Tiara

Tiara
Menyelamatkan Ibu


__ADS_3

Tepat jam sebelas malam Bintang, Tiara dan Tegar sudah sampai di ujung kampung. Mereka berhenti di tempat yang sudah di tentukan sebelumnya.


Siti, Dewi dan Ali sudah menunggu mereka di sana dengan membawa beberapa tas yang berisikan pakaian, berkas - berkas sekolah dan peralatan sekolah Ali dan Dewi.


Dengan jantung yang berdetak kencang Siti, Dewi dan Ali menunggu mereka sekitar tiga puluh menit. Mereka takut kalau Tarjo pulang ke rumah dan mencari mereka di sini atau ada seseorang yang melihat dan melaporkan kalau mereka sedang berjalan menuju kemari.


Begitu mereka naik ke mobil Bintang baru Siti, Ali dan Dewi dapat bernafas lega.


"Kalian sudah lama menunggu Bu?" tanya Bintang.


"Lumayan sekitar tiga puluh menit" jawab Siti.


"Kenapa Ibu menunggu selama itu. Kan tadi udah aku telepon agar Ibu gak kelamaan nunggunya?" tanya Tiara.


"Gak apa Ra, kami sengaja keluar rumah lebih cepat takut kalau Bapak pulang atau melihat kami seperti ini" jawab Siti.


Tiara menghidupkan lampu mobil untuk melihat keadaan Ibu dan adik - adiknya. Betapa terkejutnya Tiara melihat wajah Ibu dan Ali penuh luka dan lebam.


"Ya Allah Bu, Ali wajah kalian parah sekali" ujarnya terkejut.


Bintang langsung menoleh ke belakang.


"Bapak harus kita kasih pelajaran Bu, ini namanya KDRT, tindakan kriminal" sambung Bintang.


"Jangan Nak Bintang. Bukannya kamu tadi memberi kami pilihan? Ikut kalian atau melaporkan Bapak ke polisi. Kami memilih ikut kalian jadi jangan laporkan Bapak ke Polisi biarlah dia seperti itu. Mudah - mudahan dengan kepergian kami dia jadi sadar pentingnya keluarga baginya dan dia bertobat karenanya" jawab Siti.


"Aamiin" sambut Dewi.


"Ya sudah kalau begitu kita ke rumah sakit dulu ya untuk mengobati wajah Ibu dan Ali. Aku tidak sampai hati melihat wajah kalian" ajak Bintang.


"Gak usah nak Bintang, kamu tidak apa - apa. Tadi juga sudah di obati di rumah. Beberapa hari juga akan sembuh. Lebih baik kita secepatnya meninggalkan Jakarta. Ibu tidak mau Bapak mencari kami di sini" pinta Siti.


"Baiklah kalau itu mau Ibu" jawab Bintang.

__ADS_1


Bintang mematikan lampu di dalam mobil dan menyalakan mobil kembali menuju Bandung.


Mereka tiba di bandung pukul dua dini hari. Bintang menggendong Tegar yang sudah nyenyak tertidur di mobil dan membawanya ke kamar mereka.


"Ibu dan Dewi tidur di kamar Tegar ya. Kamu tidur di sofa ruang TV gak apa - apa kan Ali? biar Tegar tidur bersama kami" ujar Tiara.


"Gak apa - apa kak. Yang penting kami sudah keluar dari neraka itu" ucap Ali.


"Leeeeeeeee" potong Siti mengingatkan.


"Ibu dan Dewi langsung saja istirahat. Kalian pasti sangat capek. Ali sebentar ya kakak ambil selimut dulu" sambung Tiara.


Tiara masuk ke kamarnya dan mengambil selimut di lemari untuk dipakai Ali. Dia melihat Bintang sedang meletakkan Tegar dengan sangat hati - hati, takut kalau Tegar terbangun.


"Kamu ngapain yank?" tanya Bintang.


"Ini Mas mau ngasih selimut untuk Ali. Kasihan dia kedinginan dj ruang TV" jawab Tiara.


Tiara keluar menuju ruang TV dimana Ali sedang berbaring di Sofa. Tiara menyelimuti tubuh adiknya itu.


"Kak, terimakasih ya sudah mengajak kami ke sini. Kini aku sudah bisa bernafas lega. Kami selamat dari kekejaman Bapak" ucap Ali.


"Kalian adalah keluargaku, aku pasti akan menyelamatkan kalian apapun yang terjadi. Tapi kakak minta kamu tetap memaafkan Bapak dan jangan dendam padanya. Bagaimanapun dia adalah Bapak kita dan kita gak boleh durhaka. Kita doakan saja Bapak secepatnya sadar dan bertaubat" ucap Tiara.


"Kakak baik sekali padahal Bapak yang sudah menjebak kakak dan mengusir kakak dari rumah" ucap Ali.


Tiara terkejut mendengar ucapan Ali.


"Dari mana kamu tau itu Ali?" tanya Tiara terkejut.


"Aku dengar semuanya Kak, saat Bapak bertengkar dengan Ibu tadi. Bapak marah karena gak dikasih uang sama Ibu trus Bapak mengaku kalau dia dulu ingin menjual Kakak kepada juragan tapi Kakak malah pergi dengan laki - laki lain sampai kakak hamil. Kakak baik sekali tidak dendam kepada Bapak padahal dia bukan Bapak kandung kakak" ungkap Ali.


"Sudahlah.. hidup dengan dendam tidak akan membuat kita nyaman. Hati kita pasti gelisah dan tidak tenang. Lebih baik ikhlaskan semuanya dan kita mulai hidup baru kita. Yang penting kamu belajar yang rajin dan jangan fikirkan apapun. Kakak akan menyekolahkan kamu sampai kamu jadi sarjana" Tiara mengelus lembut kepala adiknya.

__ADS_1


"Atas nama Bapak aku minta maaf ya Kak. Aku malu mempunyai Bapak seperti itu" ujar Ali.


"Semua sudah berlalu Al, lihatlah sekarang Kakak sudah bahagia bertemu dan menikah dengan Mas Bintang. Yakinlah di ujung sebuah cobaan Allah pasti akan menghidangkan kebahagiaan yang kita sendiri tidak bisa membayangkannya. Contohnya Kakak, sedikitpun kakak tidak pernah membayangkan akan bertemu Mas Bintang lagi ataupun menikah dengannya tapi Allah menjadikan itu nyata dan Kakak sangat bahagia" jawab Tiara.


"Kakak memang pantas bahagia karena kakak adalah kakakku yang paling baik dan cantik sedunia" Ali memeluk Tiara erat. Sudah lima tahun dia tidak pernah memeluk kakaknya seperti ini. Rindunya sudah terbalas sekarang.


"Ya sudah sekarang kamu tidur ya. Nanti Kakak akan minta Mas Bintang untuk mengurus sekolah kamu dan di pindahkan ke sekolah di Bandung ini ya. Begitu juga dengan Dewi. Kalian temani dan jaga Ibu di sini. Karena Kakak akan ikut suami ke Jakarta" pesan Tiara.


"Iya Kak, aku yang akan menjaga Ibu dan Kak Dewi di sini" jawab Ali.


"Kakak ke kamar ya, sudah malam nanti kita gak kebangun subuh" ucap Tiara.


Tiara bangkit dari duduknya dan berjalan ke kamarnya. Rupanya Bintang masih menunggunya dan belum tidur.


"Kok lama yank?" tanya Bintang.


"Ngobrol sebentar tadi Mas sama Ali di depan" Tiara berganti pakaian, lalu berbaring di tempat tidur.


"Makasih ya Mas, kamu sudah membantu keluargaku untuk keluar dari masalah ini. Aku lega sekali bisa menyelamatkan mereka dari kekejaman Bapak" ucap Tiara.


"Hey... sayaaaang kita itu sudah menikah. Artinya sudah menyatu. Jadi keluarga kamu adalah keluargaku juga. Kamu dengar, kamulah yang mengajari aku arti keluarga. Kamu tau sendirikan bagaimana keadaan keluargaku. Bersama kamu aku merasakan kehangatan keluarga sayaaang. Aku senang melihat kamu, Ibu dan adik - adik kamu saling menyayangi walaupun kehidupan kalian pas - pasan dan kalian menjalani kerasnya kehidupan ini karena Bapak kamu. Tapi kalian sabar dan ikhlas. Aku ingin mempunyai keluarga yang hangat seperti keluarga kamu sayang, makanya aku mengajak Ibu dan adik - adik kamu ke sini agar kamu lebih merasa tenang dan keluarga kamu juga aman" ungkap Bintang.


"Sekali lagi terimakasih Mas. I Love you" ucap Tiara tulus.


Bintang terkejut dengan ungkapan cinta Tiara yang tiba - tiba, kemudian dia tersenyum bahagia.


"I love you more... " balasnya.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2