Tiara

Tiara
Sangat sulit untuk ikhlas


__ADS_3

Sepulang dari Rumah Sakit Tiara tampak murung. Bintang menarik tangan Tiara mendekat dan menggenggamnya.


"Yaaank kamu kenapa?" tanya Bintang penuh kasih sayang.


"Ha?? Gak apa - apa Mas" jawab Tiara terkejut.


"Gak apa - apa gimana? Mas tau lho kalau kamu lagi sedih saat ini. Pasti masih mikirin Dian ya yang baru lahiran?" tebak Bintang.


Tiara terdiam dan menunduk.


"Kamu jangan sedih ya... Mungkin dari rezeki anak, Allah hanya menitipkan dua anak saja untuk kita. Tapi rezeki yang lain kita tidak tau sayang. Siapa tau walau hanya dua anak yang kita miliki mereka bisa menjadi anak - anak yang hebat dan sangat membanggakan kita" hibur Bintang.


Bintang mengecup tangan Tiara yang ada dalam genggamannya. Tiara masih saja menundukkan wajahnya.


"Sayaaaang.. kan udah janji gak mau sedih lagi kalau teringat itu. Kan kita sudah sepakat untuk tidak membahasnya. Gini nih akhirnya kalau kita bahas kamu pasti tambah sedih" ujar Bintang.


"Maaf Mas aku masih sering sedih setiap mengingatnya" jawab Tiara.


"Sayaaang kita sudah punya Tegar dan Zia. Itu sudah lebih dari cukup bagiku. Yang penting kamu sehat dan tetap ada di samping kami" bujuk Bintang.


Tiara membuanb wajahnya dan menghapus air mata yang jatuh dari sudut matanya.


"Udah ya jangan bahas itu lagi. Aku sudah bahagia dengan kamu, Tegar dan Zia. Aku tidak butuh yang lain lagi" tegas Bintang.


"Iya Mas.. maaf aku terbawa suasana" jawab Tiara.


"Mama... Mama jangan nangis ya, nanti Tegar ikutan sedih juga" ucap Tegar dari belakang.


"Tuh kan yank, Tegar juga jadi ikutan sedih. Kamu mau lihat Tegar sedih juga? " tanya Bintang.


Tiara menatap wajah Bintang lalu menggelengkan kepalanya.


"Nggak Mas.. Terimakasih kamu selalu memberikan semangat kepadaku" jawab Tiara.


"Naaah sekarang kita mau kemana nih? Ada ide?" tanya Bintang.


"Pulang aja deh Mas, dadaku udah penuh. Udah waktunya Zia minum susu" jawab Tiara.


"Ya sudah kita pulang ya. Gak apa - apakan Tegar?" tanya Bintang pada putranya.


"Gak apa - apa Pa. Aku juga mau belajar, ada PR yang belum selesai aku kerjakan" jawab Tegar.


"Oke deh kalau begitu" balas Bintang.


Bintang segera melanjutkan perjalanan menuju ke arah jalan pulang. Tak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah mereka.


Tiara langsung masuk ke dalam rumah dan masuk ke kamar. Setelah bersih - bersih dan berganti pakaian Tiara menghampiri Zia dan menyusuinya. Zia yang sedari tadi memang sudah haus dan ngantuk kini sangat asik minum susu sampai akhirnya dia tertidur dalam pelukan Tiara.


Tiara meletakkan Zia ke dalam box bayinya. Tak lama kemudian Bintang masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


"Zia sudah tidur?" tanya Bintang.


"Wah cepat sekali kamu tidur sayang, kita belum sempat bermain" ucap Bintang sambil mengelus pipi tembem Zia.


Tiara mengambilkan baju santai untuk Bintang.


"Mandi dulu Mas dan ganti baju biar kita makan malam. Kasihan Tegar pasti sudah lapar" perintah Tiara.


"Iya sayaang" jawab Bintang sambil membuka baju kerjanya satu persatu.


Kinan masuk ke dalam kamar mandi untuk menyiapkan mandian suaminya. Dia memenuhi air di bathup dengan air hangat. Tak lama Bintang menyusulnya ke kamar mandi dan memeluknya dari belakang.


"Airnya sudah siap, kamu sudah bisa mandi" perintah Tiara.


"Tiba-tiba aku berubah pikiran yank, aku jadi malam mandi" ucap Bintang.


"Lho kok jadi malas? Gak jadi mandi?" tanya Tiara bingung.


"Kecuali kalau kamu yang mandiin" goda Bintang. Bintang berbisik di telinga Tiara.


"Sudah lama kan kita gak mandi bareng yank?" ujar Bintang dengan suara yang serak menahan hasra*.


"Tapi Maaas aku sudah mandi tadi" elak Tiara.


"Mandi lagi setelah kita melakukan itu heeeem.. " Bintang mengecup leher Tiara dari belakang. Sontak bulu roma Tiara berdiri.


Pertempuran yang tak begitu lama tapi juga tidak terburu-buru. Begitu lembut dan panas cukup membuat keduanya terbakar gaira*. Baru setelah itu mereka melanjutkan mandi bareng.


Bintang kembali mengangkat Tiara ke kamar mandi dan mereka berendam bersama di dalam bathup.


Sesekali Bintang membasuh punggung Tiara untuk memberikan kemesraan. Dia tau istrinya masih belum percaya diri dengan keadaannya saat ini. Istrinya masih mau sesekali menangis dalam sendirinya.


Ikhlas itu sangat berat ternyata. Walau Bintang dan seluruh keluarga sudah berusaha mendukung dan menghibur Tiara tapi Bintang tau senyum Tuara tak sebahagia dulu.


"Kamu tau sayang.. memelukmu seperti ini selalu membuat hatiku tenang dan nyaman" ujar Bintang.


Tiara menyenderkan tubuhnya di dada Bintang.


"Kamu adalah duniaku, kamu adalah hidupku.. Tidak ada yang berubah.. tidak ada kekurangan darimu yang bisa membuat aku berpaling darimu. Percayalah.. jika kau menginginkan seluruh dunia ini aku pasti akan berusaha mengabulkannya tak peduli apakah aku bisa meraihnya atau tidak yang penting aku akan berjuang untuk kebahagiaan kamu" sambung Bintang memberikan semangat dan keyakinan kepada istrinya.


Tiara membalikkan tubuhnya, kini dia dan Bintang sudah saling berhadapan.


"Maaas... " ucap Tiara dengan mata berkaca - kaca.


"Jangan bersedih lagi sayang... jangan menangis. Kamu tetap sempurna dimataku. Aku sangat mencintaimu" Bintang mengecup lembut kening Tiara.


Tiara dapat merasakan ketulusan dan kelembutan serta perhatian Bintang. Saat ini dia merasa sangat bahagia karena dia bisa melihat besarnya cinta Bintang kepadanya.


Tiara memeluk Bintang dengan erat.

__ADS_1


"Terimakasih Mas.. terimakasih kamu mau menerima apa adanya diriku saat ini. Aku.. aku.." jawab Tiara terputus.


"Kamu tetap Tiara yang dulu, wanita yang akan aku cintai sampai mati. Aku tidak akan membutuhkan yang lain selain kamu sayang" tegas Bintang.


"Aku percaya.. aku juga mencintai kamu Mas" sambut Tiara.


Bintang tersenyum melihat wajah istrinya kini sudah kembali ceria.


Krucuk... krucuk...


Terdengar suara perut Tiara.


"Hahaha... kamu sudah lapar ya?" tanya Bintang.


"Iya.. " Jawab Tiara. Dia melirik jam yang ada di dalam kamar mandi mereka.


"Ya Tuhaaan sudah jam setengah sembilan Mas, Tegar pasti sangat lapar. Ini semua gara - gara kamu" Tiara memukul bahu suaminya.


"Hahaha... tapi kan kamu mau juga bahkan sangat menikmatinya" goda Bintang.


"Iiiiiiih Mas Bintaaang. Udahan yuk" ajak Tiara.


Mereka segera keluar dari bathup dan membersihkan tubuh mereka dengan cepat setelah itu berpakaian dan keluar dari kamar menuju ruang makan.


"Bik mana Tegar?" tanya Tiara pada asisten rumah tangga Tiara


"Tegar sudah tidur Non" jawab si Bibik.


"Lho dia belum makan lho Bik" ujar Tiara.


"Udah Non, tadi sudah saya kasih makan. Tegar minta makan sendiri. Dia bilang, dia sudah sangat lapar sekali dan ngantuk jadi gak mau menunggu Non dan Den Bintang keluar dari kamar" balas si Bibik.


"Oalaaah kasihannya. Ni semua gara - gara Mas" Tiara melirik Bintang dengan tatapan tajam tapi Bintang malah tertawa.


"Hahaha... sudah lah yank, lagian Tegar kan emang udah capek biar aja dia tidur duluan. Mana makananku, aku juga sudah lapar dan ngantuk" pinta Bintang sambil mengedipkan sebelah matanya dengan nakal ke arah Tiara.


Tiara langsung menyambutnya dengan cubitan manja di pinggang Bintang.


"Aaaawww... kamu KDRT ini" teriak Bintang pura - pura kesakitan.


"Biarin... " jawab Tiara kesal.


"Hahaha... " Bintang tertawa melihat wajah kesal istrinya.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2