Tiara

Tiara
Ungkapan hati


__ADS_3

Tegar langsung berdiri dan berlari menghampiri wanita tersebut dan kemudian memeluknya erat. Wanita itu menyambutnya dengan penuh kasih sayang.


"Omaaaaaaaaa" teriak Tegar sambil memeluk Mama Bintang.


"Tegar sayaaang" Mama Bintang membalas pelukan Tegar.


Bintang terkejut melihat Mamanya.


"Mama.... " panggil Bintang.


Mama Bintang dan Tegar berjalan menuju meja makan.


"Mama kok bisa?" tanya Bintang bingung.


Tiara tersenyum melirik Bintang yang masih terpaku. Tiara mengambil inisiatif untuk mencium tangan mertuanya terlebih dahulu dan memeluknya.


"Mama" ucap Tiara.


"Tiara, kalian sudah lama datangnya?" tanya Bu Bambang.


"Belum Ma, barusan juga kok" Tiara melirik suaminya dan memberi kode untuk menyalam Mamanya.


Bintang mencium tangan Mamanya, Bu Bambang langsung memeluk putranya untuk melepaskan rindu.


"Mama kok bisa kenal sama Tiara dan Tegar?" tanya Bintang penasaran.


"Mas lupa cerita Tegar menyelamatkan seorang kakek?" tanya Tiara.


Bintang baru ingat cerita tentang Tegar yang menyelamatkan seorang pria tua pingsan di Restoran waktu mereka pulang dari Dufan.


"Jadi yang diselamatkan Tegar itu Papa?" tanya Bintang.


"Iya nak" jawab Bu Bambang.

__ADS_1


"Terus selama ini kalian bertemu dengan Pak Bambang dan istrinya itu adalah Papa dan Mama?" tanya Bintang kepada Tiara.


Tiara tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Iya Mas" jawab Tiara.


"Kapan kalian saling mengenal?" tanya Bintang.


"Minggu lalu, saat kami main ke rumah Mama dan Papa, kami bertemu dengan Bik Sumi, disitulah kami tau kalau Mama dan Papa adalah orang tua kamu. Aku juga melihat foto - foto kamu waktu kecil. Benar - benar mirip banget sama Tegar Mas" jawab Tiara.


"Papa tau?" tanya Bintang pada Mamanya.


Wajah Bu Bambang terlihat sedih.


"Belum sayang, Mama, Bik Sumi dan Tiara sepakat untuk merahasiakannya. Mama menunggu waktu yang tepat untuk mengatakannya karena kesehatan Papa kamu masih belum stabil. Mama takut terjadi sesuatu pada Papa karena terkejut" ungkap Bu Bambang.


"Duduk yuk Ma" ajak Tiara.


Bu Bambang duduk di dekat Bintang sedangkan Tiara dan Tegar duduk berdekatan. Tiara sengaja memberikan ruang kepada Suaminya agar hubungan mereka perlahan membaik dan lebih dekat kembali.


Bu Bambang mengelus lembut tangan Bintang penuh kasih sayang.


"Tidak apa Ma, yang penting doa restu Mama sudah sampai" jawab Bintang.


"Tiara sudah menceritakan awal pertemuan kalian sampai akhirnya lahirnya Tegar. Mama sangat senang sekali ternyata Tegar adalah cucu Mama. Apakah kamu bahagia setelah menikah?" tanya Bu Bambang.


"Sangat bahagia Ma, aku sangat bahagia sudah mempunyai keluarga kecilku ini" ungkap Bintang.


"Syukurlah, Mama senang mendengarnya. Mama bisa melihatnya dari wajah kamu. Kamu terlihat gemukan dan wajah kamu sangat ceria" sambut Bu Bambang.


"Iya Ma" balas Bintang.


"Maafkan Mama Bintang, sudah lama sekali Mama ingin mengatakannya pada kamu. Maafkan Mama dan Papa" Bu Bambang meneteskan air mata.

__ADS_1


Bintang menatap lembut wajah Mamanya.


"Mama sudah banyak mengecewakan kamu, Mama gagal menjadi seorang Ibu yang baik. Mama menelantarkan anak Mama sendiri dan menitipkannya kepada pembantu rumah tangga di rumah. Kamu selalu kesepian dan kurang kasih sayang. Mama kira apa yang Mama lakukan semuanya adalah untuk kebaikan kamu kelak, kamu tidak kurang satu apapun. Apa yang kamu inginkan semua bisa Mama penuhi tapi nyatanya kamu tidak membutuhkan semua itu. Bahkan kamu bisa mendapatkan apa yang seperti Mama dan Papa miliki dengan kerja keras kamu sendiri. Beribu moment bersejarah kamu, kami lewatkan. Kamu selalu mendapat juara di kelas, kamu memiliki prestasi yang baik dalam olah raga, kamu wisuda dan perpisahan di sekolah. Semua kamu lalui tanpa ada Mama dan Papa bersama kamu. Maafkan Mama sayang, seandainya waktu bisa diputar kembali ingin sekali rasanya Mama kembali ke masa itu. Mama akan menemani kamu kapanpun dan dimanapun. Kita akan bermain bersama, jalan - jalan bersama dan bercerita bersama seperti kalian saat ini memperlakukan Tegar penuh dengan kasih sayang. Tapi Mama tau itu tidak akan pernah terjadi. Mama dan Papa sudah menorehkan luka yang sangat besar dan dalam di hati kamu sehingga kamu berani mengambil keputusan yang sangat besar untuk meninggalkan Mama dan Papa. Kamu berani hidup tanpa kami bahkan kamu berhasil menunjukkan betapa hebatnya prestasi yang kamu raih tanpa ada bantuan dari kami" Bu Bambang berbicara sambil terisak.


"Kami terlambat menyadarinya nak... ternyata kami yang tidak bisa hidup tanpa kamu. Setelah kamu pergi, hidup kami tidak sempurna, rumah menjadi sunyi sepi tanpa cerita - cerita kamu di pagi hari. Tanpa suara musik yang sangat keras dari kamar kamu dan.. dan... kami juga tidak pernah lagi mendengar protes kamu mengapa kami tidak pulang, mengapa kami telat pulang dan mengapa kami selalu meninggalkan kamu" Bu Bambang terus menangis.


"Hidup kami berubah dan hampa tanpa kamu sayang... Setelah kamu pergi baru kami mengerti kamu adalah harta yang sangat berarti bagi kami. Bahkan selama ini apa yang kami cari dan raih tidak mempunyai arti apa - apa dibandingkan dengan kamu. Kamu segalanya bagi kami, kamu hidup kami hiks.. hiks.. " Bu Bambang menangis terisak.


"Mama..... " Bintang menggenggam tangan Mamanya lembut.


"Kami memberi nama kamu Bintang Prakasa yang artinya adalah kamu adalah cahaya kegelapan bagi keluarga Prakasa. Sedangkan Prakasa nama keluarga kita artinya perkasa, kuat. Kami lupa, kamu adalah cahaya hidup kami. Setelah kamu pergi hidup kami tidak lagi indah, tidak ada lagi bintang di hidup kami. Hidup kami tidak lagi indah" Saat Bu Bambang terus berbicara sambil menangis Bintang langsung memeluknya penuh kasih sayang.


Bintang melirik ke arah istri tercintanya. Tiara membalasnya dengan senyuman dan anggukan.


Bintang melepaskan pelukannya dan menghapus air mata di pipi Bu Bambang.


"Setelah kamu pergi Mama setiap hari mencari keberadaan kamu, bahkan Mama sudah berniat untuk menyewa seseorang untuk mencari keberadaan kamu tapi... Papa kamu melarang. Kamu tau kan bagaimana sifat Papa. Dia sangat keras. Tapi itu hanya tampilan luarnya saja sayang. Di hatinya juga sama seperti Mama. Mama sering melihatnya diam - diam masuk ke kamar kamu dan menangis. Mama sering melihatnya melamun bahkan beberapa kali Mama pernah mendengar dia berusaha mencari keberadaan kamu sampai kamu sudah menjadi pengusaha sukses Papa terus memantau kamu" sambung Bu Bambang.


Tangan mereka saling menggenggam.


"Papa menyayangi kamu dengan caranya, walau dia tidak pernah mengucapkannya tapi Mama yakin dia sangat kehilangan kamu. Maafkan Mama dana Papa sayaaaang" ....


.


.


BERSAMBUNG


Pagi readers... sudah lama tidak mengapa kalian. Maaf ya kemarin tidak update karena aku lagi ada acara keluarga.


Siapkan tisu di bab ini ya, karena aku menabur banyak bawang nih. Tapi jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya.


Bunga sekebon dan kopi di pagi hari.. 😍😍

__ADS_1


Selamat membaca...


__ADS_2