Tiara

Tiara
Keputusan untuk tetap pulang


__ADS_3

Semua sudah pulang dari rumah Bintang. Dewi sudah masuk ke kamarnya, sedangkan Ali tidur si kamar Tegar.


"Pak kamar Bapak di atas ya, tepat di sebelah kamar Ibu. Bu tolong tunjukin kamar untuk Bapak ya" ucap Tiara.


"Iya Ra, kalian masuk saja ke kamar. Kamu harus banyak istirahat Ra. Hari ini sangat melelahkan sekali. Apalagi kamu sedang hamil. Jangan sampai kehamilan kamu terganggu" nasehat Siti.


"Iya Bu" jawab Tiara.


"Kalau begitu kami duluan masuk ke kamar ya Pak, Bu" sambut Bintang.


"Iya" jawab Siti dan Wijaya bersama - sama.


Kini hanya tinggal Siti dan Wijaya yang tinggal berdua di ruang keluarga.


"Yuk Mas aku tunjukin kamar kamu di atas" ajak Siti.


"Baiklah, aku juga sudah ngantuk. Pengen cepat - cepat tidur" jawab Wijaya.


Mereka berjalan berdua menaiki tangga rumah Bintang dan Tiara. Sambil berjalan Wijaya menyempatkan untuk mengobrol berdua dengan Siti.


"Bagaimana hidup kamu selama menikah dengan pria itu?" tanya Wijaya.


"A.. anu Mas, Mas pasti sudah mendengarnya saat di pengadilan. Dan aku rasa Mas sudah tau apa yang terjadi padaku" jawab Siti malu karena sudah menggugat cerai suaminya demi menikah dengan pria seperti Tarjo.


"Mengapa kamu menikah dengan pria seperti itu? Aku bukan menyesali kamu menceraikanku tapi mengapa kamu bisa menikah dengan pria seperti itu?" tanya Wijaya kesal.


"Sa.. saat menikah dengannya aku tak tau kalau dia suka bermain kasar dan memukul. Saat itu juga dia bekerja, setelah beberapa bulan kami menikah baru dia berhenti bekerja. Ditambah lagi dia mau menerima aku apa adanya Mas. Dia pria lajang sedangkan aku janda beranak satu. A.. aku berharap saat itu dia bisa merubah hidup aku dan Tiara" jawab Siti jujur.


"Siiiit... andai saja kamu mau bersabar sedikiiiit saja pada saat itu... " gumam Wijaya.


"Maaf Mas.. Kalau aku tau akan seperti ini nasibku pasti aku tidak akan mau menikah dengannya. Mungkin sudah seperti inilah nasibku" potong Siti.

__ADS_1


Wijaya menatap mantan istrinya dengan tatapan Iba. Andai saja wanita ini tau sebesar apa aku memendam cintaku padanya. Andai masih ada kesempatan untuk kita hidup berdua kembali. Aku akan menebus semua kesalahanku dulu. Akan aku bayar rasa sakitmu bertahun - tahun dengan cara membahagiakanmu Siti. Batin Wijaya.


"Sudahlah Mas.. tidak ada yang perlu di sesali. Semua sudah terjadi, yang penting saat ini aku dan anak - anak sudah aman dan jauh darinya. Kami akan meraih kebahagian hidup tanpa dia lagi" sambung Siti.


"Kalau kamu butuh sesuatu jangan sungkan untuk meminta padaku. Bagaimanapun kita punya tali yang menjadi penghubung diantara kita sampai kapanpun yaitu Tiara" tegas Wijaya.


"Iya Mas, akan aku ingat itu" balas Siti.


Mereka berhenti di kamar yang diperuntukkan untuk Wijaya.


"Sudah sampai Mas, ini kamar Mas. Tidur dan istirahatlah. Selamat tidur Mas" ucap Siti.


"Selamat tidur Sit, semoga kamu mimpi indah malam ini" balas Wijaya.


Bermimpi tentang masa - masa di saat kita bahagia dulu. Dimasa kita saling mencintai. Tau kah kamu Sit, semuanya masih jelas terekam di ingatanku. Aku tidak akan bisa melupakannya sedikitpun dan sampai kapanpun. Batin Wijaya.


Wijaya masuk ke dalam kamarnya, setelah itu Siti masuk ke dalam kamarnya yang terletak tepat di sebelah kamar Wijaya.


"Ya Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.. ampunkan atas dosaku selama ini. Mungkin dulu aku bersalah padanya dan sudah menjadi istri durhaka karena menuntut cerai darinya. Sehingga KAU tegur aku dengan cobaan seperti ini. KAU gantikan dengan suami yang sangat jauh berbeda dengannya. Jika memang ini takdirku ya Allah aku ikhlas, tapi kalau aku masih pantas untuk meminta lepaskanlah aku dari semua belenggu ini. Aku ingin hidup dengan tenang. Jika memang masih ada penghubung diantara kami persatukanlah kembali, tetapi jika memang sudah terputus dan tak bisa disambungkan kembali, jauhkan lah aku darinya. Karena aku tidak sanggup menatap wajah dan matanya ya Allah. Aku telah sangat membuatnya kecewa. Ampunkan dosa ku ini ya Allah dan kabulkanlah permintaanku" ucap Siti sambil menarik terisak.


Setelah puas mencurahkan seluruh isi hatinya kepada Sang Pemilik Hati. Siti melipat mukenanya dan berbaring di atas tempat tidur. Tubuhnya sangat lelah hati ini, fikirannya juga sedang kacau.


Ya Allah lindungilah keluargaku, aku dan anak - anakku dari suamiku. Jauhkanlah kami darinya dan berilah ampunan dan petunjukMU padanya agar dia sadar dengan keberadaanMU.


Siti memejamkan matanya dan kemudian terlelap dalam tidurnya.


********


Keesokan harinya mereka berkumpul kembali di meja makan. Bintang terus menyalakan televisi dan mencari informasi tentang narapidana yang berhasil lolos dari kecelakaan lalu lintas.


Sekilas Info..

__ADS_1


Polisi masih terus melakukan pencarian seorang buronan tahanan yang baru saja mendapatkan hukumannya dalam sidang terakhirnya atas tuduhan pembunuhan berencana kepada seorang pengusaha yang bernama Bambang Wijaya. Informasi terbaru, polisi menemukan adanya bantuan dari pihak lain dan telah terjadi sebuah kerjasama untuk upaya penyelamatan dan pelarian buronan tersebut dari penjagaan polisi. Tetapi siapa orang misterius yang telah menyelamatkan buronan tersebut sampai saat ini belum bisa dipastikan identitasnya. Polisi tetap melakukan pencarian narapidana tersebut. Jejak terakhir menunjukkan beliau sedang melakukan pelarian ke arah kota Bandung. Polisi terus melakukan pencarian buronan yang bernama Tarjo itu, beserta orang-orang yang membantu pelariannya. Demikian sekilas info.


"Dia lari ke Bandung" Ucap Wijaya.


"Bagaimana dengan kita Bu?" Dewi bertanya pada Siti.


"Kita tetap pulang besok" jawab Siti.


"Bu.... " cegah Tiara.


"Kita kan tinggal di Kota, dia tidak akan berani muncul kecuali kalau di tempat sepi dan malam hari. Yang kita lakukan hanya lebih berhati - hati berjalan di tempat sepi dan kalau malam hari pastikan rumah kita aman" jawab Siti.


"Kalian tinggal di rumahku saja. Pergi dan pulang sekolah atau kuliah akan diantar oleh supir dan kamu juga Sit, kalau mau ke cafe juga akan diantar jemput supir" tegas Wijaya.


"Gak usah Mas, kami bisa kok sendiri" balas Siti.


"Tidak, kalian harus ikut bersamaku besok. Setelah kondisi aman dan dia sudah tertangkap baru kalian kembali ke rumah kalian" ujar Wijaya.


"Iya Bu, menurut aku lebih aman seperti itu. Sebenarnya aku lebih maunya kalau kalian tetap di sini" ungkap Bintang.


"Mereka harus sekolah Bin. Tidak mungkin mengelak terus" jawab Siti.


"Nanti aku akan lapor ke polisi dan minta penjagaan. Bagaimanapun sudah kelihatan kemana tujuan Pria itu lari. Targetnya memang kalian, terlebih Siti. Dari kata - katanya di pengadilan tujuan dia menculik Tegar juga untuk menanyakan keberadaan kalian" ucap Wijaya.


Siti terdiam mendengar kata - kata Wijaya. Siti tidak bisa membantahnya karena apa yang dikatakan Wijaya semua benar. Tujuan Siti pulang juga karena dia tidak mau lari dari Tarjo. Mungkin dengan sedikit memancingnya Tarjo akan muncul dari persembunyiannya. Yang penting mereka harus berhati - hati.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2