Tiara

Tiara
Mempersiapkan Dewi untuk lebih kuat


__ADS_3

"Wah gawat Gas, kamu harus hati - hati menjaga Dewi. Kamu tau kan sifat Morgan itu seperti apa? Dia selalu iri dengan apa yang kamu punya. Dari dulu kan kalian selalu bersaing apalagi dalam hal mendapatkan pacar. Dia selalu mengingat pacar - pacar kamu? Dewi masih sangat polos Gas" ucap Bintang mengingatkan.


"Tadi hampir aja aku kelepasan Bin, kalau Dewi tidak mengingatkan aku tadi udah aku tonjok tuh mulut si Morgan kok lemes banget kayak perempuan" lapor Bagas.


Bintang menepuk bahu Bagas.


"Kamu jangan patah semangat Gas, niat yang baik harus diperjuangkan. Yakinlah Allah itu tidak tidur asalkan kamu memang benar - benar mau berubah Insyaallah, Allah akan memberikan hasil yang terbaik" ujar Bintang memberi semangat.


"Semoga saja" balas Bagas.


"Ya sudah kamu santai aja dulu di dalam. Aku mau ke kamar dulu temui Tiara. Nanti aku akan bilang ke Tiara kalau kamu akan bawa Dewi ke rumah orang tua kamu. Biar Tiara bisa membantu Dewi untuk persiapan ke rumah kamu" Bintang berjalan ke dalam rumah dan segera masuk ke kamarnya.


Sedangkan Bagas masuk ke ruang keluarga dan melihat Pak Wijaya bersama Bu Siti, Ali dan Tegar sedang duduk santai sambil makan cemilan sore.


"Yank kamu lagi ngapain?" tanya Bintang pada Tiara yang sedang memijit kakinya.


"Ini Mas kakiku rada pegal" jawab Tiara sambil memegang kakinya.


Bintang kini mengambil alih memijit kalau Tiara.


"Jangan terlalu banyak jalan dan naik tangga yank. Kalau kaki kamu kram gimana coba? Lagian aku makin seram kalau lihat kamu turun naik tangga dengan perut yang semakin besar seperti itu" ucap Bintang sambil terus memijit kaki Tiara.


Tiara tampak sangat menikmati sentuhan tangan Bintang di kakinya.


"Yank tadi Bagas bilang ke aku, dia mau ajak Dewi malam ini ke rumah orang tuanya" lapor Bintang.


"Oh ya? Apa gak terlalu cepat Mas? Takut aku Dewi belum siap" jawab Tiara.


"Katanya Dewi setuju, tapi Bagas minta bantuan kamu untuk lebih meyakinkan Dewi ataupun setidaknya mempersiapkan Dewi untuk bertemu dengan Papa dan Mama Bagas. Yah apa kek misalnya dandanin Dewi biar telihat lebih manis. Kan dia lebih pede gitu ketemu sama calon mertuanya" ungkap Bintang memberi saran kepada Tiara.


Tadi saat mereka baru tiba di rumah, Bagas sempat cerita ke aku dan memohon kepadaku untuk menghapuskan syarat yang aku berikan padanya. Aku kasihan banget saat itu sama dia. Aku lihat dia benar - benar serius dan sudah berubah banyak. Jadi aku bilang aja sama dia kalau aku sudah setuju dan tidak memberikan syarat apapun lagi kepadanya. Semua tergantung Dewi. Kalau Dewi sudah siap untuk menikah ya silahkan saja dari pada mereka pacaran - pacaran gak jelas gitu. Katanya gak pacaran tapi deket - deket gitu. Calon istri tapi gak ada ikatan. Kasihan yank si Bagas di gantung. Udah tua juga umurnya" ujar Bintang.


Tiara tampak sedang memikirkan sesuatu.


"Kan udah aku bilang Mas kalau Dewi masih trauma dengan pernikahan Ibu" jawab Tiara.


"Iya aku juga sudah cerita pada Bagas akan hal itu. Aku menyuruh Bagas untuk meyakinkan Dewi bahwa Bagas tidak akan berbuat hal yang sama kepadanya kelak. Memberikan jaminan bahwa Dewi tidak akan merasakan seperti yang Ibu rasakan" sambung Bintang.


"Terus Mas Bagas gimana tanggapannya?" tanya Tiara.


"Dia akan meyakinkan Dewi makanya dia mau mengajak Dewi bertemu dengan kedua orangtuanya" sambut Bintang.


Tiara masih diam dan sedang berpikir.

__ADS_1


"Tadi saat makan siang Bagas juga cerita ketemu sama mantan pacarnya. Mantannya itu ngeremehin Dewi, kayanya Dewi terlihat murung dan bersedih walaupun Bagas sudah membela Dewi di depan wanita itu dan satu lagi Bagas bertemu dengan musuh bebuyutannya, Morgan. Pria itu adalah rival Bagas dalam hal apapun. Dulu waktu di kampus mereka sering rebutan pacar dan selalu Morgan yang berusaha merebut pacar Bagas. Bagas takut Morgan akan melakukan sesuatu pada Dewi" ungkap Bintang.


"Ya Tuhan berat banget jalan yang akan di tempuh Dewi" sambut Tiara.


"Itu dia makanya Bagas takut Dewi malah memilih mundur. Kalau Bagas bisa segera menikahi Dewi setidaknya kan bisa mengurangi resiko yank. Para mantan akan mundur teratur dan Morgan juga gak akan berusaha merebut Dewi ataupun berbuat sesuatu kepada Dewi. Itu pikiran aku dan Bagas tadi" sambung Bintang.


Tiara menurunkan kakinya dari atas tempat tidur dia langsung berdiri dan melangkah ke luar kamar.


"Mau kemana yank?" tanya Bintang.


"Mau ke kamar Dewi, tadi kata Mas aku harus bantuin mereka. Aku juga akan bantuin Dewi berdandan agar terlihat cantik malam ini bertemu dengan orang tuanya Mas Bagas" jawab Tiara.


"Sepertinya itu ide yang bagus Yank. Dewi harus kamu permak deh, biar para mantan Bagas gigit jari. Dia kan cantik cuma masih polos aja" saran Bintang.


"Kita lihat aja nanti ya Mas" jawab Tiara sambil tersenyum.


"Pakaian kamu udah aku letakin di sana. Kamu mandi ya Mas, bauk tauuuk" perintah Tiara.


"Oke Tuan Putri.... " jawab Bintang sambil tersenyum manis pada istri tercintanya.


Tiara berjalan menuju kamar Dewi, walau kakinya pegal tapi dia harus naik ke atas. Tiara naik perlahan - lahan dengan berpegangan pada tangga. Akhirnya Tiara sampai juga di kamar Dewi.


Tok.. tok..


"Kakak Ara Wi" jawab Tiara.


"Masuk aja Kak, gak di kunci kok" jawab Dewi.


Tiara membuka pintu kamar Dewi, terlihat Dewi baru saja selesai mandi dan sedang memilih baju yang akan dia pakai.


"Mau pergi ke rumahnya Mas Bagas ya?" tanya Tiara.


"Iya Kak, kok Kakak tau?" Dewi balik bertanya.


"Mas Bintang yang bilang. Tadi Mas Bagas sempat cerita ke Mas Bintang" Tiara membantu Dewi memilih pakaian yang akan Dewi pakai.


"Pakai yang ini aja Wi, kamu pasti cantik malam ini" ujar Tiara.


Tiara memilihkan gamis yang tempat dari bahan katun lembut, dengan design remaja tapi simpel dan manis. Cocok dengan usia Dewi saat ini tapi sopan dan cocok untuk acara malam ini.


"Mmm... oke, aku akan pakai baju yang ini" Dewi segera memakai baju yang dipilihkan Tiara.


Setelah itu Tiara membantu Dewi berdandan sedikit tebel dari biasanya.

__ADS_1


"Kak jangan tebel banget" pinta Dewi.


"Nggak, gak tebel kok kamu tenang aja" jawab Tiara.


Dewi kembali tenang dan pasrah dengan polesan Tiara di wajahnya.


"Tadi saat makan siang dengan Mas Refan kamu ketemu dengan temannya Mas Bagas ya?" Tiara mulai mengajak bercerita.


"Iya ada dua orang yang satu cewek perankan gitu, kayak bule. Yang satu lagi cowok cakep" jawab Dewi.


"Mmm... kamu tau gak kalau cewek yang tadi itu mantannya Mas Bagas?" tanya Tiara.


"Aku sudah menduganya Mbak" jawab Dewi.


"Gimana penampilannya?" selidik Tiara.


"Cantik, tinggi, sexy dan putih mulus" jawab Dewi.


"Jauh banget ya sama kamu?" tanya Tiara lagi.


Dewi menganggukkan kepalanya.


"Itu tampilan luarnya Wi yang kamu lihat. Kamu taukan perbedaan dia dengan kamu. Kira - kira kamu tau gak kenapa Mas Bagas pilih kamu untuk jadi calon istrinya?" tanya Tiara.


Dewi menggelengkan kepalanya.


"Karena dia sudah lelah ketemu cewek yang seperti itu. Cewek seperti itu jaman sekarang gampang banget carinya Wi. Justru yang seperti kita ini sudah sulit di temukan. Wanita yang masih menjaga tubuh dan harga dirinya sebagai wanita" ungkap Tiara.


"Kamu lihat gak kalau Mas Bagas yang dulu berbeda dengan Mas Bagas yang sekarang?" tanya Tiara lagi.


Lagi - lagi Dewi menganggukkan kepalanya.


"Apa bedanya?" selidik Tiara.


"Mas Bagas sekarang lebih alim, lebih tenang dan lebih kalem Kak" jawab Dewi.


"Itu karena dia serius ingin merubah hidupnya Wi dari kehidupan yang lebih banyak berfoya - foya ke kehidupan yang lebih baik lagi. Dia butuh kamu untuk menemaninya mendampinginya menjalani hidup yang sekarang ini. Sama seperti Mas Bintang dulu, mereka kan masih satu server Wi walau tinggian level Mas Bagas dalam hal wanita" ujar Tiara.


"Kamu harus lebih kuat dan percaya diri, agar dia lebih semangat untuk hidup lebih baik lagi. Selebihnya biarkan dia yang menangani para mantannya" tegas Tiara.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2