
Pagi - pagi sekali Tiara sudah memasak di dapur. Inilah rumahnya sekarang, inilah kehidupannya sekarang. Menjadi Ibu rumah tangga yang kerjanya mengurus suami dan anaknya dengan baik.
Pagi ini Tiara memasak nasi goreng. Menu sarapan pagi favorit Tegar dan kini juga menjadi menu favoritnya Bintang.
Kini mereka bertiga sudah duduk di meja. makan.
"Sepertinya aku harus rajin olahraga, mulai hari ini" ujar Bintang.
"Kenapa Mas, kamu sakit?" tanya Tiara.
"Bukan, dulu sebelum ada kamu aku jarang sekali sarapan pagi. Tapi sejak menikah dengan kamu, sayang sekali melewatkan kesempatan seperti ini. Hanya saja kini aku takut" jawab Bintang.
"Takut apa Mas?" tanya Tiara khawatir.
"Takut kalau nanti tubuhku akan ikutan gembul seperti Tegar" jawab Bintang sambil tersenyum.
"Aaaah Papa... aku tidak gembul" protes Tegar.
"Jadi apa donk ini namanya" Bintang mencubit pipi Tegar.
"Ini namanya lucu, gemesin" jawab Tegar.
"Hahaha..... siapa yang ngajarin kamu bicara seperti itu sayang?" tanya Bintang.
"Setiap orang yang mencubit pipi ku pasti berkata... iiih lucu sekali, gemesiiiiin" jawab Tegar.
Bintang dan Tiara tertawa mendengar jawaban anak mereka itu.
"Makanya kan bahaya kalau Papa lucu dan gemesin seperti kamu" ujar Bintang.
"Kenapa begitu Pa?" tanya Tegar tidak mengerti.
"Nanti kalau ada Tante - tante datang cubit Papa, Mama kamu pasti marah Gar" jawab Bintang.
"Nggak kok Pa. Papa tenang saja. Kalau ada orang yang cubit pipiku Mama gak tidak pernah marah kok. Mama malah balik tersenyum pada mereka" jawab Tegar polos.
"Hahahahaha..." Bintang semakin keras tawanya.
Tiara malah cemberut melihat tawa Bintang yang lebar itu.
"Kamu kok masih santai Mas pagi ini. Gak kerja?" tanya Tiara mengalihkan pembicaraan dari cubit pipi.
__ADS_1
"Aku nambah cuti yank, kita kan mau cari sekolah Bintang dan menemani kamu mencari mobil" jawab Bintang.
"Eh iya ya, aku lupa" balas Tiara.
Mereka melanjutkan sarapan pagi dengan sangat hangat pagi itu.
Tak lama kemudian mereka semua sudah selesai dan bergegas keluar apartemen untuk mencari sekolah yang bagus untuk Tegar dan lokasinya tidak begitu jauh dari apartemen Bintang.
Setelah berkeliling dan keluar masuk dari beberapa sekolah akhirnya di putuskan Tegar sekolah di TK Harapan Bangsa yang letaknya tidak begitu jauh dari apartemen me!reka.
Bintang segera mendaftarkan putranya itu dan memberi beberapa seragam dan peralatan sekolah untuk Tegar. Besok Tegar sudah bisa mulai bersekolah.
Setelah urusan sekolah Tegar selesai mereka melanjutkan pencarian mobil baru untuk Tiara. Tapi karena waktu sudah beranjak siang mereka memilih untuk makan siang terlebih dahulu.
Bintang memasukkan mobilnya ke area parkir sebuah Restoran. Mereka masuk ke dalam Restoran dan memilih menu yang mereka inginkan.
"Yank sebentar ya aku ke toilet" ujar Bintang. Dia berjalan menuju arah toilet yang terletak di sudut kiri bagian belakang Restoran.
Tiara dan Tegar sedang asik bercanda sambil menunggu hidangan mereka datang. Tepat di samping mereka berjalan sepasang suami istri yang hendak keluar dari Restoran. Mungkin mereka sudah selesai makan.
"Eyang sudah sembuh?" tanya Tegar tiba - tiba.
Sontak Tiara melirik ke arah sepasang suami istri yang di tegur Tegar barusan.
"Senang bertemu dengan kamu lagu anak hebat. Terima kasih kamu sudah menolong Opa dulu ya, kalau tidak ada kamu mungkin Oma akan kehilangan Opa untuk selamanya" jawab istrinya.
Tiara tersenyum mendengar perkataan sepasang suami istri itu. Ternyata mereka adalah orang yang dulu pernah di tolong Tegar.
"Sukurlah Opa sudah sembuh, lain kali hati - hati ya jalannya Opa biar Opa gak jatuh lagi" jawab Tegar.
Sontak mereka tertawa mendengar nasehat dari anak kecil itu.
"Sayang sekali kami sedang terburu - buru. Maaf nak boleh kah kami meminta nomor handphone kamu. Lain waktu kamu ingin khusus bertemu dengan kalian. Kami ingin mengucapkan terimakasih kepada kalian karena putra kamu sudah membantu suami saya. Kalau tidak ada dia mungkin saat ini suami saya tidak akan ada lagi" ucap wanita yang ada di hadapan Tiara.
"Eh iya Bu, ini nomor handphone saya" Tiara memberikan nomor handphonenya dan mereka saling bertukar nomor handphone.
"Kalau begitu kami pamit dulu ya anak hebat. Lain kali kita pasti bertemu lagi" ujar laki-laki tua itu kepada Tegar.
"Hati - hati Opa. Sampai ketemu lagu" jawab Tegar riang.
Pria tua itu mengelus lembut rambut Tegar dan tersenyum.
__ADS_1
"Silahkan lanjutkan ya, kami undur diri dulu" ujar pria tua itu kepada Tiara.
"Iya Pak, hati - hati" balas Tiara.
Sepasang suami istri itu kemudian berjalan keluar dari Restoran. Tak lama Bintang kembali ke meja dimana Tiara dan Tegar duduk.
"Kok lama Mas?" tanya Tiara.
"Aku sakit perut tadi yank" jawab Bintang.
"Papa.. Papa.. tadi kami ketemu sama Opa dan Oma" ucap Tegar.
"Opa dan Oma mana sayang?" Bintang balik bertanya.
"Itu lho Mas, kamu ingat waktu kita makan di ancol bareng Ibu, Dewi dan Ali. Tegar menolong Bapak tua yang jatuh dan pingsan" sambut Tiara.
"Oh iya.. iya.. aku ingat. Terus?" sambung Bintang.
"Nah tadi ketemu sama Bapak tua itu dan istrinya. Mereka juga baru selesai makan di restoran ini. Tadi Tegar sempat menyapanya" lapor Tiara.
Bintang mengacak rambut anaknya.
"Anak pintar, kita memang harus selalu membantu orang yang membutuhkan pertolongan" puji Bintang kepada Tegar.
"Sayang mereka sedang terburu - buru. Tadi mereka sempat meminta nomorku, katanya nanti mereka ingin mengajak ketemuan. Mereka mau mengucapkan terimakasih khusus kepada Tegar karena kemarin Tegar sudah menolongnya" sambung Tiara.
"Waaaah anak Papa hebat, kamu sudah jadi superhero rupanya ya" Bintang tersenyum kepada putranya.
"Nanti bolehkan Pa aku bertemu sama Opa dan Oma itu lagi?" tanya Tegar.
"Boleh asal ditemani Mama ya. Hanya satu pesan Papa jangan terlalu ramah kepada orang asing yang baru kamu kenal kalau tidak ada Papa dan Mama di dekat kamu" pesan Bintang.
"Emang kenapa Pa?" tanya Tegar ingin tau.
"Kita tidak tau sayang apakah orang tersebut mempunyai niat baik atau buruk kepada kamu. Kamu kan masih kecil jadi harus selalu didampingi Papa atau Mama. Kalau ada orang asing yang menegur dan menyapa kamu balas seperlunya saja. Tapi kalau mereka mengajak kamu atau membujuk kamu dengan sesuatu, kamu jangan mau ya sayang. Nanti kalau kamu di culik dan dibawa pergi gimana? Mama dan Papa kan sedih cariin kamu" ungkap Bintang.
"Iya Papa, aku tidak akan pergi sama siapapun yang aku tidak kenal" jawab Tegar.
"Anak hebat, yuk kita makan dulu. Makanan kita sudah datang.... "
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG