Tiara

Tiara
Kalahkan Siska


__ADS_3

Hari ini Tiara berencana ingin berbelanja bersama Bu Bambang.


"Sayang kamu sudah siap?" tanya Sekar.


"Sudah Ma, yuk Ma kita pergi jawab Tiara.


Mang Kardi membukakan pintu mobil untuk Bu Bambang dan Tiara.


"Yuk Mang kita pergi sekarang ke Mall XX" perintah Bu Bambang.


"Baik Nyah" jawab Mang Kardi patuh.


Mobil melaju menuju alamat yang disebutkan Bu Bambang tadi.


Kini usia kehamilan Tiara sudah memasuki usia lima bulan. Sudah seminggu sejak peristiwa Tarjo lari kejaran polisi. Tiara tidak mendapat izin keluar rumah sendiriab kecuali bersama Mama mertuanya itupun harus di kawal oleh beberapa orang suruhan Pak Bambang. Walau penjagaannya sengaja tidak terlihat. Tetapi para pengawal berada tidak jauh dari Bu Bambang dan Tiara.


Mereka masuk ke dalam pasar buah untuk membeli buah - buahan yang Tiara inginkan. Kehamilannya kali ini berbeda dengan saat hamil Tegar dulu. Tiara lebih menyukai buah sebagai cemilannya di saat dia lapar.


Bu Bambang membantu Tiara memilih buat - buahan segar dan memasukkannya ke dalam kantong plastik.


Ada lima kantong plastik yang sudah terisi berbagai macam buah.


"Ma aku mau jalan ke bagian yogurt dulu ya, aku pengen buat salad buah. Mama tunggu aja di sini" perintah Tiara.


"Iya, hati - hati ya Ra" jawab Bu Bambang.


Tiara berjalan menuju rak yogurt dan memilih yogurt yang dia inginkan.


"Hai... akhirnya kita ketemu juga ya" sapa seorang wanita yang tiba - tiba datang entah dari arah mana.


Tiara melirik ke arah wanita itu, alangkah terkejutnya dia melihat siapa yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Kamu... " ucap Tiara terputus.


"Kenalkan aku Siska pacarnya Bintang" ucap wanita itu dengan lantangnya.


"Apa kamu pacarnya Mas Bintang? Gak salah tuh? Kamu itu cuma mantannya. Tau arti mantan? Wanita yang datang hanya dari masa lalu. Sedangkan aku sekarang adalah istrinya, wanita yang akan menemaninya kelak di masa yang akan datang" lawan Tiara.


Entah kekuatan dari mana dia berani untuk menantang Siska. Tiara tidak mau terjadi hal buruk lagi dalam hubungannya dengan Bintang. Sudah cukup dulu dia salah sangka satu kali yang menyebabkan dia harus lari ke Bandung dan terjadilah kecelakaan yang hampir saja membahayakan dia, Tegar dan bayi yang ada di dalam kandungannya.


"Aku ini mantan terindah Bintang yang tidak akan pernah bisa dia lupakan" tegas Siska.


"Kalau memang kamu yang terindah pasti kamu tidak akan pernah menjadi mantannya" balas Tiara.


"Lihat saja, kalau nanti aku kembali dengan Bintang bersiaplah kamu yang akan di tendang Bintang di dalam hidupnya" ancam Siksa.


"Tidak akan pernah aku percaya lagi atas semua akal bulusmu. Aku mempercayai suamiku, tipu muslihat kamu tidak akan mempan lagi dalam rumah tangga kami. Mas Bintang hanya milikku dan sampai kapanpun dia akan tetap menjadi milikku" tegas Tiara.


"Kamu terlalu percaya diri" sindir Siska.


"Jangan berbesar hari dulu Nona.. Jalan di depan masih panjang. Aku yakin Bintang akan kembali padaku" balas Siska.


"Kamu seharusnya sadar diri. Sadar dimana posisi kamu. Kamu hanyalah mantan. Kamu dulu pernah lama kan menjalani hubungan dengan Mas Bintang. Kamu pasti tau bagimana sifat Mas Bintang. Sekali dia jatuh cinta maka dia akan tetap setia walau apapun yang terjadi. Tapi sekali saja kamu mengkhianati kesetiaannya tidak akan ada maaf bagimu. Dulu kamu yang telah meninggalkannya dan mengkhianatinya jadi sudah sepantasnya saat ini dia tidak memperdulikan kamu. Mantan itu harus segara di usir dalam hidup kita. Jadi ingat kata pepatah 'Buanglah sampai pada tempatnya' " sindir tiara.


Siska sangat marah mendengar kata - kata Tiara. Dia berjalan meninggalkan Tiara tapi pada saat dia berpapasan dengan Tiara dia sengaja menabrak Tiara sehingga Tiara mundur beberapa langkah ke belakang dan hampir terjatuh.


Untung saja Bu Bambang sigap menangkapnya. Rupanya karena Tiara terlalu lama Bu Bambang khawatir dan segera menyusul Tiara.


"Kamu gak apa - apa sayang?" tanya Bu Bambang.


"Aku gak apa - apa Ma hanya terdorong saja tadi" jawab Tiara.


"Siapa wanita itu, mengapa dia begitu kasar pada kamu?" tanya Bu Bambang penasaran.

__ADS_1


"Dia Siska Mas, mantan pacaranya Mas Bintang" jawab Tiara.


"Jadi dia wanita yang kemarin datang ke kantor Bintang yang membuat kamu marah dan pergi ke Bandung yang mengakibatkan kamu kecelakaan?" hanya Bu Bambang terkejut.


Tiara menganggukkan kepalanya.


"Iya Mas" jawab Tiara.


"Kamu di sini dulu ya" balas Bu Bambang dan dia segera ingin melangkah pergi.


"Mama mau kemana?" tanya Tiara.


"Mama mau buat perhitungan sama wanita iblis itu. Jangan coba - coba untuk mengganggu rumah tangga kalian kalau tidak Mama akan berbuat kasar padanya" balas Bu Bambang sambil melangkah.


"Ma sudah Ma.. Lagian dia sudah pergi jauh. Gak usah dikejar. Selama Mas Bintang tetap setia padaku apapun yang dia lakukan aku tidak akan perduli" ujar Tiara.


"Tapi Ra kalau dia buat jebakan lagi untuk Bintang kan bahaya. Dia bisa merusak rumah tangga kalian. Akan terjadi kesalah pahaman lagi diantara kamu dan Bintang" protes Bu Bambang.


"Nggak Ma, InsyaAllah aku percaya pada Mas Bintang. Lagian tadi wanita itu sudah kalah telak sehingga di kehilangan kata - katanya dan pergi meninggalkan aku dengan wajah kesalnya" sambung Tiara.


"Syukurlah kalau begitu. Memang cocok itu tadi Ra kamu lawan dia dengan kata - kata kamu biar dia sadar tapi hati - hati, saat ini kamu lagi hamil. Mama takut dia berbuat macam - macam sama kamu atau merencanakan sesuatu yang membahayakan kamu dan bayi yang ada dalam kandungan kamu" ucap Bu Bambang.


"Iya Ma aku akan lebih berhati - hati pada dia Ma" balas Tiara.


Sementara Siska yang sangat kesal mendengarkan perkataan Tiara barusan, pergi meninggalkan pasar buah yang terletak di sebuah Mall terbesar di Jakarta.


Cih dia sok percaya diri, apa sih kebelihannya. Cantik sih tapi gayanya itu sederhana banget. Bukan tipenya Mas Bintang. Mas Bintang kan suka cewek seperti aku yang pintar berdandan dan bertubuh sexy. Lihat saja kamu hanya bisa tersenyum sebentar lagi. Begitu kamu melahirkan Mas Bintang akan jatuh ke tanganku. Kamu akan sibuk mengurus anak kamu dan lupa mengurus Mas Bintang juga tubuh kamu. Mas Bintang akan segera menjadi kekasihku bahkan kali ini aku akan menjadikannya suamiku. Batin Siska dengan sangat bangganya.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2