Tiara

Tiara
Nama adek bayi


__ADS_3

Keesokan harinya Dewi dan Ali datang ke Rumah Sakit mengantarkan Tegar. Mereka di antar Mang Kardi dari rumah. Karena Tiara sangat merindukan putranya itu dan kasihan dengan Tegar setelah mendengar cerita Bintang bahwa Tegar merasa sangat bersalah karena Tiara jatuh kemarin.


Tegar akhirnya libur sekolah hari ini begitu juga dengan Dewi dan Ali. Kemarin setelah mendengar kabar bahwa Tiara jatuh dan menjalani operasi Dewi dan Ali segera menyusul ke Jakarta diantar oleh supirnya Pak Wijaya.


Saat ini mereka bertiga sedang dalam perjalanan ke rumah sakit. Sedangkan suasana di ruangan Tiara terasa haru karena pertemuan pertama Tiara dengan putrinya.


Bayi cantik itu dibawa ke ruangan Tiara karena Tiara ingin menyusui putrinya. Perawat mendorong box bayi ke kamar rawat inap Tiara


"Selamat pagi Pak, Bu" sapa perawat.


"Pagi, eh anak Papa sudah datang" ucap Bintang sumringah.


"Sayang putri kita datang" ujar Bintang.


Perawat mengangkat bayi mungil itu kemudian meletakkannya di dekat Tiara yang masih bisa berbaring. Tiara belum bisa belajar duduk karena dia baru menjalani operasi besar.


Tiara meneteskan air mata ketika melihat wajah putrinya.


"Dia cantik sekali Mas" ujar Tiara.


"Tentu donk mirip kamu yank" sambut Bintang.


"Iya persis kamu waktu kecil tapi anak kamu lebih putih" sambung Pak Wijaya.


Tiara tersenyum menatap Bapaknya.


"Karena dulu Ibu gak nonton drama korea Pak" jawab Tiara.


"Ibu gak suka drama Korea, lebih suka film India" potong Siti.


Sontak mereka semua tertawa mendengar jawaban Siti.


"Kamu lahir di zaman penjajahan nak. Lampu saja dulu di kampung kita belum banyak. Hanya rumah - rumah tertentu yang ada listriknya. Kalau putri kamu sudah lahir di zaman kemerdekaan" ucap Pak Wijaya.


"Makanan aja dulu taunya pisang dan singkong. Gak seperti sekarang pizza dan spaghetti" sambut Siti.


"Benar itu Sit, tapi kita udah lumayan juga lho hampir setiap hari makan soto" ujar Sekar.


"Ya karena Siti penjual Soto" sambut Pak Bambang.


"Hahahaha" tawa mereka berlanjut.


"Aaw.. aaw... aku belum bisa terlalu kencang ketawanya. Perutku rasanya ketarik dan sakit" ucap Tiara.


"Kamu cukup mendengarkan aja sayang" nasehat Bintang.


"Ya mana bisa Mas cukup mendengarkan, emangnya pikiran dan perasaanku gak ikut campur. Kalau lucu ya otomatis aku ketawa" jawab Tiara dengan wajah ngambek.


"Hehehe iya ya" Bintang menggaruk kepalanya yang tak gatal.

__ADS_1


"Jadi siapa nih nama putri kalian?" tanya Pak Bambang.


"Siapa yank? Katanya kamu sudah mempersiapkan namanya?" Bintang melirik istrinya.


"Mmm... Khanzia Maqdira" jawab Tiara.


"Apa artinya?" tanya Siti mewakili yang lain juga penasaran dengan arti nama anak Tiara.


"Khanzia itu artinya pejuang wanita sedangkan Maqdira artinya kuat" jawab Tiara.


"Yank kalau di tambah Prakasa anak kita jadi terlalu kuat yank, takutnya nanti malah tomboy gak lemah lembut seperti wanita" protes Bintang.


"Ya sudah kalau begitu Mas deh yang tambahin, dari aku Khanzianya, selanjutnya Mas tambahin" jawab Tiara.


"Oke" Bintang mencari referensi nama yang cantik dari internet.


"Gimana kalau namanya Khanzia Rhuksana Prakasa?" tanya Bintang.


"Itu apa lagi artinya?" tanya Pak Bambang.


"Pejuang wanita yang cantik dan kuat" jawab Bintang.


"Bagus" sambut Pak Wijaya.


"Iya Jay lebih bagus dari nama kita ya, Herman Wijaya dan Bambang Prakasa" potong Pak Bambang.


"Hahaha... benar kamu Bam" balas Pak Wijaya.


"Setuju" jawab semuanya.


"Seperti sidang MPR ya, pada kompakan jawab Setuju" ucap Dewi yang datang bersama Ali dan Tegar.


"Eh Tegar anak Papa, sini sayang Mama sudah gak sabar pengen ketemu kamu" sambut Bintang ketika melihat putra sulungnya datang.


Tegar lansung berlari mendekati Tiara. Bintang menggeng Tegar agar dia bisa memeluk Mamanya.


Tegar langsung memeluk Mamanya dan menangis.


"Mama... Mama.. maafkan aku udah buat Mama jatuh. Aku janji aku gak akan nakal lagi dan cepat bangun pagi. Mama gak boleh naik lagi ke atas ya. Tunggu saja aku di bawah" ucap Tegar sambil terisak.


Yang lain menjadi terharu mendengar perkataan Tegar. Anak kecil berusia lima tahun lebih itu sudah bisa merasa bersalah padahal bukan dia yang menyebabkan Tiara jatuh dan tidak ada yang menyalahkannya.


"Kamu jangan nangis ya sayang, bukan kamu yang menyebabkan Mama jatuh. Mama jatuh karena kaki Mama tersandung dan Mama tidak bisa menjaga keseimbangan tubuh Mama makanya Mama jatuh" jawab Tiara menenangkan putranya.


"Tapi kan karena aku susah bangun pagi makanya Mama naik ke kamarku. Coba kalau aku sudah bangun pasti Mama tidak akan naik ke atas dan gak jatuh" ucap Tegar lagi.


"Semua sudah berlalu sayang, yang penting Mama dan adik sehat" sambut Bintang sambil mengelus lembut kepala putranya.


"Iya Bagas, adik tuh lihat adek bayinya saja gak nangis masak Kakak gantengnya nangis" ucap Sekar.

__ADS_1


"Eh adeknya udah punya nama lho, bukan adek gembul lagi" ujar Tiara.


"Lho Mama kok tau adek di panggil adek gembul sama Om Bagas?" tanya Tegar terkejut.


"Karena Mama mendengar cerita kamu sayang" jawab Tiara tersenyum.


"Tuh dengar tante Dewi, adek bayi sudah punya nama jadi bilang sama Om Bagas jangan panggil adek gembul lagi. Kalau Om Bagas tetap panggil adek dengan nama gembul. Siap - siap saja, aku akan smackdown Om Bagas" ancam Tegar.


"Hahaha.. Iya nanti Tante akan bilang sama Om Bagas agar dia tidak panggil adek dengan nama gembul lagi. Btw siapa namanya Kak?" tanya Dewi.


"Khanzia Rhuksana Prakasa" jawab Tiara.


"Apa tuh artinya?" sambut Ali.


"Pejuang wanita yang cantik dan kuat" jawab Bintang.


"Waah bagus ya namanya" puji Dewi.


"Iya donk namanya adek aku, bukan gembul seperti sebutan Om Bagas" jawab Tegar kesal.


"Sepertinya dendam banget sama Om Bagas" Goda Dewi.


"Habis dia katain nama adek aku gembul. Aku gak suka" jawab Tegar polos.


"Biar nanti Opa yang smackdown Om Bagas kalau dia panggil adek kamu gembul" bela Pak Bambang.


"Benar ya Opa" tanya Tegar meyakinkan.


"Iya benar" balas Pak Bambang.


"Terus adeknya di panggil apa Pa?" tanya Tegar.


"Gembul" goda Dewi dan Ali kompak.


"Aaaaah Tante... Oooom... " protes Tegar kesal.


"Hahaha... " semua tertawa melihat Tegar marah.


"Opa jangan cuma smackdown Om Bagas aja tapi Tante Dewi dan Om Ali juga. Mereka katain adek aku gembul" adu Tegar


"Nanti Eyang aja yang smackdown Tante Dewi dan Om Ali" sambut Siti


"Tuh dengar Tante, Om. Kalian siap - siap di smacksown Eyang" ancam Tegar.


Mereka tertawa bahagia melihat Tegar sudah banyak cerita seperti ini, tidak seperti kemarin hanya diam dan menangis karena berasa bersalah pada Tiara. Dia merasa bersalah dan penyebab Tiara jatuh.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2