. dia itu anak bule, mana mungkin ia mengerti dengan bahasa kita." ucapnya sembari menepuk pelan bahu perempuan yang bertanya tadi.


" Benar juga, warna mata dan kulitnya yang putih sangat berbeda dengan Kita. kenapa aku baru memperhatikannya ya." ucap perempuan itu lagi sembari menggaruk rambut nya sendiri.


Tiara yang kembali mendengar suara dari orang yang tadi menghampirinya, mulai menarik kembali pandanganya yang sedari tadi mengitari sekeliling. ia menatap kedua wanita yang berusia kisaran tiga puluh tahunan itu. sembari mengeluarkan senyumnya yang ramah, Tiara bertanya." Maaf Tante, tapi Tia boleh nanya nggak, kita sekarang ada dimana dan tahun berapa ini." ucapnya memastikan pengamatannya.


" eh, dia mengerti dan tau bahasa kita,.." salah satu dari perempuan tadi berucap sambil terkejut.


" iya tante, Tia mengerti dan tau bahasa kalian. Tapi kita dimana dan tahun berapa ini Tante,.." tanya Tiara sekali lagi.


" eh i.. iya nak, kita sekarang ada di pasar baru. dan sekarang tahun 2011." ucap wanita yang ditanyai itu tergagap karna sangking terkejutnya. sebab belum sempat ia merespon saat Tiara bertanya sebelumnya, kini malah Tiara bertanya lagi. wanita itu kembali menatap wajah Tiara setelah ia menjawab. ia hanya bisa menggelengkan kepala nya pelan mengingat sebelumnya ia mengganggap kalau Tiara itu orang luar yang tidak mengerti apa yang di ucapkan nya.


" apa maksud dari semua ini, bagaimana bisa aku kembali ke sepuluh tahun lalu. Apa jangan jangan wanita ini berbohong ya, tapi tidak mungkin juga, karna aku merasa kalau tubuh dan seragam yang ku kenakan, sangat sesuai dengan waktu yang di ucapkan oleh Tante ini." batin Tiara sembari menyerngit bingung.


Namun, belum sempat ia menemukan jawaban dari apa yang dialaminya, kini wanita yang dihadapannya itu bertanya lagi.


" hei nak, dimana orang tuamu. dan bagaimana bisa seorang anak yang tampak seperti bule sepertimu mengerti bahasa kami." ucap wanita itu, setelah sebelumnya ia berhasil menguasai keterkejutannya.


Tiara kembali menatap wanita di hadapannya itu, ketika pertanyaan itu ditanyakan. Tiara bingung mau menjawab apa. pasalnya dia tidak tau dan belum terlalu mengerti juga dengan keadaannya saat ini.

__ADS_1


" Orang tua saya sedang belanja di pasar ini Tante, dan soal saya yang mengerti bahasa nya kalian, itu karna Tia selama ini sudah lahir dan besar di negara ini. lagi pula ayahnya Tia adalah warga negara asli negara ini." ucap nya pada akhirnya sedikit berbohong. lalu setelah ia menjawab, buru buru Tiara langsung pamit pergi dari sana dengan alasan kalau Tiara sudah melihat bundanya berdiri dan memanggilnya dari kejauhan. lalu tanpa menunggu respon dari ke dua wanita itu, Tiara langsung saja berlari menjauh. karna takut ditanya hal hal lain lagi yang akan membuat ia semakin bingung.


Kini, Tiara berjalan mengelilingi pasar sendirian setelah lolos dari kedua wanita tadi. sembari terus memikirkan tentang keadaannya saat ini, Tiara terus saja melihat lihat sekeliling.


jujur saja,.. sampai saat ini, Tiara masih belum mengerti tentang semua yang terjadi padanya. yang pertama, ia pingsan karna telah dikurung di gudang seharian oleh bundanya. kedua, setelah ia pingsan, ia malah bertemu dengan ayahnya di tempat yang sampai saat ini, masih membingungkan nya. yang ke tiga, setelah ia senang karna Telah bertemu dengan ayahnya, ayahnya malah memberikan ia tugas, dengan harus membagikan buku yang sudah di berikan oleh kakek tua sebelumnya. "buku, tapi tunggu dulu,.. dimana buku yang diberikan kakek itu sebelumnya,.. kenapa aku tidak merasa kalau aku membawanya dari ruangan yang putih tadi." seolah tersadar dari pikirannya, Tiara langsung saja memeriksa tangan dan bajunya sendiri.


" kenapa bukunya nggak ada,.." ucapnya kebingungan sembari terus saja meraba tubuhnya sendiri, hingga nggak tanpa sadar tangannya, meraba punggungnya sendiri dan ia menemukan bahwa ia sedang menyandang sebuah tas. "tas, sejak kapan aku mengenakan tas. kenapa aku tidak sadar dari tadi. dan tunggu,.. apa bukunya di dalam sini ya." Batinnya, sembari langsung menanggalkan tas yang di kenakannya hingga terjatuh ke tanah.


lalu setelah itu, ia langsung saja memeriksa isi tas itu. dan benar saja, kalau didalamnya ada tiga buah buku yang sebelumnya di berikan kakek itu. dan bukan itu saja, ada juga botol minum yang masih terisi penuh di dalam sana. dan seingatnya itu adalah botol yang dulu selalu bunda nya isikan menggunakan air mineral dan dimasukkan langsung ke tas Tiara.


karna takut ketinggalan bila tidak langsung di masukkan.


Ngomong ngomong mengingat air mineral dan bundanya, tanpa sadar air mata mengalir di sudut mata Tiara. " andai bunda yang di masa depan masih ada seperti bunda di masa sekarang. Tia pasti akan sangat senang dan bahagia." batinnya lagi.


" Tapi tunggu, kalau hanya harus membagikan tiga buku ini ke tiga orang yang tepat, bukannya itu hal yang sangat mudah. karna kata ayah sebelumya, aku kan hanya perlu memberikannya ke orang yang tepat menurutku sebelum matahari terbenam. karna saat matahari terbenam, disaat itu lah aku kembali ke tubuh asli ku. dan berarti berhubung sekarang masih tengah hari, aku masih memiliki kesempatan untuk pulang ke rumah dan mengunjungi bunda dan ayah setelah aku berhasil membagikan buku ini,.." ucapnya pelan pada dirinya sendiri sembari mendongkak menatap langit dan mendapati bahwa matahari tengah bersinar dengan cerahnya tepat di tengah tengah langit.


" kalau begitu, aku akan menemukan kalian bertiga dengan cepat, supaya aku bisa pulang walau hanya sebentar ke rumah." ucapnya sembari tersenyum lebar. lalu ia segera menutup tas yang tadi di buka nya itu, dan mengenakannya kembali kepunggungnya.


*Hai hai hai,.. jangan lupa untuk meninggalkan jejak ya, πŸ™πŸ™

__ADS_1


** see you in the next chapterπŸ™πŸ˜‡***


__ADS_2