
Acara syukuran rumah baru berlangsung sampai malam. Tegar meminta eyang, Tante dan Omnya menginap di rumah mereka. Alhasil Siti dan kedua anaknya tidak jadi pulang.
Untung saja Ali dan Dewi lagi libur sekolah karena baru saja menyesaikan ujian kelulusan mereka. Ali tahun ini masuk SMU sedangkan Dewi masuk perguruan tinggi.
Para sahabat Bintang masih betah di rumah Bintang. Hanya Ridho dan Tari saja yang sudah pulang sore tadi karena mereka memiliki anak kecil jadi tidak bisa berlama-lama.
"Bro dia tahun lagi kan?" tanya Bagas saat dia duduk santai di pinggir kolam bersama Roy dan Bintang.
"Apaan?" tanya Roy tak mengerti.
"Aku dikasih izin menikah sama Bintang" jawab Bagas.
"Aneh kamu, yang mau nikah kamu kenapa minta izinnya sama Bintang. Minta izin noh sama Emak Bapak kamu" balas Roy.
"Izin Bintang juga perlu, biar acara PDKT ku lancar dan berhasil" sambung Bagas.
Bintang menggeleng - gelengkan kepalanya. Dia bingung apakah Bagas serius atau hanya ingin menggodanya.
"Bener kan Bin dua tahun lagi?" desak Bagas.
"Bodoh ah" jawab Bintang.
"Lama beeeuuut nikahnya dua tahun lagi. Ingat umur cuy" ujar Roy.
"Ya habisnya Bintang kasih syarat begitu. Akunya mah mau secepatnya. Bila perlu saat ini juga akadnya" sambung Bagas.
Roy menggaruk kepanya yang tak gatal.
"Aku bingung Gas, apa hubungan Bintang sama pernikahan kamu. Ya samber ajalah, dua tahun lagi umur kamu sudah tiga puluh tiga tahun Gas" ulang Roy.
"Kakak ipar aku belum kasih izin" jawab Bagas.
"Siapa kakak ipar kamu?" tanya Roy penasaran.
"Nih" Bagas melirik Bintang.
"Bintang?" tanya Roy tak percaya.
Bagas menganggukkan kepalanya.
"Bintang Kakak ipar kamu? Maksudnya kamu mau nikah samaaaaaa" Roy mencari sosok Dewi yang ternyata ada di dalam sedang ngobrol bersama Tiara, Dian dan Siti.
Bagas kembali menganggukkan kepalanya.
"Gila lo Gas, pedofil itu namanya" protes Roy.
"Aku juga bilang apa kan" sambut Bintang.
__ADS_1
"Dewi masih kecil Gas, baru tamat SMU. Umur juga baru delapan belas tahun" ucap Roy.
"Woy delapan belas tahun itu udah dewasa, udah bisa punya anak" jawab Bagas.
"Tapi usia kalian selisih tiga belas tahun Gas. Lo serius?" tanya Roy tak percaya.
"Serius lah, masa nggak. Dewi baik, lemah lembut, cantik dan solehah lagi" puji Bagas.
"Kasihan anak orang Gas kalau nikah sama kamu. Dewi masih lugu dapat suami ya ampuuuun pemain bro" ledek Roy.
"Yah bagus itu. Aku kan punya banyak pengalaman dijamin Dewi akan puas dengan pelayananku dan aku akan menjadi guru yang baik untuknya dalam menikmati indahnya dunia percintaan" ucap Bagas sambil membayangkan hal - hal yang dia inginkan.
"Gila nih anak" Bintang langsung memukul kepalanya.
"Awww... sakit Bin" teriak Bagas.
"Sini aku tambahin" sambung Roy sambil tertawa.
"Aku serius lho, sueeer deeeh. Gimana sih cara jelasinnya sama kalian?" tanya Bagas serius.
"Gini aja Gas, selama dua tahun ini kamu tunjukin keseriusan kamu untuk pensiun dari profesi kamu seorang casanova. Setelah Dewi genap berusia dua puluh tahun baru kamu aku kasih izin dekati Dewi" Bintang beri syarat.
"Yah kirain bisa langsung nikahin Dewi. Kalau aku harus berjuang lagi ya kelamaan donk Bin, aku sudah berusia tiga puluh tiga tahun saat itu. Aku harus berjuang deketin Dewi. Lah kalau dia udah punya pacar gimana?" protes Bagas.
"Ya itu resiko kamu. Yang mau nikah kamu kok bukan aku" jawab Bintang.
"Hahaha.. disitulah cinta di uji bro. Kalau kamu memang serius mencintai Dewi, sampai kapanpun kamu pasti rela menunggu. Lagian kamu percaya deh sama jodoh. Kalau jodoh kamu Dewi, dia gak akan bakalan lari. Jadi kamu gak perlu takut dua tahun lagi dia punya pacar atau tidak" sambut Roy.
"Oke, tapi aku boleh ya bilang sama Dewi buat nunggu aku dua tahun lagi dan suruh dia jaga hatinya untukku selama itu" pinta Bagas memelas.
"Yeeeee... itu sama aja dengan kamu DP dulu, dua tahun lagi baru bayar lunas" sindir Bintang.
"Eh tapi nanti kamu pas nikah sama Dewi jabat tangannya sama Si Tarjo Sontoloyo itu donk? Doa - doa aja kamu Si Tarjo udah tobat. Gak kebayang kalau Tarjo masih gila. Terus tambah parah kesenangan maboknya gitu lihat dua menantunya sekaya kalian" ejek Roy.
"Kurang asem kamu" Balas Bintang.
"Kan ada Ali yang bisa jadi wali nikah" ucap Roy.
"Ali belum genap tujuh belas tahun kalau dua tahun lagi. Kamu harus sabar tunggu satu tahun lagi, tunggu Ali punya KTP" goda Bintang.
"Beratnya cobaan kamu bro... " ejek Roy.
"Sial... " umpat Bagas.
"Karma kali, karena selama ini kamu suka mempermainkan perasaan wanita" ejek Bintang.
"Aku gak mempermainkan perasaan mereka. Mereka sendiri yang datang kepadaku dengan sukarela" protes Bagas.
__ADS_1
"Anggap semua ujian kamu untuk menjadi orang yang bener Gas. Aku saja nungguin Dian untuk tau dan membalas perasaanku perjuangannya sampai bertahun - tahun. Tapi Alhamdulillah Allah lihat keseriusan aku untuk berubah jadi Allah kabulkan doa - doaku dulu yang sempat terlupakan olehku. Bukan lupa sih tapi lebih tepatnya aku tidak mempunyai kepercayaan diri untuk mengharapkannya sebagai istriku. Tinggal dua minggu lagi dia akan resmi menjadi istriku" ungkap Roy.
Bagas menarik nafasnya panjang.
"Dek Dewi tunggu Kang Mas dua tahun lagi. Kamu harus jaga hati kamu hanya untuk Kang Mas" ucap Bintang sambil menatap wajah Dewi yang sedang asik tertawa dengan dengan Tiara dan yang lainnya.
"Hahaha... kacian deh loe" ledek Roy.
"Ikat aja Gas Junior lo pakai karet" sambut Bintang.
"Nasib.. nasib.... " ujar Bagas dengan wajah putus asa.
"Hahaha.. " tawa Roy dan Bintang karena lucu melihat wajah Bagas yang nelangsa.
Tiba - tiba Dian datang menghampiri ketiga sahabatnya.
"Mas pulang yuk udah malam" Dian mengajak Roy.
"Ayok" jawab Roy dan dia langsung berdiri.
"Cie.. udah terbiasa panggil Mas" goda Bagas.
"Ya harus donk, dari pada kamu udah di panggil Mas tapi belum bisa ngapa - ngapain. Sabar bro dua tahun lagi" ledek Roy.
"Sial... " umpat Bagas.
"Ada apa?" tanya Dian penasaran.
"Nanti aku ceritain deh di mobil. Izin ya Gas aku cerita sama Dian?" tanya Roy.
"Senang banget ya lihat teman lo menderita" ucap Bagas.
"Aku boleh tau gak Mas Bagas?" tanya Tiara.
Sontak wajah Bagas memerah karena pertanyaan Tiara.
"Nanti aku kasih tau kamu setelah mereka pulang" jawab Bintang.
"Please.. Bin, Tiara aja ya, cukup Tiara aja yang tau" pintar Bagas sambil memelas.
"Yoi bro hahaha... " tawa Bintang diikuti Roy.
Malu - malu deh sekalian Batin Bagas.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG