Tiara

Tiara
Tak ingin dendam


__ADS_3

"Ma.. siapa yang sudah membuat gaun ini jadi seperti ini? Ini gaun yang akan di pakai Tiara malam ini kan?" tanya Bintang terkejut.


"Iya, itu gaun Tiara tapi sudah rusak" jawab Sekar.


"Siapa yang membuatnya jadi rusak seperti ini?" tanya Bintang geram.


"Kata si Feni, Siska yang merusaknya" balas Sekar.


"Siska? Gimana ceritanya kok bisa Siska yang merusak gaun Tiara?" Bintang semakin bingung.


"Feni kan membuat gaun ini khusus untuk Tiara. Jadi tadi pagi Mama udah telepon dia dan menyuruh Mang Kardi untuk menjemputnya. Feni bilang gaun ini sudah dia susun rapi di tempatnya tapi dia pamit ke toilet. Di ruangannya ada Siska pasti Siska yang melakukan ini pada gaun Tiara. Dia sengaja merobek gaun Tiara agar Tiara tidak bisa memakainya malam ini" jawab Sekar.


"Mama yakin memang Siska yang melakukannya?" tanya Bintang lagi.


"Mengapa kamu bertanya seperti itu pada Mama? Kamu tidak percaya pada Mama? Kamu mau membela mantan pacaran kamu itu?" Sekar terlihat marah dengan pertanyaan Bintang.


"Aku percaya dengan semua cerita Mama, aku hanya takut designer itu yang mengarang cerita ke Mama untuk cuci tangan. Dia kan tau kalau Mama memang tidak suka dengan Siska jadi dia sengaja mengarang cerita seperti itu untuk mengadu domba" ujar Bintang.


"Dia sudah melihat dari rekamanan cctv di ruangannya. Dia melihat langsung kalau memang Siska lah pelakunya" ungkap Sekar.


"Bisa di tuntut itu Siska Ma" ujar Bintang.


"Biar saja si Feni yang menuntut Siska. Mama gak mau lagi ketemu ular keket itu. Melihat wajahnya saja Mama sudah geram. Awas kalau kamu yang ketemu dia ya. Akan Mama plitis kamu kayak sambel. Mama akan jadi perwakilan Tiara" ancam Sekar.


"Lho kenapa malah aku yang di ancam" jawab Bintang.


"Iya karena Siska itu mantan pacar kamu. Coba kalau kamu gak berurusan sama wanita ular itu pasti dia tidak akan muncul dalam rumah tangga kamu sekarang" ujar Sekar kesal.


"Ya sudah lah Ma, aku mau ke kamar dulu mau jenguk anakku" ucap Bintang tanpa sadar.


"Bintaaaaang... nanti malam mau acara. Kamu jangan jenguk anak kamu dulu" cegah Sekar.


"Eh emangnya aku bilang gitu tadi Ma? Maksud aku, aku mau lihat isteriku dulu" jawab Bintang.


Gawat, gara - gara Siska aku jadi gak konsen ngobrol sama Mama. Mati aku. Batin Bintang.


Bintang melanjutkan langkahnya menuju ke kamarnya. Dia melihat Tiara sedang berbaring di atas ranjang sambil menonton TV.


"Lho Mas udah pulang" ujar Tiara.


"Sudah, aku tiba - tiba kangen kamu" Bintang membuka jasnya, meletakkan tas kerjanya dan melipat baju kemejanya sampai ke siku.


Setelah itu Bintang naik ke atas tempat tidur dan memeluk istrinya. Dia mengecup mesra kening Tiara.


"Ada maunya nih" sambut Tiara.

__ADS_1


"Hahaha.. kamu sama aja sama Mama" tawa Bintang pecah.


"Maksud Mas?" tanya Tiara bingung.


"Tadi aku salah sebut. Aku bilang aku mau ke kamar untuk jenguk anakku. Eh Mama protes dan melarangku menjenguk anakku karena nanti malam ada acara" ungkap Bintang.


Tiara tersenyum memandang wajah kesal suaminya.


"Senyum kamu nakal banget sih yank. Senang ya lihat aku sengsara begini? Nanti malam janji ya kasih aku izin. Aku ingin jenguk dedek bayi" bujuk Bintang.


Tiara tertawa mendengar bujuk rayu suaminya demi untuk mencapai keinginannya.


"Hahaha... Maaaaaas kamu ya" ujar Tiara.


Bintang mengelus lembut perut istrinya setelah itu mencium perut Tiara.


"Sayang Papa.. sehat terus ya nak di perut Mama. Dua bulan lagi kita akan ketemu di dunia ini. Lahir dengan selamat dan sehat ya sayaaaang" ujar Bintang.


"Iya Papa... " jawab Tiara dengan suara anak - anak.


"Eh yank, tadi Mama udah cerita tentang gaun kamu" Bintang kembali memeluk Tiara.


"Sudah lah Mas, aku malas bahas tentang itu. Aku takut dengan keadaanku sekarang. Aku sedang hamil, aku tidak mau anakku sejak dalam kandungan sudah belajar mendendam. Lebih baik kita jauhi saja Siska. Dan yang terpenting Mas tidak mau lagi terbujuk rayuannya" jawab Tiara bijak.


Mereka saling berpelukan erat menikmati waktu bersama.


"Kamu sudah makan Mas?" tanya Tiara.


"Sebenarnya sudah, tapi kalau kamu memaksa aku masih mau kok" jawab Bintang sambil tersenyum genit.


"Makan apa? Aku curiga dengan senyuman kamu" ujar Tiara.


"Makan kamu hahaha" Bintang kembali tertawa.


"Serius lho Mas" Tiara memasang wajah ngambek.


"Belum sayang, aku sengaja tadi gak makan di kantor. Pengen makan di temani istri. Makan sambil lihat wajah istri pasti lebih semangat makannya. Semua hidangan pasti enak" jawab Bintang sambil tersenyum lembut.


"Ya sudah kita keluar yuk, aku temani kamu makan" ajak Tiara.


Bintang melepaskan pelukannya. Mereka turun dari tempat tidur dan keluar dari kamar berjalan menuju ruang makan.


"Lho kamu belum makan Bin?" tanya Sekar heran.


"Belum Ma, pengen makan bareng istri. Mama udah makan?" tanya Bintang.

__ADS_1


"Sudah tadi bareng Tiara. Kamu mau makan lagi Ra?" tanya Sekar pada menantunya.


"Nggak Ma, aku cuma temani Mas Bintang makan aja Ma" jawab Tiara.


"Tegar mana yank?" Bintang melirik ke semua penjuru rumah mencari sosok Tegar.


"Tegar di kamar Mas lagi tidur siang, biar acara nanti malam dia segar gak ngantuk karena kurang tidur" balas Tiara.


"Ooo... " sambut Bintang.


Mereka kini sudah berada di depan meja makan. Tiara mengambilkan makanan untuk Bintang dan menghidangkannya.


Sekar melihat semua perlakuan Tiara kepada Bintang. Dia sangat bersyukur memiliki menantu seperti Tiara. Hatinya sangat tenang karena melihat anaknya di urus dengan baik oleh istrinya. Sekar juga sangat tenang rumah tangga putranya bahagia.


"Makan Mas" Tiara mempersilahkan Bintang makan.


"Iya sayang" sambut Bintang.


"Mama lagi masak apa?" tanya Tiara melihat mertuanya sibuk di dapur.


"Mama lagi masak cake untuk nanti malam" jawab Sekar.


"Kok gak pesan sekalian sama cateringnya Ma? Mama kan jadi capek?" tanya Tiara.


"Mama udah pesan kok cuma pengen buat tambahan aja" jawab Sekar.


Bintang makan dengan lahap mungkin karena dia memang lapar dan semakin lahap karena makan di dampingin oleh istri dan juga Mamanya. Dua wanita tersayang dalam hidupnya.


"Enak sekali semua makanan ini, siapa yang masak?" tanya Bintang.


"Mama Mas" jawab Tiara.


"Eh tapi kan dibantu kamu sayang" sambut Sekar.


"Pantesan, pasti Mama dan Tiara membuatnya pakai bumbu cinta dan kasih sayang kan? Makanya enak banget" puji Bintang.


"So pasti donk Bin, namanya untuk keluarga tercinta. Kami pakai bumbu kasih sayang dan jampi - jampi doa dan cinta" jawab Sekar.


Tiara dan Sekar saling pandang, mereka sangat bersyukur menjadi satu keluarga yang bahagia.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2