
"Aaaaaaaa" terdengar suara teriakan dan suara erangan karena menahan sakit.
"Papaaaaaa... kurang ajar dasar bajinga*" Bintang menyerang dengan membabi buta.
Tak lama orang - orang suruhan Pak Bambang beserta polisi sudah berdatangan. Tarjo langsung ditangkap oleh pihak berwajib.
"Papaaaaaa.... " Bintang menangkap Pak Bambang yang sudah terluka di bagian perutnya.
"Tegar... mana Tegar" panggil Pak Bambang.
"Ini Pa, Tegar sudah selamat. Papa tenang dulu kami akan segera menyelamatkan Papa" balas Bintang.
"Opaaaaaaa" Tegar memanggil Pak Bambang sambil menangis.
Tak lama Pak Bambang dibawa dengan tandu keluar dari rumah dan segera di larikan ke rumah sakit.
"Papa kenapa Bin?" tanya Bu Bambang.
"Papa tadi di tusuk bajinga* itu Ma pakai pisau" jawab Bintang.
"Ya Allah Maaas, Papa" Tiara menangis.
"Sudah sayang semua sudah selesai, bajinga* itu sudah ditangkap polisi. Ayo kita segera menyusul Papa ke rumah sakit" ajak Bintang.
Bintang menggendong Tegar dan membawanya ke dalam mobil di susul oleh Mama dan istrinya.
Dengan kecepatan yang kencang Bintang melajukan mobilnya menuju Rumah Sakit. Pak Bambang langsung di bawa ke UGD dan segera diberikan pertolongan pertama.
Seorang Dokter datang menghampiri Bintang dan keluarganya.
"Keluarganya Bapak Bambang" panggil perawat.
"Ya saya" jawab Bintang.
"Maaf Bapak siapanya Pak Bambang?" tanya Dokter.
"Saya anaknya Dok. Bagaimana keadaan Papa saya?" tanya Bintang.
__ADS_1
"Lukanya cukup dalam, Pak Bambang harus menjalani operasi untuk menutup lukanya dan menghentikan pendarahan. Kita butuh persediaan darah yang sesuai dengan golongan darah Pak Bambang" Dokter menjelaskan keadaan Pak Bambang.
"Saya Dok, golongan darah saya sama dengan Papa saya" jawab Bintang.
"Silahkan Pak ke ruangan PMI dan lakukan pendonoran darah" perintah Dokter.
"Baik, terimakasih Dok. Tolong lakukan yang terbaik untuk Papa saya" ucap Bintang.
"Iya Pak. Kalau begitu saya pamit dulu" balas Dokter.
Bintang memberikan hormat kepada Dokter yang sedang menangani Papanya.
"Silahkan Pak urus terlebih dahulu administrasinya untuk tindakan operasi setelah itu baru Bapak ke ruangan PMI untuk donor darah" perintah perawat.
"Baik Suster" jawab Bintang.
Bintang segera ke bagian administrasi untuk mengurus semua kelengkapan operasi Pak Bambang setelah itu baru dia berjalan menuju ruang PMI mendonorkan darahnya untuk Papanya.
Operasi segera berlangsung dengan cepat semua dilakukan untuk upaya penyelamatan jiwa Pak Bambang.
Bintang, Tiara, Bu Bambang, Tegar dan Mang Kardi menunggu dengan risau dan penuh kekhawatiran di depan ruang operasi.
Kini Pak Bambang sudah di pindahkan ke ruang ICU menunggu dia bisa melewati masa kritisnya sampai dia sadar setelah itu baru di pindahkan ke ruang rawat inap.
Setelah Bu Bambang masuk untuk menjenguk Pak Bambang di ruangannya kini giliran Bintang yang masuk untuk melihat keadaan Papanya.
Bintang menatap ke atas tempat tidur dimana Pak Bambang sedang terbaring seperti tidur. Bintang memegang tangan Pak Bambang.
"Pa.. terimakasih sudah menyelamatkan anakku.. " ucap Bintang.
Wajah Bintang kini berubah sendu dan tanpa dia sadari air matanya mulai mengalir di pipi.
"Maafkan atas perbuatanku selama ini Pa. Aku telah membangkang kepada Papa dan meninggalkan rumah. Aku sadar aku yang salah tidak mendengarkan dan menuruti semua perintah Papa. Aku terlalu egois hanya memikirkan perasaanku saja" ucap Bintang sambil terisak.
"Kini setelah aku mempunyai anak baru aku mengerti apapun akan aku lakukan untuk anakku, untuk masa depannya kelak. Dulu aku hanya memikirkan perhatian Papa tanpa pernah aku berfikir yang Papa lakukan adalah demi masa depanku. Agar aku tidak merasakan susah dan tidak kesulitan untuk meraih masa depanku. Maafkan aku Pa.. aku mohon bertahanlah dan kuatkan kali ini saja demi aku.. demi aku lagi Pa. Kali ini aku memohon hidup Papa demi aku. Aku belum siap jika Papa tinggalkan. Aku masih ingin membahagiakan Papa menebus semua kesalahanku. Aku ingin memperbaiki masa - masa yang pernah kita lewatkan. Bangun Pa... kini Papa sudah punya cucu dan sebentar lagi cucu Papa yang lain juga akan lahir. Papa harus kuat untuk tetap bermain bersama anak - anakku.. " Bintang mencurahkan semua isi hatinya.
Bintang menggenggam erat tangan Pak Bambang dan menciumnya. Tiba - tiba Bintang menyadari ada pergerakan dari tubuh Pak Bambang. Bintang terkejut dan menatap wajah Pak Bambang dengan intens.
__ADS_1
Tangan Bintang terasa di remas. Bingtang mengalihkan pandangannya ke arah tangan Pak Bambang. Tangan Pak Bambang bergerak dan membalas genggaman tangan Bintang.
"Papa... Papa sadaaaaaar... Dokteeeeer.." panggil Bintang.
Bintang segera menekan bel yang ada di samping tempat tidur Pak Bambang. Tak lama kemudian datang seorang Dokter bersama dua orang perawat.
"Dokter sepertinya Papa saya sudah sadar" ungkap Bintang.
"Sebentar ya Pak, kami periksa dulu" ucap Dokter.
Dokter segera melakukan pemeriksaan kepada Pak Bambang. Setelah melakukan beberapa tes akhirnya Dokter memberikan kesimpulannya.
"Alhamdulillah Pak Bambang sudah melewati masa kritisnya. Dan beliau sudah sadar.. Kita akan melakukan pemeriksaan ulang setelah itu Pak Bambang akan kita pindahkan ke ruangan rawat inap" Ucap Dokter menjelaskan.
"Alhamdulillah... Baik Dok, kalau begitu saya akan keluar dan akan mengabarkan pada keluarga saya. Kami akan bersiap dan menunggu di ruang rawat inap" jawab Bintang.
Bintang segera keluar dari ruang ICU. Bu Bambang dan Tiara yang melihat Dokter dan perwakilan berlarian masuk ke dalam ruang ICU merasa sangat khawatir dengan keadaan Pak Bambang.
"Ada apa dengan Papa Bin?" tanya Bu Bambang dengan raut wajah sedih.
"Alhamdulillah Papa sudah sadar Ma, kata Dokter Papa sudah berhasil melewati masa kritisnya. Saat ini Papa sedang diperiksa ulang setelah itu baru Papa dipindahkan ke ruang rawat inap. Ayo Ma kita bersiap - siap menunggu Papa di ruangannya" ajak Bintang.
"Alhamdulillah ya Allah..." Bu Bambang memeluk tubuh putranya dengan perasaan lega.
"Nanti kalau Papa kamu sudah sadar tolong mengalah padanya ya nak, apapun ucapan Papa kamu yang menusuk hati jangan kamu ambil hati. Mama takut kalau Papa kamu kritis lagi" pinta Bu Bambang sambil menangis.
"Mama tenang saja, aku suda berdamai dengan Papa. Aku sudah meminta maaf kepada Papa. Walau tadi Papa dalam keadaan tidak sadar aku yakin Papa mendengar semua ucapanku dan itu yang membuat Papa sadar. Aku rasa Papa juga sudah memaafkanku Ma" Bintang membalas pelukan Mamanya dengan penuh kasih sayang.
"Terimakasih ya Allah.. akhirnya keluarga kami bisa berkumpul kembali" ucap Bu Bambang.
Mereka berpelukan sambil menangis. Inilah awal membaiknya hubungan keluarga mereka yang selama ini sempat terputus. Dan semoga kedepannya semua berjalan dengan baik tanpa ada perpecahan lagi.
Itulah doa Bintang dan Mamanya. Tak lama kemudian mereka sudah bersiap - siap menanti kedatangan Pak Bambang di ruangannya. Mereka sudah bersiap untuk menghadapi masa depan bersama - sama.
Inilah lika - liku kehidupan, apapun cobaannya semoga akhirnya tetap indah.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG