
"Mas aku pengen ke rumah Ibu" pinta Tiara.
"Kamu mau ke Bandung?" tanya Bintang.
"Kalau kamu gak sibuk" balas Tiara.
"Besok kan weekend sayang, kita bisa pergi besok pagi terus kita nginap di Bandung biar kamu gak terlalu capek di jalan" ujar Bintang.
"Benar Mas?" tanya Tiara tak percaya.
"Benar sayaaaaaaang" Bintang mengecup puncak kepala istrinya.
"Makasih ya Mas" ucap Tiara.
"Iya.. apapun akan aku lakukan untuk kamu sayang" tegas Bintang.
******
Keesokan paginya Bintang bersama keluarga kecilnya sudah berangkat menuju Bandung untuk menemui keluarga Tiara.
Siang harinya mereka sudah sampai di Bandung dan langsung menuju rumah Ibunya. Nanti malam baru mereka berencana untuk nongkrong di Cafe.
"Assalamu'alaikum Bu" ucap Tiara saat masuk ke dalam rumah.
"Wa'alaikumsalam.. lho kok gak ngabari Ibu kalau kalian mau datang? Ibu kan bisa belanja dulu tadi pagi" jawab Siti.
"Kami memang sengaja gak bilang Ibu biar Ibu gak repot - repot nyambut kami" Tiara memeluk Ibunya di sambut Tegar dan Bintang.
Di rumah hanya ada Ali dan Siti menyambut kedatangan mereka.
"Dewi mana Bu?" tanya Bintang.
"Dewi di cafe, kalau sabtu kan dia libur kuliah" jawab Siti.
"Ooo... " jawab Bintang sambil manggut - manggut.
"Om Aliiii" Tegar langsung memeluk Ali adiknya Tiara.
"Kita ke kamar Om yuk, Om punya mainan untuk kamu kemarin baru Om rakit" ajak Ali.
"Ayooo, lets go... " sambut Tegar senang.
Ali membawa Tegar ke lantai atas. Kini rumah Bintang di Bandung sudah selesai di renovasi. Lantai dua ada kamar Dewi dan Ali sedangkan di bawah kamar Siti dan kamar untuk Tiara kalau Tiara dan keluarga kecilnya menginap di Bandung.
"Kalian sudah makan?" tanya Siti.
"Belum Bu" jawab Tiara.
"Sebentar ya Ibu masakin sesuatu untuk kamu" ucap Siti.
"Gak perlu repot Bu" cegah Tiara.
__ADS_1
Tiara mengikuti Ibunya berjalan menuju dapur.
"Gak repot kok, Ibu masakin yang ringan aja ya. Oh ya gimana kehamilan kamu? Apa masih mabuk?" tanya Tiara.
"Udah mendingan Bu, sudah bisa makan dengan nyaman tanpa mual dan muntah" jawab Tiara.
"Syukurlah" balas Siti.
Siti memasak di dapur sedangkan Tiara membuatkan teh hangat untuk suaminya.
Tak lama kemudian Siti memanggil Tiara, Bintang dan Tegar untuk makan siang.
Siti masak cumi goreng tepung, udang asam manis dan cah kangkung.
"Waaah enak sekali eyaaaang" ujar Tegar dengan gembira.
Siti tersenyum lembut menatap cucunya.
"Makan yang banyak ya biar cepat besar. Nanti Tegar jadi kuat gendong adik bayi" bujuk Siti.
"Oke eyaaaaang" balas Tegar.
Malam harinya setelah selesai shalat maghrib mereka semua pergi ke cafe sambil menikmati malam minggu.
Tiga puluh menit kemudian mereka sudah sampai di cafe. Tetapi sesampainya di Cafe alangkah terkejutnya mereka ketika mendapati Dewi sedang asik ngobrol dengan Bagas.
"Lho kamu ngapain disini?" tanya Bintang.
"Aku lagi ada kerjaan di sini" jawab Bagas.
"Alasan" gumam Bintang pelan tapi tentu saja masih bisa di dengar Bagas.
Bintang sengaja tidak bicara dengan suara yang keras karena tidak mau pembicaraan mereka di dengar Bu Siti.
"Serius Bin aku memang ada kerjaan di Bandung" ulang Bagas.
"Tapi sekalian kan, aji mumpung kamu" desak Bintang.
"Kalau lirik kan gak apa - apa Bin, aku kan kangen pengen lihat wajah Dewi. Tapi swear deh aku gak ngomong macam - macam. Aku masih ingat syarat dari kamu" bisik Bagas.
"Ah gak percaya aku. Kamu mau curi start duluan kan mau ngerayu Dewi biar nanti pas Dewi berumur dua puluh tahun kamu tinggal lamar aja gak perlu usaha lagi" sindir Bintang.
"Kamu kok gitu sih mikirnya Bin? Aku serius lho cuma ngobrol biasa aja dan Dewi juga mungkin mau aku ajak ngobrol karena segan sama aku, aku kan sahabatnya kamu suami dari Kakaknya" jawab Bagas.
"Gak percaya aku. Kamu itu playboy pasti punya seribu satu cara untuk merayu wanita" ucap Bintang tidak percaya.
"Aku udah pensiun Bin.. Duh gimana sih biar kamu yakin? gini aja kalau kamu gak percaya kamu boleh kok tanya Dewi langsung. Kamu interogasi aja dia, tadi aku ngomong apa dan minta apa sama dia" jawab Bagas membela diri.
Tiara dan Dewi terlihat saling berpelukan.
"Lho Kak Ara kapan datang ke Bandung, kok gak kasih kabar?" tanya Dewi.
__ADS_1
"Tadi siang nyampe Bandung kami langsung ke rumah istirahat dulu. Habis isya baru kemari untuk nongkrong sambil menikmati malam mingguan" jawab Tiara.
"Gimana si debay dalam perut, masih mual kak?" tanya Dewi sambil mengelus lembut perut Tiara, Kakaknya.
"Alhamdulillah udah gak mabuk lagi. Aku kesini mau pesan menu baru di cafe" pinta Tiara.
"Sebentar ya Kak, aku ambil daftar menu dulu" Dewi segera mengambil buku daftar menu di meja resepsionis.
"Ra, ibu ke dapur dulu ya. Mau cek keadaan dapur" ucap Situ.
"Aku bawa Tegar ke taman ya Kak" Ali segera membawa Tegar ke taman belakang cafe.
"Mas Bagas kapan nyampe Bandung?" sapa Tiara kepada Bagas.
"Tadi malam. Aku udah nginap di Hotel dekat sini, ketepatan paginya aku ada meeting dengan client sampai sore di dekat sini juga. Pulangnya sekalian aku mampir main ke sini" ungkap Bagas.
"Aku gak percaya" sambut Bintang.
"Serah deh Bin, aku udah jelasin sama kamu dari tadi. Kalau kamu gak percaya tanya aja Dewi. Noh Dewi sudah datang, tanya tuh sama dia" ucap Bagas.
Dewi yang mendengar namanya di sebut - sebut menatap dengan tatapan penuh tanya.
"Bagas tadi bilang apa sama kamu Dew?" tanya Bintang.
"Mas Bagas? Mm dia bilang dia tadi baru selesai meeting dengan client di dekat cafe ini. Sekalian malam mingguan cari cewek siapa tau bisa nemu di sini" jawab Dewi jujur.
"Tuh benar kan?" tebak Bintang.
"Dew.. sssssst.... " Bagas mengedipkan sebelah matanya ke arah Dewi.
"Emang aku ada salah ya Mas, kan emang gitu tadi Mas Bagas bilang" sambung Dewi bingung.
"Hahaha... " Tiara tertawa melihat tingkah Bagas yang serba salah.
Sedangkan Bagas sibuk menggaruk rambutnya yang tak gatal.
Mati aku... aku kan tadi mencari alasan biar bisa ngobrol sama Dewi sekalian mau mengecek apakah Dewi sudah punya pacar, secara ini kan malam minggu, siapa tau aja ada cowok yang ngapelin dia. Batin Bagas.
"Dia ini emang gak berubah Dew, playboy cap harimau. Gak bisa sepi dikit hidupnya, udah sibuk cari perempuan" ucap Bintang.
"Kalau begitu Mas Bagas gak salah alamat donk. Di cafe ini kalau malam minggu rame banget Mas anak ABG nya. Cantik - cantik lagi, tunggu aja sebentar lagi pasti banyak yang datang. Mas Bagas bisa pilih dan langsung garcep, Dewi do'ain secepatnya dapat jodoh" ucap Dewi tulus.
"Aamiin..... " sambut Bintang sambil tertawa mendengar doa yang diucapkan Dewi untuk Bagas.
Mampus gua.... umpat Bagas dalam hati.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1