
"Yan kita meeting yuk, mumpung aku lagi di Jakarta. Aku juga baru ngabarin Bintang katanya dia juga lagi tidak begitu sibuk. Kamu panggil Tiara gih, ke Jakarta sabtu ini" ucap Roy ketika dia berkunjung ke Cafe Dian dan baru saja sampai dari luar negeri.
"Boleh, besok aku hubungi Tiara ya" sambut Dian.
"Ra, kamu kok betah banget sendiri? Gak punya pacar lagi. Apa gak takut jadi perawan tua?" tanya Roy serius.
"Tumben kamu bertanya serius seperti ini?" Dian balik bertanya.
"Aku di suruh Bokap dan Nyokap pulang. Di suruh nikah Yan" jawab Roy.
"Ya sudah nikah sono. Ngapain pusing? Pacar kamu kan banyak" jawab Dian.
"Mereka hanya asik di ajak pacaran Yan. Gak cocok untuk dibawa pulang" curhat Roy.
"Trus mau ngajak aku gitu? Ogah barang bekas" tolak Dian.
"Hahaha... siapa tau aja kali kamu mau sama aku" goda Roy.
"Makanya hobby jelek itu di perbaiki. Kalau mau serius ya jangan main - main lagi. Carinya juga yang serius. Masih banyak kok cewek baik - baik mau sama barang bekas seperti kamu" ucap Dian memberi semangat.
"Makasih Yan, kamu memang sohibku yang paling buaaaik dech sedunia" puji Roy.
"Ada maunya baru bilang baik" sindir Dian.
"Yan gimana kalau aku deketin Tiara aja" tiba - tiba Roy mendapat ide.
"Kamu serius?" tanya Dian.
"Seriuslah. Emang saat ini aku terlihat sedang main - main?" Roy balik bertanya.
"Nggak sih cuma apa kamu siap menerima Tiara dengan keadaan yang seperti sekarang ini?" tanya Dian lagi.
"Aku kan sudah pernah bilang Yan, aku bukanlah pria baik - baik. Aku sadar aku ini sangat bejat makanya aku tidak berharap dapat yang suci. Yang penting dia baik dan setia. Aku rasa Tiara adalah pilihan yang tepat. Aku yakin dia tipe setia. Buktinya selama lima tahun ini tidak ada pria yang dekat dengannya. Dan selama bekerjasama dengannya aku yakin dia adalah wanita yang baik" ungkap Roy.
"Kamu bisa menerima dia dan anaknya?" tanya Dian.
"Bisa banget Yan. Bisa menerima Tiara itu artinya aku harus menerima sekaligus paketnya. Gak mungkin aku memisahkan Tiara dengan anaknya" ucap Roy yakin.
"Tapi apa keluarga kamu bisa menerima seperti kamu Roy?" selidik Dian.
__ADS_1
"Yan, keluarga aku tidak mempermasalahkan status. Mau istri aku itu masih single atau sudah janda. Yang penting aku suka dan aku bahagia mereka pasti setuju" jawab Roy.
"Kalau begitu kamu coba saja. Itupun kalau Tiara mau sama kamu. Tapi ingat kamu jangan permainkan dia ya. Atau aku potong senjata bersejarah kamu" ancam Dian.
"Waowwwww... ganas juga rupanya sobat aku ini" puji Roy sambil tertawa.
"Ya iyalah. Selama ini hidup Tiara sudah susah, jangan kamu tambahin susah" ucap Dian.
"Makanya bantuin donk Yan... " Roy memelas.
"Sorry Roy, untuk yang satu itu aku tidak bisa membantu kamu. Kalau kamu serius sama Tiara kamu harus berusaha dan berjuang sendiri. Aku tidak mau ikut campur" elak Dian.
Sorry Roy, aku punya ide lain dibalik niat kamu. Mungkin aku terlihat jahat di mata kamu tapi semua demi Tiara dan Tegar. Sudah saatnya mereka bahagia. Tegas hati Dian.
"Oke.. aku mengerti. Aku akan berusaha mendekati dan mendapatkan Tiara plus anaknya dengan caraku sendiri. Kamu lihat saja, aku akan mengerahkan semua kemampuanku untuk mendapatkannya" tegas Roy.
"Tapi jangan dengan cara yang curang. Aku akan melawan kamu untuk hal itu" ancam Dian.
"Beres Bos. Ya sudah tolong donk teleponin Tiara suruh dia ke Jakarta hari sabtu, pleaaaaaase... " rengek Roy.
"Kamu ini seperti anak - anak saja. Aku kan sudah bilang besok. Ini sudah terlalu malam, Tiara pasti sudah tidur. Dia kan capek ngurusin Cafe dan anaknya" jawab Dian.
"Iya deh terserah kamu. Yang penting Tiara harus datang hari sabtu nanti" pinta Roy.
"Iya, nih si kunyuk ngajakin kumpul pas dia sampai di Bandara. Udah kayak setahun gak jumpa aja" balas Bintang kesal.
"Aku mau ngajakin double date" ucap Roy.
"Double date, maksudnya?" tanya Bintang bingung.
"Double date pemilik dan pengelola dua cafe" jawab Roy.
"Apa sih maksud kamu Roy? " tanya Bintang penasaran.
"Roy ngajak meeting berempat. Kita bertiga sama Tiara hari Sabtu nanti. Kamu ada waktu?" tanya Dian.
"Sabtu? Jam berapa Yan?" tanya Bintang.
"Terserah kalian. Kan kalian yang pengusaha sukses gak punya waktu luang banyak. Aku mah cuma jaga Cafe doank sama seperti Tiara. Di telepon kapan saja selalu ada waktu" jawab Dian.
__ADS_1
"Kalau malam bisa? Sabtu jadwal ku penuh sampai sore" jawab Bintang.
"Pas banget malam minggu Bro. Benar - benar double date" sambut Roy.
"Double date gimana sih?" tanya Bintang bingung.
"Aku sama Tiara, kamu sama Dian. Gimana?" canda Roy.
"Dia mah gak usah kamu dengerin Bin, otaknya udah korslet gara - gara di desak nikah sama Bonyoknya" ledek Dian.
"Udah kebeleet Yan.. Aku bosan dengan hidupku sekarang. Pengen pulang ke rumah trus di tungguin sama istri dan anak - anakku. Sempurnanya hidupku... " oceh Roy.
Dian menggelengkan kepalanya.
"Trus apa hubungannya dengan Tiara?" tanya Bintang penasaran.
"Aku punya calon istri utama yaitu Tiara. Rumahku cepat terisi penuh Bro. Gak perlu nunggu satu tahun untuk punya anak. Gitu nikah dengan Tiara aku langsung dapat istri lengkap dengan anaknya" ungkap Roy.
Bintang hanya terdiam mendengarkan ocehan Roy. Tapi kali ini sepertinya Roy serius. Matanya terlihat berbinar senang saat membicarakan Tiara.
Sudah lama aku tidak melihat Roy semangat seperti itu. Persis saat dia jatuh cinta dulu waktu di kampus. Batin Bintang.
"Gimana menurut kamu Bin?" tanya Roy.
"Aku sih gak masalah. Tiara wanita yang baik, aku pernah bertemu dengannya dan ngobrol lama di Jogja. Waktu itu dia sedang menghadiri pernikahan sahabatnya di sana dan kami tidak sengaja bertemu dan menginap di hotel yang sama" ungkap Bintang.
"Oh iya sebulan yang lalu dia memang ada minta izin cuti tiga hari padaku" sambut Roy.
"Kamu ketemu Tiara sendiri? Dia kesana sama siapa?" tanya Dian ingin tau.
"Aku ketemu dia sendiri sih tapi sepertinya dia kesana sama anaknya karena waktu mereka mau balik ke Bandung aku sempat melihat dia dan anaknya masuk ke dalam taxi. Eh anaknya Tiara laki - laki ya Yan?" tanya Bintang.
Deg.... akhirnya. Batin Dian.
"Iya, anaknya Tiara laki - laki. Kamu melihat wajah anaknya Tiara?" selidik Dian.
Semoga saja Tuhaaaan... Bintang melihat putranya. Doa Dian dalam hati.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG