
Bintang dan Tiara sudah sepakat mengenai kunjungan Bintang setiap akhir pekan. Bintang akan menemuinya di luar atau bisa juga dirumah tapi Bintang tidak boleh lagi menginap di rumah Tiara.
Sesekali Bintang boleh membawa Tegar menginap di Hotel atau membawa Tegar ke Jakarta di saat libur sekolah.
Bintang mau tidak mau harus menerima permintaan Tiara karena dia tidak ingin menambah masalah Tiara di kompleks rumahnya. Karena para tetangga sudah komplain dengan perbuatan mereka.
Tiara sudah selesai memasak sarapan untuk mereka pagi ini.
"Mas tolong bangunin Mas Roy dan ajak sarapan. Aku mau bangunin Tegar dulu, baru kita sarapan bersama" perintah Tiara.
"Oke Ra, tunggu sebentar ya aku panggil Roy dulu" ucap Bintang.
Tiara juga masuk ke kamarnya dan membangunkan Tegar
"Sayang Mama... bangun yuk, kita sarapan dulu" Tiara membangunkan Tegar dengan lembut.
"Mama... Papa mana? Aku bermimpi tadi malam Papa dan Mama tidur bersamaku" ucap Tegar.
"Kamu tidak bermimpi sayang, tadi malam Mama dan Papa memang tidur bersama kamu. Menjaga kamu yang sedang sakit" jawab Tiara sambil menyentil gemas hidung anaknya.
"Benarkah?" tanya Tegar tidak percaya.
"Benar donk, Mama kan gak pernah bohong. Sekarang kamu cuci muka dan gosok gigi ya, kemudian keluar. Kita sarapan bersama Papa dan Om Roy di luar" jawab Tiara.
"Oke Ma" balas Tegar ceria.
Hati Tiara sangat lega. Putranya kini sudah kembali ceria.
Sepuluh menit kemudian mereka berempat sudah duduk di depan meja makan sambil menyantap sarapan pagi.
"Mas aku titip Tegar sebentar ya. Aku mau ke pasar" pinta Tegar pada Bintang.
"Iya, biar Tegar di rumah saja kami jaga" jawab Bintang.
"Kita nonton kartun ya Pa. Om Roy suka kartun gak?" tanya Tegar.
"Suka" jawab Roy gembira.
__ADS_1
"Asiiik, makin seru.. Nontonnya bareng Papa dan Om Roy" sambut Tegar.
Setelah selesai sarapan dan membersihkan dapur Tiara pamit pergi ke pasar. Karena persediaan di dapur sudah semakin menipis. Mumpung ada Bintang, jadi Tegar ada yang menjaga. Tiara menyempatkan diri untuk belanja bulanan keperluan mereka di rumah.
Tinggallah Tegar, Bintang dan Roy di rumah. Tegar terlihat sedang asik nonton film kartun sedangkan Roy dan Bintang sedang duduk di ruang tamu sambil memainkan ponsel mereka.
"Bin" panggil Roy.
"Hem... " jawab Bintang.
"Kemarin aku udah mengutarakan isi hatiku pada Tiara" ungkap Roy.
"Maksudnya?" tanya Bintang bingung. Bintang meletakkan ponselnya.
"Aku melamar Tiara. Yah walau belum diterima tapi kami sepakat untuk saling penjajakan dan pengenalan" jawab Roy.
Deg.... jantung Bintang berdesir.
Apa ini sebenarnya alasan Tiara melarang aku untuk tidak boleh lagi menginap di rumah ini setiap aku datang ke Bandung? Batin Bintang.
"Baguslah semoga berhasil" ucap Bintang.
"Kamu tidak keberatan kan?" tanya Roy.
"Tidak, tapi kamu ingatkan janji kamu?" tanya Bintang mengingatkan.
"Ingat, aku tidak akan melarang kamu bertemu dengan Tegar" jawab Roy.
"Roy kita berteman sudah sangat lama, sejak kita kuliah tiga belas tahun yang lalu. Prinsip kita tidak ada kebohongan satu sama lain" ungkap Bintang.
"Iya, makanya aku cerita sama kamu seperti ini. Agar kamu tidak merasa di bohongi" sambut Roy.
"Apa kamu yang melarang aku untuk tinggal di sini setiap kali aku ke Bandung?" tanya Bintang.
"Tidak, aku tidak pernah berkata seperti itu pada Tiara" jawab Roy.
Bintang terdiam dan berfikir keras.
__ADS_1
Apa tiara sendiri ya yang berinisiatif untuk mengatakan itu untuk menjaga perasaan Roy? Tapi mengapa dia mengalasankan Pak RT? Akh.. aku rasa Tiara tidak akan berbohong padaku. Batin Bintang.
"Emangnya Tiara bilang apa sama kamu?" Roy balik bertanya.
"Katanya beberapa hari yang lalu Pak RT datang menanyakan statusku di sini. Tiara bilang aku hanya Papanya Tegar. Kami tidak punya hubungan apapun selain sebagai Papa dan Mama Tegar. Para tetangga keberatan kalau aku menginap di sini, mereka menganggap aku dan Tiara kumpul kebo" ungkap Bintang.
Roy tersenyum mendengar penjelasan Bintang.
"Aku, Bagas dan Dian sudah pernah bilang sama kamu kan Bin? Anak kamu itu butuh status, bukan hanya nafkah. Sebentar lagi juga dia akan sekolah SD Bin. Akan lebih lagi pertanyaan teman - temannya. Dia juga pasti akan bertanya apa hubungan kalian? Kok bisa tanpa pernikahan dia terlahir ke dunia" ucap Roy.
Seeeer... mengapa aku tidak pernah berfikir selama ini ya? Bintang menatap anaknya yang sedang asik nonton dari kejauhan.
"Karena kamu tidak bersedia makanya aku yang mengambil alih. Selain itu juga karena aku memang sudah di desak oleh keluargaku untuk segera menikah. Ingat Bin, umur kita sudah tiga puluh tahun. Memang sudah waktunya kita memikirkan masa depan. Harusnya kamu lebih berfikir ke arah situ ketimbang aku. Kamu kan sudah lama hidup sendiri dan jauh dari orang tua. Apa kamu mau hidup terus - terusan sendiri?" tanya Roy.
Bintang terdiam...
Roy benar selama ini aku hanya berjuang sendiri untuk hidupku. Motivasiku hanya untuk menunjukkan kepada Papa dan Mama kalau aku bisa hidup tanpa mereka. Tapi hatiku hampa, aku tidak punya tujuan hidup yang lain. Aku kesepian, setiap pulang ke apartemen hanya sendiri tidak ada yang menyambut kepulanganku yang sudah letih seharian bekerja. Bintang tersadar.
Mengapa aku merasa menyesal ya setelah Roy mengutarakan maksudnya pada Tiara. Apakah jahat kalau aku merebut kembali Tiara darinya? Apakah aku seorang pecundang? Ucapan yang telah aku lontarkan kini aku jilat kembali? Akh.... pusing aku memikirkannya. Ucap Bintang dalam hati.
"Fikirkanlah masa depan kamu Bin, kamu sahabat aku, sudah seperti saudara. Aku ingin kita sama - sama bahagia" ujar Roy.
Bintang terdiam lagi.
"Kalau memang kamu tidak ada rasa pada Tiara carilah wanita lain tapi aku harap wanita itu juga bisa menerima Tegar seperti aku. Karena kelak kita akan sama - sama membesarkan Tegar dengan baik dan saling bekerjasama" ujar Roy.
Haruskah aku mencari wanita lain, padahal di depanku ada Tiara. Hanya dia yang paling pantas membesarkan Tegar, tidak ada lagi wanita lain selain Tiara. Bintang mengalami perang Batin.
Bintang terlihat sedang berfikir keras dan sedang dalam dilema. Roy sangat tau sahabatnya ini sedang bimbang. Roy menepuk bahu Bintang.
"Aku pinjam mobil kamu. Aku mau ke Cafe, hari ini Tiara lebih baik libur mengurus Tegar yang sedang sakit. Biar aku sendiri saja yang ke Cafe. Nanti kalau Tiara pulang tolong sampaikan padanya kalau dia tidak usah datang ke Cafe hari ini. Kalian fokus saja mengurus Tegar di sini, tapi ingat ada apak RT lho yang mengintai kalian dari luar hahaha.... " goda Roy.
Roy segera meraih kunci mobil Bintang dan berlalu dari hadapan Bintang. Dia segera pergi ke Cafe dan meninggalkan Bintang bersama Tiara dan Tegar di rumah.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG