
Pagi harinya setelah shalat subuh berjamaah mereka kembali berbaring di atas tempat tidur dan saling berpelukan.
"Yank... " panggil Bintang.
"Ya Mas" jawab Tiara.
"Nanti kalau kita sudah kumpul di Jakarta kamu mau tetap tinggal di apartemen atau rumah?" tanya Bintang sambil mengelus puncak kepala istrinya lembut.
"Aku sih terserah Mas saja, dimana pun aku mau" jawab Tiara.
"Sementara kita tinggal di apartemen dulu ya, nanti pelan - pelan kita cari rumah yang sesuai dengan keinginan kita. Aku sih sebenarnya lebih setuju kita tinggal di rumah, lebih bagus untuk perkembangan Tegar. Kalau kita tinggal di kompleks Tegar bisa mempunyai banyak teman. Kalau apartemen kan kebanyakan yang tinggal itu anak muda yang sudah bekerja dan kehidupannya kurang bermasyarakat " ungkap Bintang.
"Iya Mas, aku ikut kemana pun Mas membawa kami berdua" balas Tiara.
Bintang mempererat pelukannya.
"Ra.. sudah lama aku menyimpan pertanyaan ini pada kamu. Mengapa pagi itu kamu meninggalkan aku begitu saja? Dan setelah kamu hamil mengapa kamu tidak berniat memberi tahuku atas kehamilan kamu?" tanya Bintang.
Dia ingin tau apa yang membuat Tiara bertekad membesarkan putra mereka seorang diri.
"Pagi itu aku.. aku sangat shock dan ketakutan Mas. Sungguh itu adalah hal pertama bagiku Mas" jawab Tiara.
"Hey.. kamu fikir itu bukan yang pertama bagiku?" tanya Bintang.
"Benarkah? Bukankah Mas... Soalnya Mas Roy dan Mas Bagaaaas... " ucap Tiara.
"Mereka memang seorang Casanova tapi aku tidak. Walau aku juga bandel tapi untuk yang satu itu aku punya prinsip. Karena Bik Sumi sudah memberiku bekal sejak kecil" ungkap Bintang.
Jawaban Bintang sungguh sangat melegakan hati Tiara.
"Pantas saja saat Mas bercerita tentang Tegar ada sirat kecewa di wajah Bik Sumi" ujar Tiara.
"Aku tau, aku juga melihatnya. Makanya aku menjelaskan semuanya pada dia tanpa ada yang ditutup - tutupi" sambung Bintang.
"Mas pasti sangat menyayangi Bik Sumi kan? Aku melihat Mas sangat erat memeluknya kemarin" tanya Tiara.
"Iya, Bik Sumi adalah Ibuku di rumah. Mama terlalu sibuk menemani Papa kemanapun dia pergi tanpa pernah memperhatikanku. Papa dan Mama begitu sibuk dengan berbagai acara mereka, lupa kalau ada aku yang menunggu mereka di rumah dan mendamba kasih sayang mereka" jawab Bintang sedih.
Tiara menggenggam tangan Bintang erat untuk menyalurkan energi positif kepada Bintang.
"Maas... Apakah Mas mau melupakan kenangan pahit masa lalu Mas dengan orang tua Mas dan memaafkan mereka? Bagaimana pun mereka adalah orang tua Mas. Aku saja masih mempunyai niat untuk mencari Bapak kandungku. Tapi pelan - pelan dulu cari informasinya" ungkap Tiara.
__ADS_1
"Benarkah? Kamu mau aku bantu?" tanya Bintang.
"Mau donk Mas tapi jangan dipaksakan Mas, pelan - pelan saja masalah keluarga Mas saja belum selesai. Mari kita sama - sama memperbaiki hubungan kita dengan kedua orang tua kita. Apakah Mas setuju?" ucap Tiara.
Bintang tampak diam dan sedang berfikir.
"Aku yakin setiap orang tua mencintai anaknya dengan cara mereka masing-masing. Bahkan Bapak Tiriku saja yang seorang pemabuk menyayangi Dewi dan Ali anaknya, walau memang dia lebih sering membuat mereka takut tapi aku tau dia menyayangi adik - adikku" sambung Tiara.
Bintang kembali membelai lembut tangan istrinya.
"Mas mau gak janji untuk memperbaiki hubungan Mas dengan Papa dan Mama Mas? Aku tidak memaksa Mas bertindak secepatnya. Pelan - pelan saja biarkan mengalir seperti itu tapi mulailah dengan membuang semua kebencian di hati Mas pada mereka. Kalau tidak ada mereka Mas juga tidak akan terlahir ke dunia ini. Harusnya Mas berterima kasih pada mereka. Berkat mereka Mas bisa merasakan bagaimana hidup di dunia ini, walau Mas merasa kecewa pada mereka dan akhirnya pergi dari rumah tapi semua itu sudah jalannya agar kita bisa bertemu" ujar Tiara menjelaskan.
Bintang kembali memeluk istrinya erat.
"Ternyata istriku ini sangat bijak ya, aku jadi makin cinta deh sama kamu" gombal Bintang.
"Ini mau mengalihkan pembicaraan apa memang murni mau memuji aku?" tanya Tiara.
"Dua - duanya" jawab Bintang jujur.
"Jawab dulu donk pertanyaanku tadi?" desak Tiara.
"Maaaas.... " Tiara mencubit pinggang Bintang.
"Iya.. iya.. mulai saat ini aku akan berusaha untuk tidak membenci kedua orang tuaku dan akan mencari jalan untuk memperbaiki hubungan kami" tegas Bintang.
"Nah gitu donk, itu baru suami aku yang sangat aku sayang... " jawab Tiara.
"Benarkah?" Bintang mencuri ciuman di bibir Tiara.
"Maaaas.. " Tiara kembali mencubit pinggang dan perut Bintang.
"Belum sehari genap menikah dengan kamu udah tambah pengetahuanku mengenal kamu. Ternyata kamu suka nyubit ya. Pantas tubuhTegar bengkak - bengkak gitu habis di cubit kamu" goda Bintang.
"Maaaas.... " protes Tiara.
"Iya.. iya.. kamu sangat pintar mengurus anak kita sampai dia segembul itu. Sepertinya aku harus banyak - banyak oleh raga nih biar gak ikutan gembul seperti Tegar" ujar Bintang.
"Mas mau olah raga apa?" tanya Tiara penasaran.
"Olahraga di tempat tidur biar gantian aku yang tambah kekar karena push up terus sementara kamu yang gembul dan perut kamu membuncit" goda Bintang dan mulai menyerang Tiara dengan ciumannya di seluruh wajah Tiara.
__ADS_1
Dan pagi itu mereka benar - benar melakukan olahraga pagi. Pagi yang indah di hari pertama sepasang pengantin itu menikah.
Siang harinya Bintang dan Tiara memutuskan untuk kembali ke rumah karena Ibu Tiara akan balik ke Jakarta sore hari di antar oleh supir Bintang.
Sedangkan Roy, Bagas dan Dian sudah pulang satu jam yang lalu. Bintang mengetahuinya dari pesan yang di kirim mereka ke pesan group.
Bagas
Gak enak banget gangguin pengantin baru yang lagi anget - angetan. Bro.. kami pulang ya, dilanjut aja honeymoonnya sampai besok, gak seru ah kalau cuma sehari saja.
Roy
Di tunggu bulan depan kabarnya ya... Adeknya Tegar cooming soon ke dunia.
Dian
Pamit ya Bin, kami pulang ke Jakarta. Salam buat Tiara. Aku tunggu sebulan lagi di Jakarta. Semoga kalian secepatnya berkumpul di Jakarta.
Tiga pesan dari ke tiga sahabatnya yang baru sempat Bintang buka dan baca.
Bintang dan Tiara sudah turun ke loby hotel.
"Mbak Dian, Mas Roy dan Mas Bagas mana Mas?" tanya Tiara.
"Sudah pulang satu jam yang lalu" jawab Bintang.
"Kok gak ngabari?" tanya Tiara.
"Mereka gak enak ganggu kita lagi enak - enak anget" goda Bintang.
"Maaas... " panggil Tiara.
"Yaaaaaank.... " balas Bintang lalu mereka berdua tersenyum.
Mereka masuk kedalam mobil dan melaju menuju rumah Tiara. Disana sudah menunggu Putra kesayangan mereka, Ibu Tiara dan kedua adik Tiara, Dewi dan Ali.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1